Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 28


__ADS_3

Pagi ini sepertinya akan menjadi hari yang penuh arti dalam hidup Tiara.


Karena hari ini Bapak akan mencarikan jodoh buat Tiara.


Tiara sendiri belum mengetahuinya, karena sedang sibuk bekerja...dan gak nyangka kalau bapaknya akan secepat itu menjodohkan nya.


" Tiara, sini nak bapak mau ngomong sama kamu.." pinta bapak nya dengan lembut dan senyum yang mengembang.


" iya pak" Tiara pun duduk di dekat bapaknya, dengan pakaian rapi dan jas putih kedokterannya.


" begini sayang, sebenarnya bapak gak tega mau ngomong langsung takutnya kamu berpikir bapak terlalu mengaturmu , tapi bapak sebagai orang tuamu sebelum kamu menemukan jodohmu dan menyerahkan mu kepada nya maka kamu seutuhnya adalah tanggung jawab bapak, jadi bapak inginkan yang terbaik untukmu nak.. bapak ingin mencarikan jodoh untukmu ..." ucap Bapak dengan pelan takut putrinya marah dan kecewa dengannya.


deg...


Terasa sesak dada Tiara bagai dihantam palu yang besar.


karena bayangan Rian belum seutuhnya dapat ia lupakan bagaimana dia bisa menjalani hidup dengan orang lain yang bahkan belum pernah ia kenal.


Bapak tau putrinya itu sedang bingung harus menjawab apa... jadi dia putuskan untuk memberikan waktu dan beberapa pilihan..


" nak, maaf kan bapak ya.., mengingat usia kamu yang sudah waktunya berumah tangga jadi bapak terpaksa mengambil keputusan ini.." ucap Bapak dengan perasaan bersalah.


Tiara hanya menunduk...


" bapak.. Tiara percaya sama bapak, Tiara ikut semua keinginan bapak, tapi sebelumnya Tiara minta untuk mengerti keadaan Tiara dan menunggu sampai Tiara siap untuk menjalani rumah tangga yang seutuhnya dengan cinta."


ucap Tiara dengan lembut dan sedikit dipaksakan untuk tersenyum.


" baik lah terserah kamu ....sekarang sudah siang kamu berangkat gi nanti terlambat "


" iya pak ,tiara berangkat, assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


Tiara pun segera bergegas berangkat ke klinik.


Hatinya benar benar sedang kalut, bagaimana bisa Tiara menerima perjodohan kalau hatinya kini seperti mati rasa.


Rasa cinta dan berdebar seperti yang dulu pernah dirasakannya ketika berada di samping Rian kini seakan tak pernah ada.


Atau tak bisa lagi merasakannya.


🌹🌹🌹


Sesampainya di klinik , seperti biasanya Tiara menjalankan semua tugas dengan baik.


Dokter Jimmy datang bersama sang istrinya yang sangat cantik..


" pagi dokter Tiara" sapa Sinta istri dokter Jimmy.


" pagi juga bu Sinta, wah ibu makin cantik aja sekarang..." tanya Tiara.


mereka pun mengobrol , karena usia mereka yang tidak terpaut jauh..jadi apapun yang mereka bicarakan selalu klop.


" dokter Tiara kami punya kabar gembira untukmu..." ucap dokter Jimmy.


" untukku dok, Apa itu " tanya Tiara dengan nada terkejut.


Kemudian Sinta yang duduk di samping suaminya menyerahkan sebuah map .

__ADS_1


Tiara dengan penasaran segera meraih map tersebut dan membacanya dengan seksama.. Betapa terkejut dan bahagianya Tiara setelah tau isinya...


Ternyata pihak rumah sakit pusat memilihnya untuk menerima beasiswa kedokteran spesialis selama 4 tahun ke depan..


" tapi dok, aku perlu ijin sama bapak dan ibuk, karena waktu 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar, itu cukup lama, sedangkan mereka menginginkan aku segera berumah tangga.." ucap Tiara dengan lemas.


" dokter Tiara, berumah tangga bukan berarti tidak bisa berprestasi, walaupun kamu sudah menikah nantinya masih bisa kok sambil kuliah, sayang kalau gak diambil dok... bukannya dari dulu ini termasuk cita citamu , menjadi dokter spesialis kandungan yang handal.." kata Sinta menjelaskan kepada Tiara yang bingung antara menikah atau kuliah.


" baiklah dok, semua akan aku bicarakan dulu sama keluargaku dulu"


" baiklah , jangan lama lama ya ini harus segera diputuskan , atau akan jatuh pada dokter lain.." ucap Jimmy sedikit menekan.


Tiara mengangguk.


🌹🌹🌹


Jam kerja pun berakhir, seperti biasa Tiara langsung menuju Diniyah di masjid Al Akbar.


"assalamualaikum "


"waalaikumsalam "


Tiara segera membersihkan diri kemudian menjalankan kewajibannya sholat ashar baru kemudian mulai mengajari ngaji para santrinya.


***


setelah selesai.


Tiara tak langsung pulang , dia berdiam diri di dalam masjid untuk beriktikaf dan meminta petunjuk , apa yang harus dipilih antara menerima beasiswa tersebut atau menuruti permintaan bapaknya .


" Tiara " sapa bu Minah.


" iya bu "


kemudian Tiara menceritakan semuanya , membuat Bu Minah tersenyum.


" kenapa kamu bingung nak, ikuti kata hatimu"


" aku ingin melanjutkan kuliah tapi aku gak ingin menhecewakan bapak dan ibuk , tapi kalau menikah dengan siapa aku juga gak tau" ucap Tiara.


" o itu masalahnya, ibu mengerti jawabannya.."


" apa itu bu.."


" dua dua nya bisa kau terima "


" hahhh maksut Bu Minah apa "


" kamu bisa menikah dan sekaligus kuliah, karena calon suamimu nanti berasal dari kota , mungkin juga dekat dengan tempat kamu kuliah.." jawab bu minah.


" hahhh kota , kok ibu tau "


" iya kemarin bapak dan ibukmu datang ke rumah ibu, untuk minta tolong mencarikan calon suami buat kamu Tiara, kalau bisa orangnya seumuran denganmu , baik dan memiliki ilmu agama yang mumpuni agar bisa mendidikmu munuju surganya Alloh SWT.." jawab bu minah dengan tersenyum gemas melihat reaksi Tiara.


" lha terus ibu sudah menemukannya, hhh...mana ada bu sekarang pria macam itu "


" ehh..jaga bicaramu Tiara ini di dalam masjid lo , semoga yang kamu katakan tidak benar... masih ada banyak kok pemuda di luaran sana yang saat ini sedang mempelajari ilmu agama , bahkan semakin banyak sekarang hafiz hafiz qur' an yang berusia muda bahkan anak anak "


" astaghfirullah, maafkan aku ya Alloh, ibu benar aku gak boleh bicara seperti itu, dan semoga calon suamiku nanti juga dari kalangan orang baik yang dirahmati Alloh.."

__ADS_1


" aamiin "


" aamiin "


" tapi bu, apa bisa aku nanti mencintainya, rasanya sudah beku hatiku tak bisa lagi merasakannya..." kata Tiara lirih.


Bu minah mendekat dan memeluk hangat tubuh tiara..sambil menciumi pucuk kepalanya yang terbalut hijab.


" apa sih yang gak bisa bagiNya , Dia yang memiliki kehendak di atas kehendak, yang membolak mbalik kan hati manusia..Alloh swt.. serahkan semua padanya sayang..."


" baiklah bu, aku menerima, aku percaya sama ibu.." jawab Tiara.


" baiklah kalau kamu bersedia, nanti ibu akan mengabari keluarganya agar secepatnya melamarmu ke rumah.."


Entahlah bagaimana perasaan Tiara, hati yang sudah membeku bisakah kembali mencair.


Tapi tak ada yang tidak mungkin bagi sang pemilik kehidupan.


Tiara hanya bisa menyerahkan semuanya kepada Alloh, karena mungkin ini adalah sebagian dari sekenarioNya.


🌺🌺🌺


Sore menjelang malam di kediaman Raihan.


" Raihan, umi mau ngomong sama kamu.." ucap uminya .


" ada apa sih umi "


" besok umi akan melamar seorang gadis untukmu " ucap uminya .


" hahhh... melamar untukku, emang umi ..aduhhh...umi kok gak bilang dulu sih , kalau aku tidak setuju gimana .." ucap Raihan ingin menolak perjodohan.


" berarti kamu gak sayang sama umi sama abah, kamu lebih memilih hidup sendiri..umi minta kamu untuk mencari jodoh mu sendiri sampai saat ini belum menemukan nya alasan saja , sampai umi minta untukmu memilih gadis di antara santri santri umi, kamu juga menolaknya..


tenang aja Raihan gadisnya baik kok, insyaallah sholeha, cantik itu pasti karena umi sudah melihatnya sendiri bahkan umi kenal sama dia, tutur katanya juga lembut dan sopan, dia juga cerdas..."


ucap uminya yang menjelaskan dengan panjang dan lebar .


Raihan tampak bingung, bagaimana bisa dia menikahi gadis lain sedang baru saja dia melihat Tiara dan berniat untuk mendekatinya kembali.


Karena ternyata Raihan diam diam mendekati Farrel, dan mencari informasi tentang kakaknya... setelah menhetahui bahwa tiara sedang sendiri, Raihan berniat menyuntingnya..tapi sepertinya niat itu akan gagal lagi.


" terserah umi ,tapi jangan salahkan Raihan kalau nanti Raihan tidak bisa mencintainya, dan tidak bisa menjadi suami yang baik.." ucap Raihan yang berniat menolak perjodohan itu.


" ya itu urusan kamu dengan Alloh nantinya, bukan urusan umi dan abah..kalau kamu sudah menikah kan itu tanggung jawabmu membawa keluargamu ke mana " jawab umi Salamah.


" umi selalu menjebak ku "


" pokoknya umi mau gadis itu yang menjadi menantu umi titik " umi Salamah pun berjalan meninggalkam putranya setelah menyelesaikan perkataannya.


" tap tap tapi umi umi..aduhhh "


Umi Salamah tak menoleh, terus berjalan dan hanya melambaikan tangannya.


Raihan mulai frustasi .


" gimana ini , apa aku ke rumah Tiara sekarang ya, minta tolong Farrel menunjukkan arahnya .. tapi bagaimana dengan umi, aduhhh mengapa jadi begini..sih" gumam Raihan.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“

__ADS_1


Hari aku up dua episode ya, untuk kalian...


...I πŸ’œ u...


__ADS_2