Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 13


__ADS_3

Seperti biasanya Tiara yang saat ini sedang praktek di rumah sakit besar di kotanya, datang setiap pagi dengan senyum dan wajah cantik yang berseri seri.


Beberapa orang tampak kagum dengan perubahan dalam diri Tiara.


Gadis yang dulu dekil, kusam dan berlemak, saat ini sudah mulai menunjukkan performa nya..


Tiara sudah menjadi dokter, penampilannya semakin mempesona dan meresahkan.


Mulai dari rambut yang sekarang sudah mulai dicat dan berkilau dengan model Curly yang membuatnya luwes.


wajah putih halus dan glowing.


Tubuh yang langsing padat berisi serta baju yang saat ini sudah mulai modis .


meskipun begitu dia tetap menjaga norma norma kesopanan dan tidak berpakaian terlalu ketat yang ****.


" Tiara , tunggu.." Denis memanggilnya dari belakang.


Tiara pun memutar badannya dan tersenyum manis.


" kamu kenapa sih Den " Tanya Tiara kepada sahabatnya itu.


" ya tunggu aku mau barengan sama kamu, seperti nya aku terlambat nih takut dokter Rian marah marah lagi.." ucap Denis yang kelihatannya memang takut diomelin sama seniornya.


" ye..kita kan gak satu kelompok, kamu sama dokter Rian, aku sama dokter Salma orangnya baik dan pengertian.." jawab Tiara.


" ish...kamu enak , nah dokter Rian galak banget , telat dikit aja bisa mampus aku.." ucap Denis.


Tiara hanya tersenyum.


" Masa sih Dokter Rian galak, perasaan orangnya lembut banget.. " jawab Tiara sambil senyum senyum sendiri.


" yee...lembutnya cuma sama kamu doang , sama yang lain ma galak banget.." ucap Denis.


Tiara tersenyum melihat Denis yang ngedumel sendiri.


Tiba tiba seseorang dari balik belakang ada yang menyapa..


" hai cantik lagi ngomongin siapa ? "


sontak kedua gadis itu tercengang dan berhenti ..


" aduhhh mampus gue..." gumam Denis sambil meringis.


Tiara yang menyadari suara tersebut karena dia kenal betul suara itu dan kelakuan siapa lagi yang selalu membuatnya kaget kalau bukan dokter Rian.


Dengan senyum hangat , sehangat mentari di pagi hari yang menyapu dinginnya kota malang, Dokter tampan yang menjadi idaman semua gadis cantik itu mendekati dua gadis cantik yang berdiri mematung di loby rumah sakit.


" Rian, eh maksutku dokter Rian..selalu saja mengagetkanku.." ucap Tiara.?


" Tapi gak sampai pingsan kan " jawab Rian dengan senyum menggoda membuat tiara malu dengan wajah merah merona.


Denis tetap berdiri mematung dan tak menoleh ke arah dokter Rian, tapi dokter Rian malah penasaran kenapa Denis tak mau melihatnya.


" Denis, kamu kenapa..." tanya Rian .

__ADS_1


" em ehm am...itu dokter ..Denis mau siap siap untuk pemeriksaan pasien.


Kemudian Denis berlari masuk ke ruangan nya.


Rian dan Tiara saling menatap.


" kenapa sih tu bocah " ucap Rian.


" ehm..dia takut sama kamu, katanya kamu galak suka marah marah..emang iya..." tanya Tiara sambil berjalan.


" ye..dasar, siapa juga yang suka marah, dia nya aja yang sering buat kesalahan.." jawab Rian.


" ya sama bawahan itu jangan terlalu galak , kita masih butuh bimbingan tau...lagi pula nanti kalau suka marah marah bisa bisa darah tinggi.." ucap Tiara.


" iya cantik, galak banget sih...kalau aku kena darah tinggi ntar kamu bingung ya.." ucap Rian sambil mencolek pinggang Tiara yang membuat Tiara kaget dan spontan memukul pundak Rian dan mereka pun berlarian saling kejar..


idih..lupa apa mereka kalau sekarang ada di rumah sakit ..banyak para perawat dan dokter praktek yang melihat kelakuan mereka.


Tiara sadar banyak mata yang melihatnya.


" duhhh kenapa sih gue kok bisa lepas kontrol" gumam Tiara sambil mengatur nafasnya.


Rian pun berbalik dan menatap Tiara yang berhenti mengejarnya, dia sadar bahwa banyak mata yang melihatnya.


" sial, hilang deh kesan dokter dingin dan angkuh padaku..." gumamnya sambil berjalan mendekati Tiara.


" kamu capek ya Ra, sini aku gendong" bisik Rian yang membuat Tiara mendengus kesal.


" ish... Rian apa apaan sih.." ketus Tiara.


" ya kali aja mau "


" kok aku yang salah "


" gara gara kamu"


" ok ok aku yang salah , memang cewek gak pernah salah .." jawab Rian dengan senyum smricknya.


" heh, apa kamu bilang ,emang kamu yang salah...lagi pula cewek itu gak pernah mau menang sendiri , kami sebagai cewek juga sering mengalah, bahkan persaaan cewek itu selembut sutera..enak aja bilang cewek gak pernah salah ,maksutnya cewek selalu mau menang sendiri..ya enggak begitu juga.." jawab Tiara dengan ketus.


Rian tertegun dan menggaruk nggaruk kepalanya..


duhh sumpah deh seganteng gantengnya cowok kalau sudah di hadapan cewek yang dia suka pasti terlihat bodoh.


" ya enggak gitu juga kali , setidaknya cewek berharap kan kalau cowok meminta maaf duluan walaupun belum tentu si cowok yang salah.." ucap Rian.


"ehm...ya setidaknya itu lebih baik" jawab Tiara.


Rian mendengus kesal


" ya itu sama aja cantik, bisa aja , beribet tau gak..." bisik Rian kemudian lari lebih dulu karena sudah terlambat masuk ruang kerjanya.


"ish..." gumam Tiara yang melihat Rian berlari kecil meninggalkannya.


Tiara berjalan menyusuri lobi karena ruangannya kerja berada di bangsal paling ujung.

__ADS_1


**


Di ruangan dokter Rian.


Sudah ada 5 dokter muda bawahan dokter Rian yang menunggu untuk mulai rapat pagi dan mereka sudah menunggu dari 15 menit yang lalu.


ceklekkkk braks...sretttt


" sorry aku terlambat...ayo kita mulai rapat hariannya.." ucap dokter Rian yang langsung menyambar jas putih kebesarannya dan duduk dengan ngos ngosan ...


kemudian Denis menghampiri dengan memberinya sebotol air meneral untuk sang Dokter tampan pujaan para gadis itu.


Semua tercengang dengan sikap Denis dan kedekatannya dengan dokter Rian, mereka belum tahu kalau sebenarnya yang lebih dekat dengan dokter Rian adalah Tiara.


" ini Dok, minum dulu, dan atur pernafasan agar tidak ngos ngosan.." ucap Denis.


Rian menatap Denis dengan tajam dan langsung menyambar botol air mineral kemudian meneguknya perlahan.


" dok, dokter hari ini terlambat 15 menit .." ketus Denis.


Rian melotot tajam.


" ok , rapat segera di mulai yang protes gak usah ikut juga gak apa apa silahkan keluar dan tinggalkan ruangan ini, o iya sekalian tinggalkan rumah sakit ini ..." ucap dokter Rian datar.


Denis pun langsung diam dan menunduk penuh emosi .


" suster, apa saja agenda kita hari ini ayo bacakan.." ucap Dokter Rian meminta susternya membacakan semua agenda yang akan dikerjakan pada hari ini..


***


kegiatan demi kegiatan yang dikerjakan sepanjang hari sungguh menguras energi.


Tiara berjalan dengan jas putih di lengannya dan stetoskop di lehernya dan terlihat beberapa kali mengusap peluh di keningnya.


" aduhhh capek banget ya bu dokter ??" ucap Rian dengan senyumnya.


Tiara membalas dengan senyum manisnya.


" lumayan sih , ayo masuk ke ruanganku, apa mau berdiri di situ saja.." ucap Tiara sambil membuka pintu ruangannya.


Dokter Rian pun masuk dan duduk di depan meja Dokter Tiara.


Namun di luar ruangan sudah berkembang gosip yang tidak mengenakkan.


Ada beberapa Dokter yang merupakan teman sekampus Tiara sedang menggunjingnya katanya Tiara keganjenan ,kecentilan , suka menggoda Dokter dokter tampan di sini.


Tak luput juga beberapa suster yang tidak suka dengan kehadiran Tiara, mereka juga menganggap Tiara yang menggoda dokter Rian.


sedangkan Tiara dan Rian sendiri tak ambil pusing dengan semua gosip yang beredar.


ceklekkkk..


Denis tiba tiba muncul tanpa mengetuk pintu..


Betapa kagetnya Denis ada dokter Rian di ruangan dokter Tiara.

__ADS_1


" hhh...ngapain dokter Rian di sini.." tanya Denis.


" kamu juga ngapain ke sini, masuk gak ketuk pintu lagi , kalau aku dan Tiara sedang ngapa ngapain gimana " ucap Rian dengan senyum smricknya.


__ADS_2