
Pagi itu Tiara dan Farrel bersiap siap untuk ke pesantren.
Dengan penuh kepastian akan masa depan adiknya , Tiara menutupi kesedihannya.. karena sebenarnya dia ingin menangis, biarpun Farrel anak yang selalu bikin ulah tapi Tiara sangat menyayanginya.
Bapak ibu kami pamit ya ..
" assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Dan mereka pun melaju menuju ke kediaman bu Minah baru kemudian menuju ke pesantren Al Faish.
🌹🌹🌹
Setelah hampir 2 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di pesantren.
Tiara memarkir mobilnya di ujung halaman.
"ayo nak , kita langsung menuju ke ruang guru.." ucap bu Minah yang diikuti oleh Tiara dan Farrel.
" kak, ayolah kak ini beneran aku mau ditinggal sendirian di sini ...mana tempatnya jauh lagi.." rengek Farrel.
" iya dek, udah kamu tenang aja nanti banyak kok temannya , kakak juga nanti sering ke sini.." jawab Tiara untuk menenangkan adiknya.
Saat berjalan melewati sebuah ruangan , Tiara tampak menggandeng tangan adiknya dengan senyum dan kepastian.
Seorang pemuda sekilas melihat ke arah mereka, kemudian berhenti berjalan dan kembali melihat ke arah mereka..
" Tiara...apakah itu benar Tiara" gumam pemuda itu .
deg deg deg
Pemuda itu adalah Raihan. Sudah seminggu ini dia balik ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya di Al Azar selama 3 tahunan.
Raihan terus melihat ke arah Tiara, namun Tiara tidak menyadarinya.
Tiba tiba sebuah tangan menepuknya dan membuat Raihan tersentak.
" Rai, kamu lihat apa..??" tanya uminya .
"eh...ehm..umi , enggak ..." jawab Raihan gugup.
__ADS_1
" Umi tau kamu melihat Tiara kan" tebak umi nya.
deg deg deg
Jantung Raihan jadi tak beraturan seperti mau loncat mendengar kata Tiara.
" iya , Tiara mau mendaftarkan adiknya untuk belajar di sini agar adiknya paham agama dan menjadi baik.. Tiara gadis yang baik, dia adalah seorang Dokter dan guru ngaji..cantik kan...??" tanya umi nya dengan tujuan agar mereka bisa berjodoh yang tanpa disadari sudah membuat jantung putra tercintanya itu seperti mau loncat dari tempatnya.
Raihan terdiam dan mencoba mengatur nafasnya untuk menetralisir keadaan jantungnya.
Saat sedang berada di ruang penerimaan bersama salah seorang guru , Tiara dan Farrel tampak sedang mengisi formulir pendaftaran.
Raihan mencoba mengikutinya dan mencuri curi pandang.
" wah , Tiara semakin cantik..sangat jauh berbeda dengan yang dulu, 3 tahun yang lalu..ehm..( tersenyum sendiri) bagaimana kabarmu Tiara masihkah kamu sendiri, seperti aku yang masih sendiri.." gumam Raihan.
Dan tiba tiba Tiara merasa seperti ada yang mengawasi dan menoleh ke arah Raihan, Raihan pun langsung menunduk sampai sampai jidatnya membentur bangku..
Dug...
" aduhhhh " gumam Raihan sambil mengelus elus jidatnya.
"e..ehng..enggak ustadzah..ini lagi nyari pensil yang jatuh...udah saya permisi... assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
ustadzah hanya tersenyum.
Raihan pun merangkak perlahan ke luar dan berlari menuju ruangannya.
Dengan ngos ngosan ..
" hampir, hampir saja aku ketahuan... sepertinya hari ini bukan saat yang tepat untukku menemui Tiara.. biarkanlah, nanti ada saatnya jodoh yang mempertemukan kita..
Ya Alloh bila memang dia adalah jodohku pertemuan kami dengan caramu , dan bila memang dia bukan jodohku hilangkanlah perasaanku padanya..Aamiin " Raihan berdoa dengan penuh pengharapan.
Setelah selesai mengurus semua administrasi nya , Tiara,bu minah dan Farrel mengikuti guru pembimbing yang menunjukkan kelas dan kamar yang akan ditempati Farrel..setelah itu baru mengantar Farrel ke kelasnya .
" dek, kamu jaga diri baik baik ya di sini , kamu harus nurut sama ustadz dan ustadzah di sini..ada banyak teman teman, kamu gak boleh berantem lagi , lapangkan hatimu mencobalah untuk menyelesaikan setiap masalah dengan berfikiran baik.. belajar lah dengan baik di sini..kakak sangat menyayangimu Farrel.." Tiara memeluk adiknya dan tanpa disadari air matanya mengalir deras membasahi pipinya..
" kak, maafin semua kesalahan Farrel ya.. selalu bikin masalah, membuat kakak malu bolak balik di labrak orang gara gara Farrel dan sering dimarahin guru BK juga karena Farrel..Farrel janji di sini Farrel akan sungguh sungguh belajar dengan baik.. Farrell titip jaga bapak dan ibu.." ucap Farrel dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
Tiara hanya mengangguk.
ustadzah pun meminta Farrel untuk segera masuk ke kelasnya dan memperkenalkan dirinya sebagai santri baru di sini.
Sementara Tiara masih berdiri di luar kelas dengan sesenggukan menahan tangisannya.
Raihan yang hendak menuju ruang administrasi yang harus melewati tempat Tiara berdiri pun menghentikan langkahnya dan memilih bersembuyi di balik tembok di sudut kelas.
Tiara tetap berderai air mata , kemudian bu Minah menepuk punggungnya untuk menenangkannya.
Hati Raihan seperti disayat sayat melihat gadis yang sangat dicintainya menangis , namun apa daya , Raihan menyadari mereka bukanlah apa apa hanya sebatas cinta lama ...entah apa yang terjadi kalau mereka berdua benar benar dipertemukan.
" Tiara , kamu masih seperti yang dulu, gampang nangisnya susah berhenti..
tapi apa kamu masih sendiri atau sudah memiliki cinta yang lain..." gumam Raihan sambil terus menatap ke arah Tiara yang terlihat masih sesenggukan.
" Nak, sudah ya ... iklhaskan Farrel belajar di sini, kita doakan semoga dia krasan di sini dan berhasil mendapatkan ilmu yang bermanfaat nantinya.. sudah sudah yuk..kalau sudah tenang, kita diundang umi Salamah di rumahnya..kita mampir dulu sebentar.. setelah itu baru kita pulang " ucap bu Minah yang membuat hati Tiara sedikit lega..
" iya bu..Farrel ,kakak doakan kamu berhasil adikku sayang, semoga kau mendapat hidayah di sini dan ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.." ucap Tiara dengan memandangi pintu ruang kelas yang baru untuk Farrel.
Mereka pun segera menuju rumah umi Salamah yang berada di sebelah gedung pesantren.
Mereka mampir ke rumah umi Salamah untuk memenuhi undangan umi, umi pun sudah menyiapkan beberapa hidangan..
Sebenarnya niat umi selain mempererat tali persaudaraan juga mau memperkenalkan Raihan dengan Tiara, tapi dari umi mencari cari Raihan tidak juga ketemu..
" Tiara, Bu Minah,ayo bu di makan camilannya.. sebenarnya umi mau memperkenalkan putra ibu kepada kalian tapi nggak tau deh dia ada di mana ..
Udah deh gak apa apa nanti saja umi kenalkan.. Tiara kan nanti kan ngunjungi adeknya... jadi sering ke sini...lagi pula niat yang baik pasti Alloh akan membantu untuk mewujudkannya.." ucap umi Salamah dengan tutur kata yang lembut dan santun .
Setelah beberapa jam mereka beristirahat dan ngobrol bersama umi , akhirnya Tiara meminta bu Minah untuk berpamitan kepada umi.
" Bu Minah ayo kita pulang bu, kita harus belanja perlengkapan perlengkapan untuk Diniyah bu..keburu sore nanti tokonya tutup.." bisik Tiara. Dan Bu Minah pun berpamitan untuk pulang karena ada keperluan.
Dengan perasaan yang entah bagaimana Tiara melangkahkan kaki keluar dari rumah umi Salamah dan gedung pesantren ..
🌹🌹🌹
Mohon dukungannya untuk para author, kritik dan saran yang membangun...
Jangan lupa tinggal kan jejak like, komentar ya... terimakasih sudah mampir 😉😄🙏
__ADS_1