Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 47


__ADS_3

Felicia hanya bisa mendengus kesal saat mengingat betapa menyebalkan Fahri hari ini...


" lo kenapa sih Fel" tanya Vera.


" gue kesel banget sama tu cowok..lihat gue ver, gue cantik gak sih...**** gak..mata tu cowok rabun apa ya... gue yang secantik ini bisa bisanya dicuekin sama dia..." Felicia mendengus putus asa.


Vera pun menarik nafas panjang...


" iya Fel lo cantik , cantik banget... hanya cowok gak normal yang gak mau sama lo...emangnya siapa sih yang lo bicarakan, jangan bilang itu si Fahri cowok ganteng yang super nyebelin itu,gue juga kesel dama dia, susah banget nyari perhatiannya..hhh...." jawab Vera.


" tunggu tunggu .... gue dari tadi penasaran sama jaket yang lo pake Fel , perasaan itu jaket cowok deh...dan gue kayak familiar sama tu jaket...tapi di mana ya..." ucap Rena


sambil memandangi Feli yang kelicutan.


Sebelum Rena dan Vera mengingat kalau jaket itu milik! Fahri, Felicia segera mengalihkan pembicaraan.


" ehm...ngomong ngomong aku laper nih , udah jangan bahas yang gak penting, ayo kita ke kantin..laper gue..." ucap Felicia sambil menyeret tangan kedua sahabatnya itu.


☘️


Di kantin siang itu terlihat agak sepi...


Yang namanya Felicia gadis cantik, bar bar dan primadonanya kampus... walaupun mengenakan pakaian apapun tetap aja jadi pusat perhatian.


Apa lagi jaket yang dia kenakan tampak tidak asing bagi sebagian mahasiswa lainnya.


" eh...lo..ngapain lihat gue...!!! " ketus Felicia sama seorang cewek teman di kampusnya yang terus memandanginya...


" eh...enggak , maafin gue..." jawab cewek itu.


Vera dan Rena mendekati cewek itu yang mulai panik dan menunduk ketakutan.


" lo berani ama kita..."tanya Rena.


Cewek itu hanya menggeleng ,dia bernama Nadya.


" eh...apaan sih kalian..jangan sok dong jadi orang..." teriak seorang pemuda yang tak kalah tampan dari Fahri..


" hai nad, lo gak apa apa...minggir kalian..." teriak Aditya sambil mendorong Rena dan Vera yang hendak melukai Nadya.


kemudian Aditya menarik tangan Nadya untuk meninggalkan tempat itu...


" ih....siapa sih tuh cowok , ganteng sih tapi kok seleranya sama dia sih, dah cupu , jelek lagi... emang aneh dunia sekarang... banyak cowok ganteng sukanya sama cewek gak bermutu...hhhh... pusing gua..." gumam Vera sambil terus melihat ke arah Aditya yang membawa Nadya pergi dari sana.


Felicia yang menyaksikannya hanya tersenyum...


" kalian kenapa...??? , dah kalian makan dulu, setelah itu kita pikirin cara ngerjain Fahri, cowok sialan itu...entahlah gue jadi kesel banget sama dia..." ucap Felicia sambil melepas jaketnya karena merasa kepanasan..



" hai cantik.." sapa seorang pemuda.

__ADS_1


Felicia mendengus kesal.


" hai..." sapa seorang mahasiswa lagi.


lagi dan lagi... karena kecantikan Felicia yang tak diragukan lagi ditambah tubuh sexinya yang hanya memakai tangtop dan celana jin menambah kesan **** dengan tubuh padat berisi yang menggoda setiap mata pria yang memandang.


" Fel, lo pakai lagi jaketnya, atau lo akan viral di sini, lihat semua mata melihat ke arah lo.." bisik Vera.


"Atau lo bisa dilecehkan salah satu dari mereka yang tidak tahan melihat tubuh lo yang **** " ucap Rena yang bergidik ngeri dan segera memakai lagi jaketnya.


Felicia merapikan jaketnya dan tertunduk memikirkan kata kata sahabatnya itu..


" bener juga kata lo..ihhh bikin gue ngeri aja.." gumam Felicia.


Mereka pun asik menikmati makan siangnya...


Bercanda, bercerita dan membuat rencana rencana bodoh untuk mempermainkan hati para pemuda yang sangat mengagumi mereka.


" Fel, lo tau gak Adam itu suka ngelihatin lo...kayaknya dia menyimpan hasrat terpendam deh ama lo." kata Vera.


" hhh...gue ma tau mereka semua suka ngelihatin gue, secara gue kan cantik ,tajir bapak gue pemilik Rumah sakit besar di kota ini, sedangkan kakek gue pemilik beberapa perusahaan di dalam dan di luar negeri...hahahaaaa..." jawab Felicia dengan sombongnya.


" iya ya, bener juga ya..." ucap Rena dan Vera bersamaan.


Dan tanpa mereka sadari 3 pemuda duduk di pojok kursi kantin lebih tepatnya di belakang mereka duduk dan bercanda sambil menjahili teman temannya yang kebetulan lewat sebelah mereka.


Memang mereka mahasiswi yang tak punya tatakrama dan nilai yang baik.



" ehm..gua tau sekarang, diam diam lo suka kan sama tu cewek ....iya kan..." goda Calvin yang membuat Fahri tersentak kemudian tersenyum.


" apaan sih kalian...ya enggak lah , masa selera gue kayak dia..." jawab Fahri yang sedikit salting.


" tapi gue kayak kenal sama jaket kulit yang dipake Feli...kok kayak mirip punya lo sih Fahri???" tanya Feri.


Fahri tersentak dan kelicutan...


" ehhhh....jaket kayak gitu banyak lagi guys..udah jangan pikirin yang macem macem...lanjutin tu makannya, habis ini kita ke kelas ..." sanggah Fahri sebelum sahabatnya menyadari kalau jaket yang dipakai Felicia memang miliknya.


karena ada sedikit keributan akhirnya, Felicia dan teman temannya menoleh ke belakang..


deg deg


Jantung Felicia kembali tidak aman melihat betapa gantengnya si Fahri yang sedikit tersenyum padanya..


" esh...apaan sih gue...bisa bisanya mengagumi cowok brengsek kayak dia..." gumam Feli membuyarkan hayalannya.


" Fel, itu Fahri...ganteng banget....!!???" ucap Vera.


" lo gak samperin " tanya Rena.

__ADS_1


" ogah, yang ada gue yang dibuat malu lagi nanti " jawab Felicia.


Fahri yang menyadari ketiga cewek di depannya itu sedang membicarakan dirinya pun tak ambil pusing, dia hanya tersenyum dan sesekali mencuri pandang.


Felicia yang merasa risih dan was was kalau tiba tiba di depan teman temannya dia minta jaketnya, takut dan malu pastinya.


" ayo guys kita ke kelas.." ucap Felicia sambil berdiri dan ternyata bersamaan Fahri dan ketiga temannya berdiri juga.


mereka pun beranjak melangkah dan tanpa di duga mereka saling berhadapan lagi dan lagi.


" hhh ..ngapain sih lo selalu ngikutin gue" tanya Felicia sambil mendengus kesal.


Fahri melotot tajam..


" gue ikutin lo..cihh...najis tau..." jawab Fahri kesal dan membuat Felicia dan teman temannya geram.


" heh...lo bilang gue cewek sombong , lo mikir gak sih , yang sebenarnya sombong itu lo bukan gue..." ucap Felicia ketus dengan muka merah berapi api.


Fahri hanya tersenyum..


" hai nona, otak lo ditaruh di mana sih...lo pikir gue gak lihat kelakuan jahat lo dan kalian bertiga yang suka membuli teman teman kalian, dan sering ngejahilin mereka... kalian bertiga suka tebar pesona untuk mencari perhatian para cowok untuk kemudian lo permainkan...apa sih mau kalian..."ucap Fahri yang membuat Felicia semakin kesal.


" lo... ihhh...emang cowok sialan, gak tau diri, brengksek....kenapa sih suka nyari gara gara sama gue...jangan jangan lo emang teropsesi ya sama gue... tapi maaf gue gak tertarik sama lo ..." kata Felicia.


Fahri pun tersenyum dan mendekat pada Feli..


'' ehm...kartu lo ada sama gue, berani macam macam sama gue, gue bongkar semua ...." bisik Fahri yang membuat jantung Felicia seperti mau loncat.


Felicia melotot dan menggeram penuh amarah...


" lo....!!! " sambil menunjuk ke arah muka Fahri yang tersenyum dengan manisnya.


" hai nona, nanti sampai rumah cuci jaketnya, jangan sampai bau keringat lo masih nempel..ok..hahaaaa.." bisik Fahri kemudian pergi meninggalkan ketiga gadis cantik yan masih berdiri mematung.


Felicia, Rena dan Vera terlihat sangat kesal .. mereka berjalan tanpa mengatakan sepatah kata pun ...


sesampainya di kelas.**


" ihhhh... kesel kesel kesel...gue kesel banget...aduhhh bagaimana caranya gue bisa membalasnya, selalu gue yang dipermalukan ...ach...." teriak Felicia frustasi.


Rena dan Vera pun hanya mendengus.


" iya nih, gue juga bingung... Fahri selalu satu tingkat di atas kita..." gumam Rena.


" tunggu tunggu , dia itu cowok normal kan..." ucap Vera.


Felicia dan Rena pun menatap Vera dan tersenyum licik..


Duh apa lagi rencana mereka..


kemudian Felicia, Rena dan Vera berbisik menyusun rencana untuk membuat Fahri dan teman temannya malu.

__ADS_1


__ADS_2