Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 12


__ADS_3

Pagi itu. Tiara bersiap siap untuk praktek pertamanya di sebuah rumah sakit besar di kotanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi , dia segera bersiap siap dan tidaklah sempat untuk sarapan karena takut terlambat.


Tiara bergegas menuju pangkalan angkot, tiba tiba muncullah Denis yang berlari ke arahnya.


" Tiara tunggu " teriak Denis.


Tiara pun menoleh dan tersenyum.


" cepatlah" jawab Tiara.


kebetulan ada angkot yang berhenti di depannya.


***


sesampainya di rumah sakit.


Nampak beberapa mahasiswa teman teman Tiara sudah berkumpul dengan seragam putih kebesarannya.


"maaf kami sedikit terlambat" ucap Tiara segera memposisikan diri dan ikut bergabung untuk mendengarkan setiap arahan dari dosen pembimbing.


Nah, tugas demi tugas sudah mulai mereka jalani..


Dengan hati hati Tiara mulai mempraktekkan ilmu kedokteran nya.


Tiara yang cerdas sangatlah paham dengan apa yang dia dapatkan selama ini.


Dengan bangga dokter senior pun memuji kepintaran ,kecerdasan dan ketelatenan dalam melayani para pasien.


" Dokter Tiara , selamat ya ..meskipun belum resmi tapi anda adalah dokter yang cerdas dan baik terhadap pasien ..bersiaplah untuk beberapa bulan anda akan tetap praktek di sini sampai masa kuliah berakhir .." ucap salah satu dokter senior sambil menjabat tangan Tiara.


Tiara merasa sangatlah senang , setelah 4 tahun kuiah rasanya tidak sia sia setelah dia melihat seragam kebesaran dokter yang sekarang dia kenakan .


" dokter Tiara , ah...ayah ibu, cita citaku tercapai harapan ayah dan ibu juga tercapai, terimakasih untuk semuanya.." gumam Tiara dalam hati.


Tiara dari tadi tidak melihat Denis, entahlah ke mana Denis atau di bangsal mana dia ditempatkan.


karena dari tadi belum sarapan Tiara merasa perutnya butuh asupan sekarang.


Tiara segera melangkahkan kakinya menuju kantin di halaman belakang rumah sakit.


Dan tak sengaja di sana dia bertemu seseorang dengan jas putih yang sama, sedang ngobrol dengan beberapa orang yang berpakaian sama dengan dirinya.


pemuda itu pun menoleh ke arah Tiara dan tersenyum hangat.


"Tiara ayo ke sini "...ucap pemuda itu dengan senyum hangat di bibirnya.


Tiara pun datang dan melihat pemuda itu dari atas sampai bawah.


" Rian " ucap Tiara tercengang.


" lebih tepatnya dokter Rian, saya salah satu dokter senior yang akan membimbing kalian.." ucap Rian.


Tiara yang masih terlihat bingung ditepuk pundaknya oleh dokter Rian, kemudian menggenggam tangannya dan membawanya ke kantin untuk sarapan.


Tiara tersenyum melihat Rian yang ramah .


" dokter, ternyata anda seorang dokter..'' tanya Tiara.

__ADS_1


" ehm... kalau lagi berdua gini gak usah penggil dokter lah, cukup panggil Rian saja ok.." ucap Rian seraya tersenyum manis .


Tiara pun mengangguk.


Mereka segera memesan makanan untuk mengganjal perut mereka.


" Rian, ehm..kak Rian maksutku.. sudah lama bekerja di rumah sakit ini.." Tiara yang penasaran bertanya dengan gugup karena gak tau harus gimana manggilnya, Rian ternyata dokter senior berarti lebih tua darinya..


Rian hanya tersenyum sambil terus menyendokkan makanan ke mulutnya.


" ya gak juga sih, sekitar 2 tahun saya di sini, dari mulai praktek saat kuliah sampai sekarang dan saat ini saya sedang mengambil spesialis jantung sudah hampir lulus.." jawab Rian.


" wah...kak Rian hebat sekali " ucap Tiara yang kagum dengan sosok ganteng dan cerdas yang ada di depannya itu.


" ehm...jangan panggil kakak , cukup Rian saja, kita ini cuma selisih sedikit palingan 1 atau 2 tahun.. karena dari SMP sekolahku lompat lompat jadi aku lulus duluan.." ucap Rian.


" ok dokter Rian..." ucap Tiara.


" ok lah terserah kamu mau panggil apa.." jawab Rian sambil tersenyum.


" ngomong ngomong semalem kamu ke restoran itu sama siapa Ra, itu restoran mewah lo, pasti kamu sama seseorang ke sana.." tanya Rian.


" o...itu , sama Denis dan om Alex " jawab Tiara.


" Denis itu teman kamu yang nyolot itu ya waktu aku nabrak kamu di kampus, sebenarnya aku denger sih dia nyolot marah marah ngata ngatain aku, tapi gak perduli,karena aku harus segera ke rumah sakit ada pasien darurat .. sekali lagi aku minta maag ya Ra waktu itu udah bikin kamu terluka sampai dijahit..." ucap Rian.


Tiara hanya tersenyum.


" gak apa apa kok , aku dah kebal , Denis aja yang lebay..." jawab Tiara.


" masa sih kok bisa"


" ya dulu kan hidupku di desa , dari kecil sampai SMA aku tinggal di desa , baru kuliah ini aku tinggal di sini ( kota)...kalau di desa kejadian seperti itu ma dah biasa, lari larian ,kejar kejaran, main perang perangan..dan main air di kali..." ucap Tiara sambil mengingat masa masa kecil yang indah di desanya.


" dan uniknya lagi Rian, ibu ibu di desaku waktu itu gak ada yang takut anaknya di culik, merekapun main dengan senang dan gembira.." ucap Tiara.


" trus mau ngapain kalau dah di desaku" tanya Tiara sinis.


" mau berenang di kali, main kejar kejaran , trus apa lagi, ya naik sepeda gunung...wah asyik pastinya ya..." ucap Rian antusias.


" trus sama siapa nanti yang nemanin kamu "


tanya Tiara.


" ya kamu lah "


" kok aku"


" trus siapa lagi "


" o iya ya..." jawab Tiara sambil tertawa.


Mereka pun bercanda tawa bersama.


Sampai tak terasa sudah 30 menit berlalu, dan mereka harus kembali ke rumah sakit untuk menjalankan tugasnya.


Tiara bergegas menuju bangsalnya sedangkan dokter Rian menuju ruangannya.


***

__ADS_1


Seharian sudah Tiara menjalankan tugas tugasnya di rumah sakit


Dengan semangat dan kerja kerasnya, akhirnya satu hari telah terlewati..


Tiara menunggu Denis di lobi , dia mencoba WA tapi gak bisa, telp gak diangkat.


Tiba tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang dan membuat Tiara kaget.


" kaget ya " ucap Rian dengan senyum manisnya.


" kagetin saja, kalau saya jantungan gimana ?"


ketus Tiara.


" ya tinggal kasih nafas buatan aja hahahaha..." ucap Rian sambil tertawa.


" ye...kamu bisa saja.." ucap Tiara.


" lagian kamu ngapain di sini sendirian" tanya Rian.


" aku lagi nunggu Denis, tadi berangkat barengan, pulangnya ya juga harus barengan dong.." jawab Tiara.


tak selang beberapa saat , muncullah Denis bersama teman temannya.


" hai Tiara, dah lama ya nunggu ..hai dokter Rian..!! , anda di sini " Denis terkejut karena melihat Tiara duduk bersama dokter Rian, yang merupakan seniornya yang membimbingnya tadi.


Rian hanya tersenyum. kemudian berdiri mendekati Denis..


" o jadi ini yang kemarin ngata ngatain aku di belakang..ehm...iya ya ..." ucap Rian menggoda Denis yang gak ngerti apa maksutnya.


" jadi dokter Rian ini yang kemarin nabrak aku di kampus sampai jidatku berdarah, ya dia denger lah kamu ngata ngatain..dia keburu dan gak sempat minta maaf karena sudah ada pasien darurat yang menunggunya di rumah sakit.." ucap Tiara menjelaskan.


Denis hanya meringis dan memaksakan tersenyum.


Rian hanya tersenyum menahan tawa.begitu juga dengan Tiara.


begitulah mereka kemudian bercanda sampai lupa waktu pulang..


" ih..udah sore nih , yuk den kita pulang.." ucap Tiara yang baru saja meihat jam tangan yang melingkar di pergelangan kirinya.


Denis pun mengangguk .


" ehm... kalian gak mau aku antar, mumpung lagi baik nih..." ucap Rian.


Denis dan Tiara saling tatap dan menggeleng.


" ish...jual mahal sekali nih gadis.." gumam Rian.


" kalau gak mau ya udah, tapi apa kalian masih sanggup berjalan sekitar 3 kilometer, sebab jam jam segini gak ada angkot lewat, harus ke pangkalan dulu.. dan di sana biasanya banyak para preman yang suka bermain dengan gadis gadis seperti kalian...ok aku duluan ya bye..." ucap Rian kemudian masuk ke dalam mobilnya.


Denis dan Tiara pun tercengang..


"eh.. Rian tunggu ..." ucap Tiara.


" ehm...berubah pikiran ? " tanya Rian sambil menggoda.


" ehm...bolehlah kami bareng dokter Rian yang baik hati " ucap Tiara.


" hahaha... kamu memang lucu dan menggemaskan..dah sini masuk.." Rian bergegas membukakan pintu depan untuk Tiara..

__ADS_1


" ayo Denis, tunggu apa lagi, kamu mau pulang sendirian, sini ..ayo masuk..'' pinta Rian.. dan Denis pun mendekat kemudian masuk ke mobil Rian.


mereka pun segera melajukan mobilnya ke jalan raya untuk memecah keramaian kota malang yang adem dan sedikit berkabut.


__ADS_2