Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 14


__ADS_3

Tiara melotot dan satu timpukan tepat di pundak Rian .


" ish...ngomong apaan sih" ucap Tiara.


Denis melongo tak percaya,dari sini dia bisa ambil kesimpulan kalau ada hubungan spesial antara dokter Rian dengan sahabatnya itu.


"ehm...jadi gosip yang beredar di luaran sana itu memang benar adanya.." ucap Denis terkekeh.


" apa sih maksutmu Den..??" Tiara bertanya dengan penasaran...


" tanya saja sama dokter ganteng pujaan para gadis itu...!! " jawab Denis dengan ketus dan sukses membuat Rian melotot tajam.


Kemudian Denis berbalik hendak keluar dari ruangan yang bikin orang panas dingin itu.


" heh heh heh tunggu tunggu... diam di situ.." Rian beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Denis.


" sepertinya ada yang mau balas dendam " ucap Rian.


" hhh..." Denis melotot tajam.


" heh ..turunkan tatapanmu, aku seniormu di sini ...ini masih di dalam rumah sakit dan itu berarti kamu masih bawahanku..apa kamu lupa..!!!...dan perlu kamu ingat setiap nilai aku yang pegang kendali apa kamu mau tidak lulus ujian praktek ini dan mengulang setahun lagi untuk benar benar menjadi seorang Dokter Denis.." ucap Rian dengan tersenyum.


Denis terdiam.


" aduh...iya juga .." gumamnya.


" Rian kamu nih apa apaan sih udah dong " bisik Tiara.


" coba kau pertimbangkan lagi , kamu minta maaf padaku atau bersiap siap tidak lulus tahun ini.." ucap dokter Rian.


Denis hanya tertegun tak tahu harus bagaimana..


" ok ok , baiklah aku minta maaf dokter Rian yang baik ,yang tampan yang menjadi pujaan semua gadis." ucap Denis dengan kekesalannya.


" bisa gak minta maafnya yang tulus dan yang bagian belakang itu gak usah disebutkan, semua juga udah tau itu.." ketus Rian.


Tiara mendengus kesal.


" sepertinya ini masalah kalian, aku mau ke kantin , otakku butuh nutrisi untuk menghadapi orang orang kayak kalian, bikin capek tau..." ucap Tiara yang merapikan buku buku di mejanya dan melangkah ke luar ruangan.


" Ra ..tunggu..ingat ya Denis, kamu yang harus membuat laporan kelompok untuk diserahkan kepada kepala bagian nanti sebelum pulang, ingat....itu sebagai hukumannya ..setelah itu, semua aku lupakan " ucap Rian dengan nada mengancam.. kemudian Rian berlari mengejar Tiara menuju kantin.


Tiara yang ramah, baru satu bulan dia pratek di sana , namun semua sudah akrab dan mengenalnya.


Banyak yang memujinya dah cantik, baik, ramah lagi..


Apalagi dia sering bersama sama Dokter Rian yang tampan, banyak juga yang mengatakan mereka serasi.

__ADS_1


Tiara melangkah dengan anggun , dengan setelan kemeja warna navi dengan rambut Curly diurai panjang dan lembut.


Tiba tiba ada tangan yang lembut menggenggamnya..


Tiara pun menoleh dan tersenyum, begitu juga Rian yang sudah menggenggam tangannya lembut tersenyum dengan hangat..


Pemandangan itu sukses membuat seluruh Dokter dan suster yang berada di kantin itu menjadi melongo dan langsung patah hati.


" ternyata benar, antara dokter Rian dan dokter tiara memang ada hubungan spesial.." ucap dokter salma yang merupakan senior Tiara dalam kelompoknya .


" iya , kamu benar dok, tapi mereka cocok ya ,satu cantik satunya tampan.." jawab dokter Indra.


Tapi ada juga suster centil yang gak suka..


" hhh...dasar kecentilan, baru satu bulan di sini udah berani beraninya deketin dokter Rian.." ketus suster Diana.


" iya Din, aku juga sebel..." ketus suster Rima.


" tapi bikin baper tau..." ucap suster sarah..


"hhh" tentu membuat kedua temannya sewot.


" apa kamu bilang" ketus suster Diana.


Suster Sarah hanya menggaruk nggaruk kepalanya.


" hai Dokter Rian, tumben makan di kantin.." sapa dokter Aldi yang merupakan sahabat baik Rian.


" ehm ..em..itu.."


" udah santai aja, sana makan berdua biar romantis .. kenalkan dong dia siapa..?? .." ucap Aldi melirik Tiara yang tertunduk.


" o iya , ini dokter Tiara, dia dokter Aldi sahabat ku " ucap Rian dengan sedikit kesal.


" hai cantik, dah lama ya jalan sama buaya ini, awas lo ya dia itu bukan hanya buaya darat tapi bapaknya buaya..hahahaaaa.." ucap Aldi menggoda keduanya.


" sialan kamu" Rian menyodok perut Aldi.


" sepertinya dia baik dan polos bro, jangan kau sia siakan dia, tapi kalau kamu gak mau serius sama dia, aku juga mau ..." bisik Aldi yang membuat Rian melotot dan meninju pelan perut sahabatnya itu.


" aduhhh Rian sakit tau, aku cuma bercanda ...jangan serius dong.." aldi terkekeh dan melangkah pergi .


" kalian lanjutkan aku mau ketemu sama dokter Cindy dulu ,bye..." ucap Aldi.


Tiara dan Rian segera memesan makanan mereka masing-masing..


Banyaknya orang yang sudah menggosipkan nya membuat risih, ke mana mana selalu di lihatin dan diperhatiin sama semua orang..

__ADS_1


Tiara sedikit gusar sih dengan bisik bisik mereka...


" Rian kok aku risih banget sih dengan bisik bisik mereka, lihat deh semua memperhatikan kita..duhhh jadi gak enak mau ngapa ngapain.." bisik Tiara.


" udah biarin aja, mereka ngiri sama kita , kita ini romantis lo tau gak.." jawab Rian.


" hhh...romantis , apa maksutnya ..bukannya kita hanya sahabat ya.." ucap Tiara yang membuat Rian tersedak.


jleg....


" sialan nih cewek , aku kira cintaku bersambut hangat, ternyata hanya dianggap sahabat..duhhh..." gumam Rian.


Tiara melanjutkan makannya.


" ok ok , Rian kamu sabar ya untuk saat ini biarkan seperti ini dulu, kamu memang sedang bucin sekarang tapi sebentar lagi dia yang akan bucin berat sama kamu.." gumam Rian dalam hati.


" kamu kenapa Rian, buruan makan keburu dingin lo.." ucap Tiara datar.


" ehm iya iya..."


" o iya Ra, nanti pulangnya sama siapa, aku anterin ya..kostanmu juga searah sama rumahku..o iya kok kamu gak pindah aja sih yang dekat sama rumah sakit ini.." kata Rian sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


" entahlah Rian, pindah kost ..iya juga sih , tapu sambil nyari nyari yang lebih murah ,di daerah sini mahal mahal , lagi pula aku masih ngumpulin uang untuk beli motor buat kendaraan di sini..." jawab Tiara.


" jadi untk sementara saat ini kamu tiap hari barengan aja sama aku, pagi aku mampir ke kostan kamu, nanti pulangnya barengan sama aku.." ucap Rian.


" nah..nanti kalau ada yang marah bagaimana"


" siapa ??"


" pacar kamu"


" emang kamu pernah lihat , aku punya pacar, aku tu belum punya pacar, cewek yang saat ini sedang dekat denganku ya kamu Ra, gak ada lagi...kamu mau gak jadi pacar aku " ucap Rian dengan senyum manisnya dan tatapan tajamnya.


Tiara terkejut dan membalas tatapan tajam Rian..untuk sejenak mereka saling tatap, saling mendalami hati masing masing dan mencari jejujuran di sana.


Tiara kemudian menunduk dan Rian menggenggam lembut tangan Tiara.


" kamu jangan berubah Ra, meskipun kamu gak mau kita pacaran, kita jangan saling menjauh sungguh aku gak mau jauh jauh darimu.." ucap Rian.


" Rian, sungguh aku takut memulai sebuah hubungan, aku takut hati kita saling menyakiti, aku gak berani Rian..


hatiku pernah terluka , sampai saat ini pun masih terasa perih ketika aku mengingatnya.." ucap Tiara dengan mata berkaca kaca.


" eh... Tiara kok malah nangis sih, aku gak bermaksut menekanmu, aku hanya ingin kamu tau saja kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu, jadi sewaktu-waktu kamu siap menerimaku, aku akan setia menunggumu.." Rian mengatakannya dengan penuh percaya diri.


Tiara tersenyum hangat

__ADS_1


" terimakasih sudah mau mengerti diriku"


Rian mengangguk dengan senyum kecut karena ditolak " busyet baru kali ini ada cewek menolakku , tunggu saja Tiara kamu memang spesial, aku pasti bisa melumpuhkanmu " gumamnya dalam hati


__ADS_2