Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 44


__ADS_3

Hari berganti waktu berlalu.


Sudah 20 tahun Tiara dan Raihan menghabiskan waktu bersama.


Umi dan Abah sudah berpulang ke pangkuan sang pemilik semesta....Alloh SWT.


Anak anak mereka pun kini sudah beranjak remaja..



Fahri Akbar Al Faish.



Husna Putri Al Faish.



Aditya Alexander Atmaja.( putra Alex dan Denis)


Mereka tumbuh menjadi pemuda dan pemudi yang baik dan berakhlak.


🌹🌹🌹


Pagi itu di rumah Al Faish.


" Sayang, kamu gak ke pesantren hari ini" tanya Tiara kepada suaminya.


Raihan yang terlihat lemas hanya menggeleng.


" kamu sakit, sini aku lihat..." tanya Tiara sambil menempelkan tangannya di dahi Raihan.


" iya kamu demam, kamu istirahat aja di kamar..." ucap Tiara.


" aku hanya kecapekan kok sayang , lagi pula kalaupun istirahat di kamar pasti sendirian, aku mau kamu nemanin aku ..." jawab Raihan manja..sambil memeluk istrinya dari belakang.


" ish...malu ah dilihat anak anak " gumam Tiara.


" makanya kita ke kamar aja " bisik Raihan.


Tiba tiba Fahri yang baru saja joging pulang dengan peluh keringat dan ngos ngosan...


" abah sama umi nih , ngapain sih mesra mesraan di sini, kalau dilihat husna gimana, masih di bawah umur belum saatnya lihat yang begituan ...!!!!" ucap Fahri ketus sambil mengambil botol air minumnya..

__ADS_1


" lihat apaan sih kak ...." teriak Husna dari belakang ( ruang tengah) yang sedang menikmati sarapan lebih dulu.


Tiara dan Raihan pun jadi kelicutan


" tuh kan apa Tiara bilang, anak anak itu sudah gede Rai, ishhh malu tau..." gumam Tiara.


" ok ok , ya udah kita sarapan dulu setelah itu baru aku istirahat di kamar..." ucap Raihan.


Tiara pun tersenyum dengan anggun dan tetap cantik meskipun sudah hampir setengah abad usianya.


" Umi, hari ini Husna ada kelas tambahan sama ustazah Inayah..." ucap Husna putri tercinta yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SMA tapi berada di pesantren.


" o iya, bagus dong.." jawab Tiara.


" kamu serius sayang, kelas tambahan itu untuk menyaring murid berprestasi dan hanya akan di pilih 1 dari sekolah kita yang akan mendapatkan beasiswa kuliah di Al Azhar Kairo - Mesir.." ucap Raihan.


" iya, ustazah inayah juga bilang seperti itu, dan aku berpeluang karena nilai nilai bagus semua...cuma satu yang masih perlu lebih giat belajarnya, yaitu bahasa arabku yang masih berantakan.." ucap husna dengan bangganya.


Fahri juga tersenyum sambil mengunyah makanannya.


" emang dulu abah ke Al Azhar juga pakai beasiswa..???" tanya Fahri.


Raihan meringis dan tersenyum


" enggak , ya awalnya Abah memang mandapatkan kesempatan itu... tapi abah menolaknya , ya abah ingin kuliah di sini dan merasakan bagaimana kuliah di luar pesantren, bagaimana rasanya...abah ingin berpetualang dulu sebelum abah berumah tangga , dulu sih abah mikirnya rumah tangga itu ribet dan banyak aturan ... tapi ternyata...udah lanjutin aja makanya..." ucap Raihan sambil tersenyum.


" haduhhhh punya orang tua gini amat sih...udah pada tua tapi jiwanya masih ingin tetap kayak ABG... dah sana Husna kamu berangkat ke sekolah, tuh dah ditunggu teman temanmu .." ucap Fahri...yang membuat Tiara mencubit pinggang suaminya.


Husna pun menoleh ke arah pintu dan segera berpamitan kepada abah ,umi dan kakaknya.


" hari ini umi gak ke klinik, dan abah gak masuk ke pesantren...? " tanya Fahri.


Tiara dan Raihan pun menggeleng bersamaan membuat Fahri tersenyum sendiri.


Fahri kemudian berjalan ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap siap berangkat ke kampusnya.


setelah selesai bersiap siap , Fahri pun keluar dari kamarnya.


bau harum parfumnya yang maskulin membuat Tiara berdecak...


" sayang, kamu lihat putramu, dandanannya udah kayak pemuda di luaran sana...tapi mau gimana lagi dia udah dewasa udah bisa menentukan sendiri arah hidupnya...kadang aku takut dengan pergaulan di luar sana Rai" ucap Tiara menunduk dan berkaca kaca melihat Fahri keluar untuk berangkat ke kampusnya dengan mengendarai mobil hartopnya.


Raihan hanya tersenyum, dengan lembut dia usap pipi mulus Tiara..

__ADS_1


" sayang, jangan khawatir kita punya doa untuk mereka anak anak kita, kita doakan semoga Alloh SWT melindungi mereka dan menjaga mereka dari pergaulan dan perbuatan yang kurang baik...kita juga sudah membekali mereka dengan ilmu agama , serta nilai nilai dan tata krama... dalam bergaul mereka pasti tau batasannya..kamu tenang ya , jangan perpikiran yang tidak tidak, tetap berpikiran positif dan jangan berhenti berdoa..." ucap Raihan kemudian memeluk Tiara dengan hangat dan penuh cinta.


" mudah mudahan Fahri bisa menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan Husna bisa menyelesaikan tahap demi tahap ujian masuk ke universitas Al Azhar... aamiin" gumam Tiara sambil berdoa untuk anak anaknya.


" kalau saja Fahri bersedia kuliah di sana pasti pikiranku lebih tenang ..." gumam Tiara.


" iya , tapi kita gak bisa memaksanya, dia punya cita cita dan mimpi sendiri...meskipun dia tidak bersedia menuntut ilmu di sana setidaknya kita bisa membimbingnya sendiri di sini dan menemaninya melewati masa masa transisi nya ke arah pendewasaan...nanti dalam setiap acara di pesantren dan pengajian aku akan tetap melibatkannya..agar jiwa santrinya tidak hilang oleh kejamnya kehidupan di luar sana.." ucap Raihan.


Tiara pun tersenyum sambil menggenggam mesra tangan suaminya .


Raihan tersenyum dan mereka kembali ke dalam kamarnya untuk melanjutkan ngobrolnya .


🌺🌺🌺


Di jalan menuju kampus.


Tiba tiba mobil Fahri di tabrak sebuah mobil sedan mewah dari belakang.


Fahri dengan kaca mata hitamnya pun menoleh kemudian meminggirkan mobilnya dan turun untuk melihat apa yang terjadi.


Seorang gadis yang mengendarai mobil sedan mewah itu turun dan berjalan ke arah Fahri untuk meminta maaf..


" aduh mas, maaf ya aku gak sengaja..untuk kerusakan nanti biar aku yang ganti..." ucap gadis itu.


Fahri dengan dingin hanya tersenyum tipis..


" ok " kemudian pergi dengan mobilnya yang hanya mengalami kerusakan sedikit.


gadis itu melongo dan mendengus kesal


" hahhhhh ...gue yang cantik ini dicuekin begitu saja...hallo ...apa kabarnya diri gue...hahhh....siapa sih dia bikin gue penasaran...aja...lihat aja kalau ketemu lagi , bukan hanya mobilnya yang akan gue rusakin , hatinya juga akan gue obrak abrik...lihat aja..." gumam gadis cantik itu sambil mengenakan kembali kaca mata hitamnya kemudian berjalan ke arah mobilnya dan kembali melajukan mobilnya ke arah kampusnya.


Sesampainya di kampus, Fahri kembali bertemu dengan gadis itu...



" ternyata dia manis juga..." gumamnya sambil tersenyum tipis.


Tapi gadis itu tak menyadarinya , gadis itu tetap bercanda dengan teman temannya...


Gadis itu adalah gadis tercantik di kampusnya, dia termasuk gadis berpengaruh dan berprestasi tapi sangat sombong dan suka menindas sama mahasiswa lain yang di rasa tidak menarik di matanya.


tanpa di ketahui siapapun Fahri yang ahli dalam bidang program komputer mencoba mencari data dari gadis itu..dengan laptopnya.

__ADS_1


" ok ...ketemu...dia adalah putri seorang dokter ternama di kota ini ... Dokter Rian Wijaya dan Veronika Wijaya...nama gadis itu adalah Felicia Rian Wijaya...ok...aku akan menghentikan


kesombonganmu , gadis manis.. tunggu saja..." gumam Fahri dengan senyum smricknya.


__ADS_2