
Pagi itu tampak seorang gadis cantik berada di taman.
" hai Felicia selamat pagi" ucap seseorang yang membuat Felicia tersentak .
" eh kamu Fahri "
" lagi ngapain kamu di sini Fel"
" ah enggak cari udara segar doang, kamu sendiri ngapain di sini"
" lagi lihatin kamu"
" ihhh apaan sih"
" hari ini kamu sungguh cantik Fel, mau nggak kamu jadi pacarku "
" ehm .. iya aku mau"
" oke .. kok kamu bengong sih" tanya Fahri.
"iya aku lagi lihatin kamu ternyata kamu tampan juga."
" masa baru tahu kalau aku tampan, kenapa nyesel ya baru sekarang jadi pacarku " goda Fahri.
Felicia tampak nunduk dan malu-malu.
Fahri menatap Felicia begitu dalam mendekatkan wajahnya..
membelai lembut rambutnya dan mengecup mesra bibir merah yang manis milik Felicia..
Kecupan itu begitu dalam hingga kedua insan terlena...
Bahkan Fahri sempat membuka bajunya dan terlihatlah perut kotak kotak atletis yang membuat kaum hawa terbuai..
Bruaks .." aduhhhh... kepalaku..."
Felicia bangun dan memegangi kepalanya yang kejedot meja ...
" hahhh ..di mana Fahri..hhh..cuma mimpi ternyata..." gumam Felicia.
Dengan rambut acak acakan dan muka berantakan..dia mencoba mengumpulkan semua kesadarannya .
Felicia mencoba membuka lebar matanya dan meraih jam yang berada di mejanya.. saat melihat jam menunjukkan pukul 07.00 betapa paniknya dia dan langsung bergegas ke kamar mandi.
__ADS_1
selesai bersiap-siap Felicia langsung bergegas untuk berangkat ke kampusnya.
di meja makan papi dan maminya sudah menunggunya, tapi gadis itu tidak mau sarapan karena sudah terlambat.
" Sayang sarapan dulu dong " ucap Veronica.
" nggak usah mi sarapan di kantin saja ini Feli sudah sangat terlambat.." jawab Feli sambil berjalan cepat menuju mobilnya.
" hhh .. sayang jusnya kamu minum.."
"aduh mi nggak sempat ini Sudah terlambat nih .." bantah Feli.
Veronika berdiri mengambil segelas jus dan selembar roti dia berjalan menuju ke arah Feli..
" sayang pagi-pagi Jangan biarkan perutmu kosong ..ini mami ambilkan habiskan gi.." ucap Veronica sambil menyodorkan segelas jus dan selembar roti kepada Putri tercintanya.
Felicia pun tersenyum dan segera menghabiskan jus dan roti yang dikasih oleh maminya.
" mi Feli sudah terlambat.. Feli berangkat dulu ya ..Feli Sayang mami ...I love you mami... bye" kemudian Feli segera mengemudikan mobilnya menuju kampus..
Veronica tersenyum bahagia.
🍁🍁🍁
Di kampus.
Setelah kuliah selesai, seperti biasa Felly dan kedua temannya pun bergegas menuju kantin.
Tanpa diduga Felicia yang saat itu sedang duduk menikmati kue pesanannya.. tiba-tiba tersedak karena melihat seseorang..
uhuk uhuk...
"lo kenapa Fel" tanya Rena penasaran.
" udah lu minum dulu nih kenapa sih Fel ..lu lihat apa sih..." Vera penasaran dengan apa yang dilihat dia pun membalikkan badan dan betapa kagetnya ternyata di belakangnya ada Fahri ...yang begitu tampan... dengan tatapannya yang tajam mematikan..
" aduh tampannya.." gumam Vera.
Fahri semakin dekat, tapi Feli semakin gelisah dia gelisah kemudian berdiri dan berlari ke belakang..
" Fel Fel lu kenapa sih " tanya Rena.
"iya aneh banget tuh anak" ucap Vera.
Fahri hanya tersenyum mengikuti Felicia yang berlari.
__ADS_1
Felicia berhenti di sudut taman sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
" huhhh... gila , kenapa sih semalam gue pakai mimpiin dia , berciuman lagi dan ihhh... hahhh.. semalam dia pakai baju yang sama, jangan-jangan mimpi itu akan menjadi kenyataan oh tidak tidak mungkin..." ucapnya sendiri.
" udah ngomong sendirian ...nya..." tanya Fahri yang membuat Felicia tersentak kaget.
" ihhh... ngagetin gue tahu..hhh... mau apa lo ikutin gue, heran gue seneng banget ikutin gue.. mau minta tanda tangan gue.." ketus Felicia.
Fahri tak menjawab Dia hanya tersenyum.
"iya tanda tangannya ntar aja.. sekarang kuliah dulu yang bener.." ucap Fahri dengan senyum smricknya.
"dasar gila .. eh lu ngapain deketin gue.. " ucap Feli sambil mundur sedikit demi sedikit.
Fahri tersenyum " heran gue ke mana sih baju lo pakai baju selalu kurang bahan awas ntar jaket gue habis semua buat nutupin tubuh lo yang suka pamerin dada kecil lo, kalau **** mending..ini...hahhhh...udah besok besok pakai bajunya yang ketutup biar jaket gue gak habis sama lo .." ucap Fahri sambil memasangkan jaketnya ke tubuh Felicia.
" enggak, ogah gua..." ketus Felicia sambil melepas kembali jaket Fahri.
Fahri pun melotot..
" hei nona, lo mau telanjang, kalau di depan gue sih gak apa apa ,tapi gue gak rela ya mereka semua lihat tubuh lo..tu lihat bajumu lepas talinya... makanya besok besok kalau beli baju yang bener..." gertak Fahri.
Felicia pun melotot dengan muka merah padam, karena emosinya...
Dan ternyata benar tali tangtopnya lepas sebelah...mana putus lagi " hahhh...sial bener sih gue..mana talinya putus lagi pasti gara gara tadi gue lari nyangkut hendel pintu...ihhh... malunya..." dengan wajah yang merah merona, Felicia segera menyambar jaket Fahri yang tadinya dia lempar ke mukanya... kemudian tanpa aba aba Felicia oun berlari sambil membenarkan jaket yang dia pakai.
" ngomong-ngomong soal jaket udah gue ikhlasin .
jaket gue buat lo.. simpan aja baik-baik gue yakin tiap kali lu pandangi jaket gue lu gak bisa tidur " teriak Fahri sambil tersenyum.
Felicia hanya menoleh dan terus berjalan menuju kelasnya.
"Tapi bener sih semalam dia lihatin jaket itu sampai tengah malam dia tidak bisa tidur eh malah mimpi yang aneh-aneh mesum lagi dengan dia ....enggak enggak ...dasar pemuda brengsek " gumamnya.
Felicia mendengus kesal.
"awas lo ya...ihhh ...kesel kesel..." umpat nya dari kejauhan yang hanya membuat Fahri tertawa .
Felicia pun berlari menuju kelasnya..
Fahri terus menatapnya ...entah apa yang dirasakannya, tapi tatapan mata tidak bisa berbohong.. sepertinya Fahri menyimpan perasaan yang begitu dalam kepada Felicia.
Dilihat dari perlakuan ya yang selalu menjaga
walaupun tidak terang terangan, tapi Fahri selalu ada ketika Felicia dalam masalah.
Biarkanlah waktu yang menjawab, dan alam menjadi saksinya..
__ADS_1
yang pasti sampai saat ini Felicia sama Fahri selalu berantem dimana pun mereka bertemu...