Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 31


__ADS_3

Di Rumah sakit .


Selamat pagi Dokter Rian, sapa dari beberapa orang pegawai yang sedang bekerja.


Dengan senyum yang mengembang Rian yang memang ramah dengan siapapun membalas dengan anggukan .


ceklekkkk


Rian masuk ke ruangan Dokter Aldi dan merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di sudut ruangan.


Aldi yang kala itu sedang duduk dengan laptopnya pun heran dengan kelakuan sahabatnya sekaligus atasan nya di rumah sakit itu.


Aldi menutup laptopnya dan menghampiri Rian kemudian duduk di sampingnya.


" kamu ketemu Tiara semalam?" tanya Aldi.


" aku lihat dia tapi dia gak melihatku " jawab Rian singkat.


" kamu masih sangat mencintainya Rian, kenapa kamu gak perjuangin cinta kamu, masalah perbedaan masa sih gak ada jalan keluar.." ucap Aldi.


Rian membenarkan duduknya dan mendengus kasar..


" apa yang harus diperjuangkan Al, semua sudah jelas, kalau salah satu di antara kami ada yang mengalah ini tidak akan terjadi, tapi kami mempunyai prinsip masing masing-masing dan pada akhirnya kami harus mengorbankan cinta kami.." jawab Rian.


Aldi pun mendengus dan membuang nafas panjang.


" terus sekarang apa yang akan kamu lakuin, sudah 2 tahun kamu pergi dari sini, kamu gak bisa lupain dia atau memang kamu gak akan lupain dia .. sadarlah Rian "


" aku gak tau Al dengan perasaan ku..aku sudah berusaha lupain dia tapi semakin aku berusaha semakin aku sangat merindukannya.." jawab Rian menunduk .


" Al, semua butuh proses..kalau kamu bisa dapatkan cewek lagi mungkin perlahan kamu bisa lupain Tiara..coba deh kamu nanti ikut aku ke rumah sakit di kota S aku ada pertemuan adi sana , nanti aku kenalin kamu sama dokter dokter cantik di sana.." ucap Aldi terkekeh.


" sialan kamu Al, kamu pikir aku dah bener bener gak laku..." jawab Rian.


" nah lo , terus kamu dah punya cewek " tanya Aldi.


Rian mengangguk.


"serius lo..." Aldi terkejut


" iya Al, dia sekarang berada di Australia kami sudah berhubungan selama setahun yang lalu , bahkan dalam waktu dekat ini keluarga ku memintaku untuk segera menikahinya..tapi anehnya setiap kali aku bersama nya aku sama sekali gak merasakan apa apa , gak seperti apa yang aku rasakan saat bersama Tiara... entahlah...rasanya hatiku sudah mati rasa.." jawab Rian.


" Rian, kamu harus berusaha terus ..masa lalu akan menjadi kenangan ..kamu harus berdamai dengan hati kamu, dan cobalah menerima takdir..kamu gak bisa gini terus kamu gak adil..gadis yang akan menjadi istri kamu harus mendapatkan seluruhnya hati kamu.. sedangkan Tiara mungkin sekarang sudah bahagia dengan pasangannya.. " ucap Aldi sambil menepuk pundak Rian.


Rian mengangguk .


🌹🌹🌹

__ADS_1


Di kediaman Tiara.


Tiara yang baru saja sampai dari kota langsung bersiap siap untuk bekerja.


" Tiara, kamu gak capek nak baru pulang langsung kerja.." tanya ibu.


Tiara tersenyum dan memeluk ibunya.


" Tiara gak capek bu, Tiara punya tanggung jawab buat bahagian ibu dan bapak , Tiara gak boleh capek.." jawab Tiara dengan manja.


" nak, maafin ibu dan bapak ya.." ucap ibunya yang membuat Tiara terdiam dan memandang ibunya dengan tatapan sendu.


" maaf untuk apa bu" tanya Tiara.


" karena ibu dan bapak kamu berpisah dengan .."


" ibu , sudah bu...tak perlu ungkit masalah itu.. Tiara sudah lupakan semua, sekarang yang terpenting adalah masa depan Tiara bu.. " jawab Tiara dengan mata berkaca-kaca.


" dan satu lagi nak, kemarin calon suamimu datang ke sini untuk melamarmu, pernikahan akan dilakukan satu bulan lagi.."


deg...


" kok secepat itu bu.." jawab Tiara dengan terkejut ..


Tak terasa bulir bulir air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya.


" enggak bu, enggak perlu, aku percaya dengan ibu dan bapak, dia pasti pemuda yang baik dan berakhlak.." jawab Tiara dengan tatapan kosong...


" ya sudah bu, Tiara berangkat kerja dulu ya..


assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


Tiara melangkah ke luar rumah menuju mobilnya yang terparkir di halaman.


Di perjalanan, Tiara tampak sesekali menyeka air matanya.


" entah bagaimana hatiku ini, sebentar lagi aku akan hidup bersama orang yang gak ku kenal, bisakah aku mencintainya dan menerima seutuhnya sebagai suamiku ..aduhhh.." gumam Tiara.


Tiba tiba tersebit ingatan akan Rian, wajah tampannya, senyum manisnya, dan semua kemesraan yang pernah terjadi..


" Rian, benarkah kau sudah menemukan gadis yang tepat untukmu...atau kau hanya ingin menghiburku..( Tiara mengeluarkan nafas panjang) .. sudah sekian lama kita berpisah tapi kenapa kau masih subur dalam hatiku..tidak tidak ini tidak boleh terus begini tidak tidak... pergilah Rian, pergilah dari pikiranku ...agar aku bisa tenang menjalani hidupku tanpamu..." guman Tiara sambil menyetir mobilnya.


💓


Di kediaman Al Faish.

__ADS_1


Umi Salamah sedang duduk bersama Abah di ruang keluarga.


Raihan berjalan hendak ke teras.


" Rai, Rai...tunggu nak"


" ada apa umi..." jawab Raihan.


" semalam waktu di nikahan om kamu, umi lihat kamu bersama seorang gadis cantik..." goda uminya yang tersenyum bersama abah.


Raihan terkejut dan terdiam.


" aduhh jangan jangan umi akan marah nih" gumamnya.


" ehm...cantik ya gadis itu ...dah cantik kelihatan sholeha juga, siapa namanya.." tanya umi sambil tersenyum.


" o dia temanku kok umi , namanya Tiara, dia dulu teman Raihan waktu di kampus..cantik kan umi..tapi kenapa sih umi pakai menjodohkan Raihan segala , Raihan bisa kok cari calon istri Raihan sendiri.." ucap Raihan.


umi melotot.


" apa kamu bilang... Muhammad Raihan Al Faish... kemarin kemarin kamu nurut nurut saja umi jodohkan nah kemarin baru saja umi dan abah melamar seorang gadis untukmu , sekarang kamu protes..mau umi jewer kuping kamu.." ucap umi Salamah.


Raihan mendengus kesal..


" dah, jangan mikir macam macam , pokoknya sebulan lagi kamu nikah sama gadis pilihan umi.." ucap umi sambil tersenyum.


Dengan perasaan kesal Raihan melangkah pergi meninggalkan umi dan abahnya.


Umi pun kembali duduk di samping abah.


" abah, tau gak ... sepertinya Raihan dan Tiara memang berjodoh, teryata mereka sudah saling mengenal bahkan terlihat akrab , semalam umi lihat waktu dinikahanya Alex.." ucap umi yang membuat abah tersenyum.


" iya umi, semoga niat kita menjodohkan mereka diridhoi Alloh.


sedangkan Raihan tampak frustasi dengan keputusan umi nya.


" umi memang keterlaluan, masasih menjodohkan Raihan tanpa mengenalkan dulu sama Raihan..aduhhh...gimana nih...aku maunya Tiara yang menjadi istri Raihan.." gumam Raihan sambil mengacak rambutnya.


to be continue


💓💓💓


mohon dukungannya ya sahabat????


jangan lupa tinggalkan jejak like dan koment..


terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2