
Jedarrrrrr⚡⚡⚡
Bagaikan petir yang menyambar..
" wah gawat Tiara, dosennya sudah masuk kelas...aduh gimana ini..." teriak Denis dengan paniknya.
" wah wah gawat Den.." jawab Tiara.
Denis menarik tangan Tiara.
" Den Den ...tunggu aduhhh aku capek...udah kita tenang aja...kita biasa saja , toh juga banyak yang terlambat tu lihat bukan hanya kita kali..." ucap Tiara yang ngos ngosan.
Denis hanya mendengus.
Denis dan Tiara merapikan rambut dan bajunya..
Dengan memasang senyum tipis semanis manis nya agar sang dosen luluh dan tidak memarahinya.. mereka memberanikan diri mengetuk pintu..
tok tok
" masuk " ucap sang dosen .
" maaf pak kami terlambat.." ucap Denis tertunduk.
mereka pun segera duduk di tempatnya.
" eh eh ...siapa yang suruh kalian duduk.." ucap sang dosen.
sontak kedua gadis itu terkejut dan diam mematung membuat seluruh ruangan menjadi dingin sedingin di dalam kulkas .
" ayo balik ke sini kalian "
Denis dan Tiara pun berbalik badan dan kembali ke depan kelas.
" sekarang jelaskan kenapa kalian bisa terlambat masuk kelas..." ucap dosen dingin itu.
" ehm..itu itu..." Tiara gugup mau bicara apa.
"ets ets ssshhh...sudah sudah lama, menyita waktu saja , sekarang kalian kerjakan tugas tugas yang aku berikan semua dan khusus yang terlambat hari ini mengerjakan sampai habis satu buku , siapa saja tadi yang terlambat saya sudah memiliki data kalian..ingat kalau sampai besok tidak selesai akan saya tambah tugasnya .." ucap dosen dingin itu.
"aduhhh... mati dah..." gumam Denis lirih..
" sekarang kalian kembali ke tempat duduk kalian..kita lanjutkan pembahasan kita hari ini.."
materi pun selesai, kelas dosen galak telah usai tapi malah memberikan tugas yang begitu banyak dan tak masuk akal...
Denis dan Tiara mendengus kesal..
" Ra , bagaimana kita bisa menyelesaikan semua tugas tugas ini , banyak lagi aduhhh..." ucap Denis putus asa.
" iya Den, tapi kita harus semangat, emang mau kamu ditambah tugas lagi.." tanya Tiara.
__ADS_1
Denis melotot " ya enggaklah , tugas segitu banyak nya masih mau ditambah lagi, bisa bisa kepala ini pindah beneran di kaki " jawab Denis.
" ishh jangan ngomong sembarangan..." ucap Tiara.
Saat mereka sedang asik bercerita di kantin, tiba tiba Tiara ditabrak oleh seseorang bertubuh tinggi atletis.
Duh kok mereka selalu di tabrak ya dulu pertama ketemu Raihan juga hampir ketabrak mobilnya.
" au...." ucap Tiara meringis kesakitan karena terjungkal dan kepala nya terbentur kursi..
" maaf maaf " ucap pemuda itu sambil berlari.
"ish..gak sopan banget sih , udah salah kabur lagi ..awas lo ya ketemu lagi aku bikin perhitungan..." teriak Denis.
Tiara tetap meringis kesakitan karena lukanya seketika berdarah tepat di pelipis nya..
Tiara tidak sempat melihat siapa pemuda itu , Denis pun tak sempat melihat mukanya karena dia buru buru berlari seperti mengejar seseorang.
" aduhhh... Ra, ayo kita ke UKS biar aku obati di sana.." ucap Denis sambil memapah sahabat nya untuk diobati di UKS.
Denis mendengus kesal ..
" kok bisa bisanya ya ada orang gak bertanggung jawab banget udah salah masih kabur..ngeselin banget.."
" udah den, aku gak apa apa kok..." ucap Tiara yang membuat Denis kesal.
" ehm...kamu itu terlalu sabar sih jadi orang, kalau aku jadi kamu aku langsung lari ku kejar dan ku hajar.. tadi aku mau ngejar dia aku kasihan sama kamu gak ada yang nolongin.." gumam Denis kesal.
" kalau kamu yang terluka seperti ini aku gak akan bicara saja langsung aku obati dan kubiarkan kamu istirahat.." ucap Tiara sambil tersenyum.
" hahhhh apa kamu bilang...ishh... kamu nih Ra Ra..ok ok aku diam sekarang.." jawab Denis sambil mendengus kesal.
🎵 cringgg...🎵
" ish ..ini apa lagi, siapa juga siang siang begini telp.." gumam Denis sedikit kesal.
"siapa Den, angkat dong siapa tahu penting " ucap Tiara.
Denis mengeryitkan dahinya melihat notif panggilan tanpa nama ..
" ya hallo "
[ hai Denis, kamu lagi ngapain ]
" ehm..siapa ya "
[ masa dah lupa , makanya kalau aku kasih nomor telp itu disimpan ]
" emang kapan anda kasih nomor telp ke aku, siapa sihhh aduhhh.."
[ ishhh lupa beneran atau amnesia sih atau sudah pikun ]
__ADS_1
" tunggu tunggu...om alex ya "
[ nah inget kan ]
" ada apa om telp aku "
[ ish.. emang aku sudah setua itu ya , jangan om lah , Panggil mas lah atau apa gitu.. kalau om kesannya seperti aku mau boking kamu saja.. hahaha!]
" hest...itu lagi itu lagi, aku tutup telponnya kalau yang diomongin itu itu saja !!"
[ ok ok , serius....kamu nanti malam ada acara gak, aku mau ngajak kamu makan ]
" hahhh...makan , ehm...gimana ya , tapi bener kan om eh maaf mas , aduh , aku panggil kakak aja ya biar lebih akrab..."
[ ok , terserah deh , panggil nama juga boleh atau panggil sayang juga gak apa apa... ]
" aku tuh gak biasa keluar malam apa lagi sendirian sama cowok lagi pasti gak dibolehi sama paklek sama bulek.."
[ nah di cafe itu berarti benar benar pertama kali dong kamu keluar malam sendirian, pakai baju **** lagi ]
" est... sudah kubilang jangan ungkit ungkit itu lagi , aku tutup nih beneran..!!!!"
[ eh...tunggu tunggu Den, jangan suka marah marah dong, iya iya janji gak akan ungkit itu lagi..tapi gimana nih mau ya , nanti kamu bisa sama Tiara..]
" ehm... gimana ya"
[ tenang aja ini bukan acara ngedate kok, aku cuma pingin lebih dekat denganmu saja, aku ingin lebih mengenalmu, siapa tau kamu mau menjadi istriku ]
seketika wajah Denis merah merona dan menutup sambungan telponnya, karena menahan malu dan entah kenapa jadi senyum senyum sendiri.
Tiara yang dari tadi pun heran dengan Denis.
" siapa sih Den...kok kamu seperti salting gitu.." tanya Tiara heran.
"ehm...itu .. Alex, dia ngajakin kita makan malam nanti " jawab Denis.
" kita... kamu kali bukanya kita den.." ucap Tiara.
" yeh... Ra kalau kamu gak ikut aku juga gak mau keluar ah .. pasti paklek dan bulek gak ngijinin, apa lagi sama laki laki yang belum kenal dengan mereka.
" lha terus kalau kamu ngajak aku, aku jadi obat nyamuk dong..ih..ogah lah.." jawab Tiara.
" kalau kamu gak ikut aku pasti gak dapat ijin keluar Ra, udah deh tolongin plisss..." rengek Denis memelas.
" ok ok .." jawab Tiara sedikit kesal.
Denis tersenyum senang dan memeluk Tiara.
Tiara hanya tersenyum
" asal kamu bahagia Denis..." gumam Tiara.
__ADS_1
" eh iya Den, besok pagi jangan lupa , kita berangkat lebih pagi langsung ke rumah sakit, kita ada praktek di sana .. jangan telat lagi, kesiangan dikit angkotnya susah.." ucap Tiara.
" ok " jawab Denis dengan senyum manjanya.