Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 48


__ADS_3

Sore di sebuah cafe.


Seperti biasa ketiga gadis remaja itu ( Felicia, Vera dan Rena) lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bersantai dan bercengkerama di cafe favorit nya.


Sungguh tak pernah disangka , apa memang kebetulan atau jodoh ya mereka ini..yang ternyata Fahri dan teman temannya juga ada di Sana.


Fahri masih belum menyadari keberadaan Felicia dan teman temannya.


" Fahri lo besok ada acara gak..." tanya Feri.


" kenapa emang " jawab Fahri datar.


" ya , kita mau jalan ke puncak..lo ikut gak.. sekali kali lah Fahri..kita hanya bersantai doang, gak ada cewek, gak ada miras... Lo kan tau kita dari dulu gak suka miras dan main wanita.." ucap Calvin.


" trus kita ngapain di sana...??? " tanya Fahri datar.


" ya...kita ...kita nyantai nyantai biar gak stress....." jawab Feri.


Fahri menatap kedua sahabatnya itu sambil tersenyum...


" kalian berdua daripada menghabiskan waktu gak jelas..mending ke tempat gue, pesantren ada pengajian, bisa nambah ilmu , dan iman..." ucap Fahri.


kedua sahabatnya hanya menggaruk nggaruk kepalanya sambil sodok sodokan pakai siku.


Fahri hanya tersenyum..


Dan tanpa sengaja saat menoleh Fahri melihat Felicia bersama sahabatnya Tengah duduk dan bercanda di kursi depan.


deg deg ( jantung Fahri mulai berdetak kencang)


" duh ngapain ya setiap kali aku melihatnya jantungku selalu berdetak kencang, oh...tidak tidak , tak mungkin aku tertarik padanya dia hanyalah gadis manja yang tak tahu sopan santun dan tak punya norma..hhh.. tapi mengapa setiap kali aku keluar selalu bertemu dengannya..." gumam Fahri sambil terus menatap ke arah gadis itu.


Felicia yang tak menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasinya dari tadi, tetap asyik bercanda bersama kedua sahabatnya.


Fahri tidak bisa melepaskan pandangannya dari gadis itu.


Dan pada akhirnya Felicia menyadari ada Fahri di belakangnya.


Untuk sesaat mereka saling bertatapan dalam dan begitu dalam seakan mencari tahu apa yang terjadi di antara mereka..


Mata mereka tidak bisa berbohong ada rasa ketertarikan di antara keduanya tapi sama-sama enggan mengungkapkannya dan gengsi.


" hhh... Fel lo lihat apa sih..." tanya Rena sambil melihat apa yang dilihat Felicia.


Rena pun mengangguk dan mengerti apa yang terjadi di antara mereka.


" Fel, apa yang lu pikirkan, lu mau bales dendam atau lo mau ungkapkan rasa suka lo sama dia..." tanya Rena .


Felicia tersentak dari lamunan..


" hhh... suka ... mana mungkin lah gua suka sama dia, yang ada aku tuh benci sama dia gue ingin bales semua yang dia lakukan ke gua dia selalu membuat gua malu di depan semua orang..." jawab Felicia.


" oke oke terus apa yang akan lo lakuin" tanya Vera.


" ehm... kalian lihat saja" ucap Felicia sambil beranjak berdiri dan berjalan mendekati ke arah Fahri.


"Fel , lu yakin takutnya elu yang akan dibuat malu lagi sama dia.." ucap Rena.


Tapi Felicia tidak peduli dia tetap melangkah mendekati ke arah Fahri..


Fahri hanya tersenyum.


Dia memang satu tingkat di atas gadis-gadis itu jadi dia tahu apa yang akan dilakukan.


" hhh... gadis itu lagi ...pasti akan buat masalah" gumam Calvin.


" iya Fahri , gue heran kenapa tiap kali kita keluar selalu ketemu sama mereka, apa mereka selalu ada di mana-mana ..


heran gua" ucap Ferry.


Fahri tak bergeming dan hanya tersenyum.


" udah kalian tenang aja " jawab Fahri tetap dengan senyum tipisnya.


Dan Felicia dengan senyum manisnya mengambil kursi dan duduk tepat di depan Fahri..


" hai Fahri, dah lama di sini..." tanya Felicia manja..

__ADS_1


Fahri tak menjawab, dia hanya tersenyum dengan senyum miringnya.


Felicia tersenyum licik..


" Fer, yuk ikut gue ke depan" ajak Calvin sambil menyeret tangan Ferry.


sekarang tinggal mereka berdua saling berhadapan..


Felicia menyeret kursinya sehingga dekat dengan Fahri..


Fahri tak bergeming, jantungnya seakan mau loncat...tapi dia sangat pandai menyembunyikan perasaannya.


begitu juga Felicia, entah sejak kapan dia selalu bergetar saat di samping Fahri.


Tapi niat Felicia untuk membalas Fahri lebih besar ...


" aduhhh bajuku basah" ucap Felicia sambil melepas blezernya , karena air minum yang dia pegang memang sengaja dia tumpahkan..



Fahri hanya tersenyum...dia sudah tau bagaimana liciknya gadis ini.


" au au...jangan Fahri au.." teriak Felicia seoalah olah Fahri melakukan sesuatu



semua orang menatap ke arah Felicia dan Fahri.


Fahri melotot..." sialan nih cewek .." gumam Fahri .


Felicia mencoba lebih mendekat , tangan nya mencoba menyentuh dada kokok Fahri.


Fahri menatap tajam..dia dekatkan wajahnya..


" kamu mau lebih , lebih baik jangan di sini , kau hanya mempermalukan dirimu sendiri, cobalah lebih menghargai dirimu nona ..atau kau memang suka mengobral tubuhmu untuk kesenangan sesaat.." bisik Fahri dengan senyum liciknya..


Felicia geram dan mendorong tubuh Fahri...


semua mata menatap ke arah mereka..


" hei, kalian berdua kalau mau berbuat mesum jangan di sini, dasar anak muda..." ucap seorang ibu ibu yang muak dengan kegaduhan mereka.


" maaf kan kami bu, ini masalah rumah tangga kami, dia istri saya , tadi bajunya gak sengaja ketumpahan minuman... sekali lagi saya minta maaf sebesar-besarnya ya Bu..


Fahri melepaskan jaketnya dan memakai kannya ke tubuh Felicia kemudian memintanya berdiri dan keluar dari cafe ini..


" ayo sayang kita pulang..." pinta Fahri dengan senyum licik dan kode mata agar Felicia menurut.


Felicia pun terpaksa menurutinya atau dia bakal diseret dan dilempar ke jalan oleh ibu ibu tadi yang merupakan pemilik cafe karena dianggap wanita ******..


Felicia berjalan ke arah pintu keluar dan diikuti Fahri di belakangnya.


Vera dan Rena melongo tak percaya...


" gila.. benar benar gila si Felic" gumam Rena.


" ayo Ren, kita susul Felic..." ajak Vera.


Rena tak bergeming malah menyeruput jus jambu pesanannya.


" udah ver, lu tenang aja.. dia udah gede udah tahu harus bagaimana.. lagi pula dia sudah melakukan kebodohan jadi biarkanlah dia menyelesaikan sendiri.. kita nggak usah ikut campur ..lo habisin saja minuman lo.." ucap Rena.


" baiklah terserah" jawab Vera.


Di luar cafe ***


" ish... lu gila Fahri.. bisa-bisanya bilang ke semua orang gue istri lo.." ketus Felicia.


Fahri hanya tersenyum.


" dasar bodoh di mana sih otak lo.. kalau gue nggak bilang lu istri gue ..lo akan dihina sama mereka dikiranya elu wanita ****** ...atau lo memang ..." belum selesai Fahri bicara ..


plaks....


Satu tamparan mendarat dengan sempurna di pipi kiri Fahri.


" heh... jaga ya mulut lo.. sekali lagi lo bilang gue wanita murahan gue gak akan biarkan lo hidup tenang..." gertak Felicia sambil melotot tajam.

__ADS_1


Fahri tersenyum dan berkacak pinggang sambil menegangi pipinya yang merah karena tamparan dari Felicia.


" o...jadi lu marah..hanya orang bodoh yang tak menganggapmu wanita ******, memang sepertinya lu butuh kaca besar buat lu bercermin, seperti apakah penampilan lo...nona Felicia Rian Wijaya.. tidakkah kau sadar ada nama besar yang harus kau jaga..." ucap Fahri membuat Felicia terdiam.


" ehm..ok ok..lu emang sepertinya butuh kasih sayang...lu butuh seseorang yang menghangatkan lu di ranjang...ayo ikut gue , gue akan buktikan ..."


deg deg


Felicia terkejut dan menatap Fahri tajam..


" buktikan apa...!!?" tanya Felicia.


" hhh..jangan pura pura amnesia, lo dan teman teman lo mau buktikan gue cowok normal atau tidak...ayo... sekarang ikut gue kita cek in di hotel seberang.." ajak Fahri.


" serius lo.." tanya Felicia.


"apa gue kelihatan bercanda...!!!" gertak Fahri.


Felicia pun bingung harus bagaimana..


Dengan deg degan dia mencoba mencari alasan...


" sial , kena jebak lagi gue.." gumam Felicia.


" kenapa lo diam , takut ....hhh..." goda Fahri.


Felicia mundur perlahan dan berlari masuk lagi ke dalam cafe kemudian menyeret kedua temannya untuk diajak pulang segera..


" eh ... Fel Fel..lu kenapa sih..." tanya Rena dan Vera sambil berlari.


Felicia tak menjawab dia tetap menyeret kedua sahabatnya itu untuk keluar secepatnya dari cafe itu.


Fahri terkekeh melihat kelakuan lucu Felicia..


Ferry dan Calvin pun bertepuk tangan dari belakang..


plok plok


" hebat Lo Fahri, emang beneran lo mau cekin sama Feli ..." tanya Calvin.


" gila lo ya enggaklah , ih amit amit ...gue ini pemuda baik baik , gue cuma mau memberinya pelajaran..masa dia bilang di belakang gue katanya gue cowok gak normal..gila kan .." jawab Fahri yang membuat kedua temannya tertawa lepas.


" eh..apa yang kalian tertawakan..sial lo semua..." gumam Fahri.


"ternyata sahabat kita ini cowok normal kayak kita vin, dulu gue kira dia itu cowok abal abal yang gak suka cewek, Masa ada cewek cantik gak mau lihat, padahal kan melihat sesuatu yang indah itu suatu kenikmatan..iya gak vin..hahaaaaa" goda Ferry sambil tertawa lepas.


" awas ya Kalian..."


plak plak


Fahri menimpuk pundak Ferry dan Calvin.


" aduhhh... sakit tau Fahri..." ucap keduanya.


" serius Fahri, gua suka gaya lo memberinya pelajaran...dengan begitu dia tidak akan berani lagi macam macam sama lo, apa lagi menggoda lo kayak tadi..." ucap Calvin.


Fahri mengangguk dan tersenyum tipis.


" tapi, sadar gak sih...kalau sebenarnya Felicia itu sebenarnya takut ditiduri berarti dia itu sebenarnya juga cewek baik baik ...kalau dia cewek gak bener dan mau lo ajak cekin nah lo sendiri yang akan kebingungan.." ucap Ferry.


" udah jangan bahas lagi, sekarang dah mau magrib, lo berdua ikut gue ke pesantren ada pengajian , biar ilang otak kotor kalian..." ucap Fahri.


Dan tiba tiba seseorang menabrak mereka..


" Fahri lo ada di sini "


" Aditya, lo.."


" ehm... bukanya kalian ini saudara ya..." tanya Calvin.


" iya vin, Aditya anaknya paman gue, paman alex dan tante Denis.


" o iya Dit, lo mau ke mana ..." tanya Fahri.


" gue sebenernya mau ke tempat lo, tapi gue lupa alamatnya, ikuti goglemap wah dari tadi muter muter gak nyampai nyampai..maklum dah lama gue gak ke pesantren guys" dengus Aditya.


Fahri tersenyum dan mengajaknya balik sekarang.

__ADS_1


kedua sahabatnya pun ikut, jadi mereka pulang ke pesantren berempat.


__ADS_2