
Dengan senyum manis yang hangat seorang gadis cantik dengan sebuah mobil berada di pinggiran jalan.
Gadis itu adalah Tiara yang menghampiri seorang ibu berjilbab panjang yang sedang berdiri menunggu taxi.
" assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
" hai, Tiara kamu di sini nak.." tanya Bu Minah.
" bu, Tiara mau berangkat ke klinik lihat ibu berdiri di sini sedang ngapain bu.." tanya Tiara.
" ini nak ibu ada undangan pengajian dari pondok pesantren Al Faish..tapi dari tadi ibu lihat gak ada taxi lewat ya.." jawab Bu Minah.
" o.. gitu ya bu..ehm bu ,alhamdulillah Tiara sudah bisa membeli mobil sendiri dari hasil Tiara menabung selama ini..ya walaupun second sih ..tapi Alhamdulillah..ibu mau Tiara antar..? " tanya Tiara.
" wah..jadi ini mobil kamu nak, Alhamdulillah ya Tiara..ya baiklah ibu mau tapi bukannya kamu harus ke klinik.. soalnya pesantren Al Faish itu lumayan jauh lo nak ada di kota .." jawab bu minah..
" ya , Tiara ambil cuti saja bu, lagi pula dalam satu bulan ini Tiara belum ambil cuti.." ucap Tiara.
", baiklah sayang kalau tidak merepotkan kamu ayo, nanti keburu terlambat, acaranya masih dua jam lagi..kita jalan nya pelan pelan saja ya .. " Jawab bu Minah dengan senyum hangatnya.
Tanpa pikir panjang Tiara dan bu minah pergi menuju lokasi, yaitu pondok pesantren Al Faish yang berada di kota.
🌺🌺🌺
Setelah hampir satu setengah jam mereka pun tiba di sebuah halaman pesantren yang luas.
Mata Tiara terbelalak dengan kemegahan bangunan tersebut. selain besar dan megah namanya juga pesantren, pasti nilai nilai keislamannya kental banget.
Tiara mengikuti bu Minah yang sedang berjalan menuju sebuah rumah besar yang berada di samping pesantren tersebut.
Rumah yang asri , tidak mewah Tapi cukup luas dan sederhana dan bersih.
Di teras yang juga luas sudah ada beberapa ibu ibu yang menunggu kami.
__ADS_1
" assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Senyum manis langsung mengembang melihat kedatangan kami.
Seorang perempuan paruh baya yang lebih berumur dari Bu Siti pun terlihat sangat senang dan langsung memeluk kami, beliau adalah bu nyai Salamah..biasa dipanggil Umi Salamah , yaitu istri dari pemilik pesantren.
" ayo , duduk dulu..bu Minah..apa kabar bu , sudah lama ya bu kita gak ketemu..." ucap Umi Salamah dengan senyum yang manis.
" iya Umi, kita sudah lama gak kumpul lagi , mungkin hampir 2 tahun sejak pandemi .." jawab bu Minah.
" makanya hari ini untuk pertama kali sejak pandemi aku ingin mengadakan pengajian kecil kecilan khusus kita para ibu ibu , nanti ada sendiri yang Akbar bersama abah , tapi masih di agendakan... mudah mudahan cepat terlaksana ya.." ucap Umi Salamah.
mereka semua bercengkrama dan saling menanyakan kabar karena sudah lama tidak bertemu.
" o iya bu Minah, gadis cantik ini siapa " tanya Umi dengan senyumnya.
" o..ini rekan saya Umi, awalnya dulu dia murid ngaji saya trus sekarang menjadi rekan saya mengajar ngaji di Diniyah Al Akbar.. selain guru ngaji dia seorang Dokter " ucap bu Minah memperkenalkannya kepada Umi Salamah.
Dengan senyum manisnya Tiara pun mencium punggung tangan Umi Salamah..
" wah..cantik sekali kamu nak, selain cantik kamu juga sopan , umur kamu berapa nak , maaf ya Umi tanya mengenai umur kamu gak apa apa kan , karena Umi juga punya seorang anak laki laki yang sampai saat ini belum juga mau menikah. ." ucap Umi sambil gelengkan kepala.
" oh iya gak apa apa Umi, umur tiara 25 tahun"
jawab Tiara.
" o jadi sama dengan putra ku..nanti kapan kapan Umi kenalkan ya , siapa tau ini jalan Alloh supaya kalian berjodoh..." ucap Umi dengan senyum manis mengembang.
" aishh...kok to the point sih Umi , kenal aja belum, lihat orang aja juga belum dah mau dijodohin aja..hhh..apa memang seperti ini ya cinta seorang santri, yang 85 persen karena perjodohan.. entahlah.." gumam Tiara dalam hati.
Mereka pun melanjutkan mengobrol..
Dan tak berapa lama acaranya pun di mulai.
Semua orang mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh ustadzah yang mengisi acara tersebut.
__ADS_1
Terdapat beberapa point penting yang dapat Tiara ambil dari beberapa ceramah tersebut..
Diantara nya mengenai cinta remaja masa kini dan perjodohan.
Mungkin memang pas banget dengan apa yang Tiara rasakan selama ini.
Walaupun sudah 2 tahun berjalan , rasa sakit yang Tiara dapatkan masih sangat terasa.
Begitulah bodohnya manusia yang mencintai makhluk ciptaanya melebihi kadarnya.
karena yang harus dicintai dengan dalam hanyalah Dia sang Kholik bukan yang lain..
Apa lagi di masa masa sekarang ini , para remaja identik dengan pacaran yang bisa merusak pikiran.
Bagaimana tidak, hati yang tadinya aman tanpa beban , Setelah pacaran ,putus apa lagi kalau gak sakit hati , beban kan...Benar juga ya gumam Tiara.
Dulu sebelum mengenal cinta hidupnya baik baik saja , kuliah , belajar..itu saja..tapi setelah mengenal cinta, sakit hati , terluka, kecewa dan entah apa saja pokoknya sakit rasanya..
Dan rasa bahagia yang dirasakan dalam hubungan cinta yang belum sah itu memang hanya semu.
Tiara mendengus perlahan dan hampir saja menitikkan air mata ketika ustadzah menyinggung masalah rencana Alloh, di mana setiap rencanaNya selalu yang terbaik bagi kita ..Meskipun kadang kita menganggap hidup ini begitu kejam, merampas apa yang kita miliki ..tapi ternyata memang Alloh punya rencana lain yang lebih baik..apa yang kita rasa baik untuk kita belum tentu baik di mata Alloh dan begitu juga sebaliknya..jadi intinya kita harus ikhlas mengikuti sekenario dari sang pemilik alam semesta ini..
Apabila kita iklhas menerima takdir Alloh jangankan nikmat dunia , Rahmat Alloh langsung akan kita dapatkan..yang pasti akan membuat kita bahagia di dunia dan akhirat.
Deg
" Memang benar, saat ini aku sudah serahkan hidupku untuk berjalan di jalanNya yang Dia kehendaki, dan satu persatu kejutan pun muncul...mulai dari aku yang mulai bisa menerima bahwa memang aku dan Rian yang tidak berjodoh.. aku bisa membahagiakan kedua orang tuaku , dan bisa ikut berpartisipasi dalam Diniyah untuk mengajarkan nilai nilai yang baik dalam Islam..dan yang paling penting.. aku bisa kembali merasakan betapa hangat dan damainya kehidupan yang aku jalani saat ini... terimakasih ya Alloh atas limpahan Rahmat dan kasihMu.."
kata Tiara di dalam hati ...
karena rasa syukurnya bisa ikut hadir di acara ini yang membawa banyak manfaat dalam hidupnya Tiara pun menulis setiap perjalanan yang dia lewati dalam sebuah artikel yang dia bagikan di akun Instagram miliknya..
Ya selain untuk mengembangkan kemampuan nya dalam menulis , Tiara berharap semoga dengan tulisannya bisa menginspirasi para remaja di luar sana untuk terus semangat menjalani kehidupan dan merasakan betapa nikmatnya berjalan di jalan yang sudah ditentukan oleh sang pemilik kehidupan.
Tanpa sadar Tiara benar benar menitikkan air mata.
***
__ADS_1
Setelah kira kira 3 jam acara tersebut selesai.. akhirnya bu Minah dan Tiara pun pamit untuk pulang.