Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 7


__ADS_3

Tiara duduk di sebuah bangku kosong di depan kelasnya.


Raihan yang muncul dari dalam kelasnya pun berjalan ke arahnya.


Dengan tampannya dan senyuman yang menggoda dia menatap ke arah Tiara yang sedang asik membaca buku .


"hai Ra, lagi ngapain kamu..kita makan yuk , aku traktir deh..." ucap Raihan.


Namun Tiara yak menggubrisnya..dia hanya meliriknya..


" kamu kenapa sih Ra, dari kemarin seperti nya kamu menghindari aku deh, salahku apa.. jawab Ra ??"


Tiara menutup bukunya dan mendengus kesal.


" tolong deh Rai aku gak mau ada masalah antara aku , kamu dan Denis..." ucap Tiara datar.


Raihan semakin bingung, dia berpikir sejenak apa maksudnya.


" aku gak ngerti deh Ra maksudmu apa" tanya Raihan.


" Rai, Denis menyukaimu aku gak mau dia salah paham dan menganggapku juga menyukaimu.." jawab Tiara.


"ehm...apa maksudnya, Denis...menyukaiku...gila...terus apa karena Denis menyukaiku aku harus menjauhimu...apa hubungannya... " ucap Raihan.


" ya karena , karena , karena...dianggapnya aku jugs menyukaimu.." jawab Tiara kebingungan jarus jawab apa .


" terus , kamu sebenarnya.." tanya Raihan.


" ya sebenarnya aku ...aku ..aku...tidak pernah memikirkan itu..." jawab Tiara sambil menunduk.


" ok..aku menyukaimu bukan denis, aku mencintaimu bukan denis , aku mau kau menjadi pendampingku bukan Denis.. tak perlu kau heboh...tak perlu kau jawab tak perlu protes, karena aku sudah tau jawabannya.." ucap Raihan kemudian pergi meninggalkan Tiara dengan handset nya dan senyum indah yang membius semua gadis.


" hahhhhhh.." Tiara kaget.


Dengan bertanya tanya dalam hatinya Tiara terus menatap kepergian Raihan..


sreet


Raihan tiba tiba berbalik dan menatap Tiara yang tersenyum, Raihan pun membalas senyum manis Tiara.


deg..


Tiara tersadar...


"ini tidaklah benar... bagaimana aku bisa menghianati sahabat ku sendiri " , gumam Denis .


Tiara menunduk dan berpura pura tidak terjadi apa apa..

__ADS_1


Sesaat kemudian Denis muncul dari dalam kelasnya.


" hai Ra, kamu lagi ngapain sih dari tadi di sini" tanya Denis kemudian duduk di samping Tiara sambil mengotak atik ponselnya.


Tiara hanya menatap Denis dengan tersenyum.


" eh iya Ra , baju ini cocok gak ya sama aku, aku mau beli seperti ini..."ucap Denis yang sontak membuat Tiara berubah jadi kelicutan.


Denis hanya memandanginya curiga, seperti ada yang disembunyikan darinya.


" ehm..kalau menurutku jangan baju seperti itu deh Ra, terlalu terbuka, itu dada sama kaki terlalu terekspose, jangan deh...mending kamu pakai baju kamu seperti yang biasa kamu pakai, celana panjang atau dress panjang lebih sopan... karena kamu kan juga tahu Raihan itu orang nya religius banget, dia sangat menjujung tinggi syariat islam dan fanatik sama agamanya.. kamu paham kan " ucap Tiara.


Denis terdiam dia seperti menangkap sesuatu yang janggal ..


" sepertinya kamu tahu banyak mengenai Raihan, aku saja yang teropsesi dan selalu mencari tahu tentang dirinya , tidak begitu paham tentang kepribadian Raihan..jangan jangan... kamu" ucap Denis


" kamu ngomong apa sih den, gak ada apa apa beneran, masa sih kamu gak lihat dari sikap dan perilakunya, hei...ayo lah kita sudah berapa lama mengenalnya...6 bulan bukan lah waktu yang singkat .." jawab Tiara.


Denis pun tersenyum..


" ets...bercanda kali, kok kamu serius sih..." ucap Denis sambil menyodok perut Tiara untuk menggodanya.


๐Ÿ๐Ÿ


Siang saat pulang dari kampus.


Sontak membuat Tiara kaget dan celingukan mencari keberadaan Denis.


" maaf Raihan, aku gak bisa..aku ada janji sama Denis untuk pulang bareng.." jawab Tiara.


Raihan mulai kesal.


" Denis, Denis , Denis lagi , ada apa sih Ra, kamu gak mau menerimaku karena Denis kan..tenang aja aku punya komitmen untuk tidak pacaran , jadi kalau aku benar benar mencintaimu, tunggu saja di rumahmu dan aku akan langsung melamarmu..kita akan menikah.. secepatnya..." ucap Raihan sedikit ketus.


Tiara melotot kaget dan syok.


" gila kamu Rai, jangan keterlaluan kamu, kamu gak memikirkan bagaimana perasaanku.. keluargaku, aku masih ingin menggapai cita citaku, mewujudkam harapan ayah dan ibuku...kamu jangan seenaknya memutuskan perkara besar seperti itu.." jawab Tiara dengan emosi.


" nah..terus apa bedanya ,sudah menikah pun aku akan tetap mengijinkanmu meraih cita citamu, kamu tetap bisa menjadi dokter sesuai mimpimu dan harapan keluargamu.." balas Raihan.


Tiara mulai berkaca kaca,tak tahu lagi apa yang harus dia katakan..


sebenarnya dia sangat mencintai Raihan, tapi di sisi lain dia juga sangat menyayangi sahabatnya..


" Tiara, kamu manangis...buat apa sih Ra, apa artinya tangisanmu, atau karena aku terlalu menekanmu..maafkan aku Ra..."ucap Raihan sedikit dengan nada tinggi.


" bila kamu ingin aku menjadi istrimu Rai, berarti aku menghianati sahabat terbaikku.." jawab Tiara sambil tersedu sedu.

__ADS_1


โšกโšกโšก jedarrrrrr


seperti petir yang menyambar..


" jadi benar dugaanku selama ini, kau selalu menghindariku karena Denis, kau ingin aku sama Denis...apa kamu sudah tak waras " ucap Raihan dengan mengusap kasar wajahnya sendiri.


Tiara hanya menunduk dengan deraian air mata.


Raihan yang berkacak pinggang hanya menatap dan memperhatikan Tiara yang makin tersedu sedu menangisnya.


" Tiara..tatap mataku..."


Tiara menggeleng


" tatap mataku Tiara..!!!! " Raihan mengegas dengan nada tinggi, membuat Tiara kaget dan spontan menatap mata Raihan.


" sekarang katakan kau tidak mencintaiku " ucap Raihan.


Tiara menggeleng lalu menunduk.


" cukup , Ra, aku sudah menemukan jawabannya.. sekarang berhentilah menangis dan aku antar kamu pulang ke kostan." ucap Raihan penuh penekanan.


Tiara tak bergeming maupun beranjak saat dia mengangkat kepalanya tampak Denis sudah berada di belakang Raihan dengan deraian air mata.


Denis menatap Tiara seakan tidak percaya, kemudian lari meninggalkan mereka dan disusul Tiara.


" Denis, Den, tunggu Den, ini tidak seperti yang kamu kira, aku bisa menjelaskan den, tunggu ..." ucap tiara sambil berlari mengejar Denis.


Raihan mengacak rambutnya kasar.. namun tiba tiba ada tangan kokoh memegangi pundaknya..sontak membuat raihan kaget dan menoleh..


" om Alex.." ucap Raihan terkejut.


Alex tersenyum dan menaruh tangannya di kedua saku celananya.


" om.. kapan pulang, kok gak kasih tau Raihan" tanya Raihan.


kemudian Alex melihat kedua gadis yang saling berdebat di ujung jalan.


Alex sepertinya tau masalah yang dihadapi keponakannya itu.


Raihan hanya melotot.." kok om gak jawab sih"


" Rai Rai, kamu nih, udah ..om tau kok kamu lagi kalut, om melihat dan mendengar semua, om tadi sengaja diam takut mengganggumu.


menurut om kamu terima saja permintaan abah kamu untuk sekolah di Al Azar , Mesir.. kasihan mereka gara gara kamu persahabatan mereka jadi hancur.. lihat, gadis yang kamu cinta yang menjadi korban.." ucap Alex membuat Raihan berpikir.


Raihan tidak mau merusak persahabatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2