Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Kesempatan Kedua


__ADS_3

"Kamu kenapa sih, setiap kesini tidak pernah kasih kabar. Main datang - datang aja. " Tanya Yogi pada Astri.


"Emang nya, nggak boleh ya. Saya kan pacar nya Abang. " Jawab Astri.


"Astri, hubungan saya sama kamu itu nggak ada status. Terus, kita ini belum tentu nikah loh. "


"Kenapa? apa saya kurang cantik, atau saya kurang menarik. Saya seorang Dokter, punya pendidikan tinggi, penghasilan sendiri. Keluarga saya, seorang pegawai semua di instansi pemerintah an. Masih kurang apa? "


"Bukan itu, yang saya maksud. Tapi tolong, jangan paksa untuk saya mencintai kamu. "


"Kenapa? "


"Kamu kan tahu, saya sedang menata hati. "


"Menata hati, dari kemarin kamu bilang menata hati. Sampai sekarang, kamu bilang menata hati juga. Jangan - jangan kamu tidak menyukai saya. "


"Iya."


"Alasan nya? "


"Saya tidak mencintai kamu, itu alasan nya."


"Atau, kamu punya rencana mendekati Hanin lagi? "


"Kalau iya kenapa? "


"Kamu itu, cowok yang bodoh atau nggak ada stok cewek lagi. Mata kamu itu buta apa, otak kamu itu di taruh di dengkul apa. Kamu tidak ingat, bagaimana Hanin mengkhianati kamu, tiga tahun kamu di duakan, tiga tahun kamu di bohongin. Apa kamu, tidak melihat kebelakang. Dan dia saja, masih status suami orang. Kamu mau menunggu janda nya. "


"Itu hak saya, kalau saya kembali sama dia. Mau kamu bilang saya bodoh, mau kamu bilang seperti nggak ada wanita lain saja. Memang benar nggak ada, yang ada malah wanita seperti kamu. Jujur, saya nggak terlalu suka sama wanita yang ucapan nya seperti tadi. Menyombongkan diri, apalagi sering datangi cowok itu yang belum tentu membalas perasaan kamu. "


"Apa beda nya sama Hanin, yang menduakan dan menyerahkan kehormatan nya pada Nugi. Seperti nya, lebih parah dia dari saya. Begini - begini saya masih menjaga kesucian saya, dan saya itu setia. "


"Itu, yang saya tidak suka. Baru di pancing saja, kata - kata nya seperti itu. Sekarang saya sudah putus kan, jangan berharap menikah sama kamu. "


*****


"Kenapa Sari? " Tanya Yogi dari sambungan telepon nya.


"Mas, pulang ibu sakit. " Jawab Sari dari seberang.


"Sakit kenapa? " Tanya kembali Yogi dengan rasa panik.


"Ibu seperti nya, anu Mas jantung nya kumat. Tadi ada kedua orang guana Astri marah - marah, nggak terima kalau Mas menolak dia."


"Sekarang kondisi ibu bagaimana? "


"Masih terbaring lemah. "


"Nanti saya pulang, tapi tidak sekarang."


*****


"Abang ada apa kesini? " Tanya Hanin yang sudah mengambil cuti.


"Ikut Abang pulang. " Jawab Yogi.

__ADS_1


Hanin tertawa sambil menatap ke arah Yogi, sedangkan Yogi menatap nya dengan serius.


"Kamu salah minum obat Bang? "


"Saya sadar, kamu ikut Abang pulang."


"Maaf tidak bisa. "


"Temani Abang menemui ibu. "


"Untuk apa? "


"Abang masih sayang sama kamu. "


"Nggak bisa..!!! " Pak Brata menghampiri kedua nya, dan mendengar percakapan Hanin dan Yogi.


"Kamu bawa anak saya, untuk di permalukan, dan kamu balas dendam ya kan? " Ucap Pak. Brata.


"Ibu saya sakit, saya hanya minta tolong. Agar saya terlepas dari perjodohan. "


"Hanin juga sudah di jodohkan, saya tidak akan setuju anak saya berhubungan dengan seorang Tentara. Mulai sekarang, jodoh Hanin di tangan Ayah nya. " Ucap Pak Brata.


"Masuk kamu Hanin, nggak pantas seorang perempuan masih status istri, kamu dekat dengan pria lain, atau kamu pergi dengan dia."


"Maaf Bang. " Hanin masuk dan Pak Brata menutup pintu rumah nya.


"Hanin.... Abang akui,masih mencintai kamu. Apa kita mau, mencoba lagi? Abang sudah maafkan kamu. Abang kasih kesempatan kedua sama kamu. " Teriak Yogi dari luar, dan Hanin serta Pak Brata mendengar nya.


"Masuk kamu. " Ucap tegas Pak Brata.


"Bang, pulang ya. " Ucap Hanin.


"Abang kasih kesempatan kedua sama kamu."


"Maaf Abang."


Yogi terdiam dan tersenyum lalu pergi dengan melambaikan tangan nya, Hanin memanggilnya dengan berteriak.


"Abang.. saya tidak pantas buat Abang, terlalu jahat saya sama Abang. "


*****


Yogi berjalan memasuki gerbong kereta, mata Yogi langsung tertuju pada seorang pria yang di kenal.


"Nugi."


"Eh Yogi, mau pulang kampung ya? "


"Ka - kamu, jadi kuli angkut barang di stasiun."


"Iya, yang penting halal, bisa kasih makan keluarga. "


"Apa cukup? "


"Sambil menunggu lamaran kerja, saya kerja begini dulu sebagai batu loncatan. Sudah ya, kereta nya mau jalan. "

__ADS_1


Yogi hanya menatap diam, dari jendela kereta api. Yogi melihat Nugi membawa beberapa kardus dari penumpang kereta yang baru saja turun.


****


"Dasar kurang ajar kamu, dasar tidak tahu diri kamu. Bisa - bisa nya, kamu sakiti hati ibu kamu. "


"Bu, saya itu tidak suka sama Astri. Saya itu lebih berat ke Hanin. "


"Kamu, masih mencintai Hanin. Wanita yang sudah sakiti kamu. Pria macam apa kamu, bodohnya kamu. "


"Bu, apa ibu nggak lihat sifat Astri. Sombongnya bu, saya tidak mau punya istri sombong begitu. "


"Kamu menikah dengan Hanin, ibu tidak akan merestui nya. Sampai ibu meninggal juga, tidak akan pernah merestui hubungan kalian. Ibu terlalu sakit, apa kamu tidak memikirkan hati ibu. Datang jauh - jauh, tapi ibu di tolak nya. "


"Dia tidak menolak ibu, saya yang di tolak. Sekarang saya kasih kesempatan kedua buat dia. "


"Nggak..!!! Sekali lagi kamu bawa Hanin ke kehidupan kita, Ibu lebih baik pergi untuk selamanya. "


"Bu, saya mohon. Kalau pun tidak di restui jangan jodohkan saya dengan Astri bu. "


"Ibu tidak akan membiarkan, anak ibu mendapatkan jodoh nya sendiri. Ibu tidak mau anak ibu, disakiti kedua kali nya. "


"Bu, saya minta maaf. " Ucap Yogi bersujud di kedua kaki Ibu Siti.


"Tolong, jangan atur jodoh saya. " Ucap Yogi kembali.


*****


"Abang, nanti Ayah lihat. " Ucap Hanin keluar dari rumah nya, karena Nugi menelepon meminta nya untuk bertemu di seberang jalan yang tidak jauh dari rumah nya.


"Ini, Abang belikan susu. " Ucap Nugi sambil menyerah kan dua kotak susu ibu Hamil.


"Makasih Bang, ehm.. Abang kerja apa sih? kelihatan nya sekarang kusam, hitam lagi. "


"Abang cari sesuap nasi buat keluarga Abang, ini hanya batu loncatan saja. Sambil menunggu, panggilan kerja. "


"Makasih Bang, saya masuk lagi. Takut Ayah cari saya. "


"Hanin."


"Ya Bang. "


"Kalau kamu, ingin tahu kerjaan Abang yang sekarang, kamu tanya sama Yogi. Dia tahu, Abang kerja apa sekarang. "


"Iya Bang, nanti saya tanya kalau ketemu sama Bang Yogi. "


"Kalau anak kita lahir, kamu kabari Abang ya. "


"Saya akan kabari Abang, karena Abang adalah Ayah nya. "


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2