
Setelah selesai menyuapi gadis kecil itu, Tiara memberinya obat ..Sonia sangatlah senang bersama dengan Bu dokter.
Anita mendekat kepada Tiara, Anita yang lusuh dengan baju yang lusuh pula..
Sebenarnya Tiara juga tidak tega untuk membencinya.
" Bu dokter, maafkan kami, yang selalu membuat repot bu dokter... Sonia terlalu manja..dia hanya mau nurut dengan bu dokter, meskipun dia sangat mencintaiku tapi dia beranggapan kalau semua gara gara dia aku jadi seperti ini... Sonia selalu memintaku untuk istirahat..maafkan aku ya bu dokter..." ucap Anita sambil menunduk.
Tiara mrndengus dan mengeluarkan nafas panjang, dengan berat hati dia terpaksa untuk tersenyum...bagaimanapun melihat keadaan yang seperti ini mana lah mungkin dia tega memaki Anita..walaupun sebenarnya dia sangatlah cemburu.
" Anita, suamimu di mana..." tanya Tiara sambil menggosok nggosok kening sonia yang mulai tertidur.
" suamiku menghianatiku dan memilih selingkuhannya, sekarang dia sudah menikah lagi dan tak pernah memikirkan sonia putrinya..." jawab Anita dengan mata berkaca kaca.
" terus ayah dan ibumu , maksut aku keluarga mu..."
" aku tidak memilik siapapun hanya sonia satu satunya, karena aku anak yatim piatu dari panti asuhan..yang dulu aku mengira beruntung bisa menikah dengan seorang pemilik restoran terkenal , tapi ternyata malah membuatku menderita...kedua orang tuanya tidak merestuiku menjadi menantunya karena mereka pikir aku hanya akan menghabiskan uang mereka...dan suamiku lebih mempercayai orang tuanya dan menikah lagi dengan wanita pilihan orang tuanya bahkan mereka sudah menjalin hubungan saat kami belum resmi berpisah.." jawab Anita yang membuat Tiara mendekat dan mengelus pundaknya lalu memeluknya hangat.
" kamu yang sabar ya Anita, semua cobaan pasti bisa kamu lalui, karena Tuhan tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya..." ucap Tiara yang juga mulai berkaca kaca.
" iya Bu dokter.."
" jangan panggil bu dokter dong, panggil aku kak saja mungkin usia kita seumuran atau bahkan aku sedikit lebih tua dari kamu..." ucap Tiara dengam senyum manisnya.
" baiklah kak, terimakasih..." jawab Anita sambil menyeka air matanya.
" aku bahkan sangat berhutang budi kepada pak dokter Rian, karena beliau yang membantuku selama ini , sehingga Sonia bisa selamat " ucap Anita.
" maksutmu "
" aku diusir dari rumah mertuaku saat sonia masih berusia 3 bulan, dan tanpa sengaja aku bertemu dengan dokter Rian, kemudian dokter Rian memberiku pekerjaan di kantin rumah sakit ini ...semua baik baik saja sampai sonia berusia 4 tahun , dia terdiaknosa bocor jantung , dan kebetulan Dokter Rian adalah dokter spesialis jantung , jadi dokter Rian sendiri yang merawat sonia sampai sekarang..untuk masalah biaya dokter Rian bilang gak usah memikirkannya... aku sangat berterima kasih dan berhutang budi sama dokter Rian..untuk biaya hidupku sendiri aku masih bekerja di kantin , itupun kadang aku seharian gak bisa jualan karena sonia yang sedang kritis...dan lagi lagi dokter Rian yang menolongku..dan membatuku...." jawab Anita sambil tertunduk.
deg
Jantung tiara seakan berhenti berdetak, bagaimana mungkin Anita bisa mendapatkan perlakuan spesial seperti itu dari dokter Rian..
Tiara terdiam dan mengelus bahu Anita.
" baiklah Anita kamu jaga sonia baik baik ya, aku ke luar dulu, sebenarnya hari ini aku gak masuk tapi karena sonia terus mencariku aku ke sini.." ucap Tiara sambil tersenyum dan melangkah ke luar ruangan.
Hati Tiara terasa pedih, matanya berkaca kaca dan sesekali dia mengusapnya dengan lengan bajunya.
Tiara terus berjalan, dia melewati ruangan Rian tapi tak ada niat untuk menemuinya karena pasti dia akan semakin terbakar amarah bila bertemu dengannya saat ini.
Namun tiba tiba Rian menyambar tangannya dan membawanya masuk ke ruangannya.
__ADS_1
Tiara pun terkejut dan menatap Rian dengan tajam.
Rian mengunci Tiara di antara kedua lengannya.
Tiara terus menatap dengan tajam.
" lepaskan Rian..." Tiara mencoba membuka lengannya tapi malah Rian menempelkan tubuhnya sehingga jarak mereka begitu dekat.
Hembusan nafas Rian dan bau parfum Rian seakan membius membuat Tiara memejamkan matanya untuk menetralisir hatinya.
" plis Rian, aku sudah mulai sesak.." bisik Tiara lirih.
" aku gak akan melepaskan mu sebelum kau menjelaskan kepadaku..kenapa kau tak mau ke ruanganku.." ucap Rian sambil terus memburu nafasnya di wajah Tiara yang mulai memerah.
" ok , ok ...aku jelaskan, tapi ku mohon lepaskan aku.. plisss.." ucap Tiara.
Rian pun melonggarkan kedua lengannya dan membiarkan Tiara bernafas..
Tiara mendengus kesal..." kamu apa apaan sih..." tanya Tiara dengan kesal .
" ehm... kamu cemburu ya...bilang aja kalau cemburu sayang, gak apa apa kok..." ucap Rian dengan senyum khasnya.
" hhh..apa penting .." jawab Tiara ketus.
Rian mendekat dan mencoba memeluk tubuh Tiara tapi Tiara menolak dan mendorongnya..
" Tiara cukup..!!!''
" ok..ok Rian...maafkan aku sudah berani membentak dan memarahimu...kau tau aku sangatlah tidak layak berada di sisimu aku hanyalah debu kecil sedangkan kau seorang tuan muda dari keluarga kaya raya pemilik perusahaan Wijaya group yang sudah terkenal...sungguh tidak pantas seorang biasa seperti ku mendampingimu..maafkan aku..maaf ... hikcs hikcs hikcs.." Tiara berlari ke luar ruangan Rian sambil menangis tersedu-sedu membuat suster yang lalu lalang heran dan bertanya tanya.
Rian terlihat sangat marah dan menggebrak mejanya
bruaks....
" hahhhh....kenapa semua jadi begini..." gumam Rian dengan muka merah padam menahan kemarahannya.
" Tiara.. Tiara Tiara.." Rian pun berlari menyusul Tiara.
Bruks...
Tak sengaja Rian menabrak dokter Aldi yang sedang berjalan .
"Rian, kamu kenapa..." tanya dokter Aldi penasaran.
" Al, kamu tau di mana Tiara...! "
__ADS_1
" tadi sepertinya aku lihat dia di teras , lagi duduk menunggu hujan reda seperti nya..'' jawab dokter Aldi..
" ok "
" kenapa sih Rian "
" nanti aja aku jelasin "
Rian berlari dengan perasaan kalut dan cemas..
Dokter Aldi memandangi sahabatnya yang sedang kalut karena asmara..
" hhh... cinta memang membuat orang sehat menjadi sakit , ora waras menjadi tidak waras, bahkan orang seganteng dan sedingin Rian saja bisa terlihat bodoh di hadapan orang yang dicintainya ..hhh.... seperti itukah kehebatan cinta yang bisa merubah dunia..." gumam dokter Aldi
tiba tiba ...bruks..
Anita tidak sengaja menabrak dokter Aldi.
Anita sedang mencari dokter Rian karena sonia ngedrop.
" aduhhh.. perasaan hari ini orang kok seneng nabrak aku sih .." ketusnya.
" eh..maaf dokter, aku sedang buru buru..." ucap Anita.
wajah polos, kusut dan kurus Anita tidak mengurangi aura kecantikannya yang membuat Aldi terbius menatapnya.
" eh..nggak nggak apa apa..emangnya kamu kenapa terburu buru.." jawab Aldi.
" aku mencari Dokter Rian dok, anak saya ngedrop .." ucap Anita dengan muka panik.
" baiklah ayo segera kita lihat anakmu, nanti aku telp dokter Rian.." ucap Aldi sambil berlari ke arah ruangan Sonia.
"Aldi segera memeriksa keadaan sonia ysng sudah tak sadarkan diri ...dia segera meraih ponselnya dan mencari nomer telp Rian "
Rian pun lega akhirnya menemukan Tiara yang duduk merenung di bangku teras.
Dengan ngos ngosan Rian merebahkan tubuhnya di sandaran kursi.
" Tiara..sayang...aku minta maaf..semua salahku , aku mohon maafkan aku sayang.." ucap Rian.
" tak ada yang perlu dimaafkan dan tak ada yang salah, aku yang terlalu berambisi memilikimu padahal tak seharusnya aku berbuat seperti itu...aku harus sadar siapa diriku.." ucap Tiara datar.
" apa maksudmu sayang..ok ok aku sudah, sekarang kamu tenangkan dulu hatimu.. dengarkan baik baik , aku mencintaimu bukan hanya karena fisik atau apa pun itu, aku mencintaimu karena hatimu yang lembut, yang begitu baik ..apa kau tega melihat sonia dan Anita terlunta lunta di pinggir jalan, apalagi dengan keadaan nya yang menderita penyakit jantung..sungguh Tiara aku gak akan tega melihatnya...dan mengenai keluarga ku oke...memang aku salah dari awal aku gak pernah bilang siapa aku sebenarnya, tapi itu tidaklah merubah segalanya aku tetap mencintaimu bahkan aku rela meninggalkan semuanya demi kamu " ucap Rian yang membuat Tiara menoleh .
" apa kamu bilang , jangan bodoh kamu..." ucap Tiara sambil tersenyum dan menyandarkan kepalanya di pundak Rian.
__ADS_1
Rian pun tersenyum sambil menggenggam tangan Tiara dengan hangat.