
Malam itu di pesta.
Denis sudah menunggu kehadiran Tiara, sahabat terbaiknya.
" duh Tiara mana ya kok lama sekali sih.." guman Denis yang duduk bersanding di atas pelaminan bersana Alex.
Tiba tiba sebuah kejutan muncul , Rian yang sangat gagah dan tampan hadir di depan mata Denis..
Denis pun terbelalak tak percaya..
" hai Denis, selamat ya..semoga bahagia.." ucap Rian yang menyalami Denis dan alex di pelaminan kemudian berfoto.
" ya ampun tampan nya dokter Rian" gumam Denis yang membuat Alex mencubitnya..
" au.. sayang kenapa sih...sakit tau "
" aku suamimu jangan memandang laki laki lain" bisik alex yang membuat Denis mendengus kesal.
Kehadiran Rian membuat semua teman sesama dokter senang karena sudah lama tidak ketemu .
Begitu juga dengan Aldi dan Indra yang merupakan sahabat terbaiknya.
Kemudian kejutan lagi..datang di depan Denis.. yaitu kehadiran Raihan..
" wau.."
mata Denis terbelalak melihat ketampanan Raihan..dan lagi lagi Alex mencubit istrinya itu.
" selamat ya Denis" Raihan menungkupkan ke-dua tangannya untuk memberinya selamat kepada Alex dan Denis.
Disusul umi dan abahnya yang merupakan kakak Alex sendiri.
Tak lama kemudian Tiara muncul dengan setelan gamis warna pastel yang membuatnya semakin cantik dan anggun...
Denis memeluknya hangat dan memintanya tetap berdiri di sampingnya.
deg deg
Rian yang melihat betapa cantiknya Tiara pun tak henti hentinya menatapnya.
Begitu juga dengan Raihan yang tak berkedip melihatnya.
Tapi Tiara tidak menyadari dua orang yang pernah hadir di masa lalunya sedang menikmati keindahan wajahnya dengan hayalan hayalannya sendiri di masa lalu.
Raihan hanya menatap nya dari kejauhan dengan sesekali tersenyum sendiri.
Sedangkan Rian menatap Tiara dengan hati yang tak karuan..
" memang benar yang Tiara dulu pernah katakan, kalau sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi, karena hanya akan memberikan kebahagiaan semu ..benar saja, rasa bahagia itu datang lagi tapi dalam sekejap akan menjadi rasa sakit yang teramat pedih" gumam Rian dalam hati sambil terus menatap ke arah Tiara yang semakin memancarkan aura kecantikannya.
" sepertinya aku gak bisa lama lama di sini"
Rian segera mengambil kertas yang kebetulan ada di atas meja , entah kertas apa itu... dan Rian segera menulis sesuatu di sana.
Setelah Rian melihat Tiara turun untuk menemui teman temannya , Rian pun menemui Denis.
" Den, sepertinya aku ada urusan mendadak ,aku pamit dulu ya , o iya aku titip ini berikan kepada Tiara,.." ucap Rian kemudian pergi meninggalkan pesta.
Denis yang paham pun segera meraih kertas yang diberikan oleh Rian...dia tau dengan situasi nya dan Denis pun segera memberikan kertas itu kepada Tiara sesuai pesan Rian.
" Ra, ambil ini , sepertinya sebuah surat, baca nanti aja kalau dah di hotel.." ucap Denis kemudian tersenyum.
suasana sendu yang dirasakan Rian membuatnya kembali ke masa lalunya.
__ADS_1
" Tiara lebih baik aku pergi, lebih baik kita tak bertemu lagi, jaga dirimu sayang, aku masih sangat mencintaimu.." gumam Rian sambil melajukan mobil sport miliknya.
Sementara itu, Raihan masih menikmati pestanya bersama keluarga besar.
tak sengaja Raihan menyenggol minuman di meja yang membuatnya harus ke toilet.
sedangkan umi Salamah tak sengaja melihat Tiara yang begitu anggun dan cantik..
" o jadi Tiara datang juga ke sini , pantesan tadi tidak ada di rumahnya " gumam umi Salamah.
Umi Salamah menemui Tiara dan betapa kagetnya Tiara melihat umi Salamah juga di sana...
Dengan spontan Tiara mencium tangan umi Salamah lalu memeluknya hangat, benar benar seperti ibu dan anak.kemudian merek ngobrol sebentar.
" maaf umi sepertinya tiara ke toilet dulu..tiara perlu merapikan sedikit jilbab tiara.." Tiara meminta ijin kepada umi Salamah.
" iya sayang silahkan.." jawab umi Salamah dengan tersenyum.
saat Tiara berjalan menuju belakang tirai..
bruaks..
" Raihan...."
" Tiara..."
keduanya saling menatap.
Hening, suara hiruk pikuknya pesta sudah tak terasa oleh mereka berdua...
Mereka tetap saling menatap seakan tak percaya akan apa yang ada di hadapan mereka.
setelah beberapa saat , keduanya sadar dan saling melepas tatapan yang entah apa artinya.
" Tiara .. apa kau datang sendiri" tanya Raihan dengan suara lembut.
Tiara tak menjawab dan hanya mengangguk.
" kamu juga sendiri..???" tanya balik Tiara.
" iya ... bahkan dari dulu sampai saat ini pun aku masih sendiri, aku masih.."
" hentikan Raihan..cukup sudah...tak ada yang perlu di teruskan lagi..." ucap Tiara dengan sedikit terisak..dan tak terasa bulir bulir air matanya pun jatuh berderai.
" kenapa Ra , "
" maaf kan aku Rai, aku gak mau membuka kembali lembaran lembaran kita yang dulu, sebentar lagi aku tidak lah sendiri.." gumamnya dalam hati.
Tiara pun mencoba tegar dan berbalik menatap Raihan dengan tersenyum sambil menyeka air matanya.
" enggak kok Raihan gak ada apa apa aku kaget aja bisa bertemu kamu di sini..
senang bisa melihat mu lagi Raihan, kau kelihatan lebih dewasa sekarang.." ucap Tiara mengalihkan pembicaraan.
Raihan pun tersenyum.
" kau juga terlihat lebih cantik Ra, tapi jadi semakin kurus, ada masalah apa , jangan kurus kurus nanti gak cantik lagi lo..." kata kata Raihan yang mencairkan suasana membuat Tiara tersipu.
Suasana semakin menyenangkan , hilang sudah ketegangan di antara mereka..
Raihan sesekali mencuri pandang sedang Tiara sesekali menunduk..
" kamu sekarang bekerja di mana Ra" tanya Raihan.
__ADS_1
" aku bekerja di klinik Medika dekatnya masjid Al Akbar .." jawab Tiara.
" kamu sendiri Rai "
" aku mengajar ilmu agama yang aku dapat dari Kairo - Mesir di sebuah pesantren."
" hebat kamu Rai "
mereka pun saling menceritakan pengalaman pengalaman mereka.
tak terasa waktu sudah semakin larut ,dan pesta pun segera berakhir.
para tamu undangan pun pergi , begitu juga dengan Raihan dan juga Tiara.
Tiara menginap di hotel tempat diadakannya acara tersebut.
💓💓💓
srekkkkk
Tiara membuka pintu kamar hotel.
dibukanya hijab yang yang menutupi kepalanya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .
Setelah semua kegiatan sudah selesai segera dia rebahka tubuhnya di atas ranjang empuk yang membuatnya langsung tertidur pulas.
waktu menunjukkan pukul 4:30.
du bidu bidu bidu.du.🎵🎵🎵
Alarm pun berbunyi.
Perlahan lahan Tiara membuka matanya, dengan setengah kesadarannya dia mencoba meregangkan otot otot tubuhnya, setelah itu pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh.
setelah semua selesai, Tiara duduk di depan cermin dan mencoba merapikan rambutnya yang indah teruari.
deg...tiba tiba Tiara teringat sesuatu yang diberikan Denis kepada nya saat di pesta tadi malam.
Dia mencari-cari nya di dalam tas.
setelah menemukannya dia mencoba membuka dan membacanya..
💜
Hai, Tiara tak usah aku bertanya kabarmu pasti kamu baik baik saja , aku lihat kamu semakin cantik dan religi, aku bangga denganmu Tiara, aku bahagia pernah menjadi bagian dari hidupmu walau hanya sebentar...
Kamu juga gak perlu menanyakan kabarku, aku baik baik saja..
Aku ingin mengatakan kalau aku sudah menemukan orang yang tepat untuk mendampingiku Tiara, dan aku yakin kau juga sudah menemukan yang lebih baik dariku..
Dariku yang pernah mencintaimu
Dr .Rian Wijaya
💜
tak terasa bulir bulir air mata menetes deras di pipi Tiara..
" Rian, selamat berbahagia, semoga aku nanti juga bisa menerima orang yang dijodohkan denganku sebagai calon suamiku seutuhnya.." ucap Tiara dengan terisak karena tangisannya yang pecah tanpa disadarinya.
*bersambung...
sekedar mengingatkan untuk para pembaca , hati hati dengan mantan*...ðŸ¤...apalagi mantan terindah..😄😄😄( hanya bencanda)
Karena hati yang tadinya sudah tenang, tiba tiba bertemu mantan , jadi terusik lagi...
__ADS_1
💞💞💞