Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 56


__ADS_3

Malam semakin larut di villa.


pet..


lampu di sekitar daerah puncak padam..


di kamar cewek..


" Ra, Vera..." panggil Felicia.


" hem..." jawab Vera.


" lo ,dah tidur..." tanya Felicia.


" kenapa sih Fel, ah...ngantuk nih..."


" lampunya padam nih ver, gue takut , mana di luar hujannya gak mau berhenti lagi..."


" ada apa sih kalian ribut terus, tinggal nyalain flash aja gampang kan..." ucap Rena.


" hp gue batreinya habis.." jawab Felicia.


" hahhh...aduh punyaku juga habis.." ucap Vera.


" coba deh punyaku,..what...punyaku juga habis.." ucap Rena sambil mendelik kaget.


di luar hujan semakin deras..


" guys lo semua punya firasat buruk gak...hujan dari semalam lo, ini di puncak...bahaya gak sih..." ucap Rena yang membuat kedua temannya takut dan saling menatap.


" ish...lo jangan mikir yang aneh aneh dong Ren.." ketus Felicia.


tok tok tok ...


au.... ( semua ceewek berteriak histeris..)


mereka kaget karena pintunya ada yang mengetuk.


" malam malam begini siapa ya...jangan .. jangan..ach...takut..." teriak Vera.


Fahri, Ferry dan Calvin memberanikan diri untuk keluar dari kamar nya dan melihat keadaan siapa yang malam malam begini,hujan ,kok ada yang ketok ketok pintu...


" Fer, lo aja yang buka.." suruh Calvin yang bersembunyi di balik punggungnya.


" gue takut vin, lo aja...jangan jangan dia pembunuh bayaran seperti yang ada di film horor.." jawab Ferry.


plak


satu timpukan mendarat di punggungnya.


" ish...ngomong apa sih lo berdua.." gertak Fahri.


" aduh , Fahri kebiasaan lo nyiksa gue...sakit tau..." gumam Ferry sambil mendengus kesal.


tok tok tok..


ach...( ketiganya berteriak)


" ish...ngapain lo ikut berteriak" tanya Calvin.


" ya gue kaget vin.." jawab Fahri sambil memegangi dadanya.


kemudian Fahri memberanikan diri membuka pintu pelan pelan...


ceklekkkk..


" hahhhhhhh..." mereka semua berteriak histeris, dan karena mereka berteriak, warga setempat yang mendodok villa pun ikut berteriak...( mereka semua berteriak kaget dan takut)


karena gaduh di luar, Rena, Vera dan Felicia pun ikut keluar dan membuat suasananya semakin rame, karena mereka ikut berteriak pula...

__ADS_1


" stoppppp..diammmmmm" teriak salah satu warga.


dan mereka semua pun langsung terdiam semua


mereka saling menatap...dan bertanya tanya.


" kalian, harus berhati hati..lebih baik kalian ikut kami ngungsi dari sini, karena hujan gak berhenti dari semalam, daerah sini rawan longsor dan tanah bergerak..." ucap salah satu warga...


" hahhh...bencana alam" ucap Felicia sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya..


" pak, kami segera bersiap siap ,tunggu kami ya pak ..." ucap Fahri kemudian mengajak semua temannya untuk berkemas dan ikut warga ke pengungsian setempat yang dianggap aman.


beberapa saat kemudian mereka pun siap berangkat ikut warga ...


" mas,mas ...kalian ini sebenarnya ke sini mau ngapain, jangan bilang kalian ini mau pesta **** ya di sini, kalian 3 cewek dan 3 cowok .." tanya salah satu warga dengan curiga.


sontak membuat mereka semua kaget dan saling menatap heran.


" pak, maafkan kami..bapak salah, kami semua masih punya iman pak, kami takut dengan perbuatan tercela seperti yang bapak kira.. sebenarnya maksut kedatangan kami ke sini adalah mencari sebuah keluarga pak.." jawab Fahri bijaksana dengan senyum ramah.


ketiga warga pun percaya dan mengangguk


" baiklah kami percaya, terus keluarga siapa yang kalian cari.." tanya salah satu warga.


" keluarga pak Burhan, yang dulu pernah tinggal di sebelah villa ini..." jawab Fahri.


" tunggu tunggu, pak Burhan...( tampak berpikir) ...o...iya aku ingat, dulu pak burhan memang tinggal di sebelah villa ini, bahkan sebuah keluarga Dokter pemilik vila ini dari kota pernah memperkerjakannya untuk menjaga dan membersihkan villa ini.." ucap salah satu warga itu.


" hahhh.." sontak semua saling menatap.


" pak, apakah bapak bapak tahu di mana mereka sekarang..." tanya Felicia penuh harap.


" iya mas, mbak.. mereka juga ikut dipengungsian , kalian ikuti kami ,nanti kami akan tunjukkan yang mana pak Burhan.." jawab warga ..


" baiklah"


dan mereka segera bergegas mengikuti ketiga warga itu untuk turun dari puncak dengan mobil mereka...


" baik pak..." jawab Fahri.


***


Sesampainya di daerah aman yang cukup jauh dari villa..


Mereka segera turun dan ikut bergabung dengan warga daerah puncak yang sangat ramai apalagi dengan kedatangan mereka yang seperti artis karena penampilan dan fisik mereka yang sangat rupawan..


Tapi mereka sangat ramah, jadi senyum mereka tak pernah hilang... mereka selalu menyambut sapaan mereka dengan senyum dan jabatan tangan yang hangat.


" pak Burhan..!??" panggil salah satu warga itu.


" pak ini mereka dari kota, datang ke sini untuk mencari bapak dan keluarga bapak , mereka kerabat bapak ya..."


pak burhan yang sedang bercengkrama dengan istri dan 2 anaknya yang masih agak kecil pun menoleh dan menatap ke arah Fahri, Felicia dan teman temannya.


" mas, mereka lah keluarga pak Burhan yang kalian cari"


" iya pak, terimakasih banyak.." ucap Fahri.


Felicia dan istrinya pak Burhan ( Rosidah) saling menatap dan berjalan mendekat.. seakan mereka sudah tahu adanya ikatan batin di antara mereka.


Rosidah mendekati Felicia dan mengusap kedua pipinya dengan mata berkaca-kaca..


begitu juga Felicia yang sudah berderai air mata...


" kau kah itu sayang...kau sudah besar..kau sungguh cantik , ternyata Dokter Rian menepati janjinya untuk menjagamu dengan baik nak.." ucap Rosidah.


Felicia pun tak kuasa dan langsung memeluk erat ibu kandungnya itu.


suasana pun berubah menjadi haru.. Fahri dan teman temannya pun ikut merasakan bahagia dan haru seperti yang Felicia rasakan .

__ADS_1


warga yang melihat pun banyak yang ikut terharu dengan pertemuan anak dan orang tua kandungnya itu.


" sayang, anakku ..." ucap pak Burhan kemudian memeluk keduanya.


" bapak...kakak ini siapa.." tanya Riko dan Riki anak pak burhan yang masih berusia 12 dan 9 tahun.


suara itu langsung membuat Felicia meregangkan dekapannya..


" pak bu, mereka..." tanya Felicia.


" iya sayang, mereka adik adikmu.." ucap Rosidah dengan senyumnya yang hangat.


" sini sayang peluk kakak..aku kakak kalian " ucap Felicia dengan tersenyum dan mendekati kedua adiknya untuk memeluknya.


Begitulah pertemuan keluarga yang sudah terpisah selama 20 tahun.


momen yang tak akan terlupakan, di pengungsian yang ramai ..


Felicia pun memperkenalkan kepada bapak dan ibunya semua teman temannya termasuk Fahri yang dia kenalkan sebagai teman spesial nya.


Mereka saling mengobrol dan bercerita..


bukan hanya dengan keluarga pak Burhan tapi mereka juga ngobrol dengan semua warga pengungsian..


mereka seakan obat untuk mengurangi kesedihan dan rasa takut mereka akan musibah yang bisa saja terjadi.


***


Pagi hari masih di pengungsian.


tampak Felicia yang sudah terbangun lebih dulu, disusul kedua temannya, Rena dan Vera.


Rosidah ternyata sudah bangun dan datang menghampiri mereka bertiga yang tidur terpisah.


" nak, kalian nanti apa langsung balik ke kota.." tanya Rosidah.


" iya buk, kami harus kuliah..kami semua mahasiswa kedokteran.. doakan kami segera lulus ya buk" ucap Felicia sambil memeluk ibunya.


" pasti sayang, ibu selalu mendoakan kesuksesan buat anak anaknya , kalian juga , ibu doakan semoga cepat lulus dan menjadi Dokter yang baik" ucap Rosidah.


Vera dan Rena pun tersenyum.


" bu, nanti kalau Felicia sudah sukses fan punya banyak uang, Felicia belikan rumah di kota ya buat bapak,ibu dan adek adek.." ucap Felicia.


" ehhh...terus kalau kami tinggal di kota kami akan kerja apa...udah gak usah sayang, ibu sama bapak senang tinggal di sini, kami mengolah sawah dan kebun peninggalan kakekmu..kami bahagia bisa melihatmu sukses nak"


" bu, Feli ingin tinggal sama ibu.." ucap Felicia sambil menangis.


" ehhh.. Fel, kamu gak ingat bu veronica juga sangat menyayangi mu, dia sudah berpesan untuk kamu segera balik ke kota dan beliau juga nitip salam buat orang tua kandungmu.." ucap Fahri yang sudah berdiri di belakangnya.


Felicia tak kuasa menitikkan air matanya dan tetap memeluk ibunya.


" sudah sayang, ibu dan bapak juga nitip salam balik kepada pak Dokter dan bu veronica ya...udah , putri ibu yang cantik ..bukannya ibu tak menyayangimu sayang, tapi ibu melihat Dokter Rian dan bu veronica lebih menyayangimu , kembalilah ke sana , mereka juga orang tuamu...bila kamu rindu kami dan adek adekmu, datanglah kemari ,rumah kami tetap di sini tapi pindah di ujung jalan perempatan di baratnya villa.." ucap Rosidah panjang.


Fahri pun tersenyum dan mengajak Felicia dan teman temannya untuk bersiap siap kembali ke kota.


Dan sebelum balik ke kota mereka sempatkan dulu sarapan bareng dengan penuh canda tawa dan berbagai keseruan.


Fahri menatap Felicia yang tertawa.


untuk pertama kali semenjak datang ke sini, dia melihat gadis yang dia cintai itu tertawa lepas tanpa beban.


Dan Felicia yang menyadarinya pun membalas tatapan Fahri yang teduh penuh kasih sayang.


" terimakasih Fahri, kau membawa warna baru dalam hidupku..." gumam Felicia kemudian tersenyum dan menunduk karena malu.


Fahri pun tersenyum gemas melihat pipi Felicia yang sudah merah merona.


*bersambung..

__ADS_1


terimakasih kepada para pembaca yang sudah mengikuti sampai sejauh ini..semoga kalian semua bahagia sehat selalu...dan jangan lupa tinggalkan jejak ya subscribe,likedan koment... terimakasih* 🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2