
visual Dokter Rian.
Dengan berlinang air mata, Tiara terus memandangi foto Dokter Rian yang berada di ponselnya.
brusks..
Tiara tersentak setelah bapaknya menggebrak meja yang berada di depannya.
" maaf kan bapak nak, kamu sedang apa, dari tadi bapak panggil panggil kamu , kamu malah nangis...kenapa sayang...jangan kamu menangisinya lagi.. mubadzir Tiara, hati bapak tidak akan luluh karena tangisanmu..karena keyakinan bagi bapak adalah ikatan kita dengan tuhan sang pemilik kehidupan ..jadi tidak akan pernah berubah apa yang bapak putuskan.." ucap bapaknya Tiara sambil mengusap kepala Tiara.
Tiara menunduk dan menyeka air matanya.
" oh Tuhan..kenapa begitu sakit rasanya.." guman Tiara.
Dengan lesu dan tak bertenaga Tiara merebahkan tubuhnya di kasurnya.. karena semalaman tidak tidur walaupun kedua adiknya menghiburnya tapi tetap saja tak semudah itu menyembuhkan luka hatinya.
💔
Di rumah sakit.
Rian membuka matanya.
begitu sadar dia kaget kenapa kok ada di sini..
" o iya... semalem aku gak pulang ke rumah ..aduhhh..kok bisa lupa sih.." gumamnya sambil mengucek matanya.
ceklekkkk
" dah bangun Rian, kenapa semalem gak pulang ke rumah, ada masalah..katanya mau cuti .." tanya Aldi beruntun.
" ish... masalahnya rumit Al, aku dan Tiara sudah berakhir.."
" what....uhuk uhuk.."
" pelan pelan dong Al, nih minum..." gumam Rian sambil menyodorkan minumannya kepada Aldi.
" kamu dan Tiara putus ..kok bisa sih.. bukannya kalian baik baik saja..malah katanya sudah mau ke tahab serius, sumpah gue kaget banget ..enggak enggak pasti lo bercanda.."
" iya Al, beneran...aku Tiara tidak mendapatkan restu dari orang tuanya , dan orang tuaku pun sebenarnya juga tidak merestuinya..."
" terus apa masalahnya..."
__ADS_1
Rian pun mulai menceritakan semuanya..
Aldi yang mendengar pun menjadi lemas tak bertenaga..
" jadi kamu bener bener putus bro.."
" aku memang yang terlalu bodoh selama ini Al, dari awal kami mengetahui perbedaan di antara kami, aku yang kekeh mempertahankan hubungan, ya aku mengira masalahnya tidak akan seperti ini..toh banyak artis artis yang menikah dengan keyakinan yang berbeda..aku mengiranya segampang itu...aku jadi merasa bersalah sama Tiara..dia sangat terluka, saat sedang sayang sayangnya kami malah harus berpisah .." ucap Rian dengan mata berkaca kaca.
"dan aku juga tidak menyangka rasa cintaku akan sedalam ini... sakit sakit..banget rasanya.. Al.." Rian pun tak kuasa menahan derai air matanya..dan dengan sigap Aldi memeluknya untuk menenangkan sahabatnya itu.
" sudah Rian, sekarang apa yang akan kamu lakukan...apa aku bisa membantumu.." tanya Aldi setelah beberapa saat melihat Rian yang sudah mulai tenang.
" aku akan pergi ke luar negri , aku akan memperdalam ilmu kedokteran ku sekaligus untuk melupakan masalah ini.." ucap Rian dengan tatapan hampa yang kosong menerawang ke luar jendela .
" terserah kamu bro, asal kamu tetap baik baik saja..." ucap Aldi sambil menepuk pundak Rian.
Tak berapa lama, Denis pun datang tanpa mengetuk pintu..
" dokter Rian kemana Tiara..." ketus Denis tak perduli lagi dengan atasannya itu.
Rian hanya diam tak menjawab.
Aldi yang melihat sahabatnya sedang tidak baik baik saja, langsung menyambar lengan Denis dan membawanya keluar..
" au.. Dokter Aldi..apa apaan sih.. sakit tau.." rengek Denis sambil meringis kesakitan.
Denis mencoba mencari nomer Tiara di ponselnya..
" hallo Ra"
[ iya Denis]
" Tiara, apa kamu baik baik saja.. kenapa kamu gak kasih tau aku masalah mu yang sebesar ini Tiara.."
[ Den, semua sudah terjadi dan gak ada yang perlu di sesali, aku udah mulai sadar Den, semua bukan kehendak kita , tapi rencana Tuhan den, biarlah semua mengalir seperti air yang mengalir , aku pasrah menjalani takdirku Denis..kamu baik baik di sana ya..dan tolong ingatkan Rian waktunya makan dan istirahat, aku gak mau mendengar dia sakit..]
" kamu masih mencintainya Tiara"
,[ iya..dia memiliki tempat tersendiri di hatiku Denis, mungkin akan tinggal selamanya di sana..]
" Tiara, kamu juga jaga dirimu baik baik ya , suatu hari nanti kita akan bertemu lagi ..kita pupuk persahabatan kita dengan doa ya Ra, aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu sahabatku "
[ aku juga akan mendoakan yang terbaik untukmu sahabatku..]
__ADS_1
" Tiara, tidakkah kau ingin melihat Rian untuk yang terakhir kali karena besok dia akan langsung terbang ke Australia ntah untuk berapa lama, yang pasti sampai luka di hatinya sembuh...aku vicall ya "
dan tanpa di duga Rian ternyata ada di belakang Denis..
panggilan beralih ke vicall.
tut tut tut..
" Tiara kamu sudah berhijab...kamu semakin cantik Ra"
[ terimakasih Rian]
" terimakasih untuk apa "
[ untuk semuanya, semua yang sudah kita lewati bersama akan menjadi kenangan yang tak terlupakan ..]
" aku senang akhirnya kamu memutuskan menyempurnakan keyakinan mu Tiara, kau memang lebih cantik begini.."
[ iya Rian, setelah kejadian ini aku memutuskan untuk berhijrah , aku ingin lebih menata hatiku dan lebih memperdalam ilmu agamaku ..]
" iya kamu benar Tiara, aku pun juga akan lebih menata hatiku , aku akan terbang ke Australia besok, kamu baik baik ya "
[ iya, kamu juga jaga dirimu baik baik di sana , jangan lupa makan dan istirahat, doaku akan menyertaimu Rian]
" kamu nangis Ra"
[ enggak, aku cuma terharu mungkin ini yang terakhir kali aku melihat mu Rian ]
" jangan bilang begitu Tiara, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali dengan anak dan istri atau suami kita..."
[ tu kan Rian, kamu juga nangis...kamu jangan buat aku semakin menangis Rian..aku berharap kita tidak akan bertemu lagi ]
" kenapa Tiara"( terlihat Rian yanf menyeka air matanya)
( begitu juga Tiara yang berderai air mata)
[ karena kalau kita bertemu lagi, aku gak tau hatiku gimana Rian, aku gak tau, takutnya setelah kita bertemu lagi aku semakin tidak bisa melupakan mu..]
" sebenarnya aku pun juga berharap yang sama , karena aku gak akan bisa melupakan mu...dan itu tak tahu sampai kapan.. kamu juga memiliki tempat tersendiri di hatiku Tiara"
[ selamat tinggal Rian]
__ADS_1
mereka mengakhiri panggilannya dan masing masing menunduk kemudian sama sama menangis..
di tempat berbeda tapi hati mereka tetap masih menyatu... semua itu butuh proses, seiring berjalannya waktu semua akan terbiasa.