Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 22


__ADS_3

Rian mengemudikan mobilnya dengan hati yang kacau...


Pikiran dan jiwanya terasa telah hilang..hidupnya seakan tak berarti .


Semakin mengingat senyum manis Tiara hatinya semakin hancur...


Tapi semakin ingin menghilangkan bayangan wajahnya dan tingkah manjanya ,semakin lekat dan tak bisa pergi dari netra matanya.


cekikkkk


Rian menghentikan mobilnya tiba tiba ditepi jalan.


" Tuhan...kenapa jadi seperti ini..." keluh Rian yang menangis dengan hancur ..


( hilang sudah kesan yang selama ini melekat sebagai dokter tampan yang dingin.)


Sesekali Rian menyeka air matanya.


🌹🌹🌹flashback on🌹🌹🌹


Tiara dan Rian berjalan sambil bergandengan tangan, mereka berjalan menyusuri gang di sebuah perkampungan ..


" kemana sih Rian, masih jauh ya.." tanya Tiara dengan manja.


" enggak kok itu ada di depan " jawab Rian sambil menunjuk ke arah kerumunan orang orang.


Mata Tiara terbelalak.


"wau..komedi putar...dah berapa lama aku tidak naik, terakhir naik pas mau masuk SMA.." ucap Tiara kegirangan membuat Rian senyum senyum sendiri.


Dengan gembira Tiara dan Rian bermain main di sana.


Setelah puas bermain main mereka pun duduk dengan senyum yang mengembang di sebuah bangku .


" sayang, kamu bahagia...??" tanya Rian.


" iya, aku bahagia sekali ..." jawab Tiara dengan senyum manisnya.


" hari ini aku minta Aldi dan Indra untuk menangani semua pekerjaan, jadi kita akan jalan jalan sampai sore .." ucap Rian.


" kok gitu , nah aku gimana, nanti aku dipecat..??"


" iya sebentar lagi aku sendiri yang akan memecatmu menjadi dokter di sana dan aku jadikan nyonya Rian Wijaya.."


" ihh...apaan sih.."


deg


"tapi Rian...apa kau tau perbedaan kita ..aku dan kamu memiliki keyakinan yang berbeda, mana mungkin kita bisa bersatu Rian??." ucap Tiara dengan mata berkaca-kaca.


" sayang, aku gak perduli..bukankan cinta tidak memandang apapun.." jawab Rian .


Tiara menunduk dan bulir bulir air matanya pun menetes deras membasahi bajunya.


Rian mendekap kepala Tiara.

__ADS_1


" kita akan tetap bersama sayang, tidak ada yang bisa memisahkan kita..."


" kenapa baru sekarang setelah aku begitu sayang padamu aku tau akan perbedaan keyakinan kita.. hikcs hikcs hicks...." ucap Tiara sesenggukan.


" entahlah sayang...yang pasti kita jalani saja semua, takdir cinta kita yang akan menentukan arah kemana kita akan berlabuh.. sekarang kamu tenang ya.." ucap Rian untuk nenenangkan kekasih nya itu.


🌹🌹🌹 flashback off🌹🌹🌹


Rian masih terdiam dengan semua masa lalunya bersama Tiara.


cringgg 🎶


ponsel Rian berdering.


" iya "


[ Rian kamu gak apa apa kan , berhentilah di penginapan Rian kalau kamu lelah besok baru melanjutkan perjalanan...]


" kamu sendiri gimana Tiara, apa kamu baik baik saja.."


[entahlah Rian...aku gak tau harus bagaimana..maafkan aku ya ]


"tidak ada yang perlu di maafkan Tiara


semua sudah menjadi takdir cinta kita..tapi semua butuh waktu..."


[ hikcs hikcs hikcs.. selamat tinggal Rian, setelah ini aku gak akan hubungin kamu lagi...cinta kita hanya akan menjadi kenangan terindah dalam hidupku..] hikcs hikcs hikcs..


Tangisan Tiara pecah di dalam kamarnya..


" sudah lah sayang...ibu mengerti perasaanmu , kamu harus bisa menerima ketentuan dariNya sayang, kalian tidaklah berjodoh..kita sebagai manusia hanya bisa menerima takdir yang sudah digariskan oleh sang pemilik alam semesta..." ucap ibunya sambil terus mendekap Tiara yang sesenggukan.


Sementara Rian yang melamun masih di dalam mobilnya, dia tampak lusuh dan pucat.


" hahhhh..." teriak Rian sambil memukul mukul setir mobilnya...


" tidak Rian, kamu kuat, kamu harus bisa, harus bisa...tidak mungkin kamu meninggalkan Tuhanmu demi cintamu kepada manusia ..tidak itu tidak mungkin.." Rian bangkit dan mencoba konsentrasi untuk kembali membawa mobilnya melaju menuju ke kota...


💔


Tiara yang masih berada di kamarnya.


Rama datang dan mendekati kakaknya, dia mengelus rambut kakaknya dan memeluknya.


" kak, kakak yang sabar ya..


(Rama dah tau semuanya dikasih tau ibu..)


jodoh itu di tangan tuhan kak, kita hanya bisa menjalani, kalau kak Tiara dan kak Rian memang tidak berjodoh ya sudah kak, kakak terima saja dengan ikhlas..nanti akan datang orang yang lebih baik untuk kakak..rencana tuhan itu akan jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan..


kakak yang sabar ya..." ucap Rama untuk menguatkan kakaknya.


Tiara mengangguk dan menyeka air matanya.


" sayang, ayo kita makan.." ajak ibunya .

__ADS_1


" tiara gak mau makan bu, gak lapar.."


" jangan begitu dong Tiara, nanti kamu sakit lo..besok bukannya kamu sudah mulai bekerja di klinik ya.. masasih baru pertama masuk sudah ijin ..ya udah ibu suapin ya.." ucap ibunya kemudian pergi mengambil makanan untuk mengganjal perut Tiara.


Dengan telaten ibunya menyuapi putri tercinta...


Bagaimana mungkin hati seorang ibu tidak sedih melihat anaknya seperti ini, sedih sangatlah sedih, sesekali ibunya membuang muka untuk menyeka air matanya.


" ibu..ibu.. menangis..." tanya Tiara.


" tidak nak ibu bukan sedih ,tapi ibu bahagia kamu sudah bisa mencapai cita cita mu..makanya kamu harus kuat ya , kamu harus bisa menjadi dokter yang hebat, nanti kalau ada rejeki lagi kamu bisa lanjut mengambil dokter spesialis..ya..ibu akan bicara sama bapak.." ucap ibunya sambil terus menyuapi Tiara.


" terimakasih ibu.. karena ibu Tiara akan kuat.."


ibunya pun tersenyum.


ting tong🎵


Waktu menunjukkan pukul 12 malam tapi mata Tiara masih belum bisa terpejam..dipejamkan pun tidak bisa terlelap.


Sekali saja memejamkan mata bayang bayang Rian muncul mengganggunya.


" kenapa sih cintaku selalu berakhir seperti ini.." gumam Tiara sambil memandangi poto Poto dirinya yang bersama Rian.


deg


Aku sudah lama tidak sholat malam, sepertinya aku harus sholat sekarang agar hatiku bisa tenang..


Tiara pun keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Rama dan Farel yang ternyata juga belum tidur pun melihat kakaknya keluar kamar.


" kak, kak Rama, kak Tiara mau ke mana " ucap farel .


" kamu lihat rel, jangan jangan kak Tiara mau kawin lari sama kekasihnya itu.." jawab Rama.


" ish..kak Rama ngomongnya suka sembarangan.." ketus Farel.


Tapi kedua adeknya menjadi lega ternyata Tiara hanya mengambil wudhu kemudian kembali ke kamarnya untuk melakukan sholat malam.


Rama dan farel terus mengikuti dan mengintip ke kamar kakaknya.


selesai sholat Tiara memanjatkan doa yang membuat kedua adiknya terharu..


Tiara meminta untuk menguatkan hatinya dan hati Rian untuk menerima takdirnya.. selain itu Tiara juga meminta untuk kedua adeknya semoga bisa sukses serta tidak mengalami cinta yang rumit seperti dirinya.


" kak Rama, kasihan kak Tiara ya .. orang patah hati itu sakitnya di dalam.."


" ye...sok tau kamu, emangnya kamu pernah sakit hati..." tanya Rama.


" enggak lah , makanya aku gak mau pacaran, karena belum siap sakit hati .." jawab farel.


" ehm...aku mah ogah sakit hati..putus ya putus aja, ngapain.. juga sakit hati.." ketus Rama dengan senyum miringnya.


" eh.. kalian juga belum tidur ...sini masuk temani kakak .." pinta Tiara kepada kedua adiknya yang kepergok mengintip kakaknya yang sedang sholat.

__ADS_1


mereka pun saling menceritakan pengalaman dan kelucuan kelucuannya, Tiara hanya tersenyum...meskipun dipaksakan tapi dia senang kedua adiknya sangat menyayanginya.


__ADS_2