Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Bahagia Bersama Mu


__ADS_3

"Minum Yank. " ucap Yogi memberikan segelas teh manis hangat.


"Gimana? "


"Pusing dan mual. " ucap Hanin.


"Ke dokter ya, Abang takut kamu sakit."


"Ini bukan sakit sayang. " ucap Hanin.


"Terus apa? " tanya Yogi.


"Kayaknya, saya hamil. " jawab Hanin tersenyum.


"Yang betul Yank? "


"Iya sayang, saya ini telat. Tapi belum di cek."


"Ah jangan bikin Abang, berharap. "


"Saya coba ya Bang. " Hanin bangun dan berjalan ke arah meja rias nya dan mengambil sesuatu di laci nya. Lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Yogi bangun dari duduk nya, dan berjalan ke arah kamar mandi. Lalu mengetuk pintu kamar mandi nya, dan Hanin pun membuka nya.


"Gimana? "


"Ini Bang, lihat sendiri saja." ucap Hanin langsung pergi mendahului Yogi.


Yogi pun langsung membuka hasilnya, dan terdapat dua garis merah, Yogi langsung memeluk tubuh Hanin dari belakang, dan mengusap perut nya.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu hadir sayang di dalam perut Mamah kamu. "


"Alhamdulillah Bang, saya di beri kesempatan hamil lagi, buah cinta kita. Adik nya almarhum Camelia, sekarang saya hamil darah daging kamu. "


"Kita akan jaga dan rawat, terima kasih sayang."

__ADS_1


"Saha bahagia Bang, bahagia sekali. Bisa mendapatkan kebahagiaan ini, dan bisa hadir buah cinta di antara kita. "


****


"Alhamdulillah, akhirnya, Ayah akan memiliki cucu satu lagi. Yang satu segera lahir, yang ini baru hadir. " ucap Pak Brata.


"Ayah Bahagiakan? sekarang Ayah jadi kakek." ucap Pramudya.


"Ayah Bahagia sekali, dengan melihat pernikahan kalian, yang bahagia. Apalagi, buah cinta kalian, akan segera hadir. " ucap Pak Brata, dengan aura yang sangat bahagia dan tidak bisa ditutupi.


"Bang, anak kalian laki - laki atau perempuan?" tanya Hanin.


"Abang sama Winda, sengaja tidak ingin tahu jenis kelamin nya. Yang penting sehat semua, dan kejutan saat lahir." jawab Pramudya.


"Apa saja, yang penting sehat." ucap Winda.


"Amin, semoga lancar semua nya. " ucap Hanin, dan di aminin oleh semua nya."


****


"Yank, mau ngidam apa? " tanya Yogi.


" Kamu sedang apa sayang, kok cium - cium tubuh Abang. "


"Enak bau nya. "ucap Hanin sambil terkekeh.


" Belum mandi loh, masih bau ketek. "


"Nggak bau kok, ketek nya nggak bau."


"Ah kamu mah , aneh. orang mah ngidam makan apa, kamu malah ngidam nyium ketek."


"Biarin, ketek suami sendiri. Bukan ketek orang lain, lagian ini nggak bau, malah wangi."


"Sudah ah, Abang mau mandi dulu."ucap Yogi langsung berdiri dari duduk nya, tapi di tahan oleh Hanin.

__ADS_1


" Nanti dulu, mandi nya. "


"Yank, ih.. mau mandi, apa mau mandi sekalian sama - sama? "


"Boleh."


Yogi langsung mengangkat tubuh Hanin, masuk bersama di dalam kamar mandi, dan sampai di dalam, tak hanya mandi tapi mandi spesial hingga membuat mereka lama di dalam kamar mandi.


***


" Yank, Abang mau ada keperluan di luar, kamu mau titip apa? "


"Nggak akh, kenyang."


"Kan belum makan apa - apa, Abang belikan nasi padang ya. "


"Kenyang, nanti lagi saja. Kalau ingin, saya chat abang. "


Yogi mendekat dan mencium perut Hanin, perut yang masih tampak rata. Hanin mengusap kepala Yogi, yang masih menciumi perut nya.


"Temani Mamah dulu sayang, papah mau keluar sebentar. "


"Hati - hati, pulang nya jangan malam - malam."


"Iya sayang, pergi dulu ya. " Yogi mengecup kening dan bibir nya, Hanin pun mengantarkan Yogi hingga depan pintu.


"Terima kasih, kamu pria yang baik, dan sempurna untuk segala nya. Kamu pria yang mau menerima kesalahan saya, dan kamu mau tetap memiliki saya. Hingga hadir nya, buah cinta di antara kita. Sebuah pelajaran untuk saya, belajar dari sebuah kesalahan."


Hanin menutup pintu rumah nya, terlihat photo pengantin nya yang menempel di dinding rumah dinas.


"Sebentar lagi, photo nya tidak berdua, tapi bertiga. " ucap Hanin sembari mengusap perut nya.


"Yang sehat - sehat sayang, mamah Papah akan menunggu kamu, hingga waktu nya."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2