
pagi itu hari pertama Tiara menjadi nyonya M.Raihan Al Faish..
Dengan memakai daster dan hijab , Tiara Keluar dari kamarnya di susul Raihan yang sudah berpakaian rapi...
Dengan senyum mengembang umi memeluk menantunya, umi sangat bahagia Raihan sudah menikah...
" Sudah hampir 30 tahun, dan teman teman seusianya sudah punya anak ada yang sudah memiliki 2 atau 3anak.., umi bahagia sayang kamu yang Allah pilih untuk menjadi pendamping hidup Raihan..." ucap umi .
Sedangkan Tiara hanya menunduk.
Raihan segera duduk dan menikmati sarapannya.
" hari ini umi yang masak...??" tanya Raihan.
" lha biasanya siapa yang masak , setiap hari umi sendiri kan yang masak..
umi tersenyum sambil melirik Tiara...
" o...umi tahu, mulai besok Raihan mau dimasakin istri tercinta ya...baiklah , mulai besok umi gak masak tapi menantu umi yang cantik ini yang akan masak...iya kan sayang..." ucap umi sambil mencubit gemas pipi Tiara.
" hahhh" Tiara melotot ke arah Raihan.
Raihan hanya tersenyum gemes.
mereka pun segera melanjutkan sarapan dan memulai kegiatan kegiatan rutinitasnya.
Tiara mulai sibuk dengan laptopnya, sedangkan Raihan sibuk dengan materi materinya yang akan dia ajarkan di madrasah.
dret dret🎵🎵
ponsel Tiara berbunyi, tertera nama Denis di layar panggilannya.
" assalamualaikum"
[ waalaikumsalam]
" Denis, ada apa den...?"
[ Ra, kamu jadi kuliah s2 nya kan...ini aku juga mau ambil S2 , bang Alex mengijinkannya]
" ok, terus kamu ngapain telp aku cuma mau tanya itu doang, ih gila kamu ya, aku lagi ngerjain tugas nih..."
[ ya elah...kamu kok sensi amat sih, emang semalem gak dikasih jatah ya sama Raihan]
" eh eh....ngomong apa sih den, jangan bahas itu ih ..emang kamu gak malu membahasnya..itu masalah pribadi gak boleh diceritakan tau.."
[ ya gak apa apa kali, kita kan sekarang dah sama sama pernah merasakan...hahahaaa]
" udah ah kalau kamu cuma mau membahas itu lebih baik aku tutup panggilannya."
[ eh... tunggu tunggu Ra, ya.. gitu aja kok marah marah sih ..ok aku serius..maksutku kalau kamu emang sudah ambil s2 nya aku juga barengan sama kamu di kampus yang sama...ya bayar mahal gak apa apa , uang bang Alex masih banyak..wkwkwk..]
" o iya terserah kamu, nanti aku kirim lokasinya ke kamu..."
[ baiklah bu Raihan....]
" hhhh... terserah "
Tiara menutup panggilannya..
Raihan yang dari tadi berada di sampingnya hanya tersenyum sambil melirik Tiara.
Sedangkan Tiara pura pura tidak lihat dan masih sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
" Tiara, nanti siang kita akan keluar" ucap Raihan datar.
" kemana " jawan Tiara.
" ke tempat bapak sama ibu..."
" baiklah "
" ok "Raihan menjawabnya lagi.
" ok " begitupun dengan Tiara.
kemudian Raihan menoleh dan menatap Tiara.
Tiara pun menghentikan kegiatannya dan menatap ke Raihan.
" ok, maksut kamu apa " tanya Raihan.
" iya , kita akan ke sana " jawab Tiara.
" terus"
" iya , terus maksudnya gimana Raihan??"
" ya kamu masak dong buatkan apa gitu untuk di bawa ke sana "jawab Raihan.
" terus Tiara harus masak apa...??" tanya Tiara.
" kamu buatkan rendang dan nasi uduk sama kue " jawab Raihan.
Tiara terdiam dan melongo tak percaya, dengan perintah suaminya, dan kalau tidak dituruti takut dosa..
" udah kamu tenang aja , kamu kan punya resep dari umi, yang kemarin dikasihkan kan sama resep untuk malam pengantin kita, masa kamu lupa sih..." ucap Raihan sambil mengelus kepala Tiara dan mencium hangat keningnya.
Tiara terdiam
deg deg...
Tiara salah tingkah dengan pipi merah merona Karena menahan malu..
Dengan sengaja Raihan selalu memberikan sentuhan sentuhan hangat kepada Tiara...tujuan pertama Raihan agar hubungannya tidak hambar dan Tiara dengan perlahan akan menerimanya seutuhnya dan melupakan Rian .
Bagaimana pun juga Tiara hanyalah manusia biasa, dia yang dulu pernah sangat mencintai Raihan pasti masih punya sedikit perasaan untuknya..dan dengan sedikit perasaan itu akan menjadikan modal untuk Raihan membuka kembali lembaran buku yang belum usai.
Tiara mentup laptopnya dan segera menuju ke dapur...
dengan heran dan tak tahu apa yang akan dia lakukan Tiara hanya mondar mandir.
" Melihat isi kulkas sepertinya semua bahan untuk membuat rendang ada semua..tapi gimana caranya, aku gak bisa...aduhhh..." gumam Tiara.
Raihan yang melihatnya pun hanya tersenyum, dan sudah menduganya, karena dia tahu Tiara tidak bisa masak...
Raihan mendekati istrinya itu dan merangkulkan lengannya di bahu istrinya.
" ada apa sayang, itu ksn ada bahannya semua...jangan bilang kamu gak tau ya " ?ucap Raihan menggoda Tiara..
Tiara hanya terdiam.
deg deg...
degup jantungnya kembali berdetak kencang setiap mendapat sentuhan dari Raihan...
" ehm...it ...i...itu...aku...aku..."
__ADS_1
sebelum Tiara menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Raihan mencium hangat pipi Tiara yang membuatnya berhenti berbicara dan hanya terdiam.
Raihan tersenyum dan menarik tangan Tiara ke kamarnya..
" udah , kamu mandi dulu dan ganti baju, aku siap kan mobilnya dulu.." ucap Raihan kemudian pergi ke garansi.
Tiara hanya diam mematung.
sampai Raihan kembali ke kamarnya Tiara masih terdiam melamun.
" hai, Tiara.. kamu belum juga mandi, apa mau mandi bareng..???." goda Raihan yang membuatnya tersadar dan segera berlari ke kamar mandi..
Raihan hanya tersenyum melihat tingkah istrinya itu..
" Tiara sebentar lagi kamu akan segera melupakan Rian, saat pernikahan Rian nanti kita akan datang menghadirinya dan kamu sudah menjadi milikku seutuhnya...aku pastikan itu...baru kau akan benar benar mengiklaskannya.." gumam Raihan dengan senyum smricknya.
Raihan duduk di sisi ranjang dengan memainkan ponselnya sambil menunggu Tiara yang sedang mandi.
Tak lama kemudian, Tiara membuka pintu kamar mandi dan berjalan dengan sedikit cemas dan malu karena hanya memakai handuk yang dililitkan sebatas dada dan di atas lutut.
Raihan pun tersentak dengan pemandangan itu, pikiran nakalnya kembali bekerja..
Tanpa berkedip dia tetap menatap ke arah Tiara yang sangat cantik dan menggoda, apa lagi dengan rambut yang tergerai bebas tanpa penutup kepala.
Tiara yang sadar di pandangi terus oleh laki-laki yang sekarang sudah halal baginya pun tampak malu malu.. Raihan meletakkan ponselnya dan berjalan mendekati Tiara.
Tiara pun Tampak ketakutan, dia terus mundur sampai pada tembok , dia hanya bisa pasrah...
Raihan pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya hendak menciumnya.
Tiara memejamkan matanya, tapi ternyata Raihan hanya mengambil handuk yang terletak di atas meja di samping tiara.
Raihan tersenyum puas sudah mengerjai istrinya dan segera berjalan ke kamar mandi .
Tiara membuka matanya dan mendengus panjang .....
" dasar kamu Rai.."gumam Tiara sambil memegangi handuknya yang hampir terlepas.
setelah Raihan masuk ke kamar mandi Tiara segera memakai bajunya yang tadi lupa tidak disiapkan dulu dari lemari.
Dan ketika Raihan keluar dari kamar mandi gantian dia yang cuma memakai handuk .
Raihan melihat istrinya sedang berhias di depan meja rias.
Raihan datang menghampiri dan memeluknya dari belakang.
Tiara tersentak kaget dengan pipi merah merona.
" istriku ini cantik sekali" bisik Raihan.
" Raihan sudah Rai, kamu segera pakai bajumu ..." ucap Tiara.
" ehm....biarkan kamu kan istriku.." jawab Raihan.
" kamu sekarang kok jadi agresif gini sih Rai, dulu dulu kamu pendiam malu malu, ih..
sekarang suka bikin Tiara malu tau gak..." ucap Tiara yang terlontar begitu saja.
Raihan tersenyum dan mengelus kepala Tiara.
" kamu sudah kembali menjadi Tiara ku yang dulu, yang ceria dan suka protes..." ucap Raihan kemudian mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Tiara dan memakainya di kamar mandi.
Setelah mereka bersiap siap , mereka pun keluar dari kamarnya, ternyata umi sudah menyiapkan semua makanan yang aka di bawanya berkunjung ke rumah ibu dan bapaknya..
__ADS_1
Tiara pun senang dan merasa beruntung memiliki mertua yang baik dan pengertian seperti umi Salamah.
Dan mereka pun segera pergi untuk mengunjungi ibu dan bapak.