
Hari berganti waktu berlalu, sudah hampir 3 bulan Raihan dan Tiara menjadi pasangan suami isteri.
Mereka pasangan yang harmonis dan saling mencintai..
Raihan adalah suami yang sangat baik lembut dan pengertian terhadap isterinya.
Tiara pun menjadi isteri yang patuh dan selalu menyenangkan hati suaminya.
" Rai, hari ini mungkin aku pulang telat ya..kamu gak perlu jemput aku bawa mobil sendiri, karena hari ini aku ada sift jaga di rumah sakit ..jadi setelah dari kampus aku akan langsung ke rumah sakit ..." ucap Tiara yang sudah wangi dan segar.
Raihan pun segera beranjak dari ranjangnya dan memeluk hangat tubuh isterinya dari belakang.
" kamu mau lembur hari ini...tiap hari kok kamu jadi makin sibuk sih sayang...aku masih kangen nih .." ucap Raihan.
" sayang..ini cuma seminggu kok, selanjutnya akan normal seperti biasa...kamu mengeluh tentang ini sayang...kalau kamu merasa keberatan aku bersedia kok berhenti , bahkan demi kamu aku rela melepaskan status dokterku kalau kamu tidak memberikan ijin .." kata Tiara sambil mengelus wajah suaminya..
Raihan memutar tubuh Tiara dan menatap wajah tulus isterinya itu.
" sayang, selama kamu masih memenuhi tugasmu sebagai isteri ku aku gak akan pernah mengekangmu...dan tugasmu hanyalah mendampingiku.." bisik Raihan yang membuat Tiara memejamkan matanya.
Raihan mulai mencium bibir merekah dan manis milik Tiara...dan tanpa sadar mereka menjatuhkan diri ke ranjang dan olah raga pagi pun terjadi.
Setelah selesai, Tiara yang menyadari sudah terlambat segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan dengan terburu-buru berdandan lagi serta merapikan bajunya...
Raihan yang masih berbaring pun hanya tersenyum melihat isterinya.
" ehhh...gak usah terburu buru gitu dong sayang..." ucap Raihan.
" kamu sih ..udah tahu jam segini pake minta lagi...apa semalam masih kurang..." jawab Tiara sambil berdandan dan merapikan jilbabnya.
Raihan beranjak dan tersenyum sambil memeluk Tiara dari belakang.
" Rai...."
" ok ok...baiklah aku juga mau mandi..."
" tunggu sayang, aku berangkat dulu ya..." ucap Tiara sambil mengecup singkat bibir Raihan..dan tersenyum sambil mengucapkan salam.
Raihan hanya tersenyum kemudian bergegas untuk membersihkan diri karena dia juga kesiangan.
🌺🌺🌺
Sesampainya di rumah sakit.
Seseorang memanggilnya..
"Tiara, hari ini kamu tidak ada kuliah..." tanya Denis.
" ada sih, tapi cuma satu jam itupun satu jam lagi dan setelah itu aku balik lagi ke sini karena ada sif..
" ok .."
mereka pun segera memasuki ruang kerja masing-masing...
Dengan sepenuh hati Tiara berkerja melayani semua pasiennya..dan tak lupa di sela sela kesibukannya dia sempatkan menelpon suaminya untuk sekedar bercanda sebentar...
__ADS_1
Raihan dan Tiara adalah pasangan yang romantis dan penuh cinta walaupun dengan lika liku perjalanan cinta mereka yang
tidak mudah .
Tiara sedang sibuk dengan kegiatannya bersama seorang pasien yang hendak melahirkan..
" Bu dokter, aku sudah gak kuat,sakit sakit.... hicks hikcs..." wanita tersebut bernama Maya dia masih berusia 19 tahun dan ternyata dia hamil di luar nikah.
Tiara tersenyum dan mencoba menggosok nggosok punggung Maya.
" Maya, kamu tenang ya...rasa sakit ini akan segera terbayar dengan hadirnya seorang malaikat kecil...'' ucap Tiara.
" tapi ach....aku gak kuat .....aku gak kuat...achhhhh...." teriak Maya yang begitu histeris.
Tiara segera mempersiapkan peralatan..
" sus, tolong Maya akan segera melahirkan kamu siapkam peralatan dan apa yang biasa diperlukan..."
" baik dok"
Dan benar saja... bayi Maya sudah kelihatan ujung kepalanya..
" ayo Maya semangat,... hembuskan nafas dengan kuat.." ucap Tiara..
Dan Maya pun berusaha menahan rasa sakitnya dan menghembuskan nafasnya dengan kuat dan...
" achhhhh....''
oek oek oek....
Tiara pun tersenyum dan sangat mengagumi bayi tersebut.
tiba tiba dia menginginkan ada malaikat kecil juga di dalam rahimnya.
Sambil senyum senyum sendiri Tiara memegangi perutnya.
Dan ponsel Tiara pun berdering..
ternyata vicall dari Raihan.
"assalamualaikum sayang"
[ waalaikumsalam sayang]
" ada apa, kok pakai vicall sih"
[ ya aku kangen, masa gak boleh sih ]
" ok ..terus.."
[ kamu kok terlihat sedang memikirkan sesuatu sih ada apa, ada masalah...]
" iya Rai...aku merindukan seseorang"
__ADS_1
[ hahhh apa maksutmu Tiara, jangan membuatku cemburu deh ]
" kalau begini terus rumah kita akan
tetap sepi, aku merindukan hadirnya seorang malaikat kecil dalam rumah tangga kita Rai, aku ingin segera memiliki anak yang akan mengganggumu setiap pagi dan membuatku ngomel ngomel setiap hari..."
[ ehm ...ya udah nanti malam kita bikin lagi..]
" ehhh kamu nih...aku serius Raihan al faish..."
[ hahahaaa ...kamu kira aku bercanda..isteriku yang menggemaskan...hahaaaa]
" Rai, aku tutup ya telponnya.."
[ eh ..tunggu tunggu ..ok ok...serius...]
" nah gitu dong"
[ terus apa yang akan kita lakukan..]
" ya terus gimana dong"
[ ya ..kita harus lebih sering melakukannya lagi...]
" tu kan...ih... Raihan udah deh aku tutup aku mau kerja lagi..."
[ ya jangan dulu dong sayang...lha terus gimana lagi...ya memang begitu, kita menginginkan anak, terus caranya gimana ya begitu kan ...]
" ehm..( terlihat manyun) "
[ ya ... jangan ngambeg dong sayang...ya kita juga berdoa semoga cepat kita diberi kepercayaan untuk memiliki seorang anak...kamu senyum dong..
nah begitu...aku mencintaimu Tiara...]
" iya Raihan,aku juga mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu..kamu satu satunya tempatku bersandar dan kau yang mengobati semua lukaku... terimakasih..."
keduanya tersenyum dan saling memberikan kecupan hangat..emuah...i love u...
Denis yang dari tadi berdiri di samping pintu pun hanya tersenyum menyaksikan kebucinan sahabatnya itu.
" sudah ,sayang sayanganya.." ucap Denis yang membuat Tiara tersentak.
" eh...kamu den, dah lama di situ..." tanya Tiara dengan pipi merah merona karena malu.
"sejak subuh, ya dari tadi lah..." goda Denis.
Denis duduk di bangku Tiara, sedangkan tiara berdiri di samping meja kerjanya.
" kamu memang harus segera hamil Ra, agar hubungan kalian bertambah kuat dan rumah tangga kalian gak sepi lagi..." ucap Denis.
" kamu benar Den, aku juga sudah menginginkan seorang anak, aku ingin setiap hari ada yang bikin ribut di rumah.." jawab Tiara.
Denis tersenyum dia merasa sahabatnya sudah kembali seperti dulu Tiara yang ceria .
"terimakasih Raihan, kau telah membuat sahabatku kembali seperti dulu..." gumam Denis dalam hati.
__ADS_1
Mereka pun kembali bercerita dan bercanda.