
Hari pernikahan pun tiba.
Terlihat gadis cantik dengan gaun pengantin berwarna putih duduk di tepi ranjang di kamarnya.
Sedangkan di luar sana terdengar seorang pemuda tengah melakukan ijab qobul...
" sah...." teriakkan semua tamu undangan dan diringi suara tepuk tangan.
Tiara yang duduk bersama saudara saudara perempuan nya pun tertunduk... Antara percaya dan tidak percaya... mulai saat ini detik ini juga, dia telah sah menjadi istri Raihan seorang pemuda baik keturunan arab Indonesia, yang merupakan cinta pertamanya..
tok tok
pintu kamar diketok yang membuat hati Tiara berdebar kencang..
tak terasa bulir bulir air matapun lolos dari pipi mulusnya.
rupanya Denis yang mengetok pintu dan membawa Tiara Keluar untuk bertemu dengan suaminya.
" hei, Tiara...kamu menangis...?"tanya Denis.
Tiara tampak menyeka air matanya.
Denis memeluk hangat Tiara...
" sudah Ra, ini hari bersejarah dalam hidupmu kamu harus bahagia." ucap Denis sambil memapah sahabatnya itu untuk menemui laki laki yang sekarang sudah sah menjadi suaminya.
Tiara dan Raihan duduk di pelaminan, mereka sangatlah serasi dan membuat para tamu undangan berdecak kagum..
" wahh .. beruntung nya ya gadis itu dapat suami putra satu satunya pengurus pondok pesantren besar, lulusan Al Azhar pula..." ucap salah satu tamu undangan.
" iya, tapi Raihan juga beruntung mendapatkan istri cantik seperti dia, dah cantik lembut, aku dengar dia juga seorang Dokter...dan saat ini sedang menempuh s2 kedokterannya untuk mengambil sepesialis kandungan.." jawab salah satu lagi tamu undangan.
Tanda Tiara duga, Denis mengambil poto Tiara bersama Raihan dan diam diam dia kirimkan poti itu je nomornya Rian.
Dan ternyata saat ini Rian telah menyelesaikan S2 kedokterannya di Australia, sekarang dia sudah kembali ke Jakarta.
" sebentar ya mas" ucap Denis sambil menepuk bahu Alex, dan alex pun tak keberatan istrinya berbicara dengan Rian melalui telp.
" halo, dokter Rian, anda sudah menerima Poto yang tadi aku kirim "
[ iya Den, Tiara sangat cantik ya..coba aja kalau aku yang berada di sana dan bukan Raihan...]
" dokter Rian, sudah dok, kalian diciptakan untuk saling mencintai tapi tidak untuk memiliki"
[ dan itu sangat sakit Den]
__ADS_1
" iya dok, aku tau..tapi cobalah ikhlaskan semuanya, doakan agar Tiara bahagia dengan Raihan"
[ iya Den, akan aku coba .. sekian lama aku mencoba tapi tak bisa, seandainya bisa aku melawan takdir, akan aku lawan apapun itu, tapi masalah nya aku lemah di hadapan Tuhanku]
" iya dok, apa yang kalian putuskan itu sudah benar, jangan kalian gadaikan Tuhan demi manusia yang hanya ciptaannya.. sekarang Dokter Rian cobalah membuang semua perasaan kepada Tiara.. lupakan kalian pernah bersama...lagi pula dokter Rian sekarang juga sudah bertunangan kan , cobalah untuk melihat dia sebagai takdir anda, kasihan tunangan dokter yang tidak mendapatkan sepenuhnya hati anda, ini tidak adil dok apa salahnya... sekarang aku minta kepada anda dok, ikhlas kan Tiara agar dia bisa bahagia... setelah anda bisa mengiklaskan aku yakin anda pun akan bahagia..."
[ iya, terimakasih ya Den, akan aku coba... salam untuk tuan Alex]
" iya dokter Rian sampai jumpa besok di rumah sakit ..dan akan aku sampaikan salam anda untuk suamiku"
( sambungan telp pun putus)
Denis menunduk dan menitikkan air mata.
Tapi alex yang dati tadi sudah berada di belakangnya langsung mendekapnya untuk menenangkannya.
Raihan tampak sangat bahagia akhirnya bisa bersanding dengan gadis yang selama menjadi impiannya.
Walaupun keadaan sekarang sudah berbeda, Tiara yang dulu bukanlah yang sekarang..
Dulu dia juga sangat mencintai nya sampai akhirnya datang seseorang yang menjadi cinta terdalam nya..tapi jodoh kembali mempertemukannya dan sampai akhirnya bisa menjadi sepasang suami dan istti.
Memang takdir manusia hanya Tuhan yang mengetahui...
🌺🌺🌺
Beberapa jam setengah acara selesai... Keluarganya pun kembali ke rumah besar.
Raihan tampak berjalan mendahului Tiara yang berjalan sambil tertunduk mengikuit langkah kaki Raihan menuju kamarnya.
Tiara tampak gugup dengan muka masih tertunduk di sisi ranjang besar dan mewah.
sedangkan Raihan berada di kamar mandi sedang membersihkan tubuhnya .
ceklekkkk
Raihan pun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawah perutnya, rambut basah, tubuh kekar, atletis dengan roti sobek yang mempesona..
Tiara semakin gugup dia tak berani menoleh dan hanya meliriknya saja.
" Ra, kamu kenapa..sudah sana buruan mandi gi..biar ilang capeknya.." ucap Raihan dengan senyum khasnya.
Tiara yang masih melamun dan tertunduk pun tidak mendengarkan Raihan.
Raihan yang menyadari Tiara lagi tidak konsen pun mendekatinya dan memegang pundaknya membuat Tiara tersentak kaget.
__ADS_1
" Ra, kamu kenapa..." tanya Raihan.
Tiara pun berdiri sambil melongo dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat pemandangan di depan matanya..
Raihan yang berdiri dengan handuk masih terlilit di pinggangnya pun semakin gemas dengan istrinya,dia berkacak pinggang agar roti sobeknya semakin terekspos jelas oleh istrinya itu.
" hei Tiara, sudah lihatnya, sekarang sana mandi ,hilangkan riasanmu dan ganti bajumu dengan baju yang sudah aku siapkan di lemari kamar mandi..." ucap Raihan sambil tersenyum geli.
Tiarapun tertunduk malu dengan pipi merah merona , berjalan cepat menuju kamar mandi.
Setelah beberapa saat , Tiara pun Keluar dari kamar mandi...dia pun terkejut ternyata Raihan sedang sholat dengan khusyuk.
Tiara berjalan menuju ranjang..baju santai yang Raihan siapkan ternyata pas untuknya...daster panjang yang adem cocok untuk istirahat..
Dengan rambut berwarna coklat yang panjangnya di bawah bahu dengan model Curly , Tiara terlihat sangatlah cantik, wajah putih bersih dan segar...
Tiara tersenyum melihat Raihan yang sudah menyelesaikan sholat nya , Raihan pun terpana dengan kecantikan istrinya itu..
Raihan kemudian mendekat dan duduk di sampingnya.
"Tiara , aku tidak akan memaksamu untuk memenuhi kewajibanmu jika kamu belum siap.." ucap Raihan.
deg
Hati Tiara berdegup kencang.
Tiara menunduk dan kembali menitikkan air mata.
" sayang , kamu jangan menangis lagi , mulai hari ini dan selamanya aku akan membuatmu bahagia dan jangan lagi ada air mata kesedihan...aku tau Tiara bagaimana rasa cintamu yang begitu dalam kepada Rian..." ucap Raihan yang membuat Tiara menatap dengan tatapan dalam kepadanya.
" kau tau semuanya " tanya Tiara.
" iya , aku sudah tau semuanya..dan aku tidak akan memaksamu, aku tidak ingin ketika kau bersamaku ,kau masih melihat bayang bayang Rian di matamu, karena itu aku memberimu waktu untuk benar benar membebaskan hatimu darinya.." u
jawab Raihan kemudian memeluk hangat Tiara.
" ya sudah sekarang kita tidur ya , aku sudah lelah dan kau pun pasti sangatlah lelah .." ucap Raihan.
mereka pun merebahkan tubuh mereka yang sudah kaku dan pegal.
Tiara belum bisa terlelap, dia pandangi wajah Raihan di sampingnya.
" terimakasih Raihan, atas semua pengertianmu...kau sungguh baik, membiarkan aku perlahan lahan membuka hatiku yang sudah membeku..." gumam Tiara.
Dan tak lama kemudian mereka berdua sama sama terlelap ke alam mimpi indah mereka.
__ADS_1