Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 39


__ADS_3

keesokan harinya di pagi hari.


Tiara tampak segar dengan setelan panjang bernuansa cream...


karena berada di dalam rumah ,Tiara tidak mengenakan hijabnya.


Rambut diikat ke atas , leher putih jenjang yang menggoda.


Raihan hanya bisa menelan Salivanya.


Tiara mondar mandir menyiapkan sarapan di samping Raihan yang duduk di kursi sambil menikmati secangkir kopi buatan sang istri.


Tiara yang lupa akan tanda merah yang kemarin dibuat oleh Raihan sama sekali tak menyadarinya dan tetap melakukan aktifitasnya.


Raihan yang melihatnya hanya tersenyum geli..


tok tok tok ...


" biar aku saja yang buka.." ucap Raihan sambil berjalan menuju pintu.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab Raihan sambil menangkupkan kedua tangannya.


" ini , suaminya Tiara ya... kenalkan nak aku Yana bibinya Tiara dan ini anakku namanya Aisyah.


" iya bi, saya suaminya Tiara nama saya Raihan..." jawab Raihan dengan sopan.


'' hai adek manis , cantik , udah sekolah apa belum.." sapa Raihan kepada Aisyah.


" Ais udah TK kakak..." jawab Aisyah dengan menggemaskan.


" yuk, ikut kak Raihan ke dalam bantuin kak Tiara.." ajak Raihan sambil menggandeng tangan kecil Aisyah.


" siapa Rai...??" tanya Tiara.


" lihat saja sendiri.." jawab Raihan dengan senyumnya.


saat menoleh Tiara terkejut dengan kedatangan gadis kecil itu ..


" hai...sayangku .. Aisyah..udah besar ya sekarang...ibu mana, ke sini sama siapa..." tanya Tiara sambil mencubit gemas pipi mungil yang merah merona...


" Ais ke sini sama ibu, sama ayah...tapi ayah masih menemui temannya di jalan ..." jawab Aisyah dengan khas anak kecil yang masih cadel.

__ADS_1


Tiara terlihat bahagia dengan kedatangan sepupunya dan bibinya...


" Yana, kamu nanti tinggal di sini ya ...bersama suami kamu dan Aisyah..." ucap ibu sambil memegangi pundak Yana.


"Tapi, tapi kak..apa mas Anto bersedia...aku gak berani mengambil keputusan kak.." ucap Yana.


Ibu hanya tersenyum..


" ibu ibu ini kak Tiara, kak Tiara cantik ya bu..." ucap Aisyah dengan polosnya.


Yana tersenyum kemudian memeluk Tiara dengan hangat..


" bibi, apa kabar...bi..maaf ya bibi sekarang terlihat lusuh...bibi ada masalah, cerita bi, barangkali Tiara bisa membantu.." tanya Tiara..


" enggak kok Ra, hanya saja kami baru saja diusir dari kontrakan karena gak bisa bayar..pamanmu baru saja kena musibah, motornya yang biasa untuk ngojek hilang dicuri dan kami bingung mau kerja apa..., kami gak tau harus kemana, kalian satu-satunya keluarga ku.." jawab Yana sambil menyeka air matanya.


" bi...udah bibi tenang aja, bibi ,paman sama Aisyah tinggal di sini saja... temani ibu..." ucap Tiara.


Yana pun tersenyum.


" oiya kalian belum makan kan...ayo kita makan.." ajak Tiara.


mereka semua berdiri dan duduk di meja makan.


" o ..pamanmu ke rumah temannya tanya pekerjaan, barang kali ada yang butuh buruh.." jawab Yana.


Tiara hanya tersenyum.


"kak Tiara tolongin Aisyah dong, mau duduk gak bisa..." rengek Aisyah.


" sini sama kak Raihan ..." ucap Raihan sambil menggendong Aisyah.


" kak kak, tunggu kak..itu di leher kak Tiara apa ya , kak tiara digigit nyamuk ya..." tanya Aisyah yang melihat tanda merah di leher jenjang Tiara.


" uhuk..." ibu tersedak...


Tiara melotot dan langsung mengusap lehernya...


sedangkan Yana hanya tersenyum dan meminta Aisyah untuk segera duduk dan makan.


Raihan pun hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang merah merona .


" kenapa ya bu, apa di sini banyak nyamuk.. kasihan kak Tiara, kasih obat dong buk..." rengek Aisyah.

__ADS_1


" udah Ais, kak Raihan nanti yang kasih obatnya..." ucap Yana menenangkan Aisyah.


Ibu hanya tersenyum.


sedangkan Tiara yang sudah sangat kesal hanya menunduk dan menggerai rambutnya..


" bu, Tiara lupa tadi ada yang harus Tiara kerjakan.. nanti saja ya Tiara makan, kalian makan aja sendiri..." ucap tiara kemudian masuk ke kamarnya..


ibu dan Yana yang sudah paham pun hanya mengangguk sambil tersenyum sendiri.


" kak Raihan mau ke kamar juga, orang dewasa itu aneh ya bu.." tanya Aisyah.


" udah ,diam Ais,ayo makan saja..." jawab ibunya.


ibu memberi kode kepada Raihan untuk segera menyusul tiara ke kamarnya.


Raihan yang sudah paham pun segera bergegas masuk ke kamar...


ceklekkkk


Kali ini Raihan sangat berhati hati takut kena timpuk lagi.


ternyata Tiara sibuk mengusap tanda merah itu dengan sabun di kamar mandi...


" aduhhh, kok susah sih..." rengek Tiara.


" udah gak apa apa , emang kenapa sih..." ucap Raihan sambil tersenyum di samping Tiara.


" ini gara gara kamu tau..."


" kok aku , kamu yang menggodaku"


" kapan aku menggodamu"


" enggak ya, ya berarti aku yang tergoda dengan mu..lagi pula siapa sih yang gak tergoda dengan istrinya yang cantik dan **** seperti ini..." ucap Raihan sambil memeluk Tiara dan kembali mengecup leher jenjang Tiara.


dan kali ini bukan hanya satu tanda merah tapu ada 5 sekaligus... waduh Raihan Raihan..


Tiara hanya memejamkan matanya dan merasakan setiap sentuhan yang diberikan suaminya itu.


" kau sudah mulai menginginkan lebih sayang, tapi tunggu besok saja ya , di sini ada tamu , besok kita balik ke kota, kita akan habiskan hari indah itu di sana...ok..." bisik Raihan.


Tiara membuka matanya setelah Raihan keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Dia mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


__ADS_2