Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 9


__ADS_3

Pagi itu suasana sedikit berbeda.


Tiara masih duduk termenung di samping tempat tidur dengan ponsel di tangannya.


Dia pandangi foto foto kebersamaannya dengan Raihan.


Sesekali dia menitikkan air mata, sungguh begitu menyakitkan ditinggalkan orang yang sangat dicintai.


Tok tok tok


Terdengar pintu kamar kostannya digedor gedor, Tiara pun menoleh..dengan mata sembab dia berdiri dan membuka pintu.


ceklekkkk...


Denis sudah berdiri di depan pintu dengan bungkusan makanan di tangannya , karena dia tau pasti sahabatnya itu tidak masak dan juga belum makan.


"met pagi besti..." ucap Denis dengan senyum manisnya kemudian nyelonong masuk dan duduk di lantai yang beralas karpet.


Tiara hanya diam dan ikut duduk di samping Denis.


" Ra, ayo kita sarapan, ini aku bawakan makanan kesukaan kamu, tadi pagi pagi aku sudah antri tau nasi campur di warungnya bu Santi..ayo dong sini aku bukain.." ucap Denis yang tau pasti Tiara gak bakalan mau di ajak makan.


" aku gak lapar Den.." ucap Tiara sambil menunduk.


Denis menghentikan kegiatan nya, dia duduk dan menoleh ke arah Tiara, dia tatap matanya.


" Tiara , kamu jangan bodoh.. dengan kepergian Raihan kau menyiksa dirimu sendiri..kamu di sini untuk apa, ingat Tiara..di sana ada harapan orang tua kita , siang dan malam mereka berdoa untuk keberhasilan kita , tapi kamu di sini..apa ini Tiara.." ucap Denis sedikit menekan.


Tiara tidak menjawab dia malah menunduk dan menangis membuat Denis menjadi ikut merasa bersalah.


Diraihnya kepala Tiara dan dibenamkan dalam pelukannya.


" Ra, maafkan aku..seandainya dari awal aku tahu kamu dan Raihan sama sama saling mencintai, aku gak akan berbuat bodoh..maaf kan aku Tiara..gara gara aku Raihan pergi jauh, semua gara gara aku, aku yang salah aku yang harus menerima hukuman..." Denis ikut menangis tersedu-sedu.


Tiara terdiam, dia menatap ke arah Denis..

__ADS_1


" semua adalah takdir Alloh Den, janganlah kamu menyalahkan dirimu sendiri, aku hanya butuh waktu untuk bisa menerimanya , aku perlu waktu untuk mengiklaskan kepergian Raihan...iya dan terimakasih kamu sudah mengingatkan aku , untuk tetap fokus dengan kuliah kita..." ucap Tiara.


Denis pun berhenti menangis ,dan menyeka air matanya.


" Tiara mulai hari ini kita harus saling jujur satu sama lain jangan sampai kejadian kemarin terulang lagi ya, kita adalah sahabat dan lebih dari sahabat ,aku sudah menganggapmu seperti saudara ku sendiri Ra.." ucap Denis sambil tersenyum.


Tiara pun mengangguk dan tersenyum.


" oiya...yuk kita makan setelah itu berangkat ke kampus.." pinta Denis sambil mengusap mukanya kasar dengan kedua tangannya.


" yah... Den, makanan berat lagi , aku kan lagi diet.." ucap Tiara.


" udah..dietnya besok lagi aja, tanggung nih udah di depan mata " ucap Denis dengan tersenyum dan menyodorkan sendok bersih kepada Tiara.


Tiara pun tersenyum dan mengambil sendok yang disodorkan oleh Denis.


" Denis , terimakasih sudah menjadi sahabat terbaikku , kamu tau Den, aku bersedih bukan semata mata karena kepergian Raihan, atau cintaku yang tidak bisa ku raih, tapi karena kamu den, aku pun merasa bersalah karena tidak bisa membantumu mendapatkan cinta Raihan..meskipun aku sangat mencintai Raihan,tapi apabila Raihan bersamamu aku rela dan iklas..tapi kenyataannya kita sama sama tidak bisa mendapatkan nya, dia pergi untuk masa depannya.." gumam Tiara di dalam hati seraya memandangi Denis yang sedang makan.


Denis yang sadar sedang diperhatikan oleh Tiara pun tetap menyendokkan makanan ke mulutnya, walaupun sebenarnya gak nafsu makan tapi harus dipaksa demi Sahabatnya..


suasana berubah hening, karena mereka berdua serius untuk menikmati sarapan nya walaupun sebenarnya di antara mereka berdua tidak ada yang benar benar menikmati sarapan nya, karena sebenarnya keduanya sama sama tidak nafsu makan..


Tapi demi menyenangkan sahabatnya mereka sama sama berpura pura menikmati sarapan paginya.


setelah beberapa saat mereka selesai dengan sarapan dan bersiap siap untuk berangkat ke kampus.


ceklekkkk


Tiara menutup pintu dan menguncinya dari luar kemudian bersama Denis mereka berangkat ke kampus .


" Tiara hari ini kita jalan kaki aja, kalau lewat gang kan dekat juga , sambil ngobrol dan jalan jalan .." ucap Denis yang dibalas senyuman dan anggukan dari sahabatnya itu.


" Ra, nanti pulang dari kampus kita mampir di toko kosmetik yuk...aku beli skincare, sekalian aku rekomendasikan ke kamu scincare yang bagus dan aman untuk kulit remaja seperti kita...tenang gak mahal kok" ucap Denis.


" baik lah, terserah kamu saja Den, pokoknya aku gak mau pakai yang berbahaya.." jawab Denis.

__ADS_1


mereka pun tertawa bersama, bercanda dan bersenda gurau seperti sediakala.


" Tiara, menurut kamu setinggi apa sih nilai persahabatan itu.." tanya Denis.


" ya tinggi sekali, lebih tinggi dari cinta kepada pasangan , bahkan persahabatan yang baik yang memberi kebaikan dan membawa kita menjadi lebih baik nilainya seperti kita ibadah dan sahabat yang baik bisa nembawa kita ke Jannah, bersama sama di jalan kebaikan.." jawab Tiara.


" setinggi itukah nilainya " ucap Denis.


" ehem .." jawab Tiara.


" berarti apa yang dikatakan om Alex benar juga , dia mengatakan nilai persahabatan harusnya lebih tinggi dari pada kebodohan karena mencintai pemuda yang sama..memang benar ...dan benar juga kalau begitu cinta hanya membuat orang menjadi bodoh....hhh.." ucap Denis sambil mendengus.


Tiara bingung " om alex..siapa om Alex Den??"


" o itu , om nya Raihan "


" hahhhh kok kamu kenal dia " tanya Tiara penasaran.


" ceritanya panjang, Pertama kali ketemu dia pas aku masih gila sosialita sama sama Clara cs ...eh iya tau gak Ra ternyata mereka itu wanita gak bener, tapi kamu diam saja jangan sampai ada yang tau..." ucap Denis.


Tiara semakin bingung..


" apa dih maksut kamu den, gak ngerti deh aku..." jawab Tiara sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal.


"begini Tiara..."( Denis mulai menceritakan satu persatu, mulai dari ke cafe itu sampai dia yang sudah dijual oleh teman teman sosialitanya,dan yang memboking nya adalah om Alex, omnya Raihan yang baru datang dari Amerika..)


" Tapi gak sampai melakukan hal hal yang aneh kan dengan om alex itu" tanya Tiara penasaran.


" ihhh ya enggak lah, justru om alex itu yang baik menolongku meminjamkan jasnya untuk menutupi tubuhku yang berbaju mini waktu itu .." jawab Denis.


" tapi untuk apa dia membayar mahal hanya untuk itu dan tidak ..ihhh serem tau den.." ucap Tiara.


" ehhhh jangan membayangkan juga kali Ra, ehm...ya aku juga gak tau..mungkin dia kesepian dan hanya butuh temang ngobrol, atau entah lah gak usah dipikirkan ..udah yuk buruan , telat tau rasa, hari ini dosennya killer , galak tau Ra.." ucap Denis.


mereka pun segera bergegas untuk mencapai kampus.

__ADS_1


__ADS_2