Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 55


__ADS_3

Di kediaman Al Faish.


terdengar suara sebuah mobil berhenti di halaman rumah yang menyatu dengan halaman pesantren.


karena hari ini adalah hari Minggu jadi semua keluarga Al Faish berkumpul di rumah kecuali Fahri yang keluar karena ada urusan.


tampak seorang wanita cantik dengan seorang laki-laki yang gagah rupawan beserta pemuda tampan turun dari mobil tersebut.


Tiara yang berada di dalam rumah pun terkejut melihatnya..


Dengan senang sukacita Tiara berlari menyambut mereka..


" hai Denis, wah sudah lama kamu nggak ke sini ...maaf ya aku nggak sempat main ke rumahmu kamu kan tahu di rumah seperti ini sibuk sekali belum lagi urusan klinik belum lagi urusan pesantren sorry ya... ayo masuk masuk yuk.. hai om Alex ...aduh sayangku Aditya sudah besar sekarang ya ayo sini masuk...kemarin Fahri bilang kamu mampir ke sini tapi tante sudah tidur, Fahri gak mau bangunin..." ucapkan Tiara yang nerocos aja..


Denis pun begitu bahagia , mereka saling berpelukan dan melepaskan kerinduan..


Aditya yang sebenarnya tertarik dengan Husna pun berusaha mencari cari alasan untuk mendekati gadisnya Raihan.


mereka ngobrol di teras depan sedangkan Raihan, Alex, Tiara dan Denis ngobrol di dalam rumah sambil bercerita dan bercanda...


Tak lama kemudian..


Fahri Felicia dan ke-4 temannya datang dengan dua mobil..


" Fahri, ini rumah kamu...wau...seger banget...kamu suka nanam bunga juga rupanya..." tanya Felicia.


Fahri pun tersenyum..


" oh itu ,adikku sama umi yang suka nanam bunga.. cowok mah jarang yang suka sama bunga, biasanya malah sukanya ngerusak bunga hahaha..." jawab Fahri sambil tertawa.


Felicia menata tajam pada Fahri..


" bisa nggak sih bicaranya serius sedikit.." ucap Felicia sambil melotot.


" Oke Oke nona... sorry.. udah yuk masuk yuk.. Vera Rena Feri dan Calvin ayo buruan kita masuk..." ajak Fahri.


Fahri melihat Aditya Tengah asik ngobrol bersama Husna.


" assalamualaikum"


"waalaikumsalam eh kakak sudah pulang dari mana aja sih Kak ini kan hari Minggu.." tanya Husna.


" eh mau tau aja urusan orang gede , kau masih kecil.." jawab Fahri sambil mengusap kepala adiknya..


" Dit lu di sini, dah dari tadi, sama siapa kok kelihatannya rame banget.." tanya Fahri.


" iya tadi sama mama dan papa mumpung libur udah lama juga kan kita nggak ke sini.." jawab Aditya.


Fahri pun tersenyum dan mengangguk..


" eh kalian, kok rame banget ..mau ke mana.." tanya Aditya kepada teman-temannya.


Felicia pun menjawab " iya kita ada sedikit urusan.. boleh kok kalau mau ikut"


" oke , gua ikut ya , lo juga ya husna , tenang aja ada bang Aditya yang selalu menjagamu.." ucap Aditya.

__ADS_1


Husna pun menunduk dan tersenyum..


" eh... mau kemana emangnya...enggak lo gak usah ikut husna...di sana angker lo, gak baik buat anak kecil kayak kamu.." ketus Fahri.


" ih... Lo Fahri gak apa apa lagi kan ada gue yang akan menjaga Husna, lagi pula gue kan udah dijodohkan sama Husna... gue calon suaminya..." jawab Aditya.


" ya nggak bisa gitu dong Adit gue kan kakaknya gue tanggung jawab sama dia kalau ada apa-apa gimana orang dia penakut.." ketus Fahri.


tak lama kemudian Raihan Tiara Alex dan Denis pun keluar dari ruang tamu karena mendengar ribut-ribut di luar.


" Fahri Aditya ada apa sih , gak baik tahu ribut gitu.." gertak Tiara sambil gelengkan kepalanya.


Denis melihat banyak teman temannya Fahri dan juga teman-temannya Aditya sedang berkumpul ...


dan satu pandangan tertuju kepada seorang gadis berparas cantik ..


Denis pun mendekatinya.


" kamu, Kamu bukannya putrinya dokter Ryan" tanya Denis.


sontak semua terkejut dan menatap ke arah mereka berdua.


deg deg ( Tiara heran dan tak percaya)


" apa maksudmu Denis" tanya Tiara gemetar.


Raihan yang sudah mengerti keadaan dia menggenggam tangan Tiara yang bertujuan untuk menenangkannya.


" kamu bukannya Felicia Ryan Wijaya.. kamu masih ingat tante kan dulu kamu sering datang ke rumah sakit dengan papi kamu..???" tanya Denis kepada Felicia yang tertunduk.


jleg.....


Tiara pun terkejut..


Raihan yang ada di sampingnya kemudian memegangi pundaknya dan mengelusnya lembut.


" Umi Abah, sekalian ya Fahri memperkenalkan Felicia, Fahri ingin ta'aruf dengan dia Umi ..Fahri ingin mengenalnya lebih jauh Fahri menyayanginya Umi..abah.." ucap Fahri sambil menatap ke arah Felicia yang masih tertunduk dengan pipi merah merona.


Raihan tersenyum dan mengangguk, Tapi Tiara masih syok seakan tidak percaya..


" ya Allah rencana apa ini setelah hubunganku dengan Ryan gagal kenapa engkau mempertemukan putra dan putri kami ya Allah kuatkanlah iman kami.. hamba serahkan semuanya kepadamu ya Allah.." gumam Umi dalam hati.


Tiara dengan gugup mempersilahkan Felicia dan Farhan masuk, karena Raihan dan Tiara ingin mengenalnya lebih jauh...


kemudian keempatnya masuk disusul Alex dan Denis.


mereka menginterograsi keduanya.. dan dapat disimpulkan bahwa mereka berdua memang saling mencintai jadi Raihan dan Tiara pun tak bisa berbuat apa-apa mereka menyetujui niat Fahri dan Felicia untuk taaruf.


Setelah semua ketegangan, akhirnya mereka semua duduk untuk makan bersama sambil mencairkan suasana.


Mereka pun ngobrol bersenda gurau dan saling berbagi cerita.


dan pada akhirnya Felicia menceritakan kepada semuanya tentang jati dirinya bahwa dia bukanlah anak kandung dari Ryan dan Veronica melainkan anak seseorang yang berada di samping villa milik papinya ..dan tujuannya ke sini Mereka mampir sebelum akhirnya meluncur menuju vila milik papi Tiara di puncak untuk bertemu dengan orang tua kandung Felicia.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Akhirnya mereka pun meninggalkan kediaman Fahri..


dengan dua mobil.. sedangkan Aditya dan Husna tetap tidak mendapatkan izin dari kedua orang tua mereka.


***


Sesampainya di villa.



Felicia bersandar di samping jendela, sambil menikmati udara dingin di puncak setelah penat dan panasnya udara ibu kota.


karena hari sudah sore jadi mereka menginap di villa.. selain itu di luar hujan juga sangat deras nggak mungkin mereka melakukan perjalanan menuju rumah pak Burhan.



Aditya Menatap Felicia, dengan penuh cinta dan kekaguman.


" Fel ngapain kamu di sini, bukannya udara sedang dingin, lebih baik kamu masuk ke kamar bersama teman-temanmu agar kamu tidak sakit" ucap Fahri.


" eh enggak kok Fahri, nggak apa-apa.." jawab Felicia singkat.


Fahri pun berjalan mendekatinya.


" kamu memikirkan sesuatu " tanya Fahri.


" ehm... aku cuma memikirkan bagaimana orang tuaku nanti bagaimana bahagianya dia bertemu denganku Setelah sekian lama kami terpisah" jawab Felicia dengan menunduk dan menitikkan air mata.


Fahri menghembuskan nafas panjangnya.


" pastinya mereka sangat bahagia Fel, betapa bersyukurnya mereka punya putri secantik kamu yang baik dan berhati mulia" jawab Fahri membuat Felicia tersenyum.


" Dan ini semua berkat kamu Fahri" ucap Felicia sambil menatap lekat kedua mata Fahri.


" kok aku ..apa maksudnya" Tanya Fahri pura-pura tidak tahu.


"kalau kamu tidak membuka mata hatiku.. selamanya aku menjadi gadis jahat yang suka membully dan merendahkan orang lain, bahkan dengan pakaianku yang selalu memamerkan tubuhku... Oh entahlah apa yang akan terjadi... yang pasti aku bersyukur bisa mengenalmu Fahri.." jawab Felicia dengan tetap menatapnya.


Fahri pun tersenyum.


sejenak mereka saling bertatapan, saling memendam perasaan, inginnya mereka saling berpelukan.. tapi mereka masih punya iman..


Fahri membuyarkan tatapan mereka dengan membuang tatapannya ke arah halaman..


" kau tahu Fel, dulu waktu kecil aku seneng banget main hujan-hujanan, abah sama Umi selalu melarangku main hujan-hujanan tapi aku tak pernah mendengarkannya akhirnya mereka menyerah dan membiarkanku menikmati.. aku pun bahagia ..dan sekarang aku mengerti karena setiap kebahagiaan itu memiliki sejarahnya masing-masing.. kenanganku saat kecil mungkin takkan pernah terulang lagi tapi kenangan itu akan selalu teringat sampai kapanpun ..mungkin suatu hari nanti aku takkan melarang anak-anakku untuk bermain hujan-hujanan yang penting mereka bahagia.. karena masa kecil itu takkan pernah terulang lagi.." ucap Fahri.


Felicia hanya tersenyum.


" baiklah Felicia kamu masuk kamar gih nggak baik loh gadis malam-malam di luar sendirian.." ucap Fahri.


" siapa yang sendiri kan ada kamu di sini" timpal Felicia.


" o..dah mulai berani ya oke..." ucap Fahri menggoda Felicia dan terus berjalan ke arahnya...


" Fahri lo mau ngapain..gila kamu... Fahri... Fahri...ih....awas ya .." ucap Felicia sambil berlari dan buru buru masuk ke kamarnya bersama Vera dan Rena.

__ADS_1


Fahri terkekeh...


__ADS_2