Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Dia Ayah Nya


__ADS_3

Hanin keluar dari stasiun, Hanin langsung duduk di salah satu warung. Dan Yogi langsung menghampiri nya, dan duduk di samping Hanin.


"Kamu kenapa? "


"Saya tuh, udah capek Bang. Nggak kuat jauh - jauh, ini juga aslinya saya sudah nggak kuat Bang. "


"Kamu mau sampai kapan? perut besar kerja keluar kota terus. "


"Paling cuti pas masuk ke 9 bulan. "


"Kalau Abang jadi suami kamu, sudah Abang suruh kamu resign. Cukup Abang yang kerja, kamu cukup urus anak dan rumah, menunggu suami pulang. "


"Saya ini single parents Bang, kalau saya berhenti siapa yang kasih makan anak saya nanti. Masa saya harus bergantung pada Ayah dan Bang Pram, nggak mungkin kan."


"Iya juga sih. "


"Kalau Bang Nugi, jamin perbulan buat anak nya. Sekarang saja, dia dimana kerja apa, kita nggak tahu. "


"Abang antar ya. "


"Nggak usah Bang, saya pakai taksi. "


"Abang bawa motor, ada di parkiran. Tunggu ya, Abang nggak mau kalau kamu kenapa - napa. "


"Tapi Bang. "


"Titip tas Abang. "


***


"Makasih Bang, sudah di antar pulang. "


"Sama - sama. "


"Hanin...!! "


Pak Brata langsung menghampiri Hanin dan Yogi, yang baru saja sampai. Yogi tersenyum dan langsung bersalaman dengan Pak Brata.


"Tadi saya bertemu Hanin di stasiun. "


"Iya, kamu boleh pergi. " Ucap Pak Brata.


"Kalau begitu, saya pamit. "


"Hati - hati Bang. "


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


"Masuk." Ucap Pak Brata, saat Yogi sudah pergi.


Hanin berjalan, menuju kamar nya. Dan Pak Brata terus mengikuti putri nya, Hanin tahu Ayah nya akan menanyai nya.


"Ayah pasti mau bicara masalah Bang Yogi. "


"Ayah minta, kamu jangan dekat lagi dengan Tentara, baik itu Yogi atau Tentara lain nya. Ayah ingin kamu menikah sama orang sipil saja. "


"Orang sipil siapa? Zaenal. Ogah sama dia, dari pada nikah sama Zaenal, mending jadi janda terus. "


"Kamu memang niat jadi janda terus? "


"Iya, mau besarin anak sendirian. "


*****

__ADS_1


"Ngapain kamu kemari? " Bentak Pak Brata.


"Saya hanya ingin ketemu sama Hanin, dan mau kasih uang belanja. " Ucap Nugi.


"Nggak usah, anak saya sudah cukup dari Ayah dan gaji nya sendiri. Kamu bawa lagi saya, kamu lebih membutuhkan biaya banyak, bukan nya kamu pernah bilang, banyak mulut yang harus kamu kasih. " Bentak Pak Brata.


"Pergi sana. " Usir Pak Brata.


Sebuah mobil berhenti, Pramudya turun dari mobil nya, dan menatap sinis ke arah Nugi, yang kini terlihat kurus dan semakin hitam.


"Di usir ya kamu. " Sindir Pramudya.


"Pram, saya minta tolong titip uang, buat belanja bulanan Hanin, ini juga cukup buat biaya persalinan dia nanti. "


"Nggak perlu, bawa saja uang nya. Keluarga kamu lebih membutuhkannya. " Ucap Pramudya langsung meninggal Nugi.


"Pram, saya salah. Tapi kamu jangan begitu sama saya, bagaimana juga anak yang di kandung Hanin itu anak saya. Disini saya bertanggung jawab, walau hanya se beberapa, saya kasih nafkah buat mereka berdua. "


"Sekarang baru kasih nafkah, kemarin kemana saja. Dan kalau mau hitung - hitungan, keluarga kamu itu harus ganti uang yang di pakai. '


" Kalau itu mau nya, saya ganti. Tapi perlu waktu. "


"Sudahlah, kamu itu lagi susah, mending kamu bawa uang nya. "


*****


"Bayi nya, perempuan bu. "


"Alhamdulillah, tapi sehat kan dok? " Ucap Hanin.


"Alhamdulillah sehat. "


"Syukur lah, soalnya saya baru cek kandungan lagi. Karena sibuk kerja, jadi nggak sempet." Ucap Hanin.


"Ibu termaksud kuat loh, janin nya. Biasa nya, kalau capek begini, sering perjalanan jauh pasti langsung lemah, kadang membahayakan kondisi anak di dalam kandungan nya. "


"Ibu istirahat ya, jangan sampai fatal. Sekarang tidak apa - apa takut nya besok nya terjadi sesuatu. "


"Iya Dok. "


*****


Hanin memilih pakaian bayi dan berbagai perlengkapan lain nya, satu persatu Hanin dapat kan. Hingga tertuju pandangan nya, pada satu pasang sepatu bayi, warna pink yang lucu.


"Mba, tolong ini juga bungkus ya. "


"Baik bu. "


Hanin terus memilih, hingga rasa cukup Hanin langsung membayar nya. Dan saat di depan kasir, Hanin menoleh pada seorang pria yang Hanin sangat kenal.Hanin pun setelah selesai pembayaran, langsung mendekati nya.


"Bang."


Nugi menoleh saat Hanin menegur nya, Nugi tersenyum melihat istri nya di depan mata nya.


"Abang sedang apa? "


"Abang ingin belikan pakaian bayi, untuk anak kita. Tapi Abang tidak tahu, anak kita itu laki - laki atau perempuan. "


"Anak kita, perempuan. "


"Dia sehat kan? "


"Dia sehat dan kuat, seperti ibu nya yang kuat menghadapi kenyataan. "


"Abang belikan beberapa pakaian bayi ya. "

__ADS_1


"Bang itu belanjaan saya. " Tunjuk Hanin pada batang belanjaan nya, yang sedang di angkut ke arah mobil yang akan mengantarkan ke rumah nya.


"Tolong, kamu terima pemberian dari Abang. Tadi Abang ke rumah, mau kasih yang belanja buat kamu. Sama Ayah dan Pram, Abang di usir. "


"Bang, makasih ya. "


"Tolong ya, kamu Terima. "


Hanin tersenyum dan menganggukkan kepala nya, lalu Hanin dan Nugi sama - sama memilih pakaian untuk anak mereka berdua.


***


"Abang sekarang kerja dimana? "


"Abang kerja serabutan, apa saja yang penting dapat uang dan bisa makan. "


"Kabar keluarga Abang gimana? "


"Alhamdulillah sehat. "


"Syukur lah. "


"Hanin."


"Ya Bang. "


"Kalau kamu, nanti menikah lagi. Tolong jangan kamu, pisahkan saya dan anak kita. "


"Bang, saya tidak akan memisahkan Abang sama anak kita. Abang tahu, nomer Abang saya tidak blokir. Dan tidak ada namanya bekas bapak atau bekas anak. Sampai kapan pun, Abang adalah Ayah dari anak kita. Bang, sejelek apa sifat Abang, saya akan mendekat kan dia sama Abang. Cukup kita berdua yang tahu, masalah yang terjadi. Saya tidak ingin, anak kita membenci orang tua nya. "


"Makasih ya, makasih. "


****


"Kamu kenapa, nggak minta tolong sama Abang sih? tahu belanja segini banyak nya." Ucap Pramudya sambil membantu mengangkat barang belanjaan Hanin.


"Tadi sekalian jalan Bang, nggak kepikiran mau belanja. "


"Tapi kan bisa telepon Abang. "


"Bang, katanya Bang Nugi kesini ya? "


"Iya, kamu ketemu sama dia? "


"Iya, dia belikan pakaian sama kasih uang. "


"Kerja apa dia? "


"Katanya serabutan. "


"Serabutan juga yang jelas, jangan - jangan tahu - tahu DPO lagi. "


"Bang, jangan batasi dia dengan anak saya. Mungkin sekarang dia sudah insaf, dan baru sekarang ingat anak. "


"Kita ini asli nya, terlalu baik sama dia. Karma sudah berjalan, tinggal dia menikmati hasil nya. "


"Kalau ada Bang Nugi kesini, suruh hubungi saya saja Bang. "


"Kalau Abang yang di temui, kalau Ayah mungkin beda lagi. "


"Ya Bang Nugi juga cerita. "


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2