Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
chapter 21


__ADS_3

Hari berganti waktu berlalu.


Satu Tahun sudah Tiara bekerja di rumah sakit besar milik keluarga Dokter Rian.


Enam bulan sudah hubungan asmara antara dokter Rian dengan Tiara .


Tiara yang dulu hampir menyerah dan putus asa , sekarang sudah menemukan kembali semangatnya.


Dokter Rian pun semakin hari semakin mencintai Tiara.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Saat itu pagi menjelang siang.


Dokter Rian berjalan bersama Dokter Aldi dan Dokter Indra di lorong menuju sebuah bangsal perawatan.


" Al, aku dalam beberapa hari terakhir ini akan cuti dulu, untuk perawatan sonia aku serahkan ke kamu, dan untuk ahli jantung kan ada pamanku, dia sudah senior pasti tau apa yang terbaik.." ucap Rian.


Aldi hanya mengangguk.


" kamu mau ke mana Rian " tanya Dokter Indra.


" aku lelah Dra, aku mau istirahat di rumah untuk beberapa hari..dan ada sedikit urusan dengan Tiara.. rencananya aku juga mau melamar ke kampungnya ...masa iya hubungan kita seperti ini terus gak ada kejelasan.." jawab Rian.


" Bagus Rian, aku doakan semoga kamu sukses, sepertinya Dokter Tiara juga sudah mengajukan cuti dari kemarin.." ucap Dokter Aldi.


" iya, dia sudah lulus menjadi Dokter dan sekarang dia resain dari sini..dia diterima di klinik di dekat kampungnya.. dia ingin mengabdikan diri untuk daerahnya.." jawab Rian.


" oke ...semoga sukses.." ucap dokter Indra.


"terimakasih..." jawab Rian sambil tersenyum.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Keesokan harinya di kostan Tiara.


"Bu, Tiara mau pamit dari sini , Tiara minta maaf kalau selama ini ada salah bu..." ucap Tiara sambil memeluk hangat ibu kostnya itu.


"ibu, juga minta maaf Tiara kalau selama ini ibu kurang baik sama kamu ya ..." ucap ibu kostnya itu.


Dan tak berapa lama Rian datang dengan mobilnya dan membantu Tiara memasukkan barang barangnya ke mobil.


kemudian mereka melaju menuju kampung B tempat tinggal Tiara dan keluarganya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang.


" Rian... kita berhenti di masjid ya, aku belum sholat, kita sholat dulu.." ucap Tiara dan Rian pun menghentikan laju mobilnya di halaman sebuah masjid Agung.


Tiara turun dan masuk menuju masjid.


setelah selesai melaksanakan kewajibannya mereka pun kembali meneruskan perjalannya.


" Ra"


" hem "


" kamu nantipakai hijab ya p, kamu cantik Ra, bahkan lebih cantik kalau kamu memakai hijab dan menutup aurat..aku ingin kamu tak memperlihatkan apa yang seharusnya tak boleh dilihat oleh laki laki lain.." ucap Rian yang membuat Tiara terdiam dan berpikir.


Tiara memandangi Rian yang sedang konsentrasi menyetir.

__ADS_1


" Rian, aku takut..."


" kenapa"


" aku takut Bapak dan ibuku tidak menerimamu.."


" karena perbedaan kita " jawab Rian.


Tiara mengangguk.


" perbedaan kita terlalu besar Rian , ini masalah keyakinan ..aku gak tau bagaimana kalau mereka tidak merestui kita.." ucap Tiara lemas.


" tenanglah sayang kita coba dulu , dan biarlah takdir cinta kita yang menentukannya.." jawab Rian menenangkan.


Tak berapa lama sampailah mereka di depan rumah sederhana milik keluarga Tiara..


Halaman yang luas, rumah yang cukup besar dan terbilang bagus untuk ukuran warga kampung.


" assalamualaikum "


"waalaikumsalam "


Seorang ibu membukakan pintu dengan senyumannya.


" sayang.."


" ibu "


mereka pun berpelukan haru.


" ini siapa " tanya ibu sambil menoleh ke arah pemuda tampan yang berdiri di sebelah Tiara dengan senyum manisnya.


ibunya tersenyum dan memintanya untuk masuk dan beristirahat di dalam rumah.


Tak berapa lama sang bapak muncul dengan sarung putih hem dan songkok karena pulang dari temannya yang baru pulang dari umroh.


"assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


" bapak " Tiara menghambur dan mencium tangan bapaknya..


"pak ini teman Tiara" ucap Tiara sambil menoleh ke arah Rian yang tersenyum sambil menundukkan kepala.


" baiklah , kamu buatkan minum ,biar bapak bicara sama Rian.." ucap bapaknya.


Akhirnya mereka pun ngobrol dan bapak mulai bertanya tentang status sosial dan keyakinan...


Jedarrrrrr โšกโšกโšกโšกโšก


Bagai kan petir yang menyambar ketika bapak tau kalau Rian memiliki keyakinan yang berbeda dengan Tiara dan keluarganya.


Bapak menahan amarahnya dan masuk ke dalam kamar Tiara yang sudah menangis tersedu-sedu karena tahu pasti akan kemarahan bapaknya..


Rian pun hanya terdiam..


Awalnya dia merasa ini bukanlah masalah, sungguh di luar ekspektasi nya..


Di dalam kamar Tiara**

__ADS_1


" Tiara...lebih baik sekarang kamu putus dengan dia, lupakan dia jangan lagi menemuinya.." gertak bapaknya.


" tapi pak, Tiara sudah terlanjur mencintainya"


" kamu itu putri bapak satu satunya, sampai kapanpun bapak gak akan menyerahkanmu kepada pemuda yang berbeda keyakinan debgan kita.. dia bukanlah seorang yang tepat untuk kamu, keyakinan kalian berbeda dan bapak tidak akan merestui kalian"


" tapi pak Tiara akan bicara dengannya , dia bisa kok pindah keyakinan dan ikut Tiara.."


" tidak....k...kau tinggalkan dia sekarang..!!!"


Rian yang mendengar semuanya hanya terdiam dan membisu dengan hati yang hancur..


Tiara yang terisak menambah luka di hati Rian semakin bertambah..


Akhirnya Rian melangkah ke luar dari rumah Tiara.


" Riaa...n " Tiara berteriak memanggilnya dari dalam rumah dan mengejarnya sampai halaman rumah .


" Rian, maafkan aku hikcs hikcs.."


" hei..jangan menangis Tiara, semua sudah terjadi...aku tau ini akan terjadi..kita saja yang bodoh terlalu dibutakan oleh cinta..sampai tak menyadari perbedaan besar di antara kita.." ucap Rian dengan senyum untuk menutupi hatinya yang hancur.


" Rian aku mohon ikutlah dengan ku ikut keyakinanku...dan kita bisa bersatu selama nya.." ucap Tiara sambil menangis dan menatap Rian dengan lekat .


Rian terdiam dan tersenyum sambil mengusap air mata di pipi tiara .


" maaf kan aku sayang..


maaf.. aku gak bisa..aku gak mungkin bisa meninggalkan Tuhanku..


dan kamu pun aku tidak akan mungkin bisa meninggalkan Tuhanmu..


cukup sudah sayang, sampai di sini kisah kita ...


biarlah kita berjalan sendiri sendiri mencari kebahagiaan kita dengan tuhan kita masing masing..


cukup sayang , cukup sudah..dari awal aku tau perbedaan kita aku sudah menyiapkan hatiku untuk ini..


aku yakin kamu akan menemukan pria baik yang akan mencintaimu melebihi cintaku padamu ..dan berdoalah kepada Tuhanmu untukku dan akupun akan berdoa kepada tuhanku untukmu untuk kebahagiaan kita masing masing...aku pamit...jaga dirimu baik baik, permisi..." ucap Rian kemudian pergi melajukan mobilnya.


Tiara hanya terdiam dan tak bisa mengatakan apa apa...


Hatinya hancur untuk kedua kalinya...


akhirnya dia terjatuh dan luruh sambil menangis tersedu-sedu..


sang ibu mendekat dan mendekapnya.


Tiara menangis dalam pelukan ibunya..


Dengan lembut ibunya mengusap rambut putri kesayangannya.


kemudian memapah Tiara masuk ke dalam rumah nya..


Dia duduk di ruang tamu dengan terisak..


" Nak, ini lebih baik nak, bapak gak mau kau terus dibutakan oleh cinta..jangan sampai karena cintamu kepada manusia kau meninggalkan Tuhan yang telah menciptakan kita..ingat nak Tuhan menyiapkan jodoh terbaiknya.." ucap bapak.


Tiara tak bisa menjawab apa apa, hatinya masih sakit dan terluka..

__ADS_1


pikirannya semakin kacau, entah apa yang terjadi dengan Rian sekarang.


__ADS_2