
Raisa berjalan mengenakan jas putih kedokterannya menuju ruang rapat .
Dia berjalan dengan anggun, dan senyum yang mengembang manis sekali.
Dokter Rian yang menunggunya di samping pintu pun tampak begitu tampan dan menggoda.
"hai cantik , makin cantik aja tiap hari..." goda dokter Rian yang membuat Tiara senyum senyum sendiri .
" ishh...jangan gombal ah..ayo buruan masuk..dah ditungguin lo..." ucap Tiara dengan senyum manis dan geleng geleng sambil menunduk.
dokter Rian yang terus menatap Tiara tak henti sampai lupa sudah ditunggu para dokter senior lainnya.
Dan bruaks " aduhhh" dokter Rian meringis kesakitan.
Semua mata tertuju padanya..
Dan dengan reflek Tiara langsung menoleh dan membantu dokter Rian yang kejedot pintu..
" Dokter Rian, kenapa sih, jalan lihat jalan dong, kamu lihat apaan ..." ucap tiara sambil mengusap jidat Rian dengan lembut.
" melihat mu yang begitu cantik..." ucap Rian tanpa berkedip.
"ehem. ehemm...hem..." suara berdehem dari ruang rapat membuat keduanya tersentak dan menoleh bersamaaan..
jedarrrrrr
" mampus gua..."
" haduhh "
pipi Tiara yang sekarang sudah putih glowing langsung merah merona menahan malu yang tak terkira.
begitu juga dengan Rian.
Ada sekitar 30an dokter ( dari dokter senior dan yunior) sudah berkumpul dan semua melihat ke arah mereka berdua...
Dokter Rian pun berjalan dengan malu dan menunduk ke arah kursi yang telah disiapkan, begitu juga dengan Tiara.
Rapat yang berlangsung selama 2 jam itu berjalan dengan lancar.
setelah acara selesai semua Dokter meninggalkan ruang rapat..
Mereka semua berjalan bersama sama, menuju bangsalnya masing masing.
di tengah kerumunan dokter yang berjalan ,tangan tiara ditarik oleh seseorang.
Diapun kaget dan langsung menoleh..
" ada apa lagi sih , malu tau" ucap Tiara sambil berbisik.
" aku cuma mau bilang sesuatu ke kamu " ucap Dokter Rian datar.
Tiara berhenti dan berpura pura ada yang kelupaan.
" oiya Denis, kamu duluan aja ya ,aku ada yang kelupaan nih.." ucap Tiara beralasan.
Tapi Denis yang juga tidak bodoh tau Tiara berbohong karena ada dokter Rian di belakangnya.
", ehm...ok aku duluan" jawab Denis dengan tersenyum.
__ADS_1
" bahagia lah kamu Tiara dengan cintamu yang baru , aku tau kepedihanmu setelah kepergian Raihan karena kebodohanku.." gumam Denis dalam hati.
Tiara menoleh ke arah Rian yang sudah berada tepat di belakangnya.
Namun Tiara kembali memerah pipinya karena ada gerombolan dokter senior yang berada di belakang dokter Rian..
( dokter Aldi, dokter Indra, dokter Salma , Dokter Dika dan Dokter Najwa)
" aduhhh...ada mereka lagi " gumam Tiara.
" ada apa sih Ra" tanya Rian penasaran karena tidak tahu ada temen temannya di belakangnya.
sebuah tangan menepuk bahunya.
" ehm...yang lagi bucin, lihat situasi dong...hahahaaaa......
udah lanjutin aja , kita kita gak akan ganggu kok " ucap dokter Aldi sambil tersenyum.
" cantik juga Rian, pantes saja kamu selalu menolakku..hahahahaaa " goda najwa .
" dokter Tiara, awas ya jangan sampai telat masuk ruangan kerjanya .." ucap dokter Salma dengan senyum cantiknya.
" hebat ...hebat bro... Sekarang kau sudah membuktiakan jomblo itu gak enak, enakan punya kekasih hati kan ...hahahahaaaa" goda Dokter Dika sambil tertawa renyah.
Dokter Indra hanya tersenyum dan menepuk pundak dokter Rian. kemudian mereka semua berlalu.
" sialan kalian udah sana pergi.." gumam Rian.
Tiara yang memerah pipinya hendak pergi namun dokter Rian lebih dulu menyambar tangannya.
" ayo Ra kita duduk dulu di sini" ucap Dokter Rian sambil menyeret dan mengajaknya duduk di kursi dekat ruang rapat.
melihat Tiara yang sibuk dengan rambutnya , Rian malah semakin terpesona dengan kecantikan Tiara, jantung nya dag Dig dug Der semakin tidak karuan...
Rian menatapnya dengan sendu " gadis ini benar benar sudah melumpuhkan hatiku, benar benar membuatku menjadi gila... gara gara nih cewek aku juga kehilangan harga diriku , aku yang dulu memiliki kesan dokter tampan yang dingin dan cool , gara gara nih cewek hilang lenyap semua...yang ada aku kelihatan bodoh sekarang.."
" kenapa melihatku seperti itu...kamu naksir ya sama aku " ucap Tiara mendengus sambil menyadarkan tubuhnya di kursi di samping Rian.
" hhh...kamu itu bodoh atau pura pura bodoh sih..dari dulu bukannya udah aku bilang sampai kapan pun aku akan menunggumu siap menerima cintaku.. masih tanya aku naksir...ya tentun lah gara gara kamu aku udah menjadi gila..hilang juga kesan Dokter dingin dan cool padaku...yang ada sekarang dokter Rian yang bodoh dan bucin..tau gak..!!!" gertak dokter Rian sambil mengusap kepala Tiara.
" aduhhh...apaan sih kamu..." Tiara meringis dan kelihatan kesel karena baru saja dia rapikan rambutnya, eh di acak acak lagi sama Rian...
"ehm...memanggilku hanya mau ngomong gini doang..." tanya Tiara yang membuat Rian melotot tajam ke arah Tiara.
" gini doang kamu bilang...busyet deh nih cewek , kamu mau aku keluarkan aura kegantengan ku yang pasti bisa membuatmu lupa segalanya.." ucap Rian yang sudah mulai kesal dengan sikap jual mahal tiara..
Rian mendekat ke arah Tiara membuat Tiara mundur dari duduknya...dan terus mundur sampai mentok di sisi sebelah kursi.
Rian terus mendekat, sampai wajah mereka hanya berjarak beberapa centi saja, hembusan nafas Rian yang menderu pun dapat dirasakan oleh Tiara.
Tiara tak lagi bisa berbuat apa apa, dia memejamkan matanya.
Rian tersenyum dan melepaskan Tiara..
" hahahaha...kamu lucu sekali Ra, .. udah kamu gak usah bicara...ayo ikut aku...kamu juga gak perlu mengatakan cinta padaku , aku sudah tau semua..." ucap Rian sambil menggandeng tangan Tiara dan membawanya melangkah ke bangsalnya..
Tiara hanya mendengus..dan mengikuti aja Rian mau membawanya ke mana.
" Rian kau mau membawaku ke mana, bangsalku ada di ujung sana..." tanya Tiara heran.
__ADS_1
" aku akan membawamu kepada seorang anak kecil yang manja dan susah dibilangi, denis dan yang lain sudah tak bisa mengatasinya , aku harap dengan kelembutanmu dia bisa nurut sama kamu.." ucap Rian dengan datar dan terus menggenggam tangan Tiara dengan hangat.
Tiara menatap Rian dengan tersenyum.
" kamu tau Rian semakin hari aku semakin mencintaimu..tapi aku takut di saat aku sayang sayangnya ke kamu, kamu meninggalkanku seperti Raihan..." gumamnya dalam hati.
Rian mengusap muka Tiara dengan satu tangannya.
" tak usah memandangiku nanti kamu tambah terpesona dengan ketampananku.." ucap Rian sambil tersenyum.
" hahhhhh...apaan sih kamu " jawab Tiara dengan senyum manisnya.
ceklekkkk
Rian membuka pintu kamar perawatan..
Semua mata memandang ke arah pintu..
" dokter Rian..." ucap seorang wanita muda yang sedang menyuapi anaknya di sisi ranjang seorang anak kecil dengan selang oksigen yang terpasang..beserta 2 orang dokter yunior teman Tiara di kampusnya.
Rian melangkah mendekati anak itu diikuti Tiara dengan senyum manisnya.
kemudian Rian memegangi pundak Tiara dan memposisikannya di depannya agar lebih dekat dengan anak itu.
Tiara hanya menurut.
"sayang , kamu belum makan ya .." tanya Tiara lembut.
" aku gak mau makan "
" kenapa"
" mamaku selalu memaksaku , aku gak suka , udah aku bilangi gak suka di sini, aku mau pulang..." teriak anak itu.
" o...itu masalahnya, aku tau kamu gak suka di sini karena kamu gak punya teman kan, yuk kita berteman...hai namaku Tiara dokter tiara "
anak itu pun tersenyum " namaku sonia ..." ucap gadis kecil itu dengan senyumnya.
" jadi mulai hari ini kita berteman ya.."
"ehem.."
" jadi mau kan dokter mengajakku bermain , aku mau main boneka dan aku menjadi peri , nanti bu dokter menjadi puterinya.."
" oke , cantik ...tapi bukanya bermain butuh tenaga ya...jadi peri harus makan dulu..biar bisa bertenaga...mau bu dokter suapin.."
sonia pun mengangguk.
Tiara kemudian meminta kepada mamanya sonia untuk memberikan piringnya dan menyuapi Sonia dengan lembut.
Sonia pun senang dan menghabiskan semua makannya.
" nah begitu dong cantik, sekarang dokter Rian periksa dulu ya " ucap Rian sambil mengusap kepala Sonia dengan lembut.
Semua orang yang ada di sana pun bahagia sonia sudah mau makan dan nurut sama dokter Rian.
🌹🌹 yuk, ramaikan dengan like dan koment ya teman teman...!?🙏
bersambung.....
__ADS_1