Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 8


__ADS_3

Denis tertunduk dan menangis tidak percaya.


Tiara duduk di sampingnya.


Namun Denis berdiri dan berjalan meninggalkan Tiara sendiri.


" Den, maaf kan aku, bukan maksutku.. den, selama ini aku sudah menghindar dari Raihan.." teriak Tiara berusaha menjelaskan.


Namun Denis yang merasa dihianati sangatlah marah dan tak menggubris Tiara.


Denis duduk di kursi yang berada di bawah pohon sambil menangis sesenggukan.


Raihan dan Alex mengikuti keduanya.. namun berbeda arah, Raihan menemui Tiara sedangkan Alex menemui Denis.


" o gadis ini rupanya, kebetulan yang sungguh indah..lihat saja cantik kau akan segera melupakan Raihan dan berpaling padaku..." gumam Alex seraya memandangi Denis yang tertunduk lesu.


Raihan memandang Alex heran..


" om..om kenal sama Denis.." tanya Raihan heran.


Alex hanya terseyum dan mengangguk.


" kok bisa.."


" udah jangan banyak tanya nanti kalau dah sampai rumah om jelasinnya.." ucap Alex sedikit kesal karena keponakan nya banyak tanya.


Raihan terdiam dan duduk di samping Tiara..


" Ra, maafin aku ya gara gara aku kamu dan Denis jadi berantem..tapi sungguh Ra aku gak tau kalau Denis juga menyukaiku..maaf ya Ra.." ucap Raihan.


Tiara hanya diam dan tak menyahut apa apa, dia tetap tertunduk karena tak tahu harus berkata apa...


Raihan pun hanya menatap gadis yang dicintainya dengan tatapan tak berkedip.


" maaf Rai, aku gak bisa menerima cintamu, aku gak mau memperburuk keadaan.." ucap Tiara tanpa menoleh.


" tapi Ra.."


" aku mohon Raihan, mengertilah, sudah pergilah, kalau kau tidak bisa mencintai Denis, maka pergi saja cari gadis lain asal bukan aku...aku gak akan mengorbankan persahabatan hanya demi cinta , sudah pergilah, pergilah Raihan aku mohon..." ucap Tiara memelas.


Raihan bingung dan tak tau harus berbuat apa...


" Tiara..."


" sudah Raihan plisss..."


kemudian Tiara berlari untuk mencari Denis.


" Denis, Den..." teriak Tiara.


Denis yang sedari tadi duduk di bawah pohon hanya diam dan tak bersuara.


sampai sesosok pria tampan duduk di sampingnya, yang tidak lain adalah Alex.

__ADS_1


Denis menoleh dan alangkah terkejutnya.


" pak Alex " ucap Denis dengan gugup.


Alex hanya tersenyum tipis.


" kau masih mengingatku..." tanya Alex.


Denis mengangguk .


" kenapa kamu di sini dengan mata sembab pasti habis nangis, lihat wajahmu gak cantik lagi kan " ucap Alex.


Denis menunduk.


" ehm... pasti karena cowok, cinta, dan patah hati...hhh...kenapa sih masih percaya cinta, cinta hanya membuat orang menjadi bodoh.."


" maksut anda ???!!" tanya Denis.


" iya , orang menjadi bodoh karena cinta, tidak bisa membedakan , teman, keluarga, sahabat, bahkan dirinya sendiri...iya kan..." jawab Alex yang membuat Denis terdiam dan berpikir.


" berarti selama ini aku sangat bodoh karena cintaku kepada Raihan, aku bisa melupakan sahabatku sendiri, bahkan aku tidak mengenali diriku sendiri...." gumam Denis.


Alex mengeryitkan keningnya dan mengangkat bahunya seraya tersenyum tipis.


" tapi aku dihianati , sahabatku sendiri yang aku percaya yang katanya mau membantuku , nyatanya justru dia yang menjalin hubungan dengannya..sakit tau, bodoh nya aku..." ucap Denis sambil tertunduk .


" benar kamu memang bodoh, memang hanya segitu nilai persahabatan kalian, seharusnya ketulusan dari persahabatan yang lebih tinggi nilainya daripada kebodohan karena mencintai orang yang sama.." ucap alex yang berhasil membuat Denis berpikir.


" kalau aku jadi kamu aku lebih baik mundur dan mencari pria lain, daripada pemuda seperti Raihan yang masih belum jelas dan masih bau minyak telon " imbuhnya.


" kok anda kenal Raihan.." tanya Denis heran.


" Muhammad Raihan Al faish, dia adalah keponakan kesayangan ku..aku adik dari ibunya yang selama ini tinggal di Amerika, dan baru kembali ke Indonesia sehari sebelum aku memboking kamu waktu itu.." ucap Alex.


" hahhhh...." Denis tercengang.


" bisa gak anda melupakan kata kata itu , bikin aku merinding tau...lagi pula kan gak jadi ,ehm...aku mohon lupakan itu plisss...kalau anda terlanjur membayar sama om om sialan itu, anggap aja itu utang, aku yang nanti akan membayar walaupun nyicil sih..." ucap Denis.


" ok ... deal " jawab Alex terkekeh.


Sedangkan di sudut taman yang terhalang oleh beberapa pohon dan bunga . Raihan masih berdiri mematung memikirkan semua yang terjadi.


Dan kata kata Tiara yang masih terngiang jelas, kata katanya yang lembut tapi menyakitkan.


' pergilah Raihan, pergilah ku mohon , pergilah..'


Raihan tertunduk dan kepikiran dengan permintaan abahnya untuk sekolah di luar negeri.


Raihan kemudian berjalan mendekat ke arah Tiara yang hendak menuju ke arah Denis yang duduk di bawah pohon bersama seorang laki laki yang tidak lain adalah alex.


Dengan cepat Raihan menyambar lengan Tiara dan membuatnya berhenti dan berbalik badan.


Kedua netra mata mereka saling menatap seakan ingin menjelajahi dan mencari kebenaran.

__ADS_1


" lepaskan Raihan.." pinta Tiara yang kemudian dilepaskan oleh Raihan.


" terimakasih" ucap Tiara lirih.


" Tiara, dengarkan ....ini yang terakhir kali aku menemuimu.. setelah ini aku tidak akan mengganggumu lagi.." ucap Raihan berkaca kaca.


Tiara terkejut dan menatap Raihan dengan heran.


" apa maksudmu Raihan.." tanya Tiara dengan mata berkaca-kaca pula.


" aku akan mengikuti permintaan abahku untuk sekolah di Al azhar( Kairo - mesir).


Sepertinya memang takdir cinta kita hanya sampai di sini Ra , aku akan belajar di sana dan kembali ke indonesia setelah siap memimpin pondok pesantren milik keluarga di kotaku.


selamat tinggal Tiara, tetaplah seperti ini , tetap menjadi gadis yang sederhana, baik dan lembut.


semoga suatu hari nanti Alloh mempertemukan kita lagi , kalau pun tidak di dunia ini semoga bisa bertemu nanti di surga walaupun dengan jodoh yang berbeda..


Doa ku selalu bersamamu , semoga kelak kau bisa meraih cita citamu dan memiliki keluarga yang baik dan pendamping yang jauh lebih baik dari aku..


maaf kan semua kesalahanku selama ini .


selamat tinggal Tiara...


assalamualaikum.."


Raihan menungkupkan ke-dua tangannya di dadanya dan memutar badan kemudian melangkah pergi dengan lusuh,hancur, dan air mata yang berlinang membasahi.


Tiara hanya diam mematung , deraian air matanya pun tak terbendung melihat kepergian Raihan.


" waalaikumsalam, selamat jalan Rai, semoga kau berhasil meraih mimpimu, semoga kau pun menemukan jodoh terbaik ...maaf kan aku Raihan, maaf..."gumam Tiara yang tak lagi bisa menahan tangisannya.


Tiara menangis tersedu-sedu dengan luruh tersungkur di rerumputan taman.


Denis yang melihatnya pun kemudian bangkit mendekati Tiara disusul oleh Alex di belakangnya.


Denis kaget melihat Tiara yang begitu menyedihkan kemudian mendekat dan memeluk Tiara untuk menenangkannya.


" Tiara .. kenapa kamu Ra... sudah Ra, cerita padaku...aku minta maaf Ra..aku gak akan marah lagi ke kamu tapi aku mohon ceritakan padaku apa yang terjadi.." ucap Denis panik sambil mengelus kepala sahabatnya itu.


Tiara tetap menangis di pelukan Denis.


Alex melihatnya pun ikut terharu .


" sudah Tiara, tak perlu kamu menangisinya, doakan dia sukses dengan pendidikan nya.. dia akan kembali menjadi ulama muda yang besar ." ucap alex yang membuat Denis tercengang.


" om alex, apa maksudmu.." tanya Denis.


"Raihan akan pergi ke mesir, dia akan sekolah di sana, sesuai keinginan abahnya agar bisa menggantikannya meneruskan pondok pesantren milik keluarga Al Faish..." jawab alex.


" Apa.... maaf kan Tiara, semua gara gara aku, aku yang gelap mata, maaf, maaf ya Tiara.." ucap Denis yang ikut menangis bersama Tiara.


Alex yang berada di sana pun sedikit bingung.

__ADS_1


" aduhhh... malah nangis semua lagi... udah dong Denis, Tiara... gimana nihhh..." gumam Alex.


Alex menggaruk nggaruk kepalanya dan mengeryitkan keningnya.


__ADS_2