
"Bang gimana kabar nya, Bang Yogi? "
"Kamu ngapain sih tanya dia, ingat dia itu bukan siapa - siapa nya kamu. "
"Saya jujur kepikiran sama dia, saat tahu dia terluka. Apa boleh saya bicara sama dia? "
"Buat apa kamu, mau bicara sama dia. Kamu pikir, akan mudah bicara dengan orang yang sudah tersakiti oleh kamu. Sudahlah jangan ingin tahu kabar nya. "
"Bang, mungkin saya sudah melepaskan permata, hanya demi sebuah perak. Tapi saya, terima karena ini keputusan saya. "
"Kata menyesal pasti akan ada di belakang, ini hukuman buat kamu, dan asal kamu tahu. Dia sudah memiliki calon, jadi kamu jangan tanya - tanya dia lagi. "
"Iya Bang, maaf. "
Di tempat lain, Pram berjalan duduk di depan Yogi, yang sedang bersandar di kepala ranjang.
"Tadi Hanin ya? "
"Iya."
"Apa dia bahagia bersama suami nya? "
"Sangat bahagia. "
"Syukurlah."
"Malam." Sapa suster masuk sambil membawa alat tensi dan alat suntik yang sudah berisi obat.
"Gimana Pak, kondisi nya? "
"Sudah mulai membaik. "
Suster Tri, mentensi Yogi, tekanan jantung yang normal dan menyuntikkan obat ke selang infusan.
"Kalau ada keluhan, Bapak bisa hubungi nomer saya. " Ucap Suster Tri lalu pergi meninggalkan kamar rawat Yogi.
Hahahah
"Ternyata suster nya genit ya. "
"Buat kamu saja. "
"Serius, saya kerjain dia. " Ucap Pramudya sambil mengambil kertas yang bertuliskan nomer ponsel nya.
*****
Hanin menarik selimut nya, setelah melakukan penyatuan bersama Nugi. Suami nya langsung memberikan pil pada Hanin, namun Hanin masih menggenggam nya.
"Kamu jangan sampai telat minum pil nya, jangan sampai jadi. " Ucap Nugi yang masih mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada.
"Iya Bang. "
Nugi mengangkat sebuah telepon, dan langsung keluar dari kamar nya. Sedangkan Hanin, langsung membuang pil tersebut ke dalam tempat sampah.
"Maaf Bang, saya tidak akan pakai pil penunda kehamilan. "
Nugi masuk kembali kedalam kamar, dan langsung memakai kamar mandi setelah Hanin keluar.
Ponsel kembali berdering, namun private number. Hanin mengangkat nya, tak ada suara. Dan panggilan pun langsung di putus kembali.
"Kamu angkat telepon ya? " Ucap Nugi sambil merampas ponsel dari tangan Hanin.
"Tadi ada privat number yang hubungi Abang."
__ADS_1
"Kalau ada private number, jangan di angkat."
"Abang mau kemana? kok rapih. "
"Abang mau ada perlu, Abang pulang besok sore, jadi sekalian berangkat kerja. "
"Abang menginap di mana? "
"Kamu kok seperti Polisi, yang introgasi penjahat sih? "
"Kan tanya Bang, namanya juga istri. Wajar kan bertanya. "
"Abang berangkat. "
Saat Hanin ingin bersalaman dengan suami nya, Nugi langsung pergi tanpa menghiraukan istri nya.
"Walaikumsalam." Ucap Hanin.
*****
"Bu maaf, saya mau menagih hutang Bapak."
"Hutang, hutang apa? "
"Kemarin Bapak pinjam uang sama saya, katanya pinjam sementara karena ATM di bawa Ibu keluar kota. "
"Berapa totalnya? "
"Lima juta bu. "
"Saya nanti transfer, tidak ada uang cash. Boleh minta nomer rekening nya? "
*****
"Ada kerjaan sampingan Yah. " Jawab Hanin bohong.
"Kerja sampingan apa? "
"Calo jual beli tanah, lumayan Yah. "
"Sampai nyambi begitu, apa kurang ekonomi kalian? kalau kurang bisa Ayah bantu. "
"Nggak Ayah, dari pada jenuh saja. "
"Jenuh apa cari penghasilan tambahan. "
"Yah, boleh Hanin pinjam uang? "
"Tuh kan baru saja, Ayah bilang. "
"Nggak, ini bukan buat makan. Tapi beli tanah, Hanin sama Bang Nugi ingin beli tanah." Ucap Hanin bohong.
"Bisa, mau berapa? "
*****
Hanin menunggu suami nya pulang, namun suaminya belum juga pulang, dari jam yang di janjikan. Bahkan ponsel nya pun tidak aktif, lantas Hanin memutuskan untuk menghubungi mertua nya, yang tidak jauh dari kota mereka tinggal.
"Hallo, Assalamu'alaikum Bu. "
"Walaikumsalam, iya Hanin kenapa? "
"Maaf Bu, apa ada Bang Nugi? "
__ADS_1
"Kenapa tanya sama Ibu, seharusnya kamu istri nya yang tahu. "
"Maaf Bu, saya kira Bang Nugi sedang main disana. "
"Oh iya Hanin, Nugi seperti nya lupa kasih uang. Kamu transfer ya sekarang, lagi butuh banget. "
"Iya Bu, nanti saya transfer. "
Hanin langsung mematikan ponsel nya, dan langsung pikiran nya tidak menentukan arah.
"Kenapa, pernikahan saya begini. Hanya uang, uang dan uang masalah nya. Gaji saya bagi dua, kemana Bang Nugi pakai. Bahkan sampai hutang sama tetangga, kamu sebenarnya punya masalah apa sih Bang. "
*****
"Bang, dari mana saja 3 hari Abang tidak pulang? "
"Menginap di rumah orang tua Abang. "
"Jangan bohong Bang, saya telepon ke sana Abang nggak ada. "
"Kamu telepon nya kapan? mungkin Abang belum sampai. "
"Ok, saya percaya. Dan Abang buat apa pinjam 5 juta, sama tetangga? dengan alasan ATM di bawa saya. Selama ini kita punya ATM masing - masing, Abang juga tidak pernah kasih ATM ke saya, dan pin pun saya tidak tahu. Dan tadi ibu minta transfer uang bulanan, yang kemarin saya kasih kemana Bang? "
"Kamu kan tahu, kalau suami kamu banyak hutang nya. Gaji saja minus, masih kurang jelas. "
"Bang, masalah nya di sini saya yang keluar banyak, Abang tidak mikir apa. Lama - lama tabungan saya habis Bang. "
"Kamu nyesel pilih Abang, kamu ingin balik sama Yogi, sana kamu balik sama Yogi. Saya capek tahu, kita berantem lagi - lagi masalah uang. "
"Bang, saya nggak menyesal. Menikah sama Abang, tapi saya menyesal sudah membuang permata dan memilih perak. Saya kira perak, akan bisa buat bahagia, ternyata membuat saya masuk dalam masalah kamu Bang yang begitu sangat rumit. "
"Jadi kamu maunya apa? "
"Saya ingin, Abang terbuka. "
"Saya sudah terbuka. "
*****
"Abang kenapa? " Tanya Astri melalui panggilan video nya.
"Jangan bilang sama Ibu, kalau Abang masuk rumah sakit. " Jawab Yogi.
"Iya Bang, saya janji. Tapi ceritakan kenapa?"
"Abang kena panah, waktu itu Abang di sangka oleh mereka itu adalah musuh, padahal Abang bukan musuh. "
"Ya Allah Bang, kalau Astri disana. Pasti Astri sudah rawat Abang, apa Astri terbang kesana saja ya buat merawat Abang. "
"Kamu itu lucu, kamu mau naik pesawat, belum lagi perjalanan yang jauh. Cukup doa saja buat Abang, biar lekas sembuh. "
"Astri doakan Abang cepat sehat. "
"Makasih ya, ingat jangan cerita sama Ibu. "
"Iya Bang, Astri janji. "
Yogi mematikan panggilan video nya, saat Astri menyudahinya. Yogi langsung berselancar di sosmed nya, Yogi yang belum sempat memblokir sosmed Hanin, tak sengaja postingan Hanin keluar. Yogi tersenyum namun dengan segera memblokir sosmed nya.
"Maaf kan Abang, mungkin ini yang terbaik buat kita. Tidak lagi saling mengenal, dan tidak lagi saling melihat entah di dunia maya atau di dunia nyata. "
.
__ADS_1
.