Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 54


__ADS_3

Malam hari di kediaman Rian Wijaya.


Rian dan Veronika sedang bicara serius di ruang tengah...


Tanpa mereka sadari Felicia sudah pulang dan berjalan menuju mereka.


Felicia menghentikan langkahnya begitu terdengar suara Veronica ( maminya) terisak isak karena menangis.


" bagaimana pun juga kita harus memberitahukanya mi, kasihan pak burhan dan istrinya, sudah 20 tahun kita membesarkannya hingga menjadi gadis yang baik seperti sekarang ini..." ucap Rian.


Veronica masih saja menangis tak mau berpisah dengan putrinya .


" tidak pi, Felicia adalah putriku selamanya dia putriku, meskipun tidak lahir dari rahimku.."


jedarrrrrr ⚡⚡⚡⚡⚡


seperti petir yang menyambar , Felicia langsung lemas dan tersungkur ke lantai dengan apa yang dikatakan oleh mami Nya.


Rian dan Veronica pun menoleh mereka saling bertatapan , tak menyangka kalau Felicia berada di belakangnya dan mendengarkan semuanya.


Veronica berjalan menghampiri putrinya dia raih pundak Felicia dan memeluknya hangat. Felicia tetap menangis tak tahu lagi apa yang harus dia katakan.


" Sayang maafkan mami kamu tetaplah Putri mami, kamu tetap putri keluarga ini maafkan mami sayang..." ucap Veronica sambil memeluk putrinya.


Rian pun menghampiri keduanya dan menyuruh mereka duduk di sofa, lalu menceritakan semuanya kepada Felicia..


setelah mendengar penjelasan dari Rian Felicia pun hanya terdiam sungguh dia tak menyangka kalau dia sebenarnya bukanlah anak kandung mereka.


Air Matanya mengalir deras di pipinya.. berbagai rasa menyelimutinya ada rasa penyesalan rasa malu karena apa yang dia banggakan selama ini ternyata bukanlah miliknya dia bangga dengan nama ayahnya yang ternyata bukanlah ayah kandungnya.


" sayang, kamu tetaplah putriku Putri kesayanganku selamanya.." ucap Rian dengan mata berkaca-kaca.


"mi, pi... bolehkah aku mencari orang tua kandungku aku ingin menemui mereka aku hanya ingin melihat bagaimana mereka aku hanya ingin tahu keberadaan mereka pi ,mi, tolonglah..." ucap Felicia dengan penuh harap.


" sayang kamu jangan membenci mereka, mereka bukanlah orang jahat yang patut dibenci, mereka adalah orang baik mereka tidak menjualmu padaku tidak tapi dengan ikhlas menolongku dari keterpurukan.. mereka orang-orang yang baik" ucap Rian kemudian mengecup lembut kening putrinya itu.


" baiklah sayang ini adalah foto mereka.. dibalik foto ini ada alamat mereka setelah kau bertemu mereka sampaikanlah salamku pada mereka ucapkan terima kasihku pada mereka.. setelah itu kamu pulanglah ke sini kembalilah ke sini kau tetaplah putriku kau tetaplah Felicia Rian Wijaya , putri kebanggan Wijaya..." ucap Rian sembari memberikan sebuah foto lama ke pada Felicia.


suasana pun hening ,sepi dan terasa memilukan..


mereka masuk ke kamarnya masing masing..


***


Felicia merebahkan dirinya di kasurnya..


air matanya terus menetes tak mau berhenti...


dret...🎵🎵🎵


sampai beberapa kali ponsel berbunyi Felicia tak menyadarinya..


dan ketika tersadar dia langsung menyambar dan melihat ke layar panggilan..



terlihat foto profil seorang pemuda tampan yang tampannya gak ketulungan sedang menunggu untuk diangkat panggilannya..


" iya Fahri..( masih terisak)"


(Fel kamu kenapa.. kamu menangis)

__ADS_1


Fahri mengalihkan ke video call.



( Felicia ada apa kenapa kamu menangis)


" Fahri...aku sedih .. ternyata aku bukanlah anak kandung mami dan papi .. aku nggak tahu aku anaknya siapa ,siapa orang tuaku.. papi bilang mereka memberikanku kepada keluarga ini untuk membantu keluarga ini agar tidak terpuruk dalam kesedihan karena putri mereka meninggal dunia dan memberikanku sebagai gantinya... hikcs hikcs.."


( eh ...sudah sudah jangan menangis lagi, terus apa yang bisa aku lakukan untukmu Fel)


" kamu bantu aku mencari orang tua kandungku , papi memberiku poto dan alamat nya..."


( baiklah besok aku menjemputmu ya , sekalian aku ingin kenal dengan papimu , setelah itu aku bawa kamu ke rumahku ,aku kenalkan kamu dengan umi dan abahku...)


" maksut kamu apa sih Fahri, dalam keadaan seperti ini masih sempat sempat nya kamu bercanda..."


( aku gak bercanda sayang, aku beneran ingin kenal dengan papi dan mamimu..)


" enggak , jangan dulu dong, aku masih belum siap"


( eh..belum siap apanya, cuma berkenalan doang...apa jangan jangan kamu pengen cepet cepetan nikah sama aku ya, kamu sudah gak tahan ...hahaaaaa)


" ihh... apaan sih kamu..bukan itu maksutku...kamu nih selalu..." ( mamayunkan bibirnya)


( iya aku tau kok, kamu takut kehilangan pemuda tampan seperti aku , emang aku ganteng banyak kok cewek cewek yang ngejar-ngejar aku, tapi hatiku tetap aku jaga buat kamu seorang , nona Felicia Rian wijaya..)


" ihhh...apaan sih Fahri lebai kamu ah..."


( oke oke , sudah gak nangis lagi kan... iklhaskan semua Felicia, ambil wudhu dan sholat... seperti yang kemarin aku ajarkan... serahkan semua kepada tuhan, terimalah takdirmu...dan coba bayangkan kalau orang tua kandungmu tidak memberikanmu kepada keluarga Rian wijaya, kamu gak akan ketemu pemuda setampan aku ..hahaaaaa)


" ish ..... sumpah deh , kalau saja kamu gak ganteng dah aku blok nomer kamu..." ( tampak marah bersungut sungut)


(, haha aa.......udah deh kamu tidur gi..besok kita lanjutkan berantem nya , selamat malam sayang...semoga kita bertemu di alam mimpi...bye.. assalamualaikum)


Begitulah pandainya Fahri menghibur , dia tak pernah sedikitpun menyentuh Felicia tapi selalu membuatnya bahagia.


Felicia pun kembali tenang, dia tatap terus foto Fahri di layar ponselnya..


" Fahri aku sangat mencintaimu...demi kamu aku sudah tentang mami dan papiku, ikut dengan keyakinan kamu , semoga keputusanku benar...aku mencintaimu Fahri... kehadiranmu membawa perubahan besar dalam hidupku.. sedikitpun kau tak pernah menyentuhku, tapi aku begitu nyaman berada di dekatmu, meskipun hanya sekedar saling menatap sudah membuatku bahagia..." gumam Felicia dengan senyum senyum sendiri...dan karena Fahri juga dia lupakan kesedihannya hari ini...


💞


Keesokan harinya.


ting tong ....


ceklekkkk...


seorang pria dewasa seumuran abahnya namun masih terlihat rapi dan tampan...


pria tersebut tersenyum dengan penuh wibawa .


"maaf, anda siapa ya " tanya rian.


Fahri pun tersenyum " saya Fahri om, saya temannya Felicia, maaf Felicianya ada...boleh saya bertemu dengannya.." jawab Fahri.


Rian dengan ramah pun mempersilahkan Fahri masuk dan memintanya duduk menunggu Felicia yang sedang bersiap siap di kamarnya.


Rian terlihat sedikit bertanya tanya siapa pemuda ini kenapa wajahnya seperti mengingatkannya kepada seseorang.


Dan sebelum Rian menanyakan perihal rasa penasarannya, Felicia sudah muncul dengan setelan panjang celana dan dres yang membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun... penampilannya berubah 180derajat.

__ADS_1


dulu penampilannya glamour suka pakai baju kurang bahan , make up menor dengan berbagai aksesoris mahal dan brended berkelas...tapi sekarang sangat berbeda...


Rian pun sampai heran menyaksikan perubahan pada putri kesayangannya itu.. dipandanginya Felicia dari bawah sampai atas..


" sayang, ini beneran kamu...kamu sangat cantik dengan penampilan seperti ini...sini peluk papi.." ucap Rian sambil berdiri menyambut Felicia dengan pelukan dan ciuman hangat.


Fahri yang menyaksikannya pun hanya tersenyum sendiri..


Felicia sedikit kaget melihat Fahri sudah berada di situ...


" hahhh ini cowok beneran ke sini, aduhhh mau ngapain sih..." gumam Felicia dalam hati.


Rian tersenyum dan meminta Felicia duduk di sebelah Fahri..


" baiklah sekarang papi tanya , Fahri ini teman kamu atau lebih dari teman .." tanya Rian.


" dia...dia...dia...." Felicia gugup antara berani atau tidak mengatakannya.


Fahri melihat Felicia pun tidak tega dan mengambil alih keadaan ,dia yang akan menjawab semuanya, apapun keputusannya anggap saja resiko..


" saya mencintai Felicia om " jawab Fahri dengan berani.


Rian pun kaget " o ..jadi pemuda ini yang membuat putriku menentangku dan ikut ke ke*** nya ...baiklah , aku harus tenang dan bisa menghargai keputusan Felicia..." gumam Rian dalam hati.


" baiklah Fahri, om tanya sama kamu, apa kamu benar benar mencintai putriku " tanya Rian.


Fahri dengan deg degan tidak menjawab dan hanya mengangguk.


" baiklah , jaga dia baik baik , jangan pernah menyakitinya, dan ingat selalu batasannya.." ucap Rian.


" pi , papi tenang saja, Fahri adalah pemuda baik,dia tidak pernah menyentuhku pi, bahkan sekedar menggenggam tanganku saja tidak pernah, dia memiliki prinsip sebelum kami benar-benar halal untuk tidak saling menyentuh dan mengumbar kemesraan..." ucap Felicia.


deg deg


Rian menjadi teringat akan seseorang yang memiliki prinsip yang sama, dia anak pesantren..


" sebentar Fahri...om belum tahu siapa nama panjang mu dan nama kedua orang tuamu.." tanya Rian penasaran.


Fahri pun tersenyum dan dengan jelas mengatakan..." iya om nama saya, muhammada Fahri Al Faish..nama abah saya muhammad Raihan Al Faish dan umi saya Tiara permata...lebih tepatnya Dokter Tiara permata..."


jedarrrrrr ⚡⚡⚡


bagai petir di siang bolong , Rian langsung lemas mendengar jawaban dari Fahri..


Rian mengusap mukanya dengan kasar..


" om.. kenapa..im kenal dengan abah dan umi saya..." tanya Fahri.


Rian pun kelicutan dan gugup harus mengatakan apa...


" ehm...i .. i..iya kami teman lama...om nitip salam ya sama orang tuamu..." jawab Rian dengan senyum palsunya untuk menutupi kebingungannya.


" baiklah om, saya mau mengajak Felicia berangkat ke kampus Sekarang.." ucap Fahri dengan santun dan bersalaman sambil mencium tangan Rian, begitu juga Felicia yang tiba tiba ikut ikutan , biasanya kalau pergi ya langsung pergi saja , boro-boro cium tangan, pamitan aja sambil berlari.


Rian pun tersenyum... kemudian menekan dadanya..


" aduh...kok sempit sekali sih dunia ini..benar kalau begitu kata orang orang kalau dunia hanya selebar daun kelor..kok bisa bisanya dia anaknya tiara mencintai anaknya Rian..aduhhh...Tuhan , apa sebenarnya rencanamu..." ucap Rian yang membuat veronica tersenyum sendiri.


" udah lah pi, gak apa apa...berarti mereka yang akan menyelesaikan cerita cinta kalian..." jawab Veronica sambil tersenyum.


" mami dah tau semuanya, tapi mami gak bakalan cemburu kan kalau papi ketemu sama mamanya Fahri..." goda Rian sambil memeluk istrinya itu.

__ADS_1


" ihhhh...ngapain juga mami cemburu...capek tau, udah tua juga ...lagi pula Tiara juga sudah bahagia bersama Raihan...kamu juga sudah bahagia denganku iya kan... sudah... semua hanya cerita masa lalu...yang terpenting sekarang adalah kebahagiaan putri kita..." jawab Veronica.


Rian pun semakin bahagia mendengar jawaban istrinya itu..


__ADS_2