
Fahri turun dari mobilnya dan menghampiri Felicia yang tengah mengotak atik ban mobilnya..dengan kap mesin terbuka, karena selain bannya yang bocor mesinnya juga bermasalah.
pagi itu sedikit berkabut.
Felicia tampak stress menggerutu di samping mobilnya.
Fahri yang memperhatikannya hanya tersenyum sinis.
" udah deh lo nyerah aja, gak bakalan bisa lo ganti ban itu sendiri...hahaaaa" goda Fahri membuat Felicia semakin kesal.
" ngapain sih lo, kalau gak mau bantu lebih lo pergi..." ketus Felicia.
" ehm...ok ok , gue akan pergi...lo kan ber uang , lo pasang aja ban lo pake uang lo.." ucap Fahri dengan senyum miringnya.
Fahri memutar badan dan pergi meninggalkan Felicia.
Felicia berdiri dan tetap memandangi Fahri.
" eh eh beneran pergi lagi...sial...hhh...dasar cowok aneh...ihhh....sebel banget lihat muka lo, pengen gua lempar lo pake kunci inggris..." gumam Felicia dengan emosi.
Fahri hanya tersenyum, dia sungguh gemas dengan kelakuan dan sikap Felicia.
Fahri menjalankan mobilnya dan berhenti tepat di samping Felicia yang sudah kotor dengan oli dan ban kotor.
Fahri membuka pintu di sampingnya..
" ini penawaran terakhir, atau kau benar benar mau aku tinggalkan di sini...!!!? " tanya Fahri.
Felicia pun bingung antara mau tapi gengsi atau menolak tapi tak ada yang membantu mana ponsel mati lagi.
" ok...gue pergi bye..silahkan nikmati kesendirian lo, mana jalan sepi lagi, di depan ada rumah kosong di samping juga Rumah kosong, berdoa saja nanti kalau ada orang yang lewat itu benar benar orang dan bukan.."
jlengg..
Dan belum selesai Fahri bicara , Felicia sudah naik dan duduk di samping Fahri.
Fahri hanya tersenyum sambil gelengkan kepala lirih.
" ok....pasang selfbelt nya.." perintah Fahri.
" ok , aduhhh...(Felicia yang gugup jadi susah memasangnya ...) kok gak bisa sih...tenang tenang Fel , lo bisa , lo harus tenang... aduh kok tetap gak bisa sih...hhhhh.." Felicia mendesah dan menghembuskan nafas panjang.
"ish...jangan bilang lo mau menggodaku..gak lucu tau..." gumam Fahri..
" ok..sini biar aku pasangkan, lo diam ,jangan ambil kesempatan,awas lo sentuh gue..." ucap Fahri kemudian membungkuk ke arah Felicia.
deg deg deg
" aduh...jantung gue gak baik baik saja ini " gumam Felicia dalam hati.
__ADS_1
Fahri membantu Felicia untuk memasang selfbelt nya, jarak mereka begitu dekat , hampir saja Felicia mencium pipi Fahri..
" ternyata dia tampan juga" gumam Felicia.
" hhh... kau mengatakan sesuatu.." tanya Fahri yang membuat Felicia kelicutan.
" ehhh, enggak enggak ngomong apa apa gue..." jawabnya gugup.
ceklekkkk ( akhirnya selfbelt bisa terpasang)
Fahri kembali ke posisinya di belakang kemudi dan berusaha tenang dan tak merasakan apa apa.
Fahri melajukan mobilnya memecah jalanan kota yang padat merayap.
" terus mobil gue gimana" tanya Felicia.
" uang lo kan banyak , beli lagi aja..." jawab Fahri dengan datar.
Mata Felicia terbelalak seperti mau loncat dari tempatnya .
" kau....!! memang menyebalkan..tau gitu gue ogah bareng sama lo.." ketus Felicia.
cekikkkk
Fahri menghentikan tiba tiba laju mobilnya di pinggir jalan.
" turun Lo sekarang ..!!!? " perintah Fahri dengan tatapan mata tajam.
" lo turun sendiri atau gue seret lo keluar dari mobil gue sekarang juga..'' imbuh Fahri masih dengan tatapan tajam yang menakutkan.
" ok, " Fahri mulai membuka selfbelt nya hendak turun dari belakang kemudi nya, tapi tiba tiba Felicia membuka selfbelt nya dan turun dari mobil Fahri.
Fahri mendengus panjang dan tersenyum tipis
" makanya hati hati kalau ngomong jangan asal njeplak, mentang mentang lo cantik dan kaya bisa seenaknya saja sama orang lain...hhh.."
gumam Fahri.
Felicia pun turun dari mobil Fahri dengan kesal dan murung ditekuk mukanya, mana badan dah kotor kena oli sungguh memperihatinkan.
Fahri pun tersenyum puas bisa memberinya pelajaran..
kemudian melemparkan sejumlah uang dan kartu nama tepat di depan kaki Felicia.
Felicia pun menunduk dan memungut beberapa lembar uang seratus ribuan dan kartu nama tersebut.
Dia menatap ke arah Fahri ,memberi kode ..
" itu uang cas, karena lo pasti gak bawa uang cas buat bayar ojek atau grab, trus itu kartu nama bengkel yang ngederek mobil lo..nanti lo tinggal ambil, itu alamatnya.." ucap Fahri kemudian melajukan mobilnya menuju kampus.
⭐⭐⭐
dan tak lama kemudian Felicia dengan susah payah sampai di kampusnya.
__ADS_1
Semua orang melihat kepadanya heran.
" masasih itu Felicia kok penampilan nya begitu , dah lusuh, kotor, naik ojek pula...hahhhh beneran " ucap salah seorang mahasiswi.
Felicia menutupi mukanya dan mencari cari sahabatnya..
Dan sialnya bukannya sahabatnya yang dia temukan tapi Fahri dengan senyum smricknya yang tepat berada di hadapannya.
Saat mau berjalan mereka saling bertabrakan, Felicia ke kanan Fahri ke kanan dan sebaliknya.
" lo menyingkir dari hadapan gue.." ketus Felicia.
" hhh... memangnya Lo doang yang sebel di sini, gue pun neg lihat Lo apa lagi tingkah lo yang sok cantik.." jawab Fahri.
" emang gue gak cantik..'' tanya Felicia.
Fahri tersenyum dan berjalan mengitari tubuh Felicia..
" ehm...lumayan sih, tapi lo butuh kaca kayaknya.." jawab Fahri sambil melempar jaket ke arah Felicia.
" hahhhh "
" bersihkan muka lo dan pakai jaket gue agar dada kamu gak terekspos seperti binatang yang suka telanjang pamerin dada sana dan sini..." ucap Fahri sambil berjalan santai meninggalkan Felicia yang sangat kesal dengan muka merah padam.
( karena blezer yang dia kenakan entah di mana , karena panas, kesal dan kotor dia melemparkannya tadi di pinggir jalan..dan hanya tangtop yang dia kenakan...)
Felicia segera mengenakan jaket punya Fahri dan berlari menuju toilet kampus.
"Ver, itu kayak si Feli...yuk yuk kita ikuti..." ucap Rena sambil mendorong Vera untuk berlari mengikuti Feli ke toilet.
" Fel, tunggu..." teriak keduanya.
Felicia pun menoleh..
" kalian, dari mana aja sih kalian..." tanya Felicia.
Vera dan Rena yang melihat muka cemong kotor Feli pun tertawa ngakak ...
" muka lo kotor banget Fel, habis ngapain lo...dah sana bersihin dulu ..." ucap Vera dengan tawa gelinya.
Felicia pun segera masuk ke toilet untuk mencuci muka dan sedikit bermake up.
keluar dari toilet pun Felicia terlihat segar dan tambah cantik.
" ok, sekarang kita duduk dulu dan lo cerita apa yang sebenarnya terjadi , kok bisa bisanya seorang Felicia datang ke kampus dengan kondisi seperti ini..." ucap Rena.
Dan mereka bertiga pun duduk di bangku taman ...
Felicia mulai bercerita dari awal hingga akhirnya dia ke kampus dengan ojek.
" hahhh... beneran lo... kenapa lo gak telp gue, gue kan bisa jemput lo" ucap Vera.
" hp gue mati ..." jawab Felicia.
__ADS_1
" aduhhh Fel Fel..malang sekali sih nasib lo.." gumam Rena.