Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Pasangan Baru


__ADS_3

"Bu, ada tamu. " Ucap Syarif


"Siapa? " Tanya Hanin.


"Tentara." Jawab Syarif.


"Tentara? "


"Katanya, mau jemput Ibu. "


Hanin melirik ke arah jam tangan nya, menunjukkan pukul 4 sore, dan langsung merapikan berkas di atas meja nya.


"Pak, makasih ya, biar suruh tunggu saja. "


"Baik Bu. "


Hanin lalu keluar dari ruangan nya, dan berjalan ke arah ruang tunggu, dan Hanin tersenyum saat melihat Dicky yang menjemput nya.


"Kamu ngapain, jemput saya? "


"Eh ayank, pulang yuk. "


"Saya bawa mobil loh. "


"Yah, gimana dong? " Ucap Dicky kecewa.


"Ya kamu, jemput nggak bilang dulu. Langsung datang, kesini aja. "


"Ya kirain kamu, nggak bawa mobil. "


"Yaudah, saya ngalah. orang yang lebih tua dari kami. Biar nanti mobil, taruh disini. Saya ikut sama kamu. "


"Yes, yuk pulang. "


Hanin tersenyum sambil menggeleng kan kepala nya, dan langsung berboncengan motor dengan Dicky.


"Yank, naik motor nggak apa - apa kan, bukan mobil? "


"Nggak apa - apa, yang penting sampai. "


"Pegangan dong. "


"Nggak."


"Nanti jatuh Yank, kalau jatuh sakit. "


"Nggak..!!! "


Dicky menarik paksa tangan Hanin, memaksa memeluk nya dari belakang. Dengan terpaksa Hanin, menuruti nya.


"Diam, jangan lepas. "


Dicky mengendarai motor nya, dengan kecepatan sedang dan saat berhenti di lampu merah. Motor Dicky bersebelahan dengan motor Yogi. Tak sengaja, Yogi melirik ke samping kanan, dan melihat Hanin tangan nya memeluk Dicky, Yogi membuka kaca helm nya dan menoleh.


Hanin menoleh, dan malah mengeratkan pelukan nya, dan Dicky malah memegang tangan Hanin.


Dicky tidak sadar, bila disebelah nya itu adalah Yogi. Lampu telah hijau, motor Dicky mendahului dan motor Yogi berada di belakang nya.


"Hanin, pacaran sama Dicky? " Ucap Yogi dalam hati nya.


***


"Makasih ya. " Ucap Hanin.


"Nggak di suruh, mampir? " Ucap Yogi.


"Gimana, ya nanti minta makan lagi. "


"Yah, pikiran nya kesana terus. "


"Yaudah yuk masuk. "


Dicky menikmati sirup buatan Hanin, dan sambil makan cemilan, Hanin pun sama sambil sesekali makan cemilan tersebut.


"Yank, malam minggu ada acara nggak? "

__ADS_1


"Nggak ada, memang kenapa? "


"Jalan yuk. "


"Kemana? "


"Ya terserah, mau nya kemana. "


"Apa nanti nya aja deh. "


"Ya jangan gitu dong, saya kan mau ngajak Ayank jalan. "


"Yang mau ngajak, yang punya tujuan. Malah nanya nya ke saya, mau jalan kemana. "


"Gimana, kalau nonton. Suka nya film apa? "


"Horor dong. "


"Nggak takut? "


"Kan ada bebeb Dicky. "


"Ah... Ayank bisa aja. " Ucap Dicky sambil mendorong lengan Hanin, dan Hanin langsung menatap Dicky ilfil.


"Kok saya lama - lama sama kamu ilfil ya Dicky. "


"Ilfil kenapa? jangan lihat saya begini karena umur. Saya juga bisa serius. " Ucap Dicky yang berubah wajah nya menjadi serius.


"Saya itu, orang nya suka bercanda, biar nggak garing, kadang kalau lagi serius ya serius kalau tidak ya begini. Kata kamu garing katanya. "


"Kamu kenapa suka sama saya? "


"Karena kamu itu, tipe saya. Dewasa. "


"Dewasa karena tua. "


"Nggak, namun itu tipe saya. Pertama lihat kamu, saya sudah tertarik sama kamu. "


"Tapi saya nggak pantas loh. "


"Tapi saya belum bisa jawab, apakah saya akan terima kamu, jadi pacar saya atau tidak."


"Saya akan tunggu. "


****


"Bang, baju ini bagus nggak? " Tanya Karina.


"Bagus." Ucap Yogi sambil duduk menunggu Karina belanja.


"Bang, saya ambil dua ya. "


"Ambil saja. "


"Sama sendal nya boleh nggak? "


"Boleh."


"Abang, makasih ya. Ini baru pacar Karina, udah ganteng punya pangkat, nggak pelit. ini baru, pacar yang sempurna. "


Yogi hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangan nya pada ponsel nya, dan Karina pun menggunakan kartu kredit milik Yogi untuk membayar nya.


Yogi melihat transaksi dari notifikasi yang masuk, dan terlihat jumlah nominalnya yang lumayan.


"Abang, makasih ya. Ini kartu nya. " Ucap Karina sambil mengembalikan kartu milik Yogi.


"Mau belanja apa lagi? "


"Salon yuk. "


"Boleh."


****


"Bowo, ini cewek doyan jajan. " Ucap Yogi dari panggilan telepon nya

__ADS_1


"Karina? "


"Iya, siapa lagi. Tadi belanja habis sampai jutaan, ini salon, belum tadi minta beli cincin. Ini mah benar - benar. Baru pacaran aja begini, gimana nanti nikah. "


"Ya kalau mau sudah an ya tinggal sudah aja, nggak usah di lanjut. "


"Kamu kenalin cewek model begini, kalau begini sih gaji saya sebulan habis. "


"Sorry - sorry, jadi gimana? "


"Putus."


Yogi menutup ponsel nya, dan langsung menuju ke arah kasir.


"Mba paket perempuan yang sedang sama di creambath itu. " Ucap Yogi.


"Oh bapak mau seperti mba yang itu, ambil paket nya ya? " Ucap pegawai salon.


"Saya mau tanya total nya berapa? "


"Saya cek ya pak. "


Yogi menatap Karina yang sedang di creambath, dan pegawai salon memberikan total paket yang di ambil oleh Karina.


"Mba Karina ambil satu paket perawatan tubuh, rambut dan manicure pedicure, total nya semua lima juta."


"Saya bayar cash, dan mba tolong kalau mba itu sudah selesai, bilang saya pulang duluan karena ada tugas mendadak. Dan bilang saja, sudah di bayar. "


"Baik Pak, saya terima uang nya. "


Setelah selesai melakukan transaksi, Yogi langsung pergi meninggalkan Karina di salon.


****


"Kamu pacaran sama Dicky? " Tanya Pak Brata.


"Jalani saja. " Jawab Hanin.


"Kamu jangan jalani saja, kamu janda ingat itu. Jangan sampai nanti ada, gosip yang tidak mengenakan. "


"Apa Ayah setuju, kalau saya sama Dicky?"


"Ayah setuju saja, yang penting saling suka terima, dan orang tua nya setuju. "


"Ibu Bang Yogi, itu aslinya dulu setuju Yah karena memang salah Hanin. Jadi seperti ini jadi nya, Hanin pasrah saja Yah, jodoh saya serahkan pada Allah. "


"Tapi kita nya harus berusaha juga. "


"Apa nanti nya aja Yah. "


"Atau kamu mau Zaenal. "


"Nggak Yah, nggak mau. Ayah nggak kapok apa, sudah di skak."


"Yasudah, apa yang terbaik buat kamu. Ayah dukung, dan Ayah hanya berdoa yang terbaik buat anak Ayah. "


***


"Abang, kok tega tinggalin Karina di salon."


"Maaf ya Karina, lebih baik kita putus."


"Loh kok, kenapa? "


"Saya nggak sanggup, biayai hidup kamu. Baru jadi pacar saja sudah tekor saya, apalagi nanti kalau sudah nikah. "


"Kamu nggak ikhlas Bang, saya begini itu demi kamu Bang. "


"Kamu belum jadi istri saya, bisa saja kamu di luar sana punya pacar. "


"Enak saja punya pacar, saya itu setia. " Ucap Karina membela diri.


"Maaf Ya Karina, terus juga secara umur kamu itu jauh dari saya. Dan kita ini seperti nya tidak cocok. "


.

__ADS_1


.


__ADS_2