Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 41


__ADS_3

Tiara masih terlihat pucat, badannya sakit semua, seperti remuk rasanya..


" aduh gini amat ya menjadi seorang wanita.. aduhhh..." guman Tiara sambil tertatih-tatih berjalan ke kamar mandi.


tapi tiba tiba Raihan masuk dan kaget melihat istrinya.


" sayang, kamu mau ngapain..sini aku bantu.." ucap Raihan sambil memapah istrinya ke kamar mandi.


" udah Rai kamu keluar ya , aku bisa sendiri..." ucap Tiara.


" kamu yakin...maafkan aku ya Ra, aku yang membuatmu seperti ini.." ucap Raihan sambil memegangi wajah lembut istrinya itu.


" ehh ..gak apa apa Rai, udah bentar lagi juga sembuh sendiri, ya belum terbiasa aja..." jawab Tiara sambil tersenyum.


" kamu sekarang menjadi nakal ya..." goda Raihan.


" hahhhh...masasih..." jawab Tiara dengan muka merah merona.


kemudian Tiara mendorong tubuh Raihan untuk keluar dari kamar mandi..


Raihan hanya tersenyum.


***


setelah beberapa saat Tiara pun keluar dari kamar mandi dengan badan terlihat lebih segar.


"hari ini kita keluar yuk, kita jalan jalan ..biar gak bosen di rumah terus.." bisik Raihan.


" terserah Rai, tapi kita mau jalan ke mana..." tanya Tiara.


" kita ke mall dan belanja ,terserah kamu mau beli apa...o iya ini aku kasih kamu ( black card) untuk kamu pakai keperluan kamu.. pastinya kalau kamu sedang tidak bersamaku.." ucap Raihan.


Tiara menatap ke arah Raihan..


" kamu tidak akan pergi dariku kan Rai???" tanya Tiara.


Raihan tersenyum dan mengecup hangat kening Tiara..


" aku akan selalu ada di sampingmu.." jawab Raihan.


" lalu bagaimana kalau jodoh kita tidak menyatukan kita selamanya, Rai..." tanya Tiara mulai berkaca kaca.


" aku akan tetap mencintaimu" jawab Raihan sambil tersenyum.


" sampai kapan???"

__ADS_1


" sampai Alloh sendiri yang mencabut rasa cintaku padamu , karena Dia yang menanamkan cinta di hatiku untukmu jadi dia sendiri yang berhak mencabutnya dari hatiku..." jawab Raihan.


" terimakasih Raihan, aku mencintaimu, semoga cinta kita tidak hanya di dunia tapi sampai ke surganya Alloh.." ucap Tiara dengan deraian air mata dan memeluk hangat Raihan.


Raihan pun hanya tersenyum membalas hangat pelukan istrinya yang sudah sepenuh hati dan jiwa raga menyerahkan hidupnya untuk berbakti kepadanya, sang suami tercinta.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“


Keesokan harinya di kampus.


" hai Ra, waduh...makin cerah aja kamu ...makin cantik tau, setelah menjadi nyonya Raihan." goda Denis.


" apaan sih kamu den.." jawab Tiara sambil tersenyum.


mereka pun saling bercanda dan tertawa bersama..


Tiba tiba muncul seorang laki-laki dari belakang dengan senyum dan gaya nya yang cool dan maskulin..


" kalian lagi ngapain ..??" tanya dokter Aldi.


" hai dokter Aldi, apa kabar dok..lama ya kita gak ketemu.." ucap Tiara sambil menangkupkan kedua tanganyaπŸ™


Aldi pun membalas dengan mengangguk..


'' iya Tiara, sudah hampir 3 tahun ya ..ehm..ngomong ngomong kalian ngapain di sini, bukannya kalian berdua sudah lulus ya.." tanya dokter Aldi


Dokter Aldi pun mengangguk dan tersenyum.


"baiklah kalian baik baik ya , aku ada urusan dengan dosen..." ucap dokter Aldi sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.


" o iya Ra, kamu pernah bertemu Rian???" tanya Denis.


Tiara tersenyum dan mengangguk..


" aku bertemu Rian di rumah sakit Den, waktu bapak terkena serangan jantung dan akhirnya Bapak pergi untuk selamanya..." jawab Tiara sambil menunduk.


Denis mengusap punggung Tiara.." maaf ya Ra, aku gak bermaksut membuatmu sedih..." ucap Denis.


"enggak Den, aku gak apa apa, cuma teringat kenangan bapak membuatku sedih ..saat saat, terakhir bapak juga sempat minta maaf sama Rian atas penolakannya selama ini, yang telah membuat kami berpisah ...dan Raihan juga memintaku menyelesaikan apa yang belum selesai di antara kami..aku menemui Rian...aku pun meluapkan semua yang aku rasa ,aku memintanya untuk melupakan aku karena aku sangat mencintai suamiku..." ucap Tiara sambil menunduk dan mengusap matanya yang sedikit basah .


Denis mendengus panjang dan merebahkan punggungnya di sandaran kursi.


" cinta memang rumit ya ... penuh liku liku dan rintangan...karena itu masalah hati dan perasaan yang sangat halus dan peka...aku sendiri bisa menyadari bagaimana sakitnya cinta tak terbalas , dan meninggalkan cinta karena terpaksa...seandainya bisa kita membuat cinta sendiri akan aku buat setiap cinta itu terbalas sehingga gak ada sakit hati dan penderitaan..." ucap Denis yang membuat Tiara tersenyum.


" Tapi aku bersyukur Den, dengan semua ini..Tuhan telah mencabut cinta di hatiku untuk Rian dan menanamkan cinta Raihan yang begitu besar...aku sangat mencintainya, tapi aku serahkan rasa ini kepada sang pemilik kehidupan, dia yang menanamkan cintavdi hatiku dan aku harus menjaganya sampai pada akhirnya nanti perjalanan kita usai , aku berharap cinta ini tetap ada hingga di alam yang kekal." ucap Tiara.

__ADS_1


" kamu benar Ra, aku juga berharap bisa bersama bang Alex selamanya sampai tua dan sampai maut yang memisahkan bahkan hingga ke surga ..." ucap Denis dengam tersenyum.


Tiba tiba saat mereka berdiri hendak berjalan menuju kelasnya..


Bruaks..


seorang pemuda tampan menabraknya hingga membuat Tiara tersungkur dan jatuh ke lantai...


" woe...hati hati.... jalannya...pake mata dong " gertak Denis kepada pemuda itu.


Pemuda itu hanya tersenyum miring...


" ok ok gue minta maaf ....cantik cantik kok bar bar sih...." gumam pemuda itu.


Pemuda itu pun melihat Tiara yang tersungkur di lantai dan mencoba menolongnya, tapi Tiara menolak dengam tersenyum karena dia tidak mau sampai tersentuh pria lain selain mahromnya.


" maaf nona , sini gue bantu"


" iya, gak apa apa kok...πŸ™"


" o iya kenalkan nama saya Jensen, lebih tepatnya Dokter Jensen..." ucap Jensen sambil tersenyum.


" o iya , saya Dokter Tiara..."


" aku Dokter Denis"


" ok...senang berkenalan dengan kalian.... oiya sekali lagi gue minta maaf ya saya sudah membuatmu terjatuh..." ucap Dokter Jensen dengan senyum menawannya.


" wah ternyata dia tampan juga ya..." gumam Denis.


" hei hei Denis, ingat kita sudah bersuami... tundukkan pandangan, ingat surga kita di bawah telapak kaki suami kita..." ucap Tiara sambil mencubit lengan Denis.


" au...iya bu ustadzah... Denis paham kok...ok ok ayo buruan ke kelas..." jawab Denis dan mengalihkan pembicaraan .


Mereka pun segera berjalan masuk ke kelasnya...


Dan ternyata Dokter Jensen juga berada di kelas yang sama, dia juga mengambil spesialis kandungan.


" hei itu Jensen juga di kelas kita..." bisik Denis.


Tiara tak menjawab dan hanya mengangguk.


" wah, kalau nanti aku melahirkan, aku mau di bantu sama dokter Jensen... hahaha..." ucap Denis yang menbuat Tiara terbelalak dan mencubit perutnya...


" au au...sakit tau "

__ADS_1


" kamu jangan gila, aku nanti yang akan membantumu lahiran..." ketus Tiara.


Denis mendengus kesal sambil mengelus perutnya yang masih rata karena kehamilannya baru masuk masuk 6 minggu.


__ADS_2