Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 40


__ADS_3

Hari ini sudah 10 hari setelah berpulangnya bapak..


Ibu tidak mau di ajak tinggal di kota bersama Tiara dan Raihan, tapi di rumah ibu tinggal bersama bibi Yana dan Aisyah.


Suami bibi Yana pun memilih bekerja di luar kota dan seminggu sekali pulang.


Raihan dan Tiara memutuskan untuk balik ke kota sekarang.


Raihan harus kembali mengajar di pesantren sedangkan Tiara harus kembali melanjutkan S2 sekaligus bekerja di rumah sakit.


karena perjalanan dari kampung ke kota yang lumayan menguras energi..setibanya di rumah , Raihan dan Tiara tertidur hingga sore.


tok tok tok...


sesorang mengetuk pintu kamar Raihan.


Raihan melihat istrinya masih tertidur da sampingnya, jadi diapun bangun dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


ceklekkkk


" maaf pak Raihan, saya di beri amanah sama umi kalau sudah jam 5 pak Rai belum juga bangun untuk mengetok kamarnya..." ucap Niko salah satu santri yang sering membantu pekerjaan rumah abah dan Umi.


Raihan hanya terdiam dan tersenyum kemudian menutup kembali pintu kamarnya, sedangkan niko ijin untuk kembali ke pesantren.


" haduhhhh hari ini kenapa lelah sekali, padahal besok aku sudah harus aktif lagi di pesantren..."gumam Raihan.


Raihan duduk di sisi ranjang dan terus menatap wajah Tiara yang juga terlihat sangatlah lelah...


" Tiara, bangun Ra sudah sore...ayo kita sholat kemudian makan... itu umi udah siapkan di meja makan..." ucap Raihan.


Tiara mulai membuka matanya perlahan.


Dilihatnya Raihan berada di depannya dengan senyum manisnya.


" aku ketiduran ya.. aduhhh..udah jam berapa??...jam 5 hahhh...ya udah aku mandi dulu ya ,kamu makan aja duluan Rai..." ucap Tiara sambil berlari menuju kamar mandi..


Raihan pun menuju ruang makan.


Tak lama kemudian Tiara keluar dari kamar dengan setelan gamis yang membuatnya elegan.


Mereka pun makan sore bersama.


setelah Selasai mereka menjalankan ibadah bersama sama.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi umi belum juga pulang.


dret๐ŸŽต๐ŸŽต๐ŸŽต


ponsel Raihan berbunyi.

__ADS_1


" assalamualaikum umi"


[ waalaikumsalam Rai]


" umi di maba sih kok belum pulang"


[ umi dan abah sekarang berada di Surabaya]


" hahhh...yang benar umi , kok gak pamit dulu ke Raihan sih..."


[ umi cuma sebentar kok, besok juga pulang]


kemudian sambungan terputus karena umi ada urusan yang lebih penting..


Raihan duduk di ruang tengah, sedangkan Tiara duduk di meja makan sambil menotak atik laptopnya.


Karena sudah 10 hari tidak masuk dan Tiara hanya mengikuti kegiatan secara daring jadi tugas tugasnya menumpuk.


Raihan melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 21.00 ...


" ayo Ra istirahat dulu, besok dilanjutkan lagi sudah malam.." ucap Raihan..


Tiara mendongak menatap Raihan dan tersenyum.


" baiklah " jawabnya sambil menutup laptopnya dan berjalan menuju kamarnya.


Tiara membersihkan tubuhnya terlebih dulu dan berganti pakaian.


Kali ini Tiara mengenakan daster pendek yang membuatnya terlihat ****.


Raihan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya..


setelah keluar dari kamar mandi Tiara masih berada di depan meja riasnya dengan memainkan ponselnya.


Raihan hanya mengenakan selembar handuk yang dililitkan di pungganggnya..


Tubuhnya yang atletis memang sangat menggoda di tambah rambut wajah putih sedikit brewok dengan rahang yang tegas memberikan kesan maskulin dan laki laki banget.


Tiara terkesiap melihat Raihan muncul dengan keadaan seperti itu.


" apakah Raihan benar benar akan meminta haknya malam ini..." gumam Tiara di dalam hati.


Tiara pun berdiri dan berjalan ke arah ranjangnya..dia berdiri di sisi ranjang menantikan suaminya datang mendekatinya...


Raihan terus menatap Tiara dan.....(sensor, adegan dewasa)


{Hahaha... karena ini genre remaja jadi gak ada adegan dewasa ya ...maaf....!! ok lanjut ..}


Akhirnya mereka benar-benar telah bersatu.. Tiara telah menyerahkan segalanya kepada suaminya dan menjadi istri yang seutuhnya.


Dan gak tau berapa kali mereka melakukan malam ini...yang pasti malam ini adalah malam yang panjang bagi mereka.

__ADS_1


Keesokan paginya..


Umi dan abah ternyata sudah kembali..


Umi melihat rumah masih sepi..


umi mengetuk pintu kamar Raihan..


ceklekkkk..


Raihan muncul dengan sedikit panik..


" umi ..udah kembali..."


" kamu kenapa Rai, mana Tiara..." kemudian umi masuk dan melihat Tiara masih tertidur mengenakan kaos dalam dan celana pendek yang ditutupi selimut..


umi mendekat dan menempelkan tangannya di dahi Tiara..


" aduhhh..kok panas sekali..." gumam umi.


perlahan lahan Tiara membuka matanya..


Betapa kagetnya dia melihat umi berada di sini sedangkan dia hanya mengenakan kaos dalam dan celana pendek.


" u umi"


" udah gak apa apa sayang..umi ngerti kok.. badan kamu panas sekali nak...umi ambilin sarapan setelah itu kamu minum obat ya...udah ganti baju nanti aja kamu pasti lemas, udah kamu berbaring saja biar umi yang ambilin sarapan..."


" tapi umi..."


tiba tiba Raihan sudah datang dengan membawa nampan berisi sarapan untuk sang istri tercinta.


Umi pun tersenyum senang dengan perhatian yang Raihan berikan untuk istrinya itu ..


Karena rambut panjangnya yang mengganggu Tiara makan.. Raihan pun mengambil tali rambut dan mengikatnya ke atas sebelum menyuapinya.


leher jenjang putih tiara terkspos jelas membuat begitu banyak tanda merah terlihat jelas..dan bukan hanya di leher tapi hampir seluruh tubuh Tiara.


Umi hanya menggelengkan kepalanya..


" pantesan Tiara sampai meriang begitu... aduhhh..anak muda... ternyata putraku hebat.. pasti mereka melakukannya sampai pagi.." gumam umi kemudian pergi dari kamar Raihan.


" sayang , hari ini kamu ijin dulu ya , sampai kamu benar benar pulih..." ucap Raihan sambil menyuapi Tiara dan Tiara hanya mengangguk.


" tapi kamu hari ini sudah masuk kah Rai" tanya Tiara.


" kamu menginginkan aku di sini ya udah aku gak masuk dulu...aku akan menemanimu di sini..." jawab Raihan.


" ya ...aku masih ingin bersamamu Rai" ucap Tiara berkaca kaca.


" eh ...kenapa kamu nangis "

__ADS_1


" maaf Rai, hampir sebulan kita menikah baru malam ini aku bisa memenuhi hakmu dan kewajibanku...maaf kan aku.." ucap Tiara sambil menunduk.


" eh udah gak apa apa kok sayang, bagiku dari dulu pun kamu tetap istiku yang sempurna, kamu istri yang berbakti kepada suami, istri yang sholeha..." jawab Raihan sambil mencium hangat kening Tiara


__ADS_2