Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 51


__ADS_3

Keesokan harinya di kampus.


☘️


Hari ini ada agenda belajar di ruang terbuka.


Seluruh mahasiswa dari jurusan apapun menjadi satu di lapangan...


" hai Vera Rena, dah lama ya nunggunya, sorry tadi aku anterin papi dulu ke rumah sakit..mobilnya papi mogok.." ucap Felicia dengan senyum manisnya.



" hari ini lo beda Fel.."tanya Rena .


"beda apanya" tanya Felicia.


" Ya lebih segar aja dari pakaian lo juga lebih rapi sekarang lebih tertutup dan senyum lo juga lebih manis dari hari-hari biasanya.." Jawab Vera.


" masa sih perasaan biasa aja" ucap Felicia.


" udah nggak usah bahas itu lagi Sekarang kita belajar aja yang bener , dari dulu mah Felicia cantik kalau nggak cantik masa iya Fahri mau mengejarnya " gumam Rena sambil tertawa.


Felicia melotot tajam.


"apaan sih nggak ada hubungannya sama Fahri dari dulu mah gue emang cantik.. bukan hanya Fahri banyak cowok yang ngejar-ngejar gue.." jawab Felicia nggak terima.


" ye.. ya jangan sewot dong.. emang beneran lu gak suka sama dia.. kalau gitu gue aja deh yang deketin dia.. udah pinter ganteng lagi.. senyumnya itu loh bikin hati meleleh.. awas ya Fel lu bakalan nyesel " ucap Rena.


Felicia hanya terdiam.


" ye mikir dia... enggak kok Fel bercanda...walaupun gue deketin dia, dianya yang nggak mau sama gue... hahaha.." goda Rena.


" apaan sih kalian " gumam Felicia.


Felicia melepaskan pandangan ke arah berbeda, dan tak sengaja tampak Fahri berada di sana bersama kedua temannya.


tak lama kemudian tatapan mereka saling bertemu.


Felicia ingat sesuatu yang dia bawa dia segera berlari sambil membawa bungkusan plastik.


" eh Fel Fel lu mau ke mana..."teriak Vera


" udah biarin aja..


tuh di sana ada Fahri paling juga ke sana.." jawab Rena.


bruaks..


Felicia melempar bungkusan itu ke muka Fahri.


Sontak Fahri terkejut dan emosi.


"aduhhh... apaan sih dasar cewek sialan" celutuk Fahri.


" lu yang sialan bukan gue.. nih gue kembaliin semua jaket lo gue nggak butuh semua itu.." ketus Felicia.


" hai nona , begitu cara kamu berterima kasih.. apa memang orang tua lo nggak ngajarin, atau lu nya yang bandel.." gertak Fahri.


" diam lo ..jangan bawa-bawa orang tua gue.." jawab Felicia dengan menahan emosi karena malu dilihat banyak orang.


" ok ok .. sekarang apa maumu nona manis.." tanya Fahri dengan senyum liciknya.


" gue mau lo jangan ganggu hidup gue lagi.. gue udah muak dengan semua ini ..capek gue.. tiap hari habisin tenaga gue buat berantem sama lu.." ucap Felicia.


jleg..


Fahri terdiam.

__ADS_1


" segitu bencinya lo sama gue" tanya Fahri.


"iya !!! tiap hari bikin masalah mulu nggak tenang hidup gue gara-gara kehadiran lo.." jawab Felicia dengan ketus.


" tunggu tunggu tunggu, perasaan gue nggak pernah ganggu hidup loh justru lo yang selalu ganggu hidup gue..." ucap Fahri nggak mau kalah.


keduanya mendengus panjang..


" hhhh...ok ok kalau memang mau loh gue menjauh dari lo Oke gue akan menjauh dari lo tapi ingat elu jangan pernah ganggu hidup mereka lagi... teman-teman lu yang pernah kalian buli...kalau sampai gue mendengar kalian membuli lagi gue tidak akan tinggal diam.. ngerti lo.." ucap Fahri dengan senyum smricknya..


" dan iya satu lagi jaga diri lo baik-baik.. Bye.." Fahri pun pergi meninggalkan Felicia yang diam mematung.. sambil membawa jaket-jaketnya.


🌺🌺🌺


Hari pun berganti.. waktu berlalu.. sudah seminggu Fahri tidak menampakkan dirinya.


Entah dia yang menghindar atau memang dia tidak masuk kampus selama beberapa hari ini.


Felicia kini telah berubah menjadi gadis pendiam dan tak banyak bicara.


kedua sahabatnya pun heran, nggak biasa-biasanya Felicia seperti ini.


" Fel lu sehat kan.."tanya Rena.


Felicia tidak menjawab dan hanya mengangguk.


" lu kenapa sih Fel ..??? apa yang lu pikirin nggak biasa-biasanya lu jadi pendiam kayak gini.. gue lihat semingguan ini lo berubah.. dandanan lo juga nggak kayak biasanya.. biasanya lu cetar membahana tapi sekarang lebih sederhana.." ucap Vera panjang lebar.


" sekarang lu lebih cantik Fel aura kecantikan lu keluar ,kecantikan alami yang natural .." ucap Rena sambil tersenyum.


" gue nggak apa-apa ..gue cuma berusaha menjadi lebih baik lagi , sumpah gue nyesel dulu pernah menjadi gadis jahat yang barbar pasti mereka yang dulu kita buli merasakan dendam pada kita ..hhh.. sungguh jahatnya gue.. apalagi kepada si Cindy gadis pendiam yang sering kita buli.


" udah Fel, nanti kita cari Cindy ya kita minta maaf sama dia " ucap Vera.


yang dibalas anggukan oleh Felicia dan Rena .


Felicia tampak celingak celinguk mencari seseorang.


Dalam hati Felicia merindukan Fahri yang selalu mengganggunya.. tiap hari selalu berantem dan saling menjelekkan..


" kenapa sih gue, nggak penting tahu mikirin orang nggak jelas kayak dia..."


tapi jauh di sudut hati yang paling dalam jauh sekali dan dalam sebenarnya Felicia


sangat merindukan Fahri yang selalu mengganggunya...


" aku rindu ejekannya dan senyum manisnya" gumam Felicia dalam hati.


🌺🌺🌺


sore menjelang malam..


Felicia dan kedua temannya berada di cafe langganannya hanya sekedar untuk makan dan mengisi waktu luang.


sebenarnya Felicia berharap di cafe itu Fahri juga datang.


pucuk dicinta ulam pun tiba Fahri datang bersama tiga orang temannya.


mereka Ferry Calvin dan juga Aditya.


Fahri masih belum menyadari keberadaan Felicia..


"hhh... ternyata benar dia sama sekali tidak merindukan gue.. gue aja yang bodoh bisa-bisanya gue mikirin dia..."gumam Felicia.


akhirnya, Fahri pun melihat Felicia, dan kembali mereka saling berpandangan..


seolah-olah ingin menyatakan kerinduan yang sangat dalam.

__ADS_1


" Fel..sebenarnya gue juga sangat merindukan lo.. gue kangen dengan celoteh-celotehan lo dengan umpatan kekesalan lo.." gumam Fahri dalam hati.


mereka tak saling menyapa sampai Fahri dan teman-temannya pun pergi meninggalkan cafe itu..


Betapa sakit dan terlukanya Felicia..


" guys gue ke toilet dulu ya.." ucap Felicia dengan mata berkaca-kaca.


Di dalam toilet Felicia mengungkapkan semuanya dia keluarkan semua air mata yang dari tadi sudah berada di pelupuk mata..


"gue kenapa sih.. kenapa gue jadi sebodoh ini.. ngapain juga gue ngarepin dia.. dia yang selalu ganggu hidup gue.. harusnya gue senang dia sudah tidak ganggu hidup gue lagi..hhh.. Felicia lu harus tenang Jangan pernah mikirin dia lagi dia bukan siapa-siapa lo dia hanya pemuda brengsek yang selalu gangguin hidup lo..huhhhh..." ucap Felicia untuk menenangkan dirinya.


ceklekkkk


betapa kagetnya Felicia begitu keluar dari toilet.



dengan senyum tipis dan aura ketampanannya yang masih tetap ada.


Fahri bersandar di dinding sambil terus menatap ke Felicia.


Felicia pun kaget, tertunduk dan semakin kelicutan.


Fahri mendekat dan berbisik.


" ikut gue"


Felicia pun heran dan bertanya-tanya apa yang terjadi.


Fahri berjalan, kemudian berhenti dan menoleh..


dia pandangi Felicia yang masih diam mematung.


" lu mau di sini terus..." ketus Fahri mulai emosi.


Felicia tersentak..." ok ok , gue ikuti lo..."


" bagus..." Fahri tersenyum..


dan sampai lah mereka di sebuah taman di samping cafe.


mereka duduk berseberangan dan saling diam.


Felicia lebih sering menunduk.


sedang Fahri tetap menatap ke arah Felicia yang salah tingkah.


" terimakasih.." ucap Fahri.


Felicia pun kaget..


" terimakasih untuk apa" tanya Felicia heran.


" terimakasih lo sudah mau mendengarkan kata kata gue.." jawab Fahri sambil tersenyum.


"maksudnya apa ya ..gue gak ngerti" jawab Felicia.


Fahri menghembuskan nafas panjang..


" ah...gak penting... sekarang gue minta kita berteman..lo mau kan berteman sama gue.." tanya Fahri dengan senyum manisnya..


" kita gak usah berantem lagi.. gue juga capek berantem terus...kita berdamai saja..lo juga sudah banyak berubah ,gue lihat lo lebih pendiam dan baju lo juga lebih sopan sekarang... aura kecantikan lo semakin bertambah..lo cantik banget Fel.. cantik...gue sayang sama lo. ..." ucap Fahri tanpa sadar.


Felicia seperti terbang di udara mendengar pujian dari Fahri..


" terimakasih Fahri..ok deal..kita berteman.." jawab Felicia dengan senyum manisnya..

__ADS_1


mereka pun saling bercanda.. sampai lupa ada teman teman mereka yang sedang menunggunya.


__ADS_2