
"Ibu." Sapa Yogi sambil mencium punggung tangan ibu nya, yang baru turun dari Bus.
"Pasti capek ya bu, perjalanan yang memakan waktu lama. " Ucap Yogi.
"Walau capek di jalan, ibu tidak capek kok kan mau ketemu sama anak ibu. " Ucap Ibu Siti.
"Sekarang, kita langsung ke kontrakan atau kita makan dulu? " Tanya Yogi.
"Kita makan dulu saja, Ibu lapar. "
"Boleh, ada satu rumah makan enak. Itu dekat sama kantor nya Hanin, kita kesana saja bagaimana? "
"Boleh, sekalian ajak Hanin ya. "
"Baik, kita kesana dan nanti kalau sudah sampai , saya hubungi Hanin. "
Yogi pun dengan mengendarai mobil, bersama Ibu nya menuju ke salah satu rumah makan, dekat dengan perkantoran dimana Hanin bekerja.
"Calon istri kamu kerja apa? "
"Dia itu, bekerja sebagai Manager di sebuah perusahaan, bergerak di bidang ekspor pakaian, untuk di kirim ke negara Eropa, Amerika, bahkan Asia. Produk nya hampir sampai menembus pasar internasional, sering di pakai artis - artis terkenal. Bahkan acara fashion di Paris juga, pernah pakai kostum hasil pabrik dimana Hanin bekerja. "
"Pasti gaji nya besar. "
"Alhamdulillah Bu, tapi Hanin juga tahu gaji Yogi berapa, dia nggak pernah minta, malah kadang Hanin yang bilang, Abang mau apa? Hanin bayarin. Tapi Yogi nggak mau Bu, masa mau minta sama perempuan. "
"Benar, walau sama - sama bergaji, biar untuk dia saja, tapi saling membantu kalau sedang kesusahan. "
"Iya Bu, Hanin juga pernah bilang begitu. "
Mobil pun sampai, dan saat sudah turun Yogi langsung menelepon Hanin, dan di angkat nya.
"Assalamu'alaikum Dek. "
"Walaikumsalam Bang, ada apa Bang? "
"Mau makan siang? "
"IYa Bang kenapa? "
"Abang ada di rumah makan dekat kantor kamu, kesini dong, kita makan sama - sama, ada ibu juga. "
"Tapi Bang. "
"Abang tunggu. "
Sedangkan Hanin, saat akan bicara lagi, sambungan telepon sudah di putus. Hanin melemparkan ponsel nya di atas meja, di depan nya sudah ada kotak nasi, pemberian dari Nugi, melalui kurir yang di kirim ke kantor Hanin.
"Kenapa Bu? " Tanya Gina.
"Nggak apa - apa. " Jawab Hanin langsung bangun dari duduk nya.
__ADS_1
"Setelah jam makan siang, nanti ada rapat. "
"Makasih." Ucap Hanin, langsung pergi meninggalkan sekertaris nya.
*****
Hanin diam tidak menyentuh, makanan yang di pesan Yogi, Ibu Yogi diam, dan tidak berani melanjutkan makan nya.
"Yank, kamu kenapa tidak di makan? "
"Kamu nggak enak badan ya? " Tanya Ibu Siti.
Hanin diam, namun di bawah meja makan, kedua tangan Hanin sudah mengepal.
"Abang suapin ya. " Ucap Yogi mengambil sendok yang ada di atas piring milik Hanin.
Namun Hanin menggeleng kan kepala nya, dan menatap Bagas dengan mata yang berkaca - kaca.
"Bang, Bu maaf kan saya. " Ucap Hanin sambil menarik nafas nya panjang.
"Bang, lebih baik hubungan kita sampai disini."
Yogi tersenyum dan menyandarkan tubuh nya di kursi, dengan terus menatap ke arah Hanin. Begitu juga Ibu Siti, kaget mendengar penuturan Hanin.
"Kamu mau bercanda di depan Ibu? "
"Nggak Bang, ini serius. "
"Tidak Bang, Abang tidak pernah salah. Tapi saya yang salah, lebih baik kita sudahi saja. "
"Nak, ini bagaimana? " Tanya Ibu Siti.
"Bisa jelaskan sama Abang? " Tanya Yogi.
"Saya selama ini, selingkuh Bang. Dan menduakan Abang selama 3 tahun, bahkan dengan rapih nya saya menjalani hubungan sama dia. "Jawab Hanin dengan mata berkaca - kaca.
" Kamu menduakan Abang? "
"Hanin, kamu tega sekali menyakiti anak saya. Kamu tidak tahu kah, kalau Yogi itu sangat mencintai kamu. Ibu datang jauh - jauh kemari, untuk meminta melamar kamu. "
"Maaf kan saya bu, dari pada kita menikah malah ada pengkhianatan lebih baik saya memilih sekarang. "
"Apa kamu tidak mau memilih Abang? kamu memilih dia? apa dia itu lebih baik dari Abang?"
"Bang, semua nya baik, tapi Bang saya itu mencintai kedua nya. Tapi takdir menyatukan saya dengan dia. "
"Apa kamu sudah di tiduri oleh pria itu? " Tebak Ibu Siti.
"Maaf kan saya bu. "
"Murahan."
__ADS_1
"Abang tetap menikah sama kamu. "
"Yogi, apa kamu tidak ada wanita lain selain dia hah? Apa kamu mau menikah dengan wanita yang sudah tidur dengan pria lain. Otak kamu dimana? Ibu tidak akan pernah merestui kamu sama dia. Antar ibu pulang ke terminal, ibu sangat kecewa. " Ucap Ibu Siti bangun dari duduk nya.
"Maafkan saya. " Ucap Hanin menunduk.
****
Hanin langsung masuk kedalam kamar nya, Hanin menangis sejadi - jadi nya, hati nya begitu sangat sesak.
"Hisk... hiks.. hiks.. Maaf kan saya Bang Yogi."
Hanin terus menangis, Pramudya masuk kedalam kamar adik nya dan duduk di samping nya.
"Abang baru pulang, langsung ingin bertanya sama kamu. Kamu sudah tidur dengan Nugi, sehingga kamu pilih dia? "
"Maaf kan Hanin Bang, Hanin juga mencintai Bang Nugi. "Ucap Hanin, dan Pramudya mengusap wajah nya dengan kasar.
"Yogi belum tahu, pria itu Nugi. Abang tidak tahu nanti kalau dia tahu, pasti pertemanan Abang akan retak. "
*****
Yogi duduk sendiri di dalam ruang gym, amarah nya dia lampiaskan pada olahraga. Yogi masih tidak menyangka, Hanin yang begitu sangat di cintai nya telah berkhianat.
"Kamu kenapa, kenapa tega sama Abang, kenapa Hanin...!!! " Yogi berteriak hingga di dalam ruang gym semua melirik ke arah nya.
*****
"Saya orang tua dari Nugi, datang kemari niat baik. Ingin melamar putri Bapak, dengan anak saya untuk menjadi satu dalam Sebuah ikatan pernikahan. " Ucap Pak Jaya.
"Benar Pak, anak kami banyak bercerita tentang putri Bapak, dengan niat hati tulus kami berniat ingin menyatukan mereka. " Ucap Ibu Susi.
"Saya sangat senang, dan ucapkan terima kasih banyak. Niat baik kalian saya terima dengan senang hati, saya juga sudah kenal Nugi, itu anak nya bagaimana, sifat nya dan juga bagaimana dia mencintai anak saya. Kalau saya pribadi jujur, saya menerima niat baik Nugi, ingin melamar anak saya. Tapi saya sebagai orang tua, ingin menanyakan langsung pada Hanin, bagaimana dengan niat Nugi? " Ucap Pak Brata.
"Saya terima lamaran Bang Nugi. " Ucap Hanin, Nugi tersenyum bahagia tidak dengan Pramudya dirinya tersenyum terpaksa memikirkan hati Yogi bagaimana kalau tahu, Nugi lah pria yang di pilih Hanin.
"Kalah begitu, tinggal menentukan tanggal nya." Ucap Pak Jaya.
****
"Kamu bahagia kan? " Tanya Nugi sambil membelai pipi Hanin.
"Bahagia Bang. " Jawab Hanin tersenyum.
"Tidak ada lagi Yogi, karena kamu sekarang sudah milik Abang. "
Hanin memeluk tubuh Nugi, pelukan nya pun di balas nya, dari jauh mereka tidak mengetahui kalau Yogi melihat nya.
.
.
__ADS_1