
Tiara tampak duduk termenung di teras rumahnya.
ibu datang mendekatinya..
" kamu kenapa sayang, masih pagi juga kak kamu malah duduk termenung di sini, mumpung sana pergi jalan jalan atau ke mana gitu biar gak suntuk." ucap ibunya Tiara dengan lembut.
Tiara mendongak dan menghembuskan nafas panjang.
" Tiara gak tau bu, apa yangsaat ini Tiara rasain.. takdir mempermainkan kami ...Raihan bu calon suami Tiara, dia itu masa lalu Tiara, cinta pertama Tiara, karena perselisihan cinta segitiga dia mengalah dan memilih pergi ke Kairo...
setelah kepergian nya aku hancur bu, aku menyesal telah membiarkan dia pergi jauh...sampai akhirnya Rian datang membawa warna baru dalam hidupku dan mengobati setiap luka yang ada di hatiku ..
sampai kami lupa dengan perbedaan yang ada, atau kami gak perduli entahlah saat itu yang ada di pikiran kami hanyalah saling mencintai...dan sampai akhirnya cinta kami begitu dalam hingga kami memikirkan untuk melanjutkan ke pernikahan,
tapi bapak menentang hubungan kami, Bapak tak menginginkan aku menggadaikan Tuhanku demi manusia yang tidak ada kesempurnaan...
Aku mengerti dan aku lebih memilih mengakhiri, walaupun kami sama sama terluka..
sampai 2 tahun berlalu hatiku yang terluka untuk kedua kali masih lah terasa sakit bu...
dan setiap kali aku teringat Rian aku selalu terluka...
Ini tak adil untuk Raihan bu...aku sudah bersedia menerimanya sebagai calon suamiku, tapi aku masih belum bisa melupakan Rian..."
hiks hiks hiks..,( Tiara menangis tersedu-sedu).
Ibunya memeluknya dengan lembut..
" Tiara , kamu harus bisa mengiklaskan Rian, agar kamu bisa tenang...ibu tau kalian berdua sama sama tidak iklhas dengan perpisahan ini, cobalah...hilangkan pikiran mu tentang dia..sudah sekian lama , gak ada gunanya nak...ibu tau memang sulit, tapu semua harus kau serahkan pada yang di atas, ikhlas..
__ADS_1
kamu harus iklhas...." ucap ibunya dengan berlinang air mata.
Saat itu ternyata Raihan berada di balik pagar, dia mendengar semua pembicaraan Tiara dan ibunya..
" Tiara, maafkan aku , karena kepergian ku kau terluka... hingga seseorang datang dan melukai mu untuk kedua kalinya..maaf maafkan..aku...tapi memang mungkin inilah jalan yang ditentuka Alloh untukku bisa mengobati luka hatimu...aku janji Tiara akan membuatmu melupakan Rian...kita akan bersatu karena Alloh ,bukan karena yang lain.." gumam Raihan dengan tatapan sendu kepada Tiara yang memeluk erat tubuh ibunya.
Raihan pun muncul dan menyapa keduanya..
" assalamualaikum"
" waalaikumsalam"
"hei.. nak Raihan, sini masuk nak, " pinta ibunya Tiara kepada calon manantunya.
Raihan dengan senyum manisnya pun melangkah masuk dan neninggalkan Tiara yang sedang duduk di teras.
Tiara pun bangkit , dengan menyeka air matanya dia pun ikut masuk dan duduk di sebelahnya Raihan..
" hai Ra, apa kabarnya..o iya ini ada sesuatu dari umi, gak tau deh isinya apa... katanya khusus untuk calon mantunya.." ucap Raihan sambil tersenyum dan menyodorkan bungkusan plastik kepada Tiara yang masih sesenggukan.
" aku gak akan bertanya Ra, kamu menangis karena apa, Yang pasti aku akan mengobati hatimu yang terluka .." gumam Raihan sambil menatap ke arah Tiara yang mencoba membuka bungkusan plastik dari sang calon ibu mertua.
Dan setelah bungkusan itu berhasil di buka , Raihan dan Tiara sama sama terkejut ternyata isinya , resep resep masakan dan resep resep rumah tangga harmonis mulai dari cara menjadi istri yang baik dan apa yang dilakukan pengantin baru...beserta beberapa buku panduannya...
" hahhhh....." keduanya terkejut dan saling menatap.
terlihat pipi Tiara yang tiba tiba memerah karena menahan malu...
" aduhhh ..umi...kenapa sih pakai berikan itu segala, gak usah di kasih buku panduan kali...aduhhh ah .. malu kan jadinya..." gumam Raihan.
__ADS_1
tiba tiba ibunya Tiara datang dengan membawa segelas teh manis...
dan dengan sigap Tiara langsung menutup bungkusan itu ...
" di kirimi apa sama calon ibu mertua mu Ra.." tanya ibunya yang membuat Tiara semakin malu dan gugup untuk menjawab .
" i ii itu bu ,ehmmmm..resep resep masakan..." jawab Tiara dengan gugup.
" cuma itu, kok kayaknya berat banget ya ..."
" iya bu.. memang resepnya ada banyak..." jawab Tiara lagi..
Raihan menggaruk nggaruk kepalanya yang tidak gatal...
sesekali menatap ke arah Tiara..
Tapi Raihan juga gemas melihat tingkah lucu Tiara yang malu malu.
setelah ibunya pergi untuk membeli sayuran di depan rumah, Raihan baru memulai berbincangan, ya namanya juga anak pesantren pasti yang dibicarakan seputar pesantren dan tingkah bandel Farrel .
untuk sejenak Tiara telah melupakan kepedihan hatinya... namanya juga cinta pertama pastilah sedikit banyak masih menyimpan sesuatu walaupun sangat kecil dan hampir terlupakan...
" Tiara, tinggal 3 hari lagi kita menjadi suami istri...apa yang kamu rasakan..?" tanya Raihan.
" entahlah Raihan...kita jalani saja...yang pasti aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu.." jawab Tiara.
" setelah menikah , aku akan mengajakmu mengunjungi saudarakun di Sidney...kamu bersedia kan..." tanya Raihan dengan senyumnya .
Tiara pun tersenyum dan hanya mengangguk.
__ADS_1