
^^^Teruntuk Dicky^^^
Hi... Dicky,
Maafkan saya ya, kalau saat kamu baca surat dari saya, kamu sudah tidak bisa bertemu saya lagi.
Dicky...
Kamu kesal ya?
Maaf, kalau semua akses tentang saya, harus saya blokir semuanya. Bukan berarti saya, benci atau tidak suka sama kamu.
Jujur, hadir nya kamu itu, buat hidup saya berwarna. Kamu itu, seperti bunglon. Kadang berubah kekanakan, kadang berubah dewasa, kadang gombalan kamu yang garing.
Terima kasih ya, sudah mencintai saya. Tapi... saya tidak bisa membalas nya. Kita, ini saudara, tapi tidak bisa lebih.
Carilah, wanita yang benar - benar membalas cinta kamu, jangan wanita seperti saya, hanya membuat kamu, makan ati.
Dicky,
Dari kamu, saya bisa belajar, bagaimana kamu mencintai wanita, dengan banyak perbedaan diantara kita, cara kamu mencintai saya, cinta seorang pemuda yang lebih muda dari saya. Cinta yang bukan, untuk main - main, tapi dengan berani mengajak ke jenjang lebih serius.
Lupakan saya, carilah wanita yang benar - benar bisa membalas cinta kamu.
^^^Hanin^^^
"Hanin titipkan, surat itu sama Ayah. Katanya untuk di kasih kan sama kamu, dan Yogi juga dapat " Ucap Pramudya.
"Hanin kemana Bang? "
"Abang tidak tahu, dia akan pergi kemana nya. Yang jelas, dia ingin sendiri. "
"Jahat adik nya Abang, dia tidak pamit. Hanya meninggal sepucuk surat. "
"Lupakan dia, masih banyak yang lebih baik dan cantik dari Hanin. Kamu itu tampan, pasti mudah untuk dapat kan hati seorang perempuan. "
"Tapi tidak seperti Hanin. "
"Pasti suatu saat, kamu akan bertemu dengan wanita yang lebih dari Hanin. "
*****
"Kamu tidak tahu, Hanin kemana? " Tanya Yogi pada Pramudya.
"Tidak tahu. " Jawab Pramudya.
"Kamu tidak, mengerjai saya kan? "
"Yogi, ini serius. Buat apa saya itu, mengerjai kamu. Sumpah, saya tidak tahu Hanin dimana. Hanya pesan, lupakan dia. "
__ADS_1
"Saya sudah memutuskan, akan sendiri. Tetap menunggu, walau rambut ini memutih. "
"Saran saya, sebagai seorang Abang nya. Jangan kamu tunggu, takut kamu kecewa. "
"Semuanya, karena terhalang restu. Dia lebih memilih pergi jauh dari saya. Jujur, saat dia ambil keputusan, hati saya sakit. Sakit, di tinggal kedua kali nya. Tapi untuk selama nya, itu yang saya rasakan sekarang. "
"Maafkan Hanin ya. "
"Saya selalu maafkan dia, dan selalu mencintai dia. " Ucap Yogi.
*****
Yogi berjalan masuk, ke perkarangan rumah nya. Ibu Situ tersenyum saat, Yogi datang kembali pada nya.
"Nak." Panggil Ibu Siti.
Yogi langsung bersujud di kedua kaki ibu nya, isak tangis Yogi pada nya membuat Ibu Siti ikut terharu.
"Maafkan Yogi bu. "
"Ibu sudah maafkan kamu. "
"Sekarang dia pergi bu, pergi. "
Ibu Siti berkaca - kaca, dan langsung memeluk nya dengan erat. Yogi langsung melepaskan pelukan Ibu nya, dan langsung menghapus air mata, yang membasahi kedua pipi nya.
"Dia sudah pergi bu, pergi meninggalkan Yogi. Bahkan pesan nya, Yogi harus selalu berbakti sama Ibu, dan dia mendoakan Ibu agar selalu dilindungi Allah SWT. Kini Yogi, benar - benar lost contact sama dia. "
"Ibu nggak salah, maksud Ibu benar, dan demi kebahagiaan Yogi. "
"Ibu kasar ya sama dia. "
"Dia tulus minta maaf sama ibu, ini keputusan dia untuk meninggal kan semua masalah dan kenangan nya. Ibu masih ingat kan, apa yang kemarin Yogi bilang, kalau Yogi memilih hidup sendiri. "
Hiks.. hiks.. hiks..
"Salah ibu, salah ibu yang terlalu keras. Terlalu keras sama dia, bahkan bagaimana cara dia demi, minta maaf sama ibu, dengan mengorbankan tubuh nya, hingga tumbang."
"Hanin, tidak pernah benci ibu. Hanin terima, kalau dia salah. "
"Jadi Ibu harus apa? "
"Hanya itu saja, Hanin sudah pergi jauh, demi hubungan saya dan ibu tidak retak, hanya itu.
*****
*From Hanin
Bang Nugi, ini nomer Hanin yang sekali pakai. Jangan Abang save, nomer ini.
__ADS_1
Bang, terima kasih ya, sudah menjadi imam buat saya, walau hanya sebentar. Dan, pernikahan kita, lahir putri yang sangat cantik, Camelia. Walau, sekarang dia sudah menjadi penghuni surga.
Saat Abang baca, pesan ini. Abang tidak akan lagi, bisa mendengar atau membaca pesan dari saya. Karena, saya ingin sendiri, dan sudah saya blokir nomer Abang.
Biarkan kedua kaki saya, melangkah kemana. Hingga akhir nya, akan lelah dan terhenti. Biarkan hati ini tenang, dan lupakan saya, cintai wanita, yang benar - benar bisa di bawa untuk sama- sama di surga nanti. Jangan sakiti lagi, cukup saya saja.
Bang Nugi, apa masih sering bermimpi Camelia, anak kita? "
Camelia, sering sekali datang dalam mimpi saya. Dia bahagia Bang, dia pakai pakaian putih, tertawa bersama teman - teman nya di surga, duduk di sebuah taman yang indah. Di temani para bidadari surga.
Tengok lah, makam nya. Bila Abang pulang, jangan putuskan doa untuk nya. Saya pun, akan terus mendoakan Camelia, walau jauh.
Bang, saya do'akan kamu, menemui jodoh terbaik, lebih baik dari saya. Maafkan saya, kalau punya banyak Salah sama Abang*.
Nugi menutup ponsel nya, setelah mendapat kan pesan dari Hanin. Nugi menatap photo Camelia, dan selimut nya yang selalu menemani tidur.
"Sayang, terima kasih sudah pernah hadir, terima kasih, sudah menjaga mamah, dan maafkan Papah ya nak, yang tidak pernah ada buat kamu. Kini Mamah kamu, pergi dan memutuskan kontak, dengan Papah. Hanya bisa doa, untuk kalian berdua. Doa untuk Mamah kamu di dunia, dan doa untuk kamu di akhirat. "
*****
"Ayah makan ya. " Ucap Pramudya.
"Apa sudah dapat kabar, dari adik kamu? $ Tanya Pak Brata.
" Belum Yah, tapi dia baik - baik saja. Ayah jangan khawatir. " Jawab Pramudya.
"Ayah hanya, kepikiran dia saja."
" Hanin baik - baik saja, dia hanya perlu sendiri. "
*****
"Kamu mau pulang lagi? " Tanya Ibu Siti.
"Iya Bu, masih ada kerjaan. Belum bisa cuti lama. " Ucap Yogi.
"Nak, Ibu tidak akan memaksakan lagi. Perihal Jodoh, untuk kamu. "
"Maaf ya bu. "
"Ibu sadar, terlalu di paksa kan, anak ibu akan sakit. Maafkan, kalau kemarin sangat memaksakan. "
"Sudah ya bu, jangan di bahas lagi."
"Sampai membuat, Hanin pergi jauh, ibu sangat bersalah, membuat kamu seperti ini."
"Saya pamit ya bu, nanti Yogi pulang lagi, kalau ada waktu senggang. Yogi nggak akan pergi jauh dari ibu. "
"Iya nak, makasih. "
__ADS_1
Dalam perjalanan, Yogi terus memikirkan Hanin. Hati nya belum tenang. Wanita yang dicintai nya, entah dimana.
"Kalau kamu jodoh saya, kita akan bersatu. Entah saat rambut ini memutih, atau masih menghitam . Mungkin, kita sekarang terpisah karena suatu masalah, tapi hati kecil saya tidak akan pernah lupa. Atau menghilang kan rasa yang sama seperti kamu. "