Cinta Dokter Tiara

Cinta Dokter Tiara
Chapter 17


__ADS_3

Pagi ini hujan deras mengguyur kota malang, hawa dingin yang menembus sampai ke tulang sum sum.


Tiara menyeruput teh manis di dalam kamar kostnya.


" wah hujannya masih deras untung hari ini aku sedang libur, bisa nyatai nih di rumah.." Tiara kembali merebahkan tubuhnya di kasur busa miliknya.


Cringgg 🎶


Ponsel Tiara berdering .


" Hallo , Rian ada apa "


[ iya sayang , hari ini kamu sibuk nggak]


" ehm..enggak sih , emang kenapa ,apa ada masalah Rian"


[ eh...kok aku gak pernah dipanggil sayang sih, mau dong sekali kali dipanggil sayang biar mesra...]


" ihh ..ngaco kamu, kalau mau mesra nikahin dulu dong..."


[ beneran ]


" hhh ....emang kamu dah siap berumah tangga..seorang wanita saat berpacaran gak ada lagi yang ditunggu selain kata will you marry me ..."


[ kamu benar sayang, sekarang dengarkan baik baik ya ...will you marry me ..? ]


" ehm...apaan sih Rian bukan begitu juga kali...baru kemarin aku menerima mu di hatiku masa secepat itu.. lagi pula kalau mau nikahin anak gadis itu datang ke rumah orang tuanya minta langsung di hadapan bapaknya..."


[ hhh...ribet amat, tinggal kasih cincin doang]


" ehh...gak ada debat, itu tradisi dan syariat, gak ada tawar menawar.."


[ ok ok sayang , o iya ini serius..aku mau minta tolong sama kamu Ra, kamu ingat Sonia kan, dia terus nyariin kamu, kasihan dia , nyesek banget aku lihatnya.. mamanya juga kelihatan nya sedih..]


" terus...aku harus gimana, di luar hujan deras sekali Rian..."


[ kamu bersiap siap saja , nanti sopir ku datang ke kostan kamu untuk menjemputmu..]


" hhh..baru saja mau nyatai ada aja sih pak dokter..''


[ sayang, ini kan bisa menjadi amal kebaikan kita dong..kita bisa membahagiakan orang lain.]


" ngabahagiain mamanya juga ya "


[ ih...cemburu ya ]


" ye siapa juga yang cemburu "


[ aishhh bilang aja kalau cemburu gak apa apa kok, berarti kamu benar benar dah jatuh cinta padaku..hahaha ....]


" ih ... apaan sih ...ini jadi gak aku ke sana sekarang...? "


[ok ok cantik jangan ngambeg dong, cepetan siap siap pak Rudi sudah meluncur ke sana bentar lagi nyampek..]


" ok ,bye .."

__ADS_1


Tiara mendengus...


" ih..apa bener ya aku cemburu...kok aku kesel banget sama mamanya sonia..dia salah apa coba..ah udah deh..." gumam Tiara.


Tak lama kemudian pak Rudi benar benar dah sampai di depan kostan Tiara, teman kost Tiara memintanya untuk menunggu sementara dia memanggil Tiara.


Dan tak lama kemudian Tiara muncul , siap untuk berangkat ke rumah sakit.


"dah lama pak nunggunya ..? " tanya Tiara.


" ah, gak juga Bu dokter" jawab pak Rudi .


" oiya, pak rudi ini supir pribadinya dokter Rian atau supirnya rumah sakit sih .."tanya tiara sambil memasuki mobil hitam yang terbilsng mewah sih.


" o..saya supir pribadinya tuan wijaya dok , ayah dari tuan muda Rian Wijaya, pemilik rumah sakit ini ..saat ini tuan Wijaya sedang berada di Australia untuk menyelesaikan masalah perusahaan di sana.." jawab pak Rudi.


Tiara melotot tajam, tak percaya..


" jadi dokter Rian itu adalah anak dari pemilik rumah sakit besar itu pak..." tanya Tiara tak percaya.


" ehem lebih tepatnya pemiliknya karena rumah sakit ini dibangun memang atas permintaan tuan muda Rian..memang tuan muda begitu baik ..dia tidak pernah membeda bedakan dalam berteman, meskipun dia anak orang kaya tapi tidak sungkan untuk duduk bersama orang orang seperti kami jadi tidak ada yang tau kalau dialah sebenarnya pemilik dari rumah sakit itu ...ehm...bu dokter ini pacarnya tuan muda ya..." tanya pak Rudi sambil menyetir.


" e..gimana ya pak, entahlah pokoknya kami dekat..." jawab Tiara sambil tersenyum.


" aduhhh Rian, tuan muda yang kaya raya, sedangkan aku hanya rakyat jelata yang mempunyai mimpi menjadi seorang dokter...hhh mana sebanding aku dengannya.." gumam Tiara sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


Tak lama kemudian mereka sudah tiba di parkiran rumah sakit .


"sebentar bu dokter saya bukakan pintunya dulu '


jawab Tiara sambil tersenyum.


karena rambutnya yang sedikit basah terkena derasnya air hujan , Tiara mengibas ngibaskan rambutnya.. kemudian dia berjalan dengan baju hem setelan rok panjang beserta tas selempang yang dia pakai menambah kesan santai namun tetap formal..


Tiara berjalan dengan anggun tapi kali dia lebih memilih mamakai sepatu kets dan bukan fantovel.


Tiara langsung berjalan menuju ruangan Dokter Rian, karena Tiara yang ramah dengan siapa pun di sepanjang jalan menuju ruangan dokter Rian dia selalu disapa dokter lain maupun suster yang lalu lalang..


" pagi dok " sapa suster Diana.


" pagi sus...o iya sus, dokter Rian ada di ruangannya atau tidak" tanya Tiara.


" tidak Dok, dokter Rian berada di ruang perawatan sonia.." ucap suster Diana dengan senyum kecut yang dipaksakan.. karena dia sebel dengan Tiara yang lebih dekat dengan dokter tampan itu.


deg...


" kenapa hatiku bergejolak mendengar Rian ada di ruang perawatan sonia " gumam Tiara.


" Dokter Tiara, mau menemuinya di sana atau menunggu di ruangan dokter Rian..kalau dokter Tiara mau nunggu biar aku panggilkan dokter Rian sekarang juga.." tanya suster Diana.


" ehm...enggak sus biar aku menemuinya di ruang perawatan sonia saja ya.. terimakasih" jawab Tiara dengan senyum manisnya.


Tiara pun dengan hati berdegup kencang berjalan menuju ruang perawatan sonia di lantai 3 ..


setelah sampai di depan pintu kamar Sonia, Tiara tidak langsung mengetuk pintunya..

__ADS_1


Dia terdiam karena terdengar sayup sayup suara tertawa serta candaan Rian dengan wanita itu ( mamanya sonia).


ceklekkkk


Tiara langsung membuka pintu kamar itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat Rian sedang memegang tangan Anita ( mamanya sonia)


Dan karena kedatangan Tiara dengan reflek Rian langsung melepaskannya.


seperti petir yang menyambar hati tiara sangatlah sakit tapi saat melihat Sonia yang tersenyum melihat kedatangannya.. membuat nya luluh dan memeluk sonia dengan hati terisis.


Rian terdiam dan melihat gadisnya ini pasti sangatlah marah .


Dengan sinis nya tiara melihat Rian.


Anita yang berdiri di samping dokter Rian pun merasa gak enak..dia kemudian mendekat kepada Sonia..


" sayang bu dokter sudah datang kan ayo sekarang mau ya di periksa dokter Rian? "


Tiara mengusap kepala Sonia.


" hai sonia kita kan teman, jadi sonia harus nurut dong nanti kalau sonia sudah sembuh sonia bisa bermain sepuasnya dengan bu dokter ok...ayo sekarang nurut ya biar dokter Rian periksa .." ucap Tiara dengan senyum manis yang dipaksakan.


"tapi sonia mau bermain bersama bu dokter dan pak Dokter.." ucap sonia dengam polosnya.


"ehm...terus mama gimana" ucap Anita yang berkaca kaca...


" ya mama istirahat saja kasihan mama sudah capek ngurusin sonia..mama sekarang jadi kurusan dan gak cantik lagi gara gara sonia..maafin sonia ya ma.." ucap sonia yang membuat tiara berderai air mata karena terharu ..


begitu juga Anita yang memeluk hangat tubuh puterinya.


Rian mendekat ke arah Tiara dengan mengusap pundaknya, namun Tiara menolaknya dengan tatapan tajam .


" aduh... habislah aku...pasti dia marah gara gara aku gak sengaja menolong Anita yang mau jatuh tadi.. aduhhhh..." gumam Rian dalam hati.


" ok ok , Rian tenang, masa sih kamu gak bisa merayunya lagi " ucap Rian dalam hati untuk menetralkan pikiran nya.


setelah semua tenang, barulah Rian maju mendekat ke arah sonia dan memeriksanya dengan teliti...suster Amel yang dari tadi berdiri di sisi ranjang sonia pun mendekat ke arah Rian untuk menulis hasil pemeriksaan dan laporan pemeriksaan yang kemari..


Rian terseyum.." bagus Sonia, kamu sudah banyak mengalami kamajuan... sekarang makan dulu ya setelah itu minum obat..."


kemudian Rian menatap Tiara yang mencuekkannya .


Tapi tiara tetap tak menoleh kepadanya, sampai Rian harus keluar dan menemui pasien yang lain.


" sonia sayang pak dokter keluar dulu ya.." ucap Rian sambil mengusap kepala Sonia tapi mata dan pikiran Rian tetap ke arah Tiara yang dingin.


Kemudian dokter Rian bersama suster amel pun melangkah keluar.


" aku mau makan bersama bu dokter ..mama duduk saja ma ada bu dokter yang menemani Sonia..." ucap Sonia.


Tiara pun tersenyum lalu menyuapi sonia dengan telaten.


🌹🌹🌹


mohon dukungan nya dan jangan lupa tinggalkan jejak koment, like dan subscribe, serta hadiah dan vote nya...

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2