
Pagi menjelang siang di kampus.
Felicia tengan duduk dan bercanda bersama dua sahabat nya Vera dan Rena.
" Fel, semalem kok tumben lo gue telp gak bisa , telp siapa sih lo...telp Bryan ya...'' tanya Vera.
uhuuk uhuuk..( Felicia tersedak)
" ish.. lu kenapa sih Fel " tanya Rena sembari menyodorkan air putih kepada Felicia.
" iya iya gue semalem telp ama Bryan..." jawab Felicia gugup.
" aneh deh lu..." gumam Vera.
" lagian ngapain sih, ada yang penting..." Felicia balik tanya.
" ya, biasa gue mau ngajakin lu nongkrong di cafe , tapi lu gk bisa gue hubungin ya udah gak jadi deh, akhirnya gue belajar kemudian tidur... padahal males banget gue belajar.." ucap Vera.
Rena mendengus panjang " terus kalau lu nggak mau belajar ngapain lu kuliah di sini, mau pamer tampang doang" kata Rena.
" Ya nggak juga kali tapi auah males banget gue belajar... yang penting gue lulus" jawab Vera.
" terus kalau lu nggak belajar mau lulus dari mana, dodol...." ejek Rena.
" apaan sih " gumam Vera.
hari itu Felicia lebih banyak diam dan melamun.. dia masih teringat tentang perkataan Fahri tadi malam..
tiba-tiba Fahri dan kedua temannya datang dan ikut gabung bersama mereka ..Felicia pun tersentak dan semakin kelicutan.
" hai kalian lagi ngapain di sini , kelihatannya seru ikut gabung ya.." tanya Feri.
Rena dan Vera pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya..
"oke silakan"
namun Fahri hanya terdiam dia terus menatap ke arah Felicia yang tertunduk.
Rena menyodok Felicia dengan sikunya.
" Fel lu kenapa sih ,lu nggak papa kan" tanya Rena.
Felicia hanya tersenyum..
" iya gue nggak papa" jawab Felicia datar.
"Fahri lo duduk dong ngapain lu berdiri di situ" pinta Calvin.
kemudian Fahri pun duduk tepat di hadapan Felicia.
mereka pun ngobrol dengan santai kecuali Fahri dan Felicia yang tampak tegang dan sama-sama diam..
" hai kamu sakit" tanya Fahri lirih.
Felicia nggak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.
Rena Fera Ferry dan Calvin asik bercanda dan belum menyadari tentang keanehan Felicia dan Fahri.
" kok kamu diam sih biasanya kamu suka nyolot kayak kembang api... petasan kembang api maksudku" ucap Fahri.
Felicia melotot tajam ke arah Fahri ..
Fahri hanya tersenyum.
" kamu mau kita bicara berdua saja tanpa ada mereka, tapi bisa-bisa mereka curiga semalam kamu kan bilang kita harus bersikap biasa aja ,tapi nyatanya kamu yang nggak biasa saja , lebih banyak diam aku jadi bingung harus ngomong apa.. aneh tahu.." ucap Fahri.
__ADS_1
Rena yang mendengar apa yang dikatakan Fahri pun terdiam dan melotot ke arah mereka berdua..
" apa yang lo katakan Fahri coba ulang-ulang yang lo katakan barusan sama Felicia ... apa gue nggak salah denger ya.." tanya Rena.
" ish... elu yang salah dengar.. gue nggak ngomong apa-apa ya nggak Fel, coba tanya sama Felicia ngomong apa gue barusan.." jawab Fahri.
Felicia hanya tersenyum tapi senyum yang dipaksakan.
" lu berdua aneh deh, hahhhh.. jangan-jangan"
" jangan-jangan apa" tanya Felicia yang mulai panik.
" jangan-jangan elu sama Fahri sudah jadian" jawab Rena.
semua pun melongo heran dan tak percaya.
" beneran lu bro kok lu nggak ngomong sama gua sih" tanya Calvin sambil menepuk pundak Fahri.
Fahri pun menghela nafas panjang nya.
Fahri menatap ke arah Felicia, Felicia pun membalas tatapan Fahri..
mereka saling menatap seakan lupa bahwa di samping mereka ada keempat sahabatnya.
" tuh kan beneran mereka udah jadian" bisik Calvin.
" hust.. ah.. Diam kalian" balas Rena sambil berbisik pula.
" halo tuan Fahri dan nona Felicia apakah kalian akan terus bertatapan seperti itu, udah deh kalian nggak usah tutupi.. kami semua tahu kalian tuh saling mencintai " goda Calvin.
Fahri dan Felicia pun kelicutan mereka berdua menunduk dan malu.
" ehm..em..m..." Felicia baru mau menjelaskan.
" stop.., udah Fel nggak perlu dijelaskan lagi semua sudah jelas kok... udah deh kalian nggak perlu malu buat mengakui.." timpal Vera.
" Oke guys oke gua akan ngaku sama kalian.. gue dan Felicia memang saling mencintai.." ucap Fahri.
"aduhhh... Fel..sakit tau..." ucap Fahri sambil meringis karena kakinya diinjak sama Felicia .
" apa sih yang kamu katakan Fahri, jangan ngaco deh kamu " bisik Felicia.
Rena dan Vera hanya mendengus kesal dengan sikap Felicia yang masih saja menutupi padahal semua udah jelas..
" mau sampai kapan sih Fel lu menutupi dari kami semua.. nggak apa-apa kali kalian berdua juga cocok kok ,satunya cantik satunya ganteng..hahaaaa" ucap Rena sambil tertawa.
" ya oke oke kami memang saling mencintai dan menyayangi tapi kami tidak pacaran kok.." ucap Felicia.
hahhhh
semua pun tersentak..
" maksud lo apaan sih Fel" tanya Vera.
kemudian Fahri yang mengambil alih jawabannya.
" iya gue sama Felicia udah sepakat untuk tidak pacaran meskipun kami saling menyayangi kami hanya akan menjaga hati kami aku pun tidak akan pernah menyentuh Felicia sebelum kami benar-benar halal.." kata Fahri.
Felicia hanya tersenyum sambil memandang Fahri.
" aduh.. nggak pacaran nggak saling menyentuh ya garing dong.. terus apa gunanya kalian saling menyayangi.. langsung nikah aja sekalian.." ucap Calvin.
Fahri hanya tersenyum dan mencoba menjelaskan, bahwa inilah yang dinamakan ta'aruf..." kami harus saling mengenal saling mendalami dan saling menyayangi ..tapi kasih sayang kami tidaklah boleh terlalu dalam karena taaruf pun belum tentu akan bisa menjadi halal karena jodoh tetap Tuhan yang menentukan.." kata kata bijak yang keluar dari seorang Fahri Al Faish yang akan menjadi generasi penerus pesantren Al Faish..
semua temannya pun tertegun dan hanya terdiam disertai anggukan mendengar sedikit ceramah dari Fahri ...
__ADS_1
" anak pesantren mah memang beda , gue salut sama Lo Fahri, lu begitu menghormati wanita, dan lu sangat menjaganya...selamat ya Felicia, lu adalah wanita beruntung yang akan bersanding dengan laki laki yang baik seperti Fahri..." ucap Rena sambil tersenyum.
" tapi kalian jangan berpikir terlalu jauh, keluarga kami belum saling bertemu ya kan Fahri.." ucap Felicia.
Fahri pun mengangguk..
" kami harus menyelesaikan dulu pendidikan kami ,bkami harus menggapai cita-cita kami baru kami akan memikirkan langkah selanjutnya, karena itu kami akan menjalaninya ya seperti ini ..kami akan saling menjaga hati kami.." ucap Fahri sambil terus menatap Felicia yang sangat cantik hari ini.
Felicia pun menunduk.
" cie..
so sweet banget sih...
ehmmmm..." gerutu Vera.
Calvin mulai melirik ke arah Vera yang manis dan lucu...
kemudian mendekat dan berbisik..
" kamu mau kita taaruf seperti Fahri dan Felicia..??? " tanya Calvin yang membuat pipi Vera merona ..
" hahhh..serius kamu......" jawab Vera sambil tersenyum.
Calvin tersenyum dan saling menatap dengan Vera.
kemudian Rena melongo tak percaya dengan temannya ini...
" aduhhh Vera, bikin malu aja sih...gue pergi ah...bisa bisa ikutan gila gue.." gumamnya kemudian beranjak meninggalkan mereka yang sedang dimabuk cinta..
Ferry pun tak menyia-nyiakan kesempatan dan berlari mengejar Rena..
" Rena tunggu ..."
" apa...mau kayak mereka juga "
" ya kali aja kamu mau...aku suka sama kamu..." ucap Ferry yang to the point.
Rena pun gugup dan memerah pipinya..
" ap ap..a..apa maksut kamu.." Rena semakin gugup , ya maklumlah kelamaan jomblo.
" iya , kamu mau kan jadi pacar aku..." ucap Ferry dengan senyum manisnya.
Rena pun menunduk dan tersenyum sendiri..
" diam berarti mau " desak Ferry.
akhirnya Rena pun mengangguk....
Ferry pun lega..
Akhirnya punya pacar juga setelah sekian lama jomblo ...gumam Ferry dengan senyum liciknya.
❤️❤️❤️
kembali ke Fahri dan Felicia
"jangan terus menunduk dong Fel, aku ingin lihat wajah cantikmu..." goda Fahri.
Felicia masih menutupi rasa gugupnya..
" ishh... Fahri bisa gak sekali aja gak menggodaku..aku jadi tambah malu...nihh..." jawab Felicia.
__ADS_1
Fahri tersenyum dan terus menatap Felicia.