Cinta Di Ujung Janji

Cinta Di Ujung Janji
Jodoh Pilihan


__ADS_3

"Duh.. enak ya, surat cerai belum launching, malah sudah gaet pria lain. Pantas, kamu buru - buru gugat anak saya. Dan ehm... pantas saja, Nugi sekarang tidak kirim uang, malah buat anak nya. Alasan anak, tapi ternyata buat mantan istri nya, shopping. " Ucap Ibu Nuri di depan banyak orang.


"Jahat banget, mba Hanin. Saya sama Raihan tidak di kasih jatah bulanan, karena gara - gara mba Hanin." Ucap Pertiwi.


"Nanti dulu, maksud nya gimana sih? sumpah datang - datang, kalian langsung maki - maki saya. " Ucap Hanin.


"Ada apa ini? " Tanya Yogi.


"Yogi, kamu itu sadar. Yang kamu pacari itu, mantan istri teman kamu. Apa kamu tidak ada wanita lain apa, malah dekati mantan Nugi. " Ucap Ibu Nuri.


"Lah, masalah nya kenapa? saya dekati Hanin kan, status nya tidak merebut istri orang. Salah nya dimana sih, nggak ada yang salah. Lagian, Ibu ini kenapa datang - datang langsung marah - marah ke Hanin. Apa tidak malu, di lihat banyak orang, tuh lihat semua pada melihat ke arah kita. " Ucap Yogi.


"Hanin, kami hanya minta, kamu sudah tidak jadi istri nya lagi. Jangan memeras Nugi, dengan alasan anak untuk minta uang. "


"Bu, kalau kasih uang juga, Camelia itu anak nya, dan maaf ya kamu Pertiwi, Abang kamu minta kan untuk sampai kan ke mba, kalau ponsel nya jatuh ke laut, dan meminta sampaikan ke Bang Nugi, kalau saya lahiran. Bang Pramudya ke rumah kan, kenapa kalian tidak kasih tahu. Malah memfitnah saya, dan pantas kalau bulan ini Bang Nugi kasih uang nya ke saya. Karena dia bertanggung jawab, kasih jajan buat anak nya. Bagaimana juga, Camelia itu cucu Ibu, ponakan kamu Pertiwi."


"Pintar ya kamu bicara, ingat ya kalau sampai kedua adik nya Nugi gagal menempuh pendidikan itu, semua gara - gara kamu. " Ucap Ibu Nuri.


"Terserah ibu. " Ucap Hanin langsung berdiri dan menarik tangan Yogi keluar dari toko.


"Mertua kamu kok begitu? "


"Mantan mertua. " Ucap Hanin.


"Apa ini juga, alasan kamu cerai sama Nugi."


"Banyak Bang, yang saya tidak ingin melanjutkan pernikahan sama Bang Nugi. Salah satu nya, keluarga nya. Jujur Bang, secara materi, saya capek sama dia. Capek nya, kita ini seperti mesin uang sam keluarga nya. Dan sampai kapanpun juga, Bang Nugi akan seperti itu terus. Rasa cemburu Bang Nugi sangat besar, bahkan kalau cemburu, dia main kasar. Dan Janji dia, tidak pernah di tepati. "


"Mau kan, kalau Abang melamar kamu. "


Hanin menoleh ke arah Yogi, dan Hanin hanya tersenyum menanggapi ucapan Yogi yang masih setia menggendong Camelia.


"Lihat, Camelia senang sama Abang. Malah nggak nangis loh, tuh lihat sudah cocok kan kalau Abang jadi Papah sambung nya. "


"Saya belum memikirkan kesana Bang, saya masih ingin sendiri dulu. "


"Abang paham, tapi apa salah nya kalau kita coba lagi. "


"Entah Bang, saya masih belum bisa kasih jawaban. "


"Insya Allah Abang akan bertanggung jawab."


"Bukan itu Bang, tapi entah lah, saya belum bisa kasih jawaban. "


*****


"Nanti malam, keluarga Zaenal akan datang. "


"Ngapain Yah? "


"Melamar kamu. "


"Yah, surat cerai baru turun tadi siang. Malah sudah main lamar saja. Nggak, saya nggak mau sama si Zaenal. "

__ADS_1


"Jadi kamu, mau sama Yogi? "


"Nggak tahu. "


"Ayah ingin kamu menikah sama Zaenal, titik."


"Yah, saya ini janda. Dan saya ini, ingin mencari yang lebih dari Bang Nugi. Dan dia sayang sama Camelia, seperti Bang Yogi. "


"Zaenal juga sayang sama Camelia, bukti nya di perhatian. "


"Iya sayang, tapi bawel, dan banyak ini itu. "


"Pokoknya, nanti malam kamu dandan yang cantik, jangan kecewakan Ayah. "


"Saya nggak mau. "


"Hanin...!!! "


"Iya, saya mau. " Ucap Hanin terpaksa.


****


"Sudah jangan cemberut gitu. " Ucap Winda.


"Kesel banget, masa saya tunangan sama si Zaenal. Ih... ilfel banget. "


"Bang, gimana ini? " Ucap Winda.


"Ah.. kamu ikuti saja alur nya. "


"Alur gimana? "


Pramudya berbisik ke adik nya, dan langsung Hanin memukul lengan Abang nya.


"Enak saja, nanti di sumpahin beneran gimana? "


"Ya itu, hanya itu caranya. "


"Apaan Bang? " Winda bertanya, dan Pramudya langsung berbisik pada calon istri nya.


"Hah... Abang, nanti ada yang sumpahin gimana? "


"Nggak, kita kan niat nya baik. Kebohongan demi kebaikan itu, nggak dosa. "


"Terus, kalau nggak apa - apa kata dia nya, hayo mau gimana? "


Pramudya menggaruk kepala nya, yang tidak gatal dan Winda pun ikut merasakan pusing, memikirkan calon adik ipar nya.


"Apa ya? " Ucap Pramudya.


*****


Keluarga Zaenal sudah datang, Winda tengah sibuk menata makanan di atas meja makan. Sedangkan Hanin, sambil menggendong Camelia, yang sedang meminum susu di dalam botol.

__ADS_1


Terlihat sesekali, Zaenal menatap ke arah nya. Sedangkan Hanin, merasakan tak nyaman dengan keberadaan Zaenal di rumah nya.


"Duh, mba. "


"Sabar, santai."


"Kenapa harus nanti sih, nggak sekarang saja."


"Ya kan namanya juga rencana. "


"Iya sih mba, tapi ini tuh, lihat saya ilfel tahu. "


"Kata Mba, kalau di buka kacamata nya dia ganteng loh, malah rambut nya kalau di rubah gaya nya keren loh. Kamu, nggak lihat itu lengan nya berotot. Dia rajin olahraga . "


"Aduh mba, saya nggak akan goyah. Pokoknya, nggak mau. Dan harus bisa jauh dari tuh si Zaenal. "


"Hanin...!!! " Panggil Pak Brata.


"Iya Ayah. " Ucap Hanin.


"Sini nak, orang tua Zaenal ingin kenal sama kamu. "


Dengan malas, Hanin datang sedangkan Camelia di serahkan pada Abang nya.


"Ini sih cantik. " Ucap Ibu Selfi.


"Terima kasih Tante. " Ucap Hanin.


"Gimana Yah, cantik? " Tanya Ibu Selfie.


"Cantik, cocok sama Zaenal. " Jawab Pak Astro.


"Jadi gimana nak Zaenal, jadi lamar anak bapak? " Ucap Pak Brata.


"Jadi lah Pak, saya itu serius sama Hanin. Dan saya juga sayang sama Camelia, saya janji akan bahagia kan kamu sama Camelia."


Hanin hanya tersenyum, sambil hati nya terus mengumpat kata - kata. Sedangkan Pramudya sudah mulai gelisah, karena acara inti akan segera di mulai.


Mata Hanin, terus memberikan kode pada Abang nya, sedangkan Pramudya pun membalas dengan kode kedua matanya.


"Kalau begitu, sebagai tanda Zaenal resmi melamar Hanin, Zaenal kamu sematkan cincin nya di jari manis nya Hanin. " Ucap Ibu Selfi.


"Nak, ulurkan tangan kamu. " Ucap Pak Brata.


Dengan ragu - ragu, Hanin mengulurkan tangan kanan nya, terlihat tampak gemetar tangan Zaenal yang akan menyematkan cincin di jari manis Hanin.


"Alamat, bakalan gagal ini rencana. Bisa mati berdiri begini sih. " Ucap Hanin dalam hatinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2