Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 19


__ADS_3

cringgg 🎶


ponsel Rian berdering.


" hallo, Al..ada apa ?"


[ hallo Rian, gawat ... Sonia ngedrop , dia sudah tak sadarkan diri ...]


" apa ...ok ok jangan panik , kamu sudah memeriksanya berapa tekanan jantungnya...ok.. Aldi, sekarang siapkan ruangan operasi aku segera ke sana langsung ke ruang operasi..oke "


[ baik Rian]


Tiara menoleh dan mengangkat kepalanya dari pundak kekasih hatinya.


" ada masalah " tanya Tiara.


" Sonia ngedrop dan harus segera dioperasi , aku butuh dokter pendamping.." ucap Rian menatap Tiara dengan berharap dia mau mendampinginya.


Tiara hanya terdiam mematung.


Rian melepaskan perlahan genggaman tangannya dan pergi berlari ke ruang operasi .


Tiara hanya terdiam menatap kepergian Rian yang terlihat panik .


***


Di ruangan operasi.


Anita Tampak menangis tersedu-sedu melihat anaknya lemas tak berdaya di ruangan operasi.


Dokter Rian dengan baju operasi beserta suster dan beberapa Dokter yang lain masuk ke dalam ruangan.


Rian sangat trenyuh melihat Sonia yang sudah tak berdaya.


Dan tiba tiba Tiara muncul dengan baju operasi untuk membantu dan mendampingi dokter Rian menjalankan tugasnya.


Dokter Rian dan yang lainnya pun tampak tersenyum senang.


Dan operasi pun dimulai ..


Dokter Aldi menemani Anita di luar ruangan operasi.


sesekali Anita mengusap air matanya, Aldi pun sesekali mencuri pandang ke Anita.


" nih cewek kalau diperhatikan cantik juga.. cuma butuh sedikit polesan dan outfit yang mendukung, wah bisa mengalahkan artis korea..walaupun janda tapi pesonanya tidaklah kalah dari gadis perawan..ihhh ngomong apaan sih ngaco.." guman Aldi.


Anita terus menangis..


" Anita sudah dong , Sonia tidak apa apa, aku sendiri tau bahwa Rian dokter yang hebat dia pasti bisa menyelamatkan sonia, kita bantu saja mereka dengan doa ya..." ucap Aldi yang membuat Anita sedikit tenang.


Operasi pun selesai...

__ADS_1


Dokter Rian dan dokter Tiara muncul dari ruang operasi dengan senyum yang mengembang , itu menandakan operasi berhasil.


" Dokter Rian bagaimana anak saya dok.." tanya Anita sambil memegangi tangan Rian.


Rian terdiam dan hanya memandangi Tiara yang masih diliputi rasa cemburu.


" syukurlah Anita, operasi berjalan lancar, Sonia sudah melewati masa kritis ,tapi tunggu beberapa jam baru dia sadar.." ucap Rian.


"terimakasih dokter" Ucap Anita sambil memeluk dokter Rian secara tiba tiba .


Tentu saja Tiara kaget dan geram melihatnya, Aldi pun melongo, begitu juga Rian yang tak membalas pelukan nya.


Tiara membuka baju operasi dan melemparkannya sembarangan kemudian berlari ke arah lobi.


Rian pun manik..


" maaf ya Anita" ucap Rian sambil membuka dekapannya Anita.


" Tiara, Tiara tunggu..! "


" teriak Rian.. aduhhh dah capek capek aku bujuk dia, eh malah marah lagi... tuhan... salah apasih aku..ngadepin cewek susah amat seperti itu..." gumam Rian.


Tiara masuk ke ruangannya dan menangis sesenggukan ..


"sayang , bukan"


" stop , diam jangan bicara, aku hanya ingin menangis , aku hanya ingin menangis aja.." ucap Tiara kepada Rian .


Tiara menangis dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Rian semakin gemas ,dia hanya diam dan duduk di atas meja tepat di depan Tiara.


Rian meraih kepala Tiara dan mendekapnya mesra.


" hei...kamu ternyata memiliki hati yang sangat sensitif ya, aku tak menyangka begitu mudahnya kamu cemburu dan sakit hati...


Tiara, sudah dong..mulai saat ini kamu harus lapangkan hatimu, aku menganggap Anita tak lebih dari adikku sendiri, tak ada sedikitpun perasaan spesial di hatiku untknya..aku hanya kasihan sama dia..mendengar ceritanya aku gak tega ...aku berusaha yang terbaik memberikan pelayanan di rumah sakit untuknya...anaknya yang sakit membutuhkan biaya yang sangat besar..


ehm...masih marah ...masih ingin menangis lagi ..." ucap Rian kemudian melepaskan dekapannya dan mengelus kepala Tiara...


ceklekkkk


lagi lagi Denis masuk tanpa mengetuk pintu .


Denis pun terbelalak melihat Rian dan Tiara yang duduk berhadapan.


" Tiara, ...kamu di sini , bukannya kamu hari ini libur ya... kamu menangis ya, ada apa cerita sama aku... aduhhh..kok bisa sih... Dokter Rian ya penyebabnya..." tanya Denis sambil menoleh ke arah dokter Rian sinis.


Rian berdiri dan menimpuk pundak Denis


" biasa aja kali , gak usah melotot..ayo sana pergi , lagian ngapain kamu ke sini, gak ketuk pintu lagi..."

__ADS_1


" aduhhh..sakit tau...aku ke sini mau mencari laporan yang kemarin , ya siapa yang tau kalian ada di sini.." jawab Denis tak mau kalah.


Tiara yang sudah mulai tenang , mengusap air matanya dan tersenyum...


" udah Den, ini laporannya..jangan berisik tau.." ucap Tiara sambil menyerahkan beberapa berkas dari meja kerjanya.


Rian duduk di kursi sambil memainkan bolpoinnya.


Tiara duduk di kursi yang berada di belakang meja kerjanya.


" ngomong ngomong kamu gak lapar... bukannya nangis juga butuh tenaga ya.."tanya Rian.


" ish...aku gak lapar.." jawab Tiara ketus.


" kamu gak kerja atau mau di sini terus.." tanya Tiara.


" hari ini aku minta Aldi yang menghendel semuanya, aku mau nemenin kamu seharian..lagi pula dokter jantung yang berpengalaman hari ini datang dari Amerika, dia adalah pamanku namanya Dokter Beny..dia akan menjadi Dokter jantungnya Sonia, jadi kamu gak perlu cemburu lagi sama Anita.." jawab Rian.


" terserah kamu, ini juga rumah sakit mu.." ucap Tiara sambil mendengus panjang.


Rian pun bangkit ,dia menanggalkan jas putihnya kemudian menggandeng Tiara untuk mengajaknya keluar..


" hari ini aku akan membawamu ke suatu tempat.." ucap Rian sambil terus berjalan menggenggam yang Tiara.


" ke mana "


" kita nonton yuk, untuk merelex kan pikiran dan ketegangan kita hari ini..film apa kesukaan mu, drakor ok kita lihat drakor yang romantis .."ucap Rian.


" enggak , jangan yang romantis tapi yang lucu , film komedi aja...film romantis hanya membuat sedih dan menghayal yang enggak enggak, lagi pula pasti ada adegan yang tidak pantas..enggak enggak...yang komedi aja.." jawab Tiara dengan senyum hangatnya.


"baik lah terserah..cewek memang tak pernah salah, cewek selalu benar..hhhh...apa pun asal gak ngambek lagi...serem tau kalau lagi ngambek lebih serem suster ngesot.." gumam Rian.


" ehm.. kamu ngomong sesuatu " tanya Tiara.


" enggak "


" o iya kita jalan saja ya, gedung filmnya gak jauh dari dini, di seberang jalan ini .."


" ya oke.."


mereka pun dengan bahagia melangkah ke luar gerbang rumah sakit ,sambil bercanda menuju gedung tinggi di depan , di sebrang jalan.


setelah sampai tak menunggu lama mereka masuk ke gedung dan membeli dua buah tiket film drama komedi..


Rian membeli dua cup minuman dan sekotak pop corn untuk menemaniya nonton film drakor romantis komedi.


mereka segera duduk dan menikmati film komedi yang mereka tonton.


Di sepanjang film mereka tiada hentinya tertawa..


" Rian menatap Tiara yang terlihat bahagia.."

__ADS_1


Tiara yang tidak menyadari di pandangi oleh kekasihnya pun tetap tertawa dan menikmati filmnya.


__ADS_2