
Raihan semakin kalut dan galau memikirkan Tiara..
" masa iya sih gagal lagi aku menyuntingnya.." gumam Raihan yang semakin kacau.
tok tok
ceklekkkk
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
" selamat malam keponakanku yang paling ganteng.. gimana sekolah kamu, sudah jadi hafiz ya kamu...hebat memang keponakanku ini.." ucap Alex sambil memeluk Raihan dengan pelukan kangen Karena sudah 3 tahun gak ketemu.
" om, ngapain sih...ih..." gumam Raihan yang risih dipeluk sama om nya yang suka usil itu.
Alex hanya tersenyum..dan memberikan sebuah undangan pernikahan kepada Raihan.
Raihan pun segera mengambil dan membacanya...
" om, mau menikah dengan Denis..ok ok...selamat ya.. insyaallah Raihan akan datang.." jawab Raihan dengan senyum khasnya.
Dalam pikiran Raihan mungkin saat itulah saat yang tepat untuk bertemu Tiara karena gak mungkin Tiara gak hadir karena mereka adalah sahabat dekat.
πΊπΊπΊ
Di tempat kerja Tiara.
Seperti biasa dokter Tiara bekerja dengan giat, dalam melayani pasien dia selalu sabar dan telaten juga ramah.
kringgg π΅π΅
ponsel Tiara berdering, dilihatnya video call dari Denis.
Tiara terperanjat, karena kesibukannya jadi lupa kalau memiliki sabahat yang baik seperti Denis.
" hai Denis"
[ hai , Tiara]
" wah , aku kangen banget Denis, kamu makin cantik aja sekarang.."
[ kamu juga Ra tambah cantik]
" gimana kamu sama pak alex "
[ ini aku mau kasih undangan tapi gak tau alamatmu, jadi saat ini aku mengundangmu, datang ya , besok ke acara pernikahan ku]
__ADS_1
" hahhhh...wah selamat ya Denis...''
[ acara nya besok malam jadi kamu dah aku siapin tempat buat menginap , kamu harus datang pokoknya , temani aku Ra, aku gugup ...]
" ok ok , insyaallah "
[ dan mungkin Dokter Rian juga datang kok Ra, kamu gak apa apa kan...]
" Rian...ya gak apa apa, kami hanya masa lalu..lagi pula aku juga akan segera menikah kok Den "
[ benarkah...ok baiklah, besok ya jangan lupa datang...]
panggilan berakhir..
" Rian...hahhh Rian...apa yang terjadi dengan hatiku kenapa setiap kali aku mengucap kata Rian, hatiku berdebar...gak mungkin... Rian hanya masa lalu...dia bukan jodohku, aku sendiri akan segera menikah dengan orang yang aku kenal sebelumnya..." gumam Tiara dalam hati.
Tiara menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya.
Sejenak berpikir apakah langkah yang dia ambil benar atau salah...
" sudah 2 tahun lebih aku dan Rian berpisah, sebenarnya di antara kami gak ada yang ingin bertemu lagi...trus bagaimana kalau aku dan Rian tiba tiba gak sengaja bertemu ... aduhhh..aku takut ..aku takut tak bisa melupakannya.." gumam Tiara sambil memegangi jidatnya dengan ke dua tangannya.
Dan tanpa dia sadari ,suster Amara sudah berada di depannya yang membuatnya terkejut..
" Amara kau mengagetkanku saja.." ucap Tiara sambil mengelus dadanya.
Amara hanya tersenyum.
" dok, kenapa?? kok melihat Amara kaget begitu.. dokter melamun ya...awas lo dok jangan banyak melamun bisa bisa kesambet lo ya...hahahaaa..."ledek Amara yang membuat Tiara tersenyum..
" ya , gak apa apa , yang namanya mantan itu tetap mantan Dok, karena entah alasan apa kita berpisah berarti ada sesuatu yang mengharuskan kita berpisah dia bukan yang terbaik untuk kita.. kalau ketemu lagi, ya udah gak apa apa ... buang semua kenangan dan jangan tatap matanya, atau nanti jatuh cinta lagi...ih...aku ma ogah balikan sama mantan.." jawab Amara panjang lebar.
Tiara hanya mengangguk , mungkin dia mulai paham.
" trus satu lagi amara.."
" ehm...iya baiklah bu dokter apa lagi..??"
" misalnya kamu dijodohkan sama orang tua kamu gimana..." tanya Tiara.
Amara terperanjat mendengar pertanyaan dari Tiara.
" serius bu dokter???"
" ehem..."
" ya kalau aku sih , entahlah dok, ya aku lihat dulu lah dok orangnya gimana seperti apa...apa Dokter dijodohkan sama orang tua dokter..??"
Tiara mengangguk dan tanpa terasa menitikkan air matanya.
Amara yang melihatnya jadi merasa bersalah dan memeluk Tiara untuk menenangkannya.
__ADS_1
" Dokter, kalau dokter Tiara gak bersedia ya dokter tolak dong, yang merasakan kebahagiaan dan penderitaan kan kita sendiri jadi kita harus pastikan orang yang tepat untuk kita .." ucap Amara.
" enggak Amara, aku sudah menerimanya dan apapun itu aku harus menerima segala konsekwensinya..aku mencintai bapak dan ibuku..bahkan aku sudah pasrah dan gak mau melihat calon suamiku, apapun pasti yang tepat yang dipilih Alloh untukku..." jawab tiara sambil menunduk.
Amara hanya memandangi dokter atasannya itu dengan terharu..
Amara menang tau semuanya, Tiara selalu bercerita dengan Amara untuk membagi beban pikirannya.
" seberat itukah ujianmu bu dokter, aku doakan semoga kau selalu bahagia dan beruntung dalam hidupmu..aku yakin rencana Alloh akan sangat manis untukmu Bu dokter.." gumam Amara sambil menyeka air matanya yang tiba tiba lolos begitu saja..
πΊπΊπΊ
Setelah pulang kerja.
Tiara membersihkan dirinya dan bersiap untuk makan malam, terlihat bapak sama ibunya sudah menunggunya di meja makan..
" nak duduklah, kamu makan yang banyak ya..tu kamu dah mulai kurus..dulu aku mengira kamu gak bisa kurus sekarang malah hampir kurus sekali..nih ibu dah masakin masakan kesukaan mu.." ucap ibunya sambil mengambilkan nasi ,lauk dan sayur ke piring Tiara.
Tiara hanya tersenyum lalu menikmati makan malamnya dengan lahab.
Setelah Selesai, Tiara hendak beranjak untuk membersihkan piringnya di dapur, tapi ibu menahannya.
" tunggu sebentar nak.."
" ada apa bu"
" ibu sama bapak mau bicara sama kamu.."
" iya bu, silahkan..."
" besok akan datang lamaran dari calon suamimu.."
deg deg ...
Jantung Tiara seperti berhenti berdetak.
" secepat itu ???"
" iya lebih cepat lebih baik"
" tapi besok Tiara mau ke kota, ke rumah sakit pusat untuk mengurusi pendaftaran kuliah dan ke rumah temaku untuk menghadiri acara pernikahan nya.." sanggah Tiara.
" terus gimana dong "
" ya gak apa apa pak buk, ibu terima saja, Tiara sudah iklas dan pasrah pasti bapak sama ibu memilih orang yang tepat untuk Tiara, Tiara juga gak perlu lihat orangnya gak apa-apa , Tiara percaya 100% sama ibuk dan bapak.." kata Tiara sambil tersenyum walaupn hatinya hambar.
πΊπΊπΊ
Di kediaman Raihan.
" Rai, besok kalau kamu mau lihat calon istrimu ikut ya, kita akan melamarnya besok ,.kita ke sana bareng bareng sekalian ke kota hadiri pernikahan Alex.." ucap umi Salamah.
__ADS_1
" terserah Umi, menolak pun gak guna, pasti ujung ujungnya umi menjebak Raihan.." gumam Raihan sambil berjalan menuju kamar mandi.
" ehm...anak ini Sudah disekolah kan jauh jauh kelakuannya masih kayak anak TK.." gumam umi Salamah sambil geleng.