Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 49


__ADS_3


Malam itu di kediaman Wijaya.


Felicia datang dengan murung dan balutan jaket kulit hitam model cowok.


" eh...anak papi kok murung" tanya Rian Wijaya ( papinya Felicia)


" Feli kesel sama seseorang pi..dia nyebelin banget...ihhhh...kesel banget ..." jawab Felicia manja.


Ryan duduk di depan putrinya dan tersenyum melihat tingkah lucu Felicia yang menggemaskan.


" coba deh ceritakan sama papi siapa yang bikin Putri papi yang cantik ini kesel..ehm .. kayaknya papi tahu deh pasti seorang cowok.." tanya Rian.


Felicia mengangguk.


"aduh ternyata Putri papi sudah besar, cowoknya keren nggak..." goda Rian dengan senyum khasnya.


" ihhh...papi auah..."


Felicia berdiri dan meninggalkan papinya ke kamarnya.


Rian terkekeh..


kemudian termenung sesaat... teringat 20 tahun yang lalu ketika istri tercintanya Veronica Wijaya melahirkan seorang gadis cantik yang menjadi harapan seluruh keluarga.


karena kebodohannya sendiri akhirnya anak yang diharapkan menjadi kebanggaan keluarga itu lahir tak bernyawa ..


ya Rian sendiri seorang dokter tapi dia bukanlah dokter kandungan yang tudak mengerti situasinya dalam kandungan ..


Dia terlambat membawa istrinya ke rumah sakit sehingga begitu anaknya lahir ternyata anak itu sudah tak bernyawa ...


tak ingin istrinya terpukul Rian pun bingung harus bagaimana..dan untunglah ada seorang keluarga yang baik yang mau menolongnya memberikan Putri tercintanya kepadanya menggantikan putrinya yang telah tiada dan itu dia lakukan semata-mata demi istrinya tercinta karena dia tidak mau istrinya terluka mendengar kematian putrinya..


gadis itu dia rawat dengan sepenuh hati dia sayangi seperti putri kandungnya sendiri dan kini dia sudah tumbuh dewasa


20 tahun sudah berlalu ...


tiba-tiba dari belakang munculnya Veronica dia duduk di samping suaminya memandangi wajah suaminya kemudian memeluknya dengan hangat.

__ADS_1


" sayang kamu belum tidur " tanya Veronica kepada suaminya..yang membuyarkan semua lamunannya akan kejadian 20 tahun yang lalu.


Rian tak menjawab Dia hanya tersenyum.


"baiklah aku akan menemanimu di sini" ucap Veronika.


" sayang aku akan mengatakan sesuatu tapi kamu harus janji tidak akan marah dan tidak akan membenciku aku melakukan itu demi kamu sayang aku tak ingin kamu terluka aku tak ingin kamu sakit dan menderita " ucap Rian sambil mencium kening isterinya.


" apa itu"


" 20 tahun yang lalu anak yang kamu lahirkan telah tiada sayang" ucap Rian dengan mata berkaca-kaca.


" maksud kamu ...aku nggak ngerti Sayang.. terus Felicia itu.." tanya Veronica yang mulai mengalir air matanya.


"iya sayang Felicia adalah Putri dari paman dan bibi yang berada di dekat villa ..kamu ingatkan dua orang baik yang selalu membantu kita dengan tulus ... walaupun mereka keluarga miskin tapi tidak pernah menganggap kita orang lain dan dengan tulus membantu kita ...mereka sungguh orang-orang yang baik mereka mampu memberikan Putri mereka untuk kebahagiaan kita dan sepeser pun mereka tak mau menerima uang dari kita.. sayang sungguh aku takkan pernah melupakan mereka..." ucap Rian sambil memeluk istrinya yang sudah menangis tersedu-sedu.


" kenapa baru sekarang kau ceritakan sayang.. hikcs hikcs.." tangisan Veronica pun pecah.


" maafkan aku sayang maafkan aku ,aku sungguh bodoh tak mengatakan itu dari dulu aku kira kau akan membenciku dan takkan pernah memaafkan aku..." jawab Rian.


Veronica mengusap air mata yang berderai di pipinya kemudian menatap suaminya dengan lekat..


Rian memeluk hangat istrinya..


" iya sayang Felicia adalah Putri kita selamanya dia adalah Putri kita " ucap Rian.


mereka pun terharu dan saling menguatkan..


🌺🌺🌺


Di dalam kamar, Felicia tetap memandangi jaket yang baru saja dia kenakan.


digantungnya jaket itu bersebelahan dengan jaket yang satunya lagi.


Rupanya dia baru sadar ada dua jaket di kamarnya dan dua-duanya adalah milik pemuda itu pemuda yang sebenarnya sangat dia kagumi tapi gengsi.


" bagus juga ternyata jaketnya kelihatannya itu jaket mahal..ehm... terus kalau setiap hari jaketnya dikasihkan ke gue habis dong jaketnya..ish... ngomong apa sih gue.. ngapain juga gue pikirin dia bodo amat.." gumam Felicia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


selesai mandi Felicia mengenakan baju tidurnya dia keluar dari kamar dengan segar dilihatnya papi dan maminya sudah tertidur di ruang tengah.

__ADS_1


" ish... papi sama mami nih bukannya tidur di kamar malah tidur di sini aduh dasar udah tua aja masih aja bucin.." gumam Felicia yang menyaksikan papi dan maminya yang tidur dengan saling berpelukan.


tak sengaja dia melihat pantulan dirinya di cermin , dia lihat dirinya lalu membandingkan dengan wajah papi dan maminya serta adik laki-lakinya yang berada di foto.


" kok gue sama mami papi nggak mirip ya, sama adik juga nggak mirip terus gue mirip siapa dong..ish....tapi iya ya... paling juga mirip kakek atau nenek...auah.. bodo amat ngantuk gue.. gue harus ngumpulin tenaga buat besok berantem sama tu cowok lihat aja akan gue beri pelajaran dia.." gumamnya sambil berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


malam semakin larut tapi Felicia masih belum bisa memejamkan matanya .


walaupun dipejamkannya pun masih belum bisa terlelap.


" kenapa sih gue ..kenapa hatiku terasa nggak tenang gue kepikiran hidup gue ..gue merasa ada seseorang yang merindukan gue di sana.. Entahlah.." ucap Felicia.


kemudian Dia tersentak teringat sesuatu.


" oh iya jam segini Bryan masih terjaga di sana masih belum terlalu malam gue telepon dia ah.." ucapnya kemudian berjalan mencari ponselnya.


( hallo kak, tumben jam segini telp..di Indonesia pasti sudah larut malam , kakak gak bisa tidur...)


" iya nih Bray Kakak nggak bisa tidur.. Kakak kangen sama kamu ..kapan kamu balik ke Indonesia.."


( ih...kakak lebay...pasti ada masalah, cerita dong kak, barangkali Bryan bisa bantu...)


kemudian Felicia menceritakan semuanya semua yang dialaminya hari ini saat-saat pertemuan dengan Fahri pertengkarannya kekesalannya dan semuanya dia ceritakan sama Bryan, adik satu-satunya adik yang sangat dia sayangi.


( Kak ...Kakak tahu nggak kakak itu sedang jatuh cinta ..yang namanys kak fahri pasti orangnya tampan dia pasti keren, mampu membuat Kakak nggak bisa tidur .. Bryan ingin cepat-cepat balik ke Indonesia dan bertemu dengan pak Fahri..)


" ish .. kamu nih bray bisa aja ..yang gak lah mana mungkin Kakak jatuh cinta sama dia, Dia itu orang yang nyebelin sungguh, kakak benci banget sama dia.."


(Antara benci Dan cinta itu bedanya tipis


akui abanget ... udah akui aja..)


" ish.. ternyata ngomong sama kamu ,sama saja sama papi dan mami mereka selalu godain kakak..sebel deh..."


( hahahaha.... Kakak jadi ngambekan sih..udah kakak tidur aja sekarang ngumpulin tenaga buat besok ketemu sama Kak Fahri pasti Kakak akan dibuat lebih kesel lagi.. karena dengan begitu Kakak akan semakin jatuh cinta sama dia dan aku yakin Kak Fahri juga sebenarnya cinta sama Kakak jangan gengsi kok nggak... bye)


sambungan pun terputus..


" ish.. ternyata si Bryan sama aja..." gumamnya ...

__ADS_1


tak lama kemudian tanpa sadar Felicia pun terlelap di ranjangnya.


__ADS_2