Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 37


__ADS_3

Tiara terus menangis sambil memeluk ibunya di depan ruang tindakan.


Beberapa suster memanggil Dokter Rian yang sedang berada di ruangannya.


Raihan duduk di sudut kursi sedangkan Tiara dan ibu duduk di sampingnya.


Tak lama kemudian Dokter Rian pun berjalan cepat ke ruang tindakan..


Srett ...


Rian menoleh ke arah Tiara.


deg deg deg....


Rian menghentikan langkahnya sejenak dan memandangi Tiara yang tertunduk lusuh dan berderai air mata,serta Raihan yang selalu setia di sampingnya.


Rian pun mencoba profesional dan melalukan tugasnya dengan baik.


Setelah ruangan di buka mereka pun berdiri dan menunggu dokter keluar dari dalam.


"Dokter Rian, bagaimana keadaan mertua saya ," tanya Raihan.


deg deg deg ( degup jantung Rian kembali tak beraturan)


kemudian Tiara bangkit dan berjalan mendekati Raihan dan menggenggam tangan suaminya itu dengan mesra.


Dokter Rian hanya bisa tersenyum getir melihat kenyataan di depan matanya, gadis yang masih sangat dicintainya sudah menikah dengan orang lain.


" kondisi bapak, baik, beliau hanya butuh banyak istirahat..." ucap Dokter Rian.


ibu pun sangat senang dan segera masuk untuk menemui suaminya itu.


sedangkan Dokter Rian tanpa menoleh langsung melangkah menuju ruangannya.. terlihat sangat terpukul dan sesekali mengusap matanya.


Tiara dan Raihan saling berpandangan..


Tiara menatap punggung dokter Rian sampai hilang dan masuk ke dalam ruangannya.


Raihan menatap Tiara dan memberi kode kepada istrinya, untuk mengejar Rian dan menyelesaikan apa yang belum selesai.


Tiara paham dengan kode yang diberikan suaminya itu.


Kemudian Tiara berjalan menuju ruangan Dokter Rian .


tok tok


" masuk " terdengar sahutan dari dalam.


ceklekkkk...


" kamu, kenapa ke sini" tanya Rian datar.


" lupakan aku Rian" ucap Tiara.


Rian menatapnya berkaca-kaca.


" seandainya bisa sudah dari dulu aku melupakan mu ...!!" jawab Rian.


" kau harus bisa, cinta kita sudah terkubur Rian, aku tidak akan pernah bisa melupakanmu tapi kau tersimpan di lubuk hatiku yang paling dalam, kau dan semua kenangan kita..." ucap Tiara.


Rian menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


" cinta sudah mempermainkanku, selamanya aku tidak akan mempercayainya lagi, cinta hanya membuat orang menjadi bodoh..." ketus Rian.


"apa maksudmu...kau menganggap cinta yang salah...tidak Rian.. cinta tidak pernah salah..tapi hatimu yang tidak bisa menerima kenyataan..kau tidak pernah berusaha , dari mana kau bisa mengatakan


tidak akan bisa.." timpal Tiara.


Rian menatap Tiara dengan tajam dan mendekat , kemudian mencengkram kedua bahunnya dengan kuat hingga Tiara merasa kesakitan.


" kau mengatakan aku tidak pernah berusaha, iya..!!?..lalu untuk apa aku jauh jauh ke Australia dan bertunangan dengan gadis yang sama sekali tidak aku cintai...katakan..! apa itu bukan usaha...?!!!" Rian berteriak dengan emosi.

__ADS_1


Raihan pun merasa tidak tenang membiarkan istrinya bicara dengan dokter itu.


Dia segera berjalan dan berdiri di depan pintu ruangan Rian hendak masuk, tapi terdengar Tiara dan Rian yang sedang berdebat .


Raihan terdiam dan hanya mematung sambil mendengarkan apa yang mereka debatkan.


" diam kau tiara...!!! cukup sudah penderitaan ku dan juga kebodohan ku selama ini..." teriak Rian dengan emosi.


" ehm...itulah yang ingin aku dengar, berhentilah menjadi orang bodoh... lihatlah kenyataan...bebaskan hati mu dari cengkeraman ingatanmu tentang kita .. bukalah hatimu untuk tunanganmu Rian...dan biarkan aku bahagia dengan suamiku.." ucap Tiara dengan berkaca kaca.


Rian hanya diam mematung


" mungkin memang sudah saatnya aku membebaskan hatiku darimu Tiara..." gumam Rian.


Rian mengembuskan nafas panjangnya..


" iya.. itu memang benar Tiara...aku akan membuka hatiku untuk dia yang tidak berdosa... sekarang pergilah, aku akan menenangkan diriku untuk bisa menerima kenyataan...pergilah .." ucap Rian sambil menunduk.


Tiara tersenyum walaupun sakit ...


" terimakasih Rian, setidaknya kita masih bisa berteman, biarkah semua menjadi kenangan ..kau akan tersimpan di sudut hatiku yang paling dalam...selamat tinggal..." ucap Tiara sambil melangkahkan kakinya menuju pintu .


Rian hanya mematung.


Raihan pun bersembuyi di balik sudut ruangan dan melihat istrinya keluar dari ruangan Rian dengan berlinang air mata.


Raihan tak bisa berbuat apa apa dia hanya memandangi saja, karena dia pun ingin bicara dengan Rian.


Setelah Tiara pergi jauh dari ruangan Rian, Raihan pun masuk ke ruangan Rian.


Di sana terlihat Rian yang masih berdiri mematung dengan kehancuran hatinya.


Raihan menyentuh pundak Rian, membuat Rian tersentak kaget dan menolehnya .


" kau " ucap Rian.


" iya Rian, terimakasih.."


" karena kau sudah membebaskan hatinya yang telah kau kurung sekian lama di dalam hatimu.." jawab Raihan dengan senyum manisnya.


" kau benar Raihan, aku sudah jahat padanya , mengurung hatinya dan masih berharap akan sesuatu yang tidak mungkin... sekarang aku sudah sadar dan mengiklaskannya...


Jaga dia Raihan, jangan biarkan setetes pun air matanya jatuh , pastikan dia selalu bahagia..aku akan mengiklaskannya..." jawab Rian dengan tertunduk dan terlihat mengusap air matanya.


Raihan menepuk pundak Rian untuk menenangkannya.


" kau sudah benar Rian, kau akan menemukan kebahagiaanmu setelah kau membebaskan hatimu...baiklah aku pergi dulu , dan aku tunggu undanganmu, aku akan datang bersama Tiara..." ucap Raihan kemudian pergi meninggalkan ruangan Rian.


Rian hanya mengangguk dan menunduk..


" kamu benar Raihan, aku akan membebaskan hatiku dan menerima takdirku.. jagalah Tiara..


semoga di kehidupan selanjutnya aku bisa menemukanmu Tiara dan menjadikanmu milikku selamanya..." gumam Rian.


tiba tiba seorang suster menemui Rian dengan panik.


" dokter dokter, pasien ngedrop.. cepat dokter...!!!" ucap suster itu dengan buru buru dan nafas yang memburu.


Rian segera menoleh dan bergegas menemui pasien tersebut..


Dokter Rian memang seorang dokter yang hebat dan profesional, mampu melakukan pekerjaan walaupun hatinya sendiri sedang tidak baik baik saja..


" apa yang terjadi..!! " tanya Rian .


Ibunya Tiara tampak histeris dan terus mendekap tubuh suaminya yang sudah tidak sadarkan diri.


Begitu juga dengan Tiara yang terus di pegangi oleh suaminya.


" pasien kejang kejang dok, suhu badanya normal, jantungnya masih berdetak tidak normal..." jawab suster itu.


" baik ...siapkan ruang operasi..." ucap Rian.

__ADS_1


keadaan pun semakin panik ..


Tiara tampak lusuh memeluk ibunya yang terlihat hancur..


" bapak kenapa Rian.." tanya Raihan.


" bapak mengalami gagal jantung Raihan, dia membutuhkan tranplantasi jantung, tapi mengingat usianya sudah banyak, itu tidaklah mungkin, kami hanya akan membantunya dengan operasi untuk meningkatkan kinerja jantungnya..." jawab Rian.


Raihan menarik nafas panjang dan mengusap mukanya dengan ke-dua telapak tangannya dengan kasar.


" sudah Raihan, kamu tenang saja, semua sudah menjadi bagian dari takdir nya , kita akan berusaha sebaik mungkin.." ucap Rian sambil mengusap bahu Raihan kemudian segera bergegas menuju ruangan operasi.


***


Semua orang menunggu di depan ruang operasi dengan hati dan pikiran yang tidak karuan..


Ibu terus saja menangis di pelukan putrinya ...


tiba tiba seorang pemuda gagah dan tampan berlari dan menghambur ke pelukan ibunya..


" bapak kenapa bu..??" tanya Rama yang baru saja pulang dan dikabari bahwa bapaknya masuk rumah sakit.


Raihan menepuk pundak Rama..


" sudah Ram,kita doakan bapak supaya operasinya berhasil.." ucap Raihan.


Rama tak menjawab dia berdiri dan menangis memeluk kakak iparnya itu..


" bapak kak, Rama belum bisa membuatnya bahagia kak.." ucap Rama sambil terisak.


" iya, kakak tau, tapi kau sudah membuatnya bangga ,m... sudah sudah...." ucap Raihan menenangkan adik iparnya itu.


Dan setelah beberapa saat lampu operasi pun mati, berarti operasi selesai..


Rian muncul dengan muka datar...


" bapak ingin mengatakan sesuatu...kalian masuklah..." ucap Rian.


Dan semua orang pun masuk..


Terlihat bapak membuka mata dengan sayu dan senyum yang terlihat begitu indah..


" ibu...jaga anak anak ya ..."


" iya pak, bapak juga harus sembuh ya kita akan menjaga anak anak bersama sama " jawab ibu dengan berderai air mata...


"Tiara, kamu harus menjadi istri yang patuh kepada suamimu... "


" iya pak, Tiara akan menjadi istri yang baik pak, Raihan akan membimbingku pak, tapi bapak juga harus membimbing kami .. hiks hiks hiks.." jawab Tiara dengan air mata yang terus membasahi.


" Raihan, jaga istrimu, bahagiakan dia dan bawa dia ,putriku satu satunya menuju surganya Alloh..jika kamu lupa dengan semua tugasmu kelak aku akan mencarimu dan menuntutmu di hadapan Alloh SWT, ingat nak..."


" iya pak, insyaallah...aku akan mengingat semua amanah dari bapak dan membimbing Tiara hingga ke jannah..." jawab Raihan sambil menggengam tangan bapak mertuanya yang sudah lemas.


"dan kamu Rama...jaga adek dan ibumu...jadilah orang yang baik dan sholeh ,jaga ibadahmu..bapak mau istirahat nak..."


" bapak.... hikcs hikcs..." Rama hanya mengangguk dan tak mampu berkata apa apa..


bapak menatap dokter Rian yang dari tadi berdiri dengan masih memakai baju operasi..


" Rian.."


Rian pun mendekat dan menggenggam tangan bapak dengan lembut.


" maaf kan bapak ya nak...bapak sudah menghancurkan hatimu dan menentang hubunganmu dengan Tiara, maaf ya nak, kamu mau kan maafin bapak..."


Rian pun menangguk " iya pak, Rian sudah maafin bapak..."


Bapak menatap keluarganya satu persatu,dan tersenyum.. kemudian tubuhnya kejang kejang sekali dan langsung lemas dengan menutup mata.


semua orang pun histeris, karena bapak telah berpulang.

__ADS_1


__ADS_2