Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Ulah Mantan


__ADS_3

"Yogi." Panggil Pak Saleh.


"Iya Pak, ada apa? " tanya Yogi.


"Maaf, saya baru berani bilang sekarang, sebenarnya, saya ingin menagih uang sama istri kamu. " jawab Pak Saleh.


"Uang apa ya Pak? istri saya baru loh tinggal disini. "


"Dulu, Nugi pinjam uang di suruh sama mantan istri nya, total 7 juta. "


"Tunggu Pak, Nugi pinjam sama Bapak, atas nama Hanin? seperti nya salah paham deh, yang pinjam itu bukan istri saya, tapi yang pinjam itu Nugi. Nggak mungkin kalau sampe pinjam uang. Saat itu, istri saya masih kerja Pak, dan memiliki uang sendiri. Seperti nya salah paham. "


"Kalau itu, saya tidak tahu, mana yang benar, tahu nya atas nama istri kamu. "


"Yasudah gini saja Pak, kalau benar istri saya hutang. Saya bayar sekarang, tapi kalau memang itu Nugi, jadi minta nya ke dia. "


"Baik kalau begitu, saya tunggu kabar nya."


"Iya Pak, saya sekarang ke rumah dulu. "


Yogi berjalan masuk ke dalam rumah Dinas nya, Hanin menyambut suami nya yang baru saja pulang. Di cium punggung tangan nya, dan Yogi mengecup kening istri nya.


"Sayang, Abang ingin bicara sama kamu. "


"Bicara apa Bang? "


"Gini, kamu pernah pinjam uang, sama Pak. Saleh? "


"Pak Saleh mana ya? "


"Teman Abang, dia anggota juga. Katanya kamu pinjam sebesar 7 juta, Nugi yang ke rumah ambil uang nya. "


"Dasar ya tuh orang, hutang hampir satu asrama ada semua. Tadi Ibu Kasim, sama siapa tuh satu nya. Yang satu 10 juta, satu nya 5 juta. Sekarang malah 7 juta, pake nama saya. Itu otak nya dimana sih, sudah dapat duit malah nggak bayar. "


"Ya sudah, jelas ini sih. Nanti Abang kasih, nomer Nugi nya saja. "


"Iya kasih saja, suruh nagih sendiri. Mumpung gaji nya besar, hari ini bete Bang. Tadi saya langsung telepon dia. "


"Apa katanya? "


"Ya gitu, nanti di transfer bayar. "


"Ya sudah, nanti Abang yang bilang. "


****


"Apa katanya? "tanya Pak Saleh.


" Maaf Pak, bukan istri saya. Tapi Nugi, saya kasih nomer ponselnya saja. Biar Bapak bicara sendiri. " ucap Yogi menunjukkan nomer ponsel Nugi pada Pak Saleh.


"Terima kasih, maaf ya. "


"Sama - sama Pak, nggak apa - apa pak."


***


"Catat, siapa. - siapa orang nya? masih ada tidak disini? " bentak Hanin.


"Ada yang sudah pindah. " ucap Nugi dari seberang.


"Malu saya Bang, gara - gara ulah Abang, saya ingin keluar dari sini. Bang Yogi sudah tahu, dia juga kena imbas nya. Malah ikut di tagih."


"Iya Maaf, nanti Abang bayar. "


Hanin langsung mematikan ponsel nya, dan Yogi datang sambil membawa martabak.


"Ini ada martabak, di makan. "


"Bang, saya pindah saja. Nggak mau disini."

__ADS_1


"Kenapa? "


"Malu Bang malu. "


"Mau tinggal dimana? masa belum satu minggu sudah pindah lagi. "


"Ternyata hutang nya banyak disini, saya malu nya orang nagih sama saya semua. "


"Cuek saja ya, kan nggak ikut makan."


"Pasti mereka menyangka saya makan juga itu uang, padahal yang makan nya adalah keluarga dia sendiri.


" Yang penting suami tahu, kenyataan nya."


"Tetap saja Bang, saya jadi nggak mau keluar rumah. "


"Sudah jangan di ambil pusing, yang penting kamu tidak melakukan nya. "


****


"Bang, toko saya disana, seperti nya ada masalah. "


"Masalah apa? "


"Yang jaga kemarin itu mengundurkan diri."


"Jadi gimana? "


"Cari orang lagi, kalau tidak ada terpaksa saya harus kesana. "


"Abang nggak setuju. "


"Kenapa Bang? "


"Abang tidak mau kamu, tinggal kan Abang. "


"Bang, kan bisa satu bulan sekali kesana, atau saya nya pulang. "


"Terus mas , toko nya tutup."


"Ya mau gimana lagi, Abang juga harus tegas sama kamu, masa kamu disana, Abang disini."


"Waktu awal, Abang bilang boleh buka usaha. Kok sekarang nggak boleh. "


"Abang kan bilang, karyawan , harus ada karyawan. "


"Nanti saya cari, tapi saya mau kesana Bang. Harus itu, sampai dapat karyawan nya. "


"Berapa hari? "


"Hanya sampai dapat ganti nya."


"Ok, tapi hati - hati. Abang nggak ikut kesana."


"Iya, tenang saja. Seperti baru kemarin saja, saya terbang sendiri kesana. "


*****


"Ayah..!! " Hanin memeluk tubuh Pak Brata saat datang berkunjung ke rumah Dinas anak menantunya.


"Yogi mana? "


"Sedang piket Yah, kesini nggak kasih kabar."


"Ayah sengaja kesini, kasih kejutan. Biar kamu, tidak mempersiapkan semua nya. Ayah tidak mau merepotkan kamu."


"Ah Ayah, seperti apa saja."


"Gimana betah? "

__ADS_1


"Betah banget, tapi Ayah ada sedikit masalah sama usaha Hanin, di pulau Kiara. "


"Ada apa? "


"Karyawan lama, berhenti. Sekarang belum dapat karyawan baru nya, tapi kata Bang Yogi, kalau tidak ada karyawan nya, di jual saja. Padahal kan sayang Yah, kalau di jual, saya mau disana yang jaga, nggak boleh sama Bang Yogi. "


"Turuti apa kata suami kamu, nanti Ayah coba bantu cari. "


"Kalau dari sini, terlalu jauh Yah, mungkin Saya cari yang di sana. "


"Tapi kalau tidak ada, terpaksa Ayah cari disini."


"Makasih Yah, sudah bantuin."


"Sama - sama. "


****


"Jam berapa berangkat? "


"Besok penerbangan pagi. "


"Hati - hati, nanti sering kabari Abang."


"Iya Abang sayang. " ucap Hanin sambil memeluk tubuh Yogi.


"Ini ada uang buat ongkos untuk kamu, siapa tahu di jalan kamu jajan. "


"Jajan apa Bang? saya nggak sering jajan."


"Ya siapa tahu, ada yang senang. "


"Makasih Abang sayang. "


"Sama - sama. "


****


"Bu, ini saya masak banyak. " ucap Hanin memberi kan sepiring rendang sapi.


"Aduh makasih banyak, jadi merepotkan." ucap Ibu Wina.


"Semoga suka ya Bu, rasanya takut nggak suka." ucap Hanin.


"Pasti enak, ini baunya saja, kelihatan enak banget. "


"Langsung coba saja, nggak apa - apa kok."


"Ah nggak enak lah, masa langsung di makan."


"Nggak apa - apa, syukur - syukur nanti order sama saya. " ucap Hanin sambil tertawa kecil.


"Kalau begitu, makasih. Ayo mampir dulu, kita kan tetanggaan,masa sama tetangga nggak akrab. "ajak ibu Wina.


"Iya, bu makasih. " ucap Hanin lalu masuk, ke rumah Ibu Wina.


Hanin melihat banyak photo yang terpajang di dinding, di mulai dari photo keluarga, sendiri, hingga anak - anak nya.


"Itu dua anak saya, tapi ikut sama nenek nya." ucap Ibu Wina menjelaskan.


"karena, anak saya ikut sama suami. Kemana dia tugas, anak saya sudah SMP sekarang. "


"Berarti ikut suami, saat anak - anak umur berapa? "


"Umur anak. - anak, masih 40 hari sampai umur 12 tahun. Itu juga, nenek nya yang minta untuk sekolah disana. Kan cucu nya nggak ada lagi. "


"Seandainya kamu masih ada Camelia, Mamah akan tetap membawa kamu pergi. Kemana papah sambung kamu melangkah. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2