Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 20


__ADS_3

Rian menatap Tiara dengan heran..


" barusan nangis , eh sekarang dah tertawa ngakak kayak gitu...kok bisa ya...ehm.. wanita memang sulit dimengerti...dah tau salah tetep gak mau disalahkan... awalnya menolak ..eh rasa cemburunya ternyata lebih besar dari apa yang aku bayangkan , gak sesuai ekspektasi... benar benar sulit dimengerti.." gumam Rian sambil tersenyum sendiri melihat kekasihnya yang lagi asik menonton film komedi...


setelah hampir 3 jam, film pun selesai .


semua penonton berdiri dan berbaris untuk keluar..


Rian berjalan menggandeng tangan Tiara.


" Tiara, kamu lapar nggak kita makan ya , dari tadi kamu belum makan lo nanti sakit..ayo.." ucap Rian.


" eh..mau makan di mana , makan di situ aja .." jawab Tiara sambil menunjuk sebuah kedai bakso dan mi ayam..


" oke oke ..ayo..buruan mumpung reda nih hujannya...


mereka pun segera memesan bakso untuk menghangatkan tubuh mereka karena cuaca hari ini sangatlah dingin .


beberapa saat kemudian , mereka yang sedang asik menikmati hidangan hangatnya..tiba tiba ada suara yang memanggil..


" Tiara..."


Tiara pun menoleh dan tersenyum sambil melambaikan tangannya..


" hai.. Riko...kamu di sini..." sahut Tiara.


Rian hanya diam dan melihat kelakuan kekasihnya itu.


Riko pun menghampiri Tiara..


" kamu sekarang tambah cantik aja Ra, sampai pangling lo aku ...o iya kamu sama siapa.." tanya Riko.


" o iya ini Rian dan dia Riko teman SMA aku " ucap Tiara.


Riko dan Tiara asik bercanda menceritakan masa lalu mereka.


Rian hanya diam sambil menikmati teh hangatnya.


" gila nih cewek, lupa ada aku atau gimana ya..kok lama lama jadi panas kalau gini terus.." gumam Rian dengan perasaan sedikit emosi tapi masih bisa menahannya.


Dan yang dipikirkan Rian ternyata benar mereka tukeran nomer hp .


Rian pun hanya mengusap wajahnya dengan kasar.


Tiara yang tidak menyadari sudah membuat Rian cemburu pun terus bersenda gurau dengan Riko.


" oke Ra, aku mau lanjut kerja dulu ya ... nanti sore setelah pulang kerja aku telp kamu ya .." ucap Riko sambil berlari menuju mobilnya.


Tiara nengangguk dan tersenyum.


Rian hanya diam dan menatap Tiara dengan tajam.


Tiara pun menyadari kalau Rian sedang marah padanya..


Tiara memasang senyum manisnya.. tapi Rian tetap menatap nya dengan buas seperti singa yang kelaparan..


" sayang , kamu marah ya.." rayu Tiara sambil mengusap bahu Rian.


Rian tak menjawab .


" ehm...oke oke...aku capek begini terus...kamu setiap hari setiap jam menemui Anita aku harus membiasakan tapi aku ketemu teman SMA ku yang sama sama dari kampung .. kamu marah , aku gak ngerti dengan semua ini ... cinta memang hanya membuatku tidak waras..." ketus tiara sambil berjalan meninggalkan Rian yang tengah duduk diam meradang.


Tiara bergegas menuju ruangannya, dia sandarkan kepalanya di kursinya.

__ADS_1


sedangkan Rian berjalan menuju ruangannya dia duduk dan menyandarkan kepalanya juga, sama sama memikirkan dan takut kehilangan.


Ceklekkkk


Aldi datang dan duduk di depan sahabatnya itu.


" kamu kenapa sih Rian..perasaan baru saja berantem ,baikan, masa sekarang berantem lagi..sehari saja sudah 2 kali kalian berantem itu yang aku lihat, gak tau deh yang gak ku lihat... terus kalau kalian hidup bersama masa kayak gini terus..cobalah saling percaya dan saling mengerti .." ucap Aldi.


Rian hanya nendengus dan mengusap kasar wajahnya.


kemudian dia menceritakan semuanya tentang pertemuan Tiara dan Riko di kedai depan rumah sakit.


" trus , kamu biarkan Tiara curhat sama Riko.. bro cewek itu kalau lagi galau dia butuh tempat bersandar dan teman curhat , dengan masalah seperti ini, nanti Riko telp pasti lah itu Tiara curhat ke dia.." ucap Aldi.


" trus, aku harus gimana...!!?" tanya Rian.


" ya, kamu minta maaf dan rayu dia lagi , dan kalian bicarakan pelan pelan dari hati ke hati..kendalikan emosi, cewek itu memilik perasaan selembut sutera gak bisa di kasar , sedikit saja kau mengkasarinya dia tidak akan pernah lupa sampai kapanpun.." jawab Aldi.


" Nah..dia yang salah, kenapa aku yang harus minta maaf..??!!" ketus Rian.


" Rian, Rian...memang bener ya cinta membuat orang menjadi bodoh.. seorang dokter cerdas seperti kamu masasih gak tau bagaimana sifat wanita...wanita itu biarpun salah gak akan pernah mau minta maaf , yang ada malah perang dunia yang pecah.."


" terus"


" ya kamu minta maaf duluan..bawakan dia setangkai mawar merah dan hadiah, entah itu coklat atau apa gitu..."


Rian mencoba berpikir .


" pikirkan baik baik Rian jangan sampai kamu menyesal hanya karena keegoisan mu sendiri.." ucap Aldi ambil mengudap bahu Rian.


" trus dari mana aku mendapatkan mawar merah.."


Aldi terkekeh, sambil mengambil setangkai mawar di vas bunga yang ada di meja kerja Rian.


" cinta membutakan segalanya, masa mawar segini banyak gak lihat..dah sana pergi temui Tiara sebelum terlambat..o iya ini kebetulan aku punya coklat, rencananya mau aku kasih kan Sonia tapu gak apa apa buat kamu...dah sana pergi.."


tok tok


ceklekkkk


Rian membuka pintu ruangan Tiara.


Tiara hendak bersiap mau pulang..


dengan kesal dia menatap sinis ke arah Rian..


Rian mendekat hendak memeluknya dari belakang namun Tiara menghindar .


" sabar Rian sabar...." gumam Rian.


" ada apa lagi aku mau pulang..." ketus Tiara.


Tiara hendak melangkah untuk keluar daru ruangannya tapi Rian lebih cepat menyambar lengannya..


Tiara mendengus kesal..


" aduhh Rian, aku capek aku mau istirahat di rumah..." ucap Tiara yang kemudian terdiam saat Rian mengeluarkan setangkai mawar merah dan sekotak cokelat.


Rian memasang senyum manisnya..


" maaf kan aku Tiara, tak seharusnya aku bersikap seperti itu padamu..mau kan kamu memaafkan aku.." pinta Rian dengan lembut.


Tiara mengambil setangkai mawar dari tangan Rian kemudian tersenyum dan mengangguk...

__ADS_1


Rian pun lega..


" terimakasih sayang..."


" tapi kamu ngasih aku cokelat , nanti kalau aku gemuk gimana, tau gak mati matian aku diet agar aku bisa langsing seperti ini, kamy malaj kasih aku coklat.." ucap Tiara sambil mengambil coklat dari tangan Rian.


" tapi gak apa apa sih, sekali doang..gak masalah gak akan gemuk lagi kalau cuma makan segini.."


Rian hanya tersenyum melihatnya.


" udah gak apa apa, gemuk pun gak masalah kok, kamu pasti tetap cantik , malah semakin **** tau kalau gemuk.." goda Rian.


" eh...apaan sih..."


Tiara pun tersenyum dan mereka pun bercanda , sampai sampai lupa kalau sudah waktunya mereka pulang karena sudah sore.


Rian mengantarkan Tiara pulang ke kostannya...


Cringgg 🎶


ponsel Tiara yang berada di dalam tasnya berdering...


" Tiara, ponsel kamu berdering..." teriak Rian yang berada di depan kamar Tiara..


" udah kamu angkat saja Rian, aku ganti baju dulu..." jawab Tiara dari dalam kamar.


" hallo "


[ lho kok cowok , kamu siapa]


" ehm..aku pacarnya Tiara, kamu Riko ya yang tadi ketemu kita di kedai bakso depan rumah sakit.. "


[ iya..o jadi kamu yang tadi bareng sama Tiara itu pacarnya..ok ok , o iya Rian ya..tolong sampaikan ke tiara ya tadi saya telp..kita gak ada apa apa kok Rian aku cuma berteman biasa sama Tiara, kita dulu satu SMA dan satu kampung.. Sekarang aku bekerja di percetakan Samanta di ujung jalan dekat rumah sakit.. kalau ada waktu kamu ajak Tiara main main ke sana ya..]


" oke Riko, kamu pun kalau ada waktu bisa kok mengunjungi kami di rumah sakit, kamu tanya di receptionis ruangan dokter Rian atau dokter Tiara.."


[ o..jadi kalian dokter ,wah hebat, Tiara sudah mencapai cita-citanya ... baiklah dokter Rian..lain kali aku mampir ke rumah sakit untuk mengunjungi kalian..]


" oke bye"


Rian tersenyum miring, namun saat dia menoleh betapa kagetnya ternyata Tiara sudah berdiri di belakang nya sambil senyum senyum sendiri.


Rian pun bingung dan panik takut Tiara marah lagi..


" ma..ma...maafkan aku Tiara tadi itu Riko yang telp..aku aku aku.." ucap Rian gugup .


"ehm...iya gak apa apa , Riko hanya teman satu kampung..makanya jangan suka nuduh yang enggak enggak ..." jawab Tiara.


" jadi kamu gak marah lagi !!"


" ihh..ngapain juga marah marah...capek tau marah marah mulu"


" nahh kalau begitu kan tambah cantik..." ucap Rian sambil mengusap kepala Tiara.


" udah malam Rian, kamu gak pulang, dah sana pulang gi...lagian kalau kamu di sini lama lama aku yang gak tenang...di sini semuanya cewek , mereka nanti pada naksir sama kamu, aku yang gak terima.." bisim Tiara menggoda Rian.


" ehh ..beneran ..cantik cantik gak.."


" ehm...sana pulang, susah amat disuruh pulang "


" oke sayang, kamu hati hati ya di kostan..untuk makan malam kamy gaj usah khawatir sebentar lagi akan ada kurir yang antar makanan kamu... aku pesan.." ucap Rian sambil mengusap pipi mulus Tiara.


Tiara hanya tersenyum dan mengangguk..

__ADS_1


" baiklah aku pulang dulu ya...bye .."


" bye..."


__ADS_2