Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 26


__ADS_3

Seperti biasa kebiasaan pagi Tiara yang bergelut dengan tugas tugasnya .


" selamat pagi bu dokter.." sapa seorang perawat.


" iya sus selamat pagi juga.." jawab Tiara dengan senyum manisnya.


" hari ini dokter Tiara kok terlihat sibuk sekali, ada yang bisa saya bantu Dok.." tanya suster Amara yang sudah Tiara anggap seperti adiknya sendiri.


" iya Amara, hari ini aku letih sekali, sepertinya aku butuh istirahat..o iya apakah Dokter Jimmy sudah datang, tolong ya kalau dia sudah datang berikan laporan ini padanya.." ucap Tiara sambil menunggu hasil print laporannya.


Dokter Jimmy adalah dokter pemilik klinik tempat Tiara bekerja, dia adalah dokter yang baik, dia sudah mempunyai anak dan istri .. semua dokter dan karyawan di sana sangat menghormatinya..


cringgg 🎶


Ponsel Tiara berbunyi..


" Hallo iya dengan siapa ya"


[ apakah benar ini dengan orang tua Farel bagus purnama...]


" iya saya kakaknya yang mewakili orang tuanya, ada apa bu"


[ ini Farel terlibat tawuran antar pelajar, dan sekarang berada di ruang BK..tolong ya , kalau orang tuanya atau anda sebagai kakaknya tidak bisa datang ke sekolah sekarang juga kami juga belum bisa mengijinkan Farel pulang..atau kasus ini biar ditangani pihak berwajib..kami mohon pengertiannya ya bu..]


" iya saya segera ke sana sekarang "


Tiara mendengus kesal.


" aduhhh nih anak , bikin masalah lagi..bukannya kemarin sudah kapok malah sekarang diulangi lagi.." gumam Tiara sambil mengelus keningnya.


" ada apa dok.." tanya Amara yang dari tadi berada di samping Tiara.


" hhh...kamu tau adekku Farel kan Amara..dia bikin masalah lagi, pusing aku lama lama ..memang bener bener itu adekku yang satu itu bikin masalah terus..." gumam Tiara yang tampak kelelahan.


" o..yang ganteng itu.. tapi semua adek bu dokter ganteng ganteng sih..o iya iya Amara ingat adek bu dokter yang kecil... emang kenapa dok.."


" dia terlibat tawuran dan wali nya harus datang ke sekolah hari ini juga"


" dokter mending ambil cuti beberapa hari saja dok, kelihatannya dokter kurang enak badan..." ucap Amara.


" iya Amara ,sepertinya begitu ...kalau begitu aku ke ruang dokter Jimmy dulu untuk meminta cuti , oiya laporannya biar aku kasih sendiri ya.." ucap Tiara sambil tersenyum.


" baik dok, kalau begitu saya lanjutkan pekerjaan dulu dok.. permisi dokter Tiara.." ucap Amara dengan senyumnya.


Tiara pun mengangguk .


kemudian melangkah ke ruangan atasannya itu untuk meminta cuti beberapa hari..


" kamu mau cuti berapa hari dokter Tiara.." tanya dokter Jimmy.


" seminggu Dok"


" baik gak apa apa "


" terimakasih ya Dok" ucap Tiara kemudian keluar dari ruangan atasannya dan langsung menuju sekolah adeknya .


🌺🌺🌺


Tiara menghentikan mobilnya di halaman sebuah sekolah SMA yang cukup bonafit di daerahnya.


Dengan anggun, Tiara berjalan menuju ruang BK..

__ADS_1


Tanpa bertanya Tiara sudah tau dan hafal tempat ruangan itu karena sudah menjadi langganannya.


tok tok tok


ceklekkkk


" silahkan masuk Bu Tiara , silahkan duduk..." ucap guru BK.


Tiara menatap adiknya dengan tajam..


dan guru BK pun menjelaskan semua permasalahan nya ..


" Farel...kamu..!!!!"


gertak Tiara sambil melotot.



" kak.. itu bukan salahku, mereka yang salah .."


" diam kamu!!!" gertak Tiara sambil melotot.


Farrel mendengus dan tertunduk karena gak mungkin menang kalau melawan kakaknya.


" sekarang pilihan ada di tangan kalian, pindah dari sekolah ini atau mengulangi 2 tahun di kelas 10 , karena kalian bukan cuma sekali dua kali buat keributan di sekolah ini.." ucap bu guru BK kepada 5 anak berseragam abu abu termasuk Farrel.


" terutama kamu Farrel, bukan hanya dengan temanmu satu sekolah kamu ribut tapi dari sekolah lain juga , selain itu , sudah berapa atribut sekolah yang kau rusak..." tambah guru BK.


Tiara semakin kaget dengan begitu banyak kasus yang dilakukan adik bungsunya ini.


" tapi bu, apa gak ada Cara lain.. setidaknya biarkan mereka belajar di sini atau mereka akan turun di jalanan dan menjadi sampah masyarakat.." ucap Tiara menyakinkan kepada guru BK agar adiknya tidak jadi dikeluarkan dari sekolah.


" baik lah untuk kalian , Riski, Adit, firman dan ali..kamu ibu maafkan , karena hanya anak buah..." ucap bu guru Bk sambil melirik ke arah Farrel yang kaget dibilangnya mereka hanya anak buah.


" hhh...awas ya sampai rumah kakak hajar kamu, berani beraninya ...dah sok jago kamu.." bisik Tiara.


" kalian berempat ibu maafkan, asal besok orang tua kalian suruh datang ke sini nemuin ibu , tapi jangan sampai terulang lagi.. paham..


" Dan untuk kamu Farrel, maaf ibu gak bisa, ini bukan hanya keputusan ibu tapi juga semua pihak, mereka juga sering ngeluh susahnya mengaturmu di dalam kelas " ucap bu guru yang membuat Tiara syok dan tertunduk malu.


" baiklah bu, Farrel aku pindah sekolah saja.. terimakasih dan saya minta maaf atas nama farrel yang selalu membuat masalah di sini.


bu guru hanya tersenyum dan mengangguk .


" Farrel, ambil tas kamu dan kakak tunggu di mobil" ucap tiara.


" dan sekalian aku tunggu bu berkas berkasnya karena besok langsung saya akan masukkan dia ke sekolah yang baru.." ucap Tiara.


" baik bu, saya akan segera urus" jawab guru BK.


***


Di dalam mobil pun Tiara masih terus ngomelin Farel.


" kak, maafin Farrel ya , Farel janji gak akan ulangi lagi .." ucap Farel memohon kepada kakaknya.


" hhh...terlambat kamu bilang seperti itu Farel, pokoknya mulai sekarang kamu dalam pengawasan kakak...dan jangan sampai bapak sama ibu tau kelakuan kamu di luar, paham.." jawab Tiara dengan ketus.


" terus sekarang Farel sekolah di mana " tanya Farel.


" di pesantren "

__ADS_1


" apa ..!!!!?"


" aku gak mau kak plisss"


" itu bukan pilihan, kakak tidak memberikan pilihan tapi itu harus demi kebaikan mu." ucap Tiara.


" aduhhh kok dipesantren sih apa gak ada yang lain. ." gerutu Farrel.


"pokoknya besok kamu siap siap langsung kakak antar ke pesantren." ucap Tiara.


Sesampainya di rumah, Tiara melihat bapak dan ibuya sedang beristirahat di ruang tengah.. mereka kelihatannya letih..


" assalamualaikum "


"waalaikumsalam "


" lo Tiara kok sudah pulang nak.." tanya ibunya .


" Tiara ambil cuti bu , tiara kurang enak badan" jawab Tiara.


" Farrel, jam segini kok juga udah pulang nak, ada apa, apa ada masalah.." tanya ibunya.


" ehm.. Farel.. Farel..."


" udah sana pergi ke kamar siap siap apa yang perlu kamu bawa besok, biar ibu , kakak yang kasih tau.." bisik Tiara.


Farel pun segera bergegas ke kamarnya untuk bersiap siap.


" ibu, bapak , Tiara mau bicara..."


" iya nak, bicaralah.."


" mulai besok Tiara akan pindah kan sekolah Farel di pesantren.." ucap Tiara.


" bagus itu..." jawab sang bapak sambil tersenyum.


" aku kira mereka gak akan setuju" guman Tiara sedikit bengong.


" ehm..sayang, memangnya kenapa kamu mau pindahkan adek kamu ke pesantren apa ada masalah..." tanya ibunya sambil tersenyum.


kemudian Tiara mulai menceritakan semuanya tapi secara pelan pelan dan sedikit drama agar bapak dan ibunya semakin setuju Farel dipindahkan ke pesantren.


" terus kapan rencanamu bawa adekmu ke sana " tanya Bapak.


" besok " jawab Tiara.


" kok, besok apa kamu gak lihat lihat dulu pesantrennya gimana, fasilitasnya dan guru guru, ustadz dan para ustadzahnya.." kata sang bapak.


" tenang saja pak, besok saya ditemani bu Minah..saya pernah ke sana , di sana semua baik, para guru gurunya juga ramah, abah dan Umi pemilik pesantren Tiara sudah kenal ... insyaallah Farel akan lebih baik kalau belajar di sana ..bapak dan ibu tenang saja ya.." jawab Tiara dengan tersenyum.


" baiklah terserah kamu yang penting adekmu bisa berubah menjadi lebih baik.." jawab ibu dan bapak sambil tersenyum.


" ya udah pak,bu ... Tiara mau istirahat dulu Tiara capek bu, Tiara perlu istirahat.." ucap Tiara kemudian berjalan menuju ke kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya di kasurnya.


Bapak dan ibu Tiara hanya terdiam memandangi putrinya itu.


" pak, Tiara sudah dewasa sudah 25 tahun tapi kok belum ada tanda tanda mau menikah ya ...ibu kok jadi khawatir ya..ibu takut dia trauma dan gak mau menikah.." ucap ibu.


" eh .. ngomong apa sih bu...ya memang belum tiba jodohnya.. jangan berpikiran yang enggak enggak bu..kita doakan saja semoga segera dipertemukan dia dengan jodohnya yang bisa membimbingnya hingga ke surga bukan hanya di dunia.." jawab bapak.


" aamiin iya pak..kita doakan saja yang terbaik untuk anak anak kita.."

__ADS_1


Bapak pun tersenyum dan mereka kembali merebahkan tubuhnya di kasur di depan televisi untuk sejenak beristirahat, setelah dari pagi ngurusi sawah dan para pekerja yang membantu mengurusi ternak mereka dan kebun tebu milik keluarga.


__ADS_2